Connect with us

INDONESIA

Lestarikan Tifa Ikon Papua – ANTARA News

Lestarikan Tifa Ikon Papua – ANTARA News

[ad_1]

Provinsi Papua tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga merupakan rumah bagi beragam budaya dan unik yang tak terhitung jumlahnya.

Di antara simbol budaya khas Papua adalah alat musik tradisional yang disebut Tifa, yang namanya telah menjadi identik dengan provinsi.

Papua, yang telah mengalami banyak pembangunan infrastruktur selama bertahun-tahun, telah merangkul modernisasi dalam beberapa aspek kehidupan. Namun, warisan Tifa tetap dilindungi hingga hari ini.

Dalam istilah yang paling sederhana, Tifa adalah alat musik perkusi. Meskipun menghasilkan musik saat dipukul, seperti beberapa instrumen tradisional Indonesia, yang membuat Tifa menonjol adalah hubungannya yang erat dengan cerita rakyat dan tradisi lisan.

Suku yang berbeda telah menyampaikan mitos dan cerita mereka sendiri tentang asal-usul Tifa. Menurut salah satu versi yang lazim di Biak, alat musik tersebut pertama kali dibuat oleh seorang anak yatim piatu dari desa tersebut. Seperti ceritanya, anak laki-laki itu diundang ke sebuah pesta, yang setiap penduduk desa diminta untuk hadir.

Seperti kebiasaan saat itu, semua penduduk desa yang menghadiri pesta harus membawa sesuatu dari rumah. Hal ini membuat sedih anak laki-laki itu, yang tidak membawa apa-apa.

Saat dia berjalan di hutan memikirkan hal ini, dia bertemu dengan seekor kadal, yang sedang memukul perutnya dan menghasilkan suara yang sangat mirip dengan alat musik perkusi. Ketika kadal itu bertanya mengapa dia tampak tidak bahagia, bocah itu memberi tahu dia tentang kesulitannya.

Kadal itu menyuruh anak laki-laki itu untuk mengambil kulitnya, membakarnya di atas tongkat, lalu memotongnya dengan pola melingkar, dan memasangnya di sebatang kayu. Dia memberi tahu bocah itu bahwa instrumen yang dibuat demikian akan menghasilkan suara yang unik dan khas ketika dipukul berulang kali.

Anak laki-laki itu mengikuti nasihatnya dan memainkan alat musik di pesta itu. Ketika salah satu Kepala Suku bertanya kepadanya apa yang dia mainkan, anak laki-laki itu menjawab bahwa itu adalah “sreb”.

Sejak hari itu, masyarakat Biak menyebut Tifa sebagai sreb. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana Tifa mengakar kuat dalam sejarah masyarakat Papua.

Di era modern, cerita ini mungkin terdengar terlalu seperti mitos, tetapi kepercayaan dan apresiasi terhadap cerita itulah yang mendorong orang Papua untuk melestarikan Tifa untuk waktu yang sangat lama.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Jayapura, Chris K. Tokoro, Tifa bukanlah alat musik yang bisa dimainkan oleh sembarang orang. Ini melayani tujuan tertentu, katanya.

Tifa biasanya dimainkan saat ritual adat, penyambutan tamu, dan bahkan sebagai seruan perang, jelasnya.

Secara tradisional, Tifa lebih banyak dimainkan oleh laki-laki, sesuai dengan ajaran tradisional tentang peran gender di Papua, yang mengharuskan laki-laki untuk memimpin perempuan dalam segala aspek kehidupan. Kepatuhan terhadap peran gender dipandang sebagai cara untuk menghormati dan menghormati nilai-nilai leluhur oleh orang Papua.

Tapi, di daerah-daerah tertentu, seperti Kepulauan Raja Ampat, banyak perempuan terlihat memainkan Tifa.

Di Papua, peristiwa penting lainnya ketika Tifa dimainkan adalah Sing-sing, ketika berbagai suku berkumpul untuk menampilkan budaya masing-masing.

Silaturahmi ini diadakan dalam rangka bertukar pengetahuan tentang tradisi mereka sehingga mereka dapat saling belajar. Ini menunjukkan kekuatan Tifa untuk menyatukan orang Papua.

