Connect with us

HEADLINE

Legenda Maselihe, Kerajaan di Kepulauan Sangihe yang Tenggelam ke Bawah Laut

Legenda Maselihe, Kerajaan di Kepulauan Sangihe yang Tenggelam ke Bawah Laut

[ad_1]

Jembatan Maselihe merupakan jembatan tertinggi di Kepulauan Sangihe. Ketika berada di atas jembatan ini, kita dapat melihat keindahan panorama hutan tropis yang masih lebat serta tebing yang kokoh di tepi pantai.

Bukan hanya panorama indah, jembatan ini pun menyimpan cerita legenda tentang kerajaan yang tenggelam ke bawah laut. Disini tersimpan misteri kerajaan Maselihe yang saat itu hilang ditelan laut akibat skandal yang dilakukan Raja Sjam Sjah Alam (Samansialang) memerintah dari tahun 1685 – 1711, dengan kursi kerajaan dan Mahkota emas yang dijaga ikan Hiu di Patahan Maselihe .

Ada keyakinan pada sebagian besar masyarakat (namun ada juga yang menolak teori ini) bahwa bencana besar itu merupakan jawaban alam akan pelanggaran besar yang dilakukan oleh sang raja yakni mengawini anak kandungnya sendiri.

Lokasi jatuhnya Kerajaan ini dijadikan objek wisata bahari dengan sebutan ” Maselihe” . Pantai / laut Maselihe memiliki kedalaman yang sangat dalam dan tidak memiliki pantai sehingga masyarakat menyebutnya Patahan Maselihe.

Menurut penelitian, kerajaan ini tenggelam oleh karena peristiwa Dimpuluse (air jatuh dari langit), yang mengakibatkan mereka terdampar di tempat yang bernama Panimbuhing. Bukti peristiwa ini adalah Tanjung Maselihe, yang di dalam lautnya ditemukan kursi emas dan mahkota raja.

Baca juga Menjelajah Surga Wisata Alam di Kepulauan Sangihe

“Kerajaan ini dulu merupakan sebagian daratan pulau Sangir (Sangihe) yang tenggelam karena impuluse (awan hitam tebal berkumpul jadi satu, lalu jatuh dalam bentuk air yang berat), sehingga daratan menjadi laut, termasuk pulau Kaluwulang. Nah ini diperkirakan tahun 1654 Masehi tenggelam,” Ucap Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim, Kemenko Maritim Sahat Panggabean, Selasa (02/05/2017) yang dikutip dari Maritim.go.id.

Menurutnya Pulau Sangihe ini dulu bersambung dengan pulau-pulau yang lainnya, tapi kini dataran tersebut terputus menjadi beberapa pulau kecil yang berada di antara Pulau Sangihe dan Pulau P. Marulung (Balut). Di mana terdapat Tandusan Napong Elise, sebuah karang yang menonjol menyerupai pasangan manusia yang sedang bercumbu.

“Dengan bagian yang terbesar daratan sudah tenggelam ke dasar laut, akibat dari letusan gunung api dahsyat yang terjadi beberapa kali,” tambahnya.

Letusan dahsyat Gunung Awu

Gunung Awu merupakan salah satu dari 129 gunung berapi yang ada di lintasan cincin api nusantara meskipun tidak berada di lempeng Indo-australia, Pasifik atau Eurasia melainkan di lempeng Filipina. Awu dalam Bahasa Sangihe berarti abu atau sisa.

Sehingga dipahami oleh masyarakat Sangihe bahwa sosok Gunung Awu saat ini. Hanyalah sisa dari sosok Gunung Awu di masa lalu yang pernah menghadirkan katastrofi yang begitu dahsyat.

Gunung Awu adalah satu gunung bertipe stratovolcano yang berlokasi di bagian utara Pulau Sangihe Besar, Kepulauan Sangihe. Memiliki profil setinggi 1320 m dari permukaan laut namun jika dihitung dari dasar laut tingginya mencapai 3300 meter.

