Connect with us

FEED

Mantan Koki Kerajaan Inggris Bongkar Rahasia Kebiasaan Pangeran Philip di Meja Makan : Okezone Lifestyle

Mantan Koki Kerajaan Inggris Bongkar Rahasia Kebiasaan Pangeran Philip di Meja Makan : Okezone Lifestyle


Kabar duka datang dari Kerajaan Inggris, Pangeran Philip, Duke of Edinburgh telah meninggal dunia di usia 99 tahun pada Jumat 9 April 2021. Istana Buckingham mengonfirmasi Pangeran Philip meninggal dunia di Kastil Windsor.

Semasa hidupnya Pangeran Philip merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh masyarakat. Ia pun terkenal sebagai orang yang ramah dan tidak pemilih, terutama dalam hal makanan. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan chef kerajaan, Darren McGrady.

Koki

Pangeran Philip memiliki selera makan yang jauh lebih beragam daripada yang Ratu Elizabeth II. Menurut McGrady, sang Ratu makan untuk hidup sedangkan Pangeran Philip hidup untuk makan. Tentu saja, hal ini membuat pasangan itu kerap berselisih saat mencoba memilih makanan.

Sebagai seorang ratu, preferensi Ratu Elizabeth jelas lebih didahulukan di dapur istana. Biasanya menu makanan selalu tergantung pada, ratu yang menjadi tuan rumah makan dalam istana.

Pangeran Philip

Baca Juga : Koleksi Mobil Mewah Pangeran Philip, Satu Masih Tersimpan di Rumah Ratu Elizabeth II

Baca Juga : Nostalgia Kisah Cinta 7 Dekade Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II

Menurut McGrady, Pangeran Philip lebih suka jika harus mengambil tugas Ratu Elizabeth di meja makan. Sebab pada momen tersebut, Pangeran Philip akhirnya bisa mengonsumsi hidangan yang lebih beraroma.

“Ketika ratu sedang pergi, Pangeran Philip dapat mencicipi semua bahan favoritnya sendiri. Pangeran menyukai semua jenis makanan pedas asli, dan bisa menjelajah lebih banyak dan menikmatinya saat ratu sedang pergi,” tutur McGrady, sebagaimana dirangkum Womans World, Sabtu (10/4/2021)

McGrady menambahkan bahwa Pangeran Philip juga suka membawa ide makanan baru ke istana dari perjalanannya sendiri. Dia menjadi sangat bersemangat ketika pergi ke restoran atau di negara lain pada suatu perjamuan. Dia akan sering menanyakan resepnya.

Pangeran Philip juga tidak ragu untuk turun langsung dalam menyiapkan makanan. McGrady ingat suatu malam ketika Pangeran Philip masuk ke dapur dan bertanya tentang apa yang sedang disiapkan untuk makan malam.

Hidangan domba yang mewah ada di menu untuk bangsawan, tetapi ketika Pangeran Philip melihat setumpuk daging domba yang dimaksudkan untuk staf, ia memutuskan untuk mengambil alih tugas memasak dan menyajikan kedua makanan itu untuk semua orang.

“Dia benar-benar memasak di atas panggangan malam itu – dia memasak untukku! Dulu aku, chefnya, maksudku, apa yang harus aku lakukan, pergi keluar dan melakukan perjamuan kerajaan saat dia melakukan pekerjaanku di dapur,” kenang McGrady.



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Valentino Rossi Diklaim Sudah Tak Lagi Menikmati Balapan di MotoGP : Okezone Sports

Valentino Rossi Diklaim Sudah Tak Lagi Menikmati Balapan di MotoGP : Okezone Sports


HOUSTON – Legenda balap MotoGP, Kevin Schwantz, membeberkan apa yang membuat Valentino Rossi tampil begitu buruk di kejuaraan dunia musim 2021. Schwantz menyebut bahwa performa minor itu terjadi lantaran Rossi mulai tak menikmati setiap balapan di MotoGP saat ini.

Sebagaimana diketahui, Rossi memang memulai kampanyenya di MotoGP 2021 dengan performa jauh dari kata mengesankan. Ya, Rossi gagal mendapatkan hasil positif dalam empat balapan awal MotoGP musim ini.

Dalam dua balapan awal di MotoGP Qatar dan Doha yang berlangsung di Sirkuit Losail, Rossi tak dapat berbicara banyak dengan hanya finis 19 dan 20. Sementara dalam balapan di MotoGP Portugal 2021, Rossi gagal finis.

Valentino Rossi

Di MotoGP Spanyol 2021 Rossi kembali gagal tampil impresif dengan hanya finis ke-17. Hal tersebut pun membuat Rossi harus terpaku di posisi ke-21 pada klasemen sementara MotoGP 2021 dengan raihan empat poin.