Yang lebih membedakan Tifa dari instrumen perkusi yang ditemukan di daerah lain adalah pola yang ada di sampingnya. Pola atau simbol ini memiliki makna etnis dan spiritual tertentu dan mewakili cerita tentang kehidupan alam di Papua, dan juga rasa syukur yang dirasakan pembuat Tifa atas berkah yang telah mereka terima dalam hidup.

Tifa sangat umum digunakan oleh berbagai suku di Papua — Mali Anim, Biak, Sentani, Teminabuan, dan masih banyak lagi. Setiap suku memiliki jenis dan nama Tifa sendiri.

Tifa disebut “eme” oleh orang Asmat, “Kalin Kla” di Teminabuan, “Wachu” di Sentani, “Sirep” atau “Sandio” di Biak, dan “Kandara” oleh orang Mali Anim.

Orang-orang Papua tidak hanya melestarikan Tifa sebagai simbol budaya mereka, tetapi juga mengembangkan cara untuk membuatnya menjadi barang yang menguntungkan secara finansial untuk dijual.

Dengan demikian Tifa memainkan peran penting dalam perekonomian Papua. Banyak orang Papua memproduksi Tifa dalam jumlah besar untuk dijual. Instrumen ini dijual dengan kisaran harga yang berbeda, tergantung pada kerumitan pola, bahan yang digunakan, dan durasi suara yang dihasilkan.

Nilai ekonomi ini juga diharapkan dapat menjamin umur panjang Tifa di Papua. Oleh karena itu, para tetua Papua meminta para pemuda untuk tetap setia pada budaya mereka dalam upaya melindungi warisan Tifa dan mewariskannya kepada generasi yang akan datang.

Pemerintah Provinsi Papua telah mengeluarkan peraturan yang secara tegas menyatakan bahwa semua hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh masyarakat adat Papua dilindungi oleh undang-undang.

Peraturan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kokoh untuk melestarikan Tifa di masa mendatang.

Berita Terkait: 1000 tifa echo beats untuk memeriahkan Festival Danau Sentani

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

[ad_1]

Startup, pemodal ventura, selebritas, dan sukarelawan telah berkumpul, terlepas dari minat individu

Jakarta (ANTARA) – Startup, investor, dan relawan bergandengan tangan melalui gerakan ‘Oksigen untuk Indonesia’ untuk memastikan pasokan oksigen bagi pasien COVID-19 di tanah air.Melalui gerakan tersebut, perusahaan dan kelompok seperti Ventura East Ventures, gerakan relawan WargaBantuWarga, dan Indonesia Pasti Bisa menargetkan dapat mengumpulkan hingga US$10 juta untuk membeli konsentrator oksigen untuk rumah sakit COVID-19.

“Di hotline WargaBantuWarga, setiap hari relawan kita dihadapkan pada keputusasaan dari masyarakat akan oksigen. Menkes juga mengatakan bahwa masalah suplai oksigen adalah masalah nasional,” kata Aldi Haryopratomo, relawan WargaBantuWarga di Jakarta, Jumat.

“Startup, pemodal ventura, selebriti, dan relawan telah berkumpul, terlepas dari kepentingan individu. Hanya dalam lima hari, dana yang terkumpul cukup untuk memesan seribu konsentrator yang siap dikirim ke rumah sakit. Oksigen adalah masalah penting hari ini, tetapi perang melawan COVID-19 masih jauh dari selesai,” kata Haryopratomo.

Koalisi ‘Oxygen For Indonesia’ menargetkan untuk menyediakan 10 ribu oksigen konsentrator yang akan didistribusikan ke setidaknya 1.500 rumah sakit nasional untuk 30 ribu pasien COVID-19 dalam jangka pendek, dan 7 juta pasien dalam jangka panjang, katanya.

Koalisi ini berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Kesehatan, tambahnya.

Selain menggalang dana dari korporasi dan masyarakat, anggota koalisi juga telah membentuk tim untuk proses hulu hingga hilir secara keseluruhan, ujarnya.

