Connect with us

Olahraga

Maldini Terlibat Cekcok dengan Fans Parma Dalam Kemenangan 1-3 Milan

Maldini Terlibat Cekcok dengan Fans Parma Dalam Kemenangan 1-3 Milan


Berita Liga Italia: Direktur teknis AC Milan Paolo Maldini terlihat terlibat cekcok dengan fans Parma dalam kemenangan timnya pada giornata 30 Serie A di Stadio Ennio Tardini Sabtu (10/4) malam tadi.

Meski berhasil meraih kemenangan dengan skor cukup meyakinkan, duel melawan Parma tampaknya cukup menegangkan bagi Rossoneri, dan tekanan laga tersebut dipastikan begitu dirasakan Maldini.

Laga  seolah bakal berjalan dengan mudah saat Milan berhasil unggul dua gol melalui lesakan Franck Kessie dan Ante Rebic pada babak pertama dengan Zlatan Ibrahimovic memainkan peran besar dalam kedua gol tersebut.

Kendati demikian, striker 39 tahun tersebut justru diusir wasit saat pertandingan masih tersisa 30 menit setelah mengatakan sesuatu kepada wasit Fabio Maresca. Riccardi Gagliolo lantas memperkecil keunggulan tuan rumah yang membuat situasi menjadi sangat tegang. Akan tetapi, Rafael Leao yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir laga sukses memastikan kemenangan timnya dan membuat mereka kembali ke Milano dengan torehan tiga poin sempurna.

Akan tetapi, ada hal menarik lain yang mewarnai laga panas tersebut. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sky Italia, Maldini tampak tengah terlibat cekcok dengan seorang fans Parma, atau setidaknya seseorang yang hadir di stadion yang mendukung tuan rumah. Alasan dari perselisihan tersebut belum diketahui, namun mantan kapten Rossoneri terlihat lebih tegang daripada biasanya. 

Artikel Tag: Maldini, Milan, Parma





Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Final Liga Champions Chelsea vs Man City Direncanakan Dipindah ke Wembley

Final Liga Champions Chelsea vs Man City Direncanakan Dipindah ke Wembley


Berita Liga Inggris: Keputusan tentang apakah final Liga Champions antara Chelsea vs Manchester City akan berganti tempat bakal dibuat pada Rabu (12/5) besok. UEFA disebut tengah mempertimbangkan untuk memindahkan pertandingan ke Wembley dari Istanbul.

Pertemuan antara UEFA dan FA serta pejabat pemerintah Inggris diadakan pada Senin (10/5) kemarin waktu setempat, untuk membahas pertandingan final Chelsea melawan Manchester City pada Sabtu, 29 Mei mendatang.

Saat ini pertandingan dijadwalkan untuk dilangsungkan di Ataturk Olympic Stadium, namun Turki termasuk dalam daftar merah Inggris dan para penggemar tak diperbolehkan untuk pergi ke sana, ‘kecuali dalam keadaan yang paling ekstrem’.

Pemerintah menyarankan untuk pertandingan tersebut dipindah ke London lantaran penggemar yang kembali dari negara-negara daftar merah harus dikarantina selama 10 hari di hotel yang ditunjuk terlebih dulu.

Masalah lain adalah bahwa final play-off Championship juga akan diadakan pada 29 Mei, namun EFL dikabarkan telah memberi isyarat bahwa mereka bakal mempertimbangkan untuk memindahkan pertandingan demi mengakomodasi final Liga Champions.

Kedua klub akan diberikan minimal 4.000 tiket untuk pertandingan di Istanbul, yang kemungkinan angka tersebut bakal ditingkatkan jika laga dipindah ke Wembley.

The Times mengabarkan bahwa UEFA sedang mencari konsesi untuk pindah ke London utara, termasuk meningkatkan kapasitas yang diperbolehkan di Wembley dari semula 10.000 kursi menjadi 22.500 dan mengesampingkan aturan karantina untuk staf UEFA, penyiar internasional, dan juga sponsor.

Final Piala FA akan diadakan di Wembley pada Sabtu (15/5) ini dengan kapasitas meningkat menjadi 20.000 dalam rangka uji coba, sehingga permintaan UEFA untuk peningkatan kapasitas yang sedikit lebih besar dua minggu setelahnya tampaknya akan bisa dilakukan.

Artikel Tag: Chelsea, Manchester City, liga champions





Source link

Continue Reading

Olahraga

Eks Persib Bandung, Farshad Noor Beri Kode Untuk Arema FC

Eks Persib Bandung, Farshad Noor Beri Kode Untuk Arema FC


Berita Liga 1 Indonesia: Didepak Persib Bandung karena tak mampu menunjukkan penampilan terbaik di turnamen Piala Menpora 2021, gelandang asal Afganistan, Farshad Noor belum kapok untuk meneruskan karir di Indonesia.