Baca Juga: Keberadaan Tim Valentino Rossi di MotoGP 2022 Ancam Masa Depan Pembalap Ini

Performa minor Rossi itu pun membuat banyak pengamat menilai bahwa The Doctor –julukan Rossi– sudah waktunya untuk pensiun dari MotoGP. Pasalnya terlihat betul, Rossi begitu kesulitan bersaing dengan para pembalap muda.

Schwantz pun lantas coba memberikan analisanya terkait penurunan performa yang dialami oleh Rossi dalam beberapa musim terakhir. Ya, pria berusia 56 tahun itu percaya kenyamanan membalap jadi alasan mengapa Rossi tampil buruk belakangan ini.

“Sebagai pembalap, ini salah satu hal yang paling sulit. Saya ingat beberapa balapan pertama pada 1995, saya tak menjalani kualifikasi dengan baik, finis di belakang, tak ikut memperebutkan podium dan kemenangan seperti kebiasaan saya,” jelas Schwantz, seperti disadur dari GPOne, Selasa (11/5/2021).

Valentino Rossi

“Sebagai seorang pembalap, situasi seperti ini benar-benar sangat terasa sangat berat. Balapan menyenangkan karena kami senang jika dapat memetik kemenangan, dan saat peluang menang tak lagi ada, maka balapan tidak lagi terasa menyenangkan,” sambungnya.

Baca Juga: Valentino Rossi bagai Wine Tua Berkualitas Tinggi

“Saya sempat berpikir bahwa pada saat kembali ke Eropa, dan menjalani balapan di trek yang lebih ia kenal, di mana ia kerap menang, bakal membantunya bangkit. Akan tetapi kenyataannya, ia jelas kesulitan saat ini,” tuntas pria berkebangsaan Amerika Serikat itu.



Source link

Continue Reading

FEED

KPK Eksekusi Terpidana Penyuap Edhy Prabowo ke Lapas Cibinong

KPK Eksekusi Terpidana Penyuap Edhy Prabowo ke Lapas Cibinong



loading…

JAKARTA – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Terpidana kasus suap ekspor benih lobster Suharjito ke Lapas Cibinong. Eksekusi tersebut sesuai dengan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 7/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt.Pst tanggal 21 April 2021 yang berkekuatan hukum tetap.

“Memasukkan terpidana Suharjito ke Lapas Klas IIA Cibinong untuk menjalani pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021). Baca juga: Hakim Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Penyuap Edhy Prabowo

Ali mengungkapkan Suharjito juga dibebani kewajiban membayar denda sebesar Rp250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

“Kewajiban pembayaran denda sebesar Rp250 juta tersebut, telah disetorkan melalui rekening penampungan KPK pada 5 Mei 2021,” kata Ali.

Diketahui, Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta. Ia merupakan penyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dng pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Ketua Majelis Hakim Albertus Usada di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021) malam.

Suharjito terbukti bersalah menyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebesar USD103.000 atau setara Rp1,4 miliar dan Rp706.055.440 (Rp706 juta). Total keseluruhan suap yang diberikan Suharjito untuk Edhy Prabowo tersebut ditaksir mencapai Rp2,1 miliar.

Suap tersebut, kata Hakim, berkaitan dengan pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melalukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” kata Hakim.

Adapun, pertimbangan yang memberatkan Majelis Hakim dalam memutuskan vonis terhadap Suharjito yakni, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Hal meringankan yakni Terdakwa belum pernah dipidana, Terdakwa menjadi tulang punggung keluarga, Terdakwa kooperatif dalam menjalani proses persidangan, Memberikan keterangan secara terus terang dalam persidangan dan Terdakwa menjadi gantungan hidup lebih dari 1.250 karyawan PT DPPP.

“Terdakwa setiap tahunnya peduli memberikan kesempatan 10 karyawan/karyawati yang muslim untuk melakukan ibadah umrah. Dan juga bagi karyawan/karyawati nonmuslim untuk berziarah ke tanah suci sesuai keyakinan dan agama yang dianut,” kata Hakim. Baca juga: Penyuap Edhy Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta

“Terdakwa telah berjasa membangun dua masjid serta rutin memberikan santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa di daerah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi,” tambahnya.

(kri)



Source link

Continue Reading

FEED

Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah

Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah




KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Irjen Argo: Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah


© JPNN.COM
KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Irjen Argo: Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah

jpnn.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

Novi ditangkap dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk ini adalah wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah. 

“Ini yang pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” ujar Argo dalam siaran persnya, Selasa (11/5).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

“Sinergitas antarlembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” kata jenderal bintang dua itu. 

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). 

Dalam penangkapan itu, turut disita sejumlah uang sebagai barang bukti.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (cuy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close