Connect with us

INDONESIA

Masker, Sarung Tangan, Limbah Medis Cemari Lingkungan, Pakar: Ini “Suatu Kesalahan Besar”

Masker, Sarung Tangan, Limbah Medis Cemari Lingkungan, Pakar: Ini “Suatu Kesalahan Besar”


Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menunjukkan jumlah sampah nasional tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, naik lebih dari 3 ton jika dibandingkan tahun lalu.

Limbah medis, khususnya, mengalami peningkatan di tengah pandemi. Data yang diperoleh dari Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, jumlah limbah medis, yang termasuk sampah medis seperti masker, alat pelindung diri, selang infus, botol, serta kemasan obat dan sebagainya, mencapai hampir 1663 ton.

Sampah medis yang berasal dari sungai Cisadane di Tangerang, Indonesia (dok: REUTERS/Willy Kurniawan)

Sampah medis yang berasal dari sungai Cisadane di Tangerang, Indonesia (dok: REUTERS/Willy Kurniawan)

Melalui sebuah diskusi virtual bertajuk “Diskusi Umum Limbah Masker di Teluk Jakarta: Sebuah Dilema Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kehidupan Ekonomi Masyarakat​,” yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tingkat Nasional, belum lama ini, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, menjelaskan kenaikan tersebut.

“Memang dengan berlangsungnya masa pandemi COVID-19 ini, limbah medis itu naik 30 persen. Limbah medis itu sekarang adalah tidak hanya dari fasilitas layanan kesehatan, tapi juga dari hotel-hotel,” jelasnya.

Seorang pekerja memegang kantong sampah medis untuk diangkut ke truk di Jakarta, 12 Agustus 2020. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

Seorang pekerja memegang kantong sampah medis untuk diangkut ke truk di Jakarta, 12 Agustus 2020. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

Rosa Vivien Ratnawati menambahkan, beberapa hotel yang dijadikan tempat untuk isolasi mandiri diketahui membuang sampah medis, seperti APD dan masker, dengan proses yang tidak semestinya.

“Kalau di hotel dia isolasi mandiri, itu artinya dia penderita positif COVID-19 jadi bukan dari rumah atau rumah tangga seperti kita pakai masker ya. Nah, itu yang memang harus dikendalikan,” ujar Rosa Vivien Ratnawati dalam diskusi virtual tersebut.

Padahal, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, “limbah medis yang berasal dari pasien positif COVID itu harus dibakar di insinerator 800 derajat Celsius.”

Limbah Medis Cemarkan Muara Sungai

Limbah dan sampah medis yang dibuang tidak sesuai aturan, kerap berakhir di tempat pembuangan akhir dan di muara sungai. Selain berdampak buruk bagi lingkungan, hal ini menimbulkan risiko penyebaran penyaki yang tinggi diantara para pemulung.

Ade Yunus, pendiri kelompok Bank Sampah Sungai Cisadane memegang jarum suntik bekas saat mengumpulkan sampah medis di sungai Cisadane, Tangerang (dok: REUTERS/Willy Kurniawan)

Ade Yunus, pendiri kelompok Bank Sampah Sungai Cisadane memegang jarum suntik bekas saat mengumpulkan sampah medis di sungai Cisadane, Tangerang (dok: REUTERS/Willy Kurniawan)

Hasil temuan LIPI bahkan mengatakan, sekitar 46-57 persen sampah plastik pada masa pandemi ditemukan berakhir di muara sungai.

“Ditemukan sampah-sampah seperti masker atau sarung tangan, itu di pantai, di laut, di tempat-tempat yang tidak semestinya. Dan itu sendiri merupakan suatu kesalahan besar, karena sampah medis itu harus dibuang di tempat yang sesuai dan apabila sudah dipakai sekali, itu harus dibuang. Tidak boleh digunakan kembali atau di-recycle,” kata Dr. Denita Utami yang juga adalah mahasiswi S2 jurusan kesehatan masyarakat di Columbia University, New York, kepada VOA Indonesia.

Gondan Puti Renosari, pakar lingkungan di perusahaan lingkungan, the Nature Conservancy, di Virginia, AS (dok: pribadi)

Gondan Puti Renosari, pakar lingkungan di perusahaan lingkungan, the Nature Conservancy, di Virginia, AS (dok: pribadi)

Pakar lingkungan, Gondan Puti Renosari, yang bekerja untuk organisasi nirlaba the Nature Conservancy di Virginia, Amerika Serikat menambahkan, sampah medis yang dibuang secara sembarangan juga dapat merusak ekosistem.

“Selain bahaya bagi lingkungannya, ini bahaya juga bagi fauna. Kalau marine life itu, burungnya itu bisa makanin, bisa mengira limbah ini adalah makanan, terus dia makan. Binatang-binatang bawah air juga bisa mengira itu makanan. Jangan heran kalau sekarang mungkin kita temuin di binatang-binatang itu banyak yang menyangkut masker. Yang mati di dalam perutnya ditemukan karet masker,” ujar Gondan Puti Renosari kepada VOA Indonesia.