Misalnya, satu tim fokus pada pengadaan dan impor, tim lain pada alokasi unit ke rumah sakit, dan tim lain pada proses verifikasi dan hotline bagi mereka yang menggunakan peralatan yang disumbangkan.

Perusahaan rintisan yang berpengalaman dalam mengalokasikan konsentrator oksigen di bawah Indonesia Pasti Bisa, akan didukung oleh relawan dari WargaBantuWarga.com dan startup lainnya dalam koalisi ‘Oksigen untuk Indonesia’, kata Haryopratomo.

Untuk memenuhi target pendanaan, gerakan ini digalakkan baik di dalam maupun di luar negeri, tambahnya.

Perusahaan modal ventura lokal dan regional menggunakan jaringan mereka untuk membantu mencapai target. Mereka termasuk East Ventures, Sequoia India, Intudo, Goventures, Golden Gate Ventures, AC Ventures, Jungle Ventures, Asia Partners, Monk’s Hill Ventures, dan Open Space Ventures, ujarnya.

Startup yang tergabung dalam gerakan tersebut antara lain Kitabisa, Pluang, Mapan, BukuWarung, Halodoc, TokoCrypto, Payfazz, Advotics, eFishery, Waresix, KAYA.ID, Bibit, Flip, dan Bonza, tambahnya.

“Satu minggu setelah gerakan ini dimulai, kami mengirimkan 200 oksigen konsentrator pertama ke 33 rumah sakit di 10 provinsi secara transparan, 800 oksigen konsentrator berikutnya akan dikirim dalam waktu dekat,” kata Founding Partner East Ventures Willson Weather.

Ia berharap lebih banyak kabar baik, seperti kabar kesembuhan, bagi masyarakat Indonesia setelah upaya yang dilakukan oleh gerakan penanganan COVID-19.

Koalisi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menggalang dana untuk membawa oksigen ke Indonesia, tambahnya.

Donasi untuk masyarakat umum dan institusi akan dibuka mulai Jumat melalui platform kitabisa.com, gofundme.com, dan YCAB Foundation, sebuah organisasi nirlaba Indonesia dengan perwakilan di Amerika Serikat, ujarnya.

Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://oxygenforindonesia.com/. Pembaruan terbaru dari gerakan akan tersedia di pegangan Instagram @oxygenforindonesia dan pegangan Twitter @OxygenForINA.esia.

Berita Terkait: MRT, WeCare sumbang tabung oksigen untuk pasien COVID-19 Jakarta
Berita Terkait: Bantuan oksigen mengalir saat Indonesia berjuang untuk bernafas
Berita Terkait: RS Lapangan Tembak Surabaya siapkan 100 oksigen konsentrator

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

[ad_1]

Semua anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan tak lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, demi keselamatan kita semua. bangsa indonesia

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo menekankan agar anak-anak di Indonesia tetap semangat belajar, bersenang-senang, dan tetap rajin beribadah meski harus beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19.“Seluruh anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, selama-lamanya. bangsa Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menyapa siswa sekolah dasar dalam konferensi video dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 di Jakarta, Jumat.

Kepala negara menyoroti bahwa rencana untuk memulai sekolah tatap muka, yang semula dijadwalkan dibuka pada Juli 2021, dibatalkan sambil menunggu perbaikan situasi.

Widodo mengimbau anak-anak untuk terus belajar, selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan mengingatkan teman dan tetangga untuk mengikutinya.

Sebanyak 548 ribu anak dari target 11,9 juta anak kelompok usia 12-17 tahun telah mendapat suntikan vaksin COVID-19, Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan.

“Gerakan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun difokuskan di fasilitas kesehatan setempat atau sekolahnya masing-masing,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam dialog daring yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Covid-19 Nasional. -19 Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN) di Jakarta, Kamis.

Berita Terkait: 548.000 anak Indonesia mendapatkan suntikan vaksin COVID-19: Kemenkes

Berita Terkait: Pandemi meningkatkan prevalensi stunting: BKKBN

Upaya vaksinasi di fasilitas kesehatan setempat (Fasyankes) difokuskan untuk memvaksinasi remaja berusia 12-17 tahun, yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan mana pun, sedangkan remaja yang terdaftar di sekolah diarahkan untuk divaksinasi di sekolah yang menyelenggarakan program vaksinasi, Tarmizi mengungkapkan.