Dari catatan Smithsonian Global Volcanism Program, Gunung Awu pernah meletus pada tahun 1640-41, 1711, 1812, 1856, 1875, 1883, 1885, 1892, 1893, 1913, 1921, 1922, 1930, 1966, 1992, dan yang terakhir adalah 2004. Total telah merenggut sekitar 8000 nyawa dan ribuan orang harus mengalami cidera, kerusakan pemukiman, dan pengungsian besar-besaran.

Baca juga Burung Endemik Seriwang Sangihe Kini Terancam Pertambangan Emas DA

Dari daftar peristiwa letusan di atas, letusan pada tahun 1711, 1856 serta 1966 adalah yang tercatat cukup besar. Menurut Ridion Sasiang, seorang tokoh masyarakat Kendahe, sebelum gunung meletus akan muncul orang gila di kampung entah dari mana yang berteriak-teriak bahwa gunung meletus dan menyuruh orang-orang pergi.

Menurut Science Daily, kejadian erupsi gunung ini pada tahun 1711 menjadi yang paling monumental. ledakan berskala indeks Moderate-Large menghancurkan beberapa kawasan di pulau ini dan merenggut 3000 jiwa akibat awan panas serta gelombang ledakan dari magma.

Akan tetapi terdapat sebuah catatan yang sangat menarik selain kejadian geologis semata mengenai kejadian ini. Masyarakat Sangihe khususnya Kendahe mengingat masa ini sebagai masa paling kelam dalam sejarahnya karena dalam angka 3000 tersebut, juga terdapat anggota kerajaan, nenek moyang mereka yang tenggelam bersama seluruh kerajaan dan “kota” Maselihe yang indah.

Menurut masyarakat Kendahe dan Sangihe umumnya, pada saat itu tak hanya letusan gunung yang membunuh melainkan juga terjadi angin puting beliung dan tsunami hebat sehingga kejadian itu dianggap sebuah malapetaka besar.

Keyakinan lain adalah bahwa kejadian multibencana inilah yang menyebabkan kerajaan tenggelam (secara harafiah) ke dalam laut dan meninggalkan sebuah daerah tak berpenghuni yang sekarang dikenal dengan nama Tanjung Maselihe.

Selain itu keberadaan mitos dan legenda ini seperti ingin mengingatkan bahwa masyarakat Sangihe pernah mengalami bencana di masa lalu. Jadi mereka akan selalu diintai oleh ancaman yang sama selama mereka tinggal di sana.

Maka penting waspada dan mengingat untuk menjaga setiap perilaku baik kepada manusia dan lingkungan. Selain memberikan bencana, pada sisi lain Gunung Awu juga memberikan kesuburan luar biasa bagi kebun-kebun pala, cengkeh, dan kelapa milik masyarakat.

Laut Sangihe menyimpan kekayaan bahari luar biasa

Tim UGM Maritim Culture Expedition melakukan ekspedisi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada 25 April-10 Mei 2017. Pada ekspedisi The Northen of Nusantara ini, mereka berhasil mengungkap potensi bawah laut Sangihe dari memetakan dan menginventarisasi peninggalan budaya maritim.

“Kami dapatkan 25 situs tersebar di tiga Sangihe,” katanya yang dilansir dari Mongabay.

Dulu masyarakat Sangir mengandalkan kehidupan dari laut, setelah pembajak laut dari Sulut termasuk Mindanau untuk ekspansi, orang Sangir berpindah pemukiman ke pegunungan.

“Selama mereka bersembunyi di hutan-hutan, perbukitan, tradisi nelayan dan pertanian mereka tak maju,” katanya.

Fairuz Azis, salah satu tim ekspedisi mengatakan, hasil survei di Tahuna ada 12 situs meliputi kompleks bangunan dan benda arkeologi. Bangunan bergaya kolonial mendominasi tinggalan di Kecamatan Tahuna, antara lain gereja, makam, rumah, jangkar tua, dan kapal karam.