Insinerator Penting Untuk Tangani Limbah Medis

Limbah dan sampah medis memerlukan penanganan khusus, mengingat dapat menyebarkan penyakit dan mencemarkan lingkungan. Salah satunya seperti yang dikatakan oleh Rosa Vivien Ratnawati, yaitu melalui proses pembakaran dengan mesin insinerator, dengan suhu 800 derajat Celsius. Proses pembakarannya pun terkontrol dan tidak mengganggu lingkungan.

Sayangnya, dari sekitar 2000 rumah sakit di seluruh Indonesia, hanya terdapat 119 insinerator yang berizin resmi. Hal ini dikarenakan banyaknya rumah sakit yang mengurus izin melalui jalur yang tidak seharusnya, melalui calo atau konsultan.

“Jadi kalau calo atau konsultan-lah ya, itu dia ngurus izin misalnya ke tempat pelayanan terpadunya KLHK, itu kalau kurang administrasi dan sebagainya, terus dia bawa pulang enggak diurus lagi, enggak dilengkapi. Nah, mereka akan klaim statusnya ada di tempat saya,” tegasnya.

Petugas perusahaan insinerator mengenakan alat pelindung diri tengah mengumpulkan kantong berisi sampah medis (dok: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Petugas perusahaan insinerator mengenakan alat pelindung diri tengah mengumpulkan kantong berisi sampah medis (dok: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Insinerator sangatlah penting dimiliki oleh fasilitas kesehatan, sebagai cara untuk menangani limbah dan sampah medis, karena sudah memiliki standar kualitas medis yang diperlukan dan selalu di cek secara berkala.

“Insinerator sendiri itu juga sudah ada standar kualitas medisnya, pokoknya selalu di cek secara berkala. Jadi, inilah yang membuat apabila, misalnya ada virus-virus, atau bakteri yang terdapat dalam alat medis tersebut atau misalnya masker, dia akan hangus atau akan habis. Jadi benar-benar dibikin sedemikian rupa, hingga dia tidak ada mengandung virus-virus dan bakteri yang berbahaya,” jelas dr. Denita.

Yang juga menjadi permasalahan adalah limbah dan sampah medis yang berasal dari rumah tangga, yang dibuang tercampur dengan sampah harian. Perlu diketahui bahwa membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) No 18 Tahun 2018 tentang “Pengelolaan Sampah.”

Denita Utami, mahasiswi S2 jurusan Kesehatan Masyarakat di Columbia University, NY (dok: Denita Utami)

Denita Utami, mahasiswi S2 jurusan Kesehatan Masyarakat di Columbia University, NY (dok: Denita Utami)

Maka dari itu, dr. Denita menganjurkan masyarakat agar membuang limbah dan sampah medis ini di tempat yang benar, seperti di puskesmas.

“Kalau di Indonesia sendiri, puskesmas itu bisa menyalurkan sampah medis atau sampah masker. Ada juga saran di mana, agar tidak didaur ulang, maskernya dipotong-potong. Jadi digunting, baru dibuang. Kalau kita buang sampahnya ke puskesmas atau pusat kesehatan, mereka punya fasilitas yang sesuai untuk membuang sampah tersebut.”

Sampah Belanja Online Meningkat

Tidak hanya limbah dan sampah medis, kegiatan dalam era kelaziman baru yang lebih banyak dilakukan di rumah, ternyata juga meningkatkan belanja online.

Hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menunjukkan peningkatan frekuensi belanja online yang naik menjadi 1-10 kali dari 1-5 kali per bulan. Pasalnya, data tersebut juga menyatakan, 96 persen belanja online bulan April hingga Mei 2020, menggunakan kemasan plastik.

Gondan melihat adanya perubahan perilaku belanja masyarakat dalam masa pandemi ini, khususnya ketika lebih banyak berada di rumah.

“Dengan kita harus stay at home, perilaku kita berubah. Yang biasanya cuci mata ke mall, sekarang di rumah aja, browsing barang-barang yang mau dibelanja. Kan lebih gampang. Jadi, banyak banget belanjaan online, barang-barang yang kita beli secara online. Karena dikirim, kardus barangnya, dari kardus itu dimasukin plastik, terus dikasih packaging bean, dimasukin kardus lagi, dan itu dimasukin ke kardus lagi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, layanan pesan antar makanan lewat berbagai aplikasi di era pandemi ini juga semakin kompetitif dan meningkat. Tidak sedikit restoran-restoran ini yang menggunakan alat makan sekali pakai.

“Pakai piring plastik, gelas plastik yang langsung buang. Jadi produksi limbahnya balik lagi meningkat. Yang di awal-awal sempat berkurang, sekarang meningkat lagi,” jelas Gondan.

Sehubungan hari peduli sampah nasional 2021 yang jatuh tanggal 21 Februari di Indonesia, pemerintah berharap momen ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peningkatan limbah medis dan sampah di tengah pandemi. [di]



Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

BMKG memperingatkan banjir bandang menyusul gempa Malang

BMKG memperingatkan banjir bandang menyusul gempa Malang


Semoga mereka tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebagai akibat dari dampak gempa kuat selanjutnya.

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah gempa di Jawa Timur mewaspadai potensi longsor dan banjir pascagempa 6,7 ​​SR.

“Semoga mereka tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akibat dampak gempa dahsyat berikutnya,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers online di Jakarta, Sabtu.

Gempa berkekuatan 6,0 dianggap mampu membuat lereng atau batuan menjadi rapuh dan dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor dan banjir bandang, jelasnya.

Dia teringat gempa bumi berkekuatan 4,1 yang melanda Nusa Tenggara Timur satu hari sebelum hujan lebat turun di provinsi itu.

“Kami khawatir jika hujan turun di daerah yang terkena gempa, maka akan memicu longsor dan banjir bandang,” ujarnya.

Beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Probolinggo, Tulungagung, Ponorogo, dan Pasuruan berpotensi mengalami hujan deras , dia menambahkan.

Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter melanda kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 2 siang waktu setempat pada hari Sabtu, tetapi tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa terletak 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang pada kedalaman 25 kilometer, katanya.

Gempa yang berlangsung selama 37 detik itu juga dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, termasuk Kediri, tambah badan tersebut. (INE)

Berita Terkait: Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter

Berita Terkait: Enam tewas, satu luka berat dalam gempa Malang

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Bandara Ngurah Rai Bali meluncurkan tes alat pernafasan COVID

Bandara Ngurah Rai Bali meluncurkan tes alat pernafasan COVID


Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan bandara kelima yang menerapkan GeNose setelah bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, bandara Husein Sastranegara di Bandung, bandara internasional Yogyakarta, dan bandara Juanda di Suraba.

Jakarta (ANTARA) – GeNose, alat bantu pernapasan COVID-19 yang dikembangkan oleh ilmuwan Indonesia, awalnya dapat digunakan di bandara internasional Ngurah Rai Bali untuk menyaring pelancong, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan bandara kelima yang mengimplementasikan GeNose setelah bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, bandara Husein Sastranegara di Bandung, bandara internasional Yogyakarta, dan bandara Juanda di Surabaya pada 1 April (2021),” kata Sumadi dalam sambutannya. siaran pers di sini pada hari Sabtu.

Ia berterima kasih dan memuji Pemprov Bali dan PT Angkasa Pura 1 yang telah membantu pelaksanaan layanan GeNose di bandara Ngurah Rai.

“Layanan GeNose telah diuji. Sebanyak lima ratus ribu penumpang kereta api telah menggunakan dan mengaku merasa lebih nyaman karena lebih murah, tidak sakit, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi, ”kata Menkeu.

Penumpang hanya perlu membayar Rp40.000 untuk tes GeNose C-19 di bandara Ngurah Rai, katanya. Tempat pengujian terletak di area umum terminal kedatangan dan beroperasi dari jam 9 pagi hingga 7 malam waktu setempat.

Pelaksanaan uji GeNose di sarana transportasi, seperti bandara, merupakan tindak lanjut, sesuai surat Satgas (No.12 / 2021) terkait perjalanan domestik di tengah pandemi COVID-19, diubah menjadi surat Kementerian Perhubungan No. 26/2021 tentang pedoman perjalanan domestik dengan pesawat selama pandemi COVID-19. (INE)

Berita Terkait: Perlu GeNose di pabrik untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi: menteri

Berita Terkait: Pesantren At Taujieh Al Jawa Tengah menggunakan GeNose

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter

Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter


Blitar, Jawa Timur (ANTARA) – Beberapa bangunan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter pada Sabtu sore.

“Sejumlah rumah di beberapa kecamatan (rusak akibat gempa). Kami sedang mendata (jumlah bangunan yang rusak),” kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Sabtu. .

Bangunan itu berada di Kecamatan Binangun, Kesamben, Wates, Lodoyo, dan Wlingi, tambahnya.

Gempa dahsyat tersebut merusak beberapa rumah dan fasilitas umum, termasuk kantor Pemkab Blitar, masjid, dan gedung sekolah, katanya.

Gempa bumi melanda kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 2 siang waktu setempat pada hari Sabtu, tetapi tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa terletak 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, pada kedalaman 25 kilometer, katanya.

Gempa itu berlangsung selama 37 detik, badan itu menambahkan.

Hal itu juga dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Kediri, Malang, Gresik, dan Surabaya (INE).

Berita Terkait: Enam tewas, satu luka berat dalam gempa Malang

Berita Terkait: Gempa berkekuatan 6,7 melanda Kabupaten Malang di Jawa Timur

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close