Vaksin untuk remaja telah didistribusikan secara nasional, 50 persen vaksin dialokasikan untuk provinsi Jawa-Bali sedangkan sisanya secara proporsional untuk provinsi lain, katanya.

“Saat ini kami memiliki kebijakan untuk mendistribusikan 50 persen vaksin ke provinsi Jawa-Bali karena lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini di sana, sedangkan sisanya akan didistribusikan secara proporsional ke provinsi lain. Porsi itu sudah termasuk vaksin. untuk remaja,” kata Tarmizi.

Stok vaksin di Indonesia saat ini baru mencapai 130 juta dosis, hanya 30% dari 426 juta dosis yang dibutuhkan untuk memenuhi target vaksinasi nasional, ujarnya.

Target program vaksinasi juga ditingkatkan menjadi 208 juta dari 181,5 juta, kata Tarmizi.

Berita Terkait: APBN dukung tumbuh kembang anak wujudkan mimpi

Berita Terkait: Jangan pandang anak nakal sebagai penjahat junior: Menteri

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengungkapkan, pihaknya masih menyiapkan kebijakan penyaluran program subsidi upah (BSU) bagi pekerja pada 2021.Kebijakan tersebut dibuat untuk membantu sektor ketenagakerjaan yang terkena dampak COVID-19, terutama pada masa pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM).

“Melalui program BSU 2021 yang diluncurkan untuk umum pada Rabu (21 Juli) malam, (saya) berharap dapat mencegah kehilangan pekerjaan (PHK) dan membantu pekerja yang diberhentikan atau yang dipotong gajinya karena keterbatasan jam kerja. Upaya ini jelas untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Fauziyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Kementerian telah meluncurkan empat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak 2020 yang secara langsung menangani masalah ketenagakerjaan di Indonesia, menurut Fauziyah.

Program pertama adalah BSU yang ditawarkan kepada 12,2 juta orang, sedangkan yang kedua adalah kartu pra kerja untuk 5,5 juta orang, yang ketiga adalah bantuan produktif untuk usaha mikro dengan target 12 juta orang, sedangkan yang keempat adalah program padat karya di kementerian untuk 2,6 juta orang. jutaan orang.

“Empat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemenaker sebagai salah satu pengelola PEN yang selalu berupaya mengatasi dampak COVID-19 terhadap sektor ketenagakerjaan,” tegasnya.

Mereka juga meluncurkan beberapa program di tahun 2020 untuk mengatasi dampak COVID-19, seperti pelatihan vokasi yang melibatkan 121 ribu peserta, pelatihan untuk meningkatkan produktivitas bagi 11 ribu pekerja, dan sertifikasi kompetensi bagi hampir 750 ribu peserta.

Program lainnya terdiri dari program kewirausahaan, padat karya, dan program inkubasi bisnis, dengan total peserta 322 ribu orang.

Kementerian juga menjalin jaringan kerja sama penempatan tenaga kerja di masa pandemi, sehingga berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kita bisa simpulkan sejauh mana upaya pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi di sektor tenaga kerja, dan angkanya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja yang terkena dampak COVID-19, yang menurut survei BPS, mencapai 29,12 juta orang,” ungkapnya.

Menkeu mencatat, pemerintah pusat telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan izin investasi agar investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.

Langkah tersebut dipandang perlu, agar investasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah serta memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah juga menerapkan strategi kerjasama lintas sektor dalam hal pengembangan investasi, khususnya dalam pelaksanaan proyek strategis nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam proses itu. Misalnya, program pengembangan kawasan pariwisata super prioritas, di mana Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK terlibat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada,” kata Fauziyah.

Berita Terkait: Program subsidi upah diharapkan dapat mencegah hilangnya pekerjaan di Indonesia: pemerintah
Berita Terkait: Kemenaker alokasikan Rp37,7 triliun untuk subsidi upah
Berita Terkait: Pemerintah mengucurkan subsidi upah Rp5,84 triliun dalam dua tahap

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close