Sultan Karunia AB mengatakan, di Manganitu terdapat lima situs arkeologi meliputi makam raja rumah raja, gereja, dan goa yang tersebar di beberapa desa.

Baca juga Punya Banyak Pulau, Indonesia Jadi Negara dengan Garis Pantai Terpanjang Ke-2 di Dunia

Goa merupakan tinggalan zaman prasejarah, berada di tepi pantai dan ada lukisan bergambar wajah dan manusia pakai pahat.

“Hasil ekspedisi telah kami presentasikan di Balai Arkeologi Manado (Balar). Mereka apresiasi hasil temuan kami,”katanya.

Banyaknya bukti kekayaan bahari di laut Sangihe membuat pemerintah di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Akan melakukan ekplorasi atau observasi untuk dihubungkan bilamana ada kesesuaian bukti yang bisa mengarah ke tenggelamnya Benua Atlantis.

Letak geografi kepulauan Sangihe Talaud ini berada di bibir pasifik, sehingga bagian daratan kepulauan Sangihe Talaud yang tenggelam mempunyai kait-mengait tenggelam pulau (Benua) Atlantik.

“Selain itu, ditemukan pula ikan-ikan purba yang hidup di perairan Sangihe Talaud, yang diperkirakan sudah ada sejak 150 ribu sampai 200 ribu tahun yang lalu,” jelas Kabid Pengelolaan Lingkungan Laut Nurul Istiqomah pada 2017 lalu.

Lokasi itu akan disurvei oleh Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan akan diidentifikasi untuk dilaporkan ke pemerintah baik pusat maupun daerah. Hasil dari identifikasi ini nantinya akan menjadi bahan bagi pengambil kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

“Pengelolaan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di Kepulauan Sangihe ini sangat diharapkan, karena akan membuka sejarah yang terkandung di dalamnya untuk meningkatkan pengetahuan sejarah Kepulauan Sangihe yang merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia,” tambahnya.



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

BuzzFeed Go Public dan Mengakuisisi Complex Networks

BuzzFeed Go Public dan Mengakuisisi Complex Networks
Seorang peserta mengisi formulir kontak untuk pekerjaan dengan Buzzfeed Inc. selama pameran karir TechFair LA di Los Angeles, California, AS, pada Kamis, 8 Maret 2018. Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan untuk merilis klaim pengangguran awal pada 15 Maret Fotografer: Patrick T. Fallon/Bloomberg via Getty Images

BuzzFeed, perusahaan media digital berusia 15 tahun yang terkenal dengan daftar, kuis, dan jurnalisme pemenang Hadiah Pulitzernya, Kamis mengumumkan bahwa mereka berencana untuk go public dengan perkiraan valuasi $1,5 miliar. Ini adalah masalah besar di dunia media, tetapi masih agak antiklimaks dibandingkan dengan hype di sekitar BuzzFeed beberapa tahun yang lalu.

Perusahaan ini akan go public melalui merger dengan 890 Fifth Avenue Partners, sebuah perusahaan akuisisi tujuan khusus yang diperdagangkan secara publik, atau SPAC. Sebagai bagian dari langkah tersebut, BuzzFeed juga mengakuisisi Complex Networks, sebuah perusahaan media yang dijalankan sebagai usaha patungan Verizon dan Hearst dan termasuk waralaba populer “Hot Ones,” untuk memperluas portofolio mereknya.

Akuisisi besar terakhir BuzzFeed, di mana ia membeli HuffPost dari Verizon ( VZ ) ditutup pada bulan Februari. Kesepakatan SPAC ini diperkirakan akan selesai pada kuartal keempat tahun 2021.

“BuzzFeed sekarang adalah pemimpin yang tak terbantahkan untuk generasi media berikutnya. Kami telah membangun deretan merek penting, dicintai oleh audiens yang paling beragam, terlibat, dