Business is booming.

Maskapai Penerbangan AS Nantikan Bantuan Pemerintah



Industri penerbangan AS mengalami peningkatan kerugian karena pandemi virus corona terus menyebabkan malapetaka ekonomi dan meredupnya harapan untuk memperoleh paket bantuan pemerintah secepatnya.

Karl Moore, profesor di Fakultas Manajemen Desautels, Universitas McGill mengatakan “Kita menyaksikan penurunan jumlah penerbangan berkurang sekitar 90 persen lebih pada bulan Maret dan April dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi, ini adalah masa krisis besar. Dan ada ratusan ribu orang yang bekerja di industri penerbangan. ”

Untuk saat ini, kerugian gabungan kuartal ketiga untuk American, United, Delta, Southwest, dan Alaska Air telah melebihi $ 11,5 miliar. Penurunan industri ini makin memperparah krisis sebelumnya seperti SARS dan serangan teroris 11 September 2001, kata Moore.

Awal tahun ini, perusahaan penerbangan AS menerima dana miliaran dolar dari Kongres melalui CARES Act dalam bentuk uang tunai dan pinjaman yang membantu mereka tetap bertahan. Harapannya, virus itu akan mereda sekarang, namun tidak demikian halnya.

“Yang kita saksikan, perjalanan domestik di AS sebagian meningkat, tetapi perjalanan internasional turun sangat drastis, bahkan perjalanan domestik sekalipun tidak mendekati seperti tahun lalu. Jadi, kita sedang mengalami krisis. Kita mungkin mengalami gelombang virus kedua yang pasti lebih banyak orang yang sakit daripada yang kami harapkan pada musim seperti ini. Menjadi masalah bagi industri yang belum melewati masa krisis selama enam atau tujuh bulan dan akan berlangsung selama beberapa bulan lagi bahkan mungkin beberapa tahun yang akan datang,” kata Moore.

Menurut perkiraan Air Transport Action Group hampir 5 juta pekerjaan transportasi udara terancam risiko secara global.

Untuk memulihkan penumpang, maskapai penerbangan mewajibkan pemakaian masker. Mereka juga telah meningkatkan pembersihan kabin pesawat. Sebagian membiarkan kursi tengah lowong untuk memberi lebih banyak ruang di antara penumpang.

Perundingan antara Kongres dan Gedung Putih tentang paket bantuan baru terus berlanjut dengan hanya sedikit tanda akan segera tercapainya kesepakatan.

Ini menyebabkan maskapai penerbangan memangkas pekerjaan, menawarkan pensiun dini dan mengambil tindakan pemotongan biaya lainnya. [my/pp]



Source link