Setelah resmi dilepas Persib Bandung, jebolan akademi PSV Eindhoven itu masih berstatus tanpa klub. Meski begitu ia memilih tetap bertahan di Indonesia. Baru-baru ini dia sempat membuat kehebohan lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, dia menuliskan kata “soon: dengan diikuti emoji kepala singa. Nah, klub yang memiliki logo kepala singa di tanah air hanya Arema FC. Karena itu, banyak yang berspekulasi Farshad Noor akan berseragam Singo Edan. Apalagi saat ini tim kebanggaan Aremania dan Aremanita itu memang belum memiliki pemain asing Asia.

Meski tidak blak-blakan terkait kemungkinannya untuk bergabung dengan Arema FC, dia mengakui bahwa masih punya niat untuk melanjutkan karir di Indonesia. Apalagi saat ini kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 tengah disusun dan direncanakan mulai bergulir pada 3 Juli.

“Saya ingin bermain dan sukses di Indonesia,” katanya seperti dikutip laman Jawa Pos.

Hal itu belum terwujud saat dia berseragam Persib Bandung. Karena itu, dia ingin mewujudkannya bersama klub lain di Indonesia. Lalu, apakah klub itu Arema FC? Farshad belum bisa memastikan.

“Yang jelas, saya masih menunggu tawaran dari klub Liga 1,” kata mantan kapten timnas Afganistan itu.

Sejatinya, Farshad Noor tidak sepi peminat. Ada saja tawaran yang datang kepadanya. Namun sebagian besar masih dari klub luar Indonesia.

Sejauh ini, dia masih memprioritaskan tawaran dari klub Indonesia. Itu pula alasan yang membuatnya masih bertahan di Bandung. Selama di Indonesia, dia tetap bisa bertahan hidup. Sebab, dia masih menerima banyak job menjadi model ataupun endorse di media sosialnya.

Singo Edan sendiri saat ini belum memiliki pemain asing. Mereka sudah melakukan negosiasi dengan dua pemain asal Brasil, Arthur Cunha dan Jacsson Antonia. Namun keduanya belum resmi bergabung.

Artikel Tag: persib bandung, Farshad Noor, Liga 1, arema fc





Source link

Continue Reading

Olahraga

Petra Kvitova Tumbangkan Magda Linette Di Roma

Petra Kvitova Tumbangkan Magda Linette Di Roma


Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Ceko, Petra Kvitova harus menghadapi laga menantang ketika mengawali Italian Open di Roma musim 2021 melawan petenis berkebangsaan Polandia.

Setelah kehilangan set pertama melawan Magda Linette dalam waktu 30 menit, petenis unggulan ke-11 menemukan cara untuk mengukir kemenangan 1-6, 6-0, 6-2 dalam waktu 95 menit.

Memasuki babak pertama Italian Open dengan mengantongi keunggulan 2-0 melawan Linette dengan hanya kehilangan delapan game di empat set, petenis berkebangsaan Ceko menemukan dirinya tertinggal satu set setelah melakukan 16 unforced error di set pertama saja.

Namun, petenis unggulan ke-11 dengan cepat kembali ke jalur yang tepat dan memenangkan sembilan game secara beruntun demi mengambil alih kontrol pertandingan. Setelah itu, ia tidak menghadapi bahaya sampai akhir pertandingan.

Linette menciptakan tiga break point di set ketiga, tetapi petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam bertahan sekuat mungkin demi keunggulan 3-0.

“Saya mengawali set pertama dengan sangat buruk. Saya hampir melewatkan semua hal. Di lapangan, bolanya juga melambung ke semua tempat. Kondisinya sedikit berangin. Saya mungkin hanya harus menggunakan semua hal,” ungkap Kvitova.

“Di awal set kedua saya akhirnya mempertahankan servis saya dan mematahkan servisnya. Saya pikir, sejak momen itu, semuanya menjadi jauh, jauh lebih baik.”

Petenis peringkat 10 dunia selanjutnya akan berduel melawan mantan petenis peringkat 2 dunia, Vera Zvonareva di babak kedua Italian Open. Petenis berkebangsaan Ceko dan petenis berkebangsaan Rusia, Zvonareva belum bertemu lagi dalam satu dekade terakhir. Mereka telah bertemu sebanyak enam kali dengan head to head di antara keduanya imbang 3-3 pada periode 2009 – 2011.

Berbeda dengan petenis unggulan ke-11, Zvonareva melalui babak pertama Italian Open tanpa banyak drama setelah ia menumbangkan petenis AS, Christina McHale dengan 6-3, 6-0.

“Melawan Vera, sudah sangat lama sejak terakhir kali kami bertemu. Ia kembali berkompetisi. Ia juga melalui babak kualifikasi, jadi, pastinya ia bisa bermain. Jadi, kita akan lihat. Akan menjadi pertandingan yang mengesankan ketika saya bertanding melawannya lagi setelah sekian lama,” tukas Kvitova.

Sementara petenis unggulan tertinggi yang ada di undian pertandingan yang sama dengan Kvitova, petenis unggulan ketiga, Simona Halep akan mengawali Italian Open dengan melawan Angelique Kerber atau Alize Cornet.

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Petra Kvitova, Magda Linette, Vera Zvonareva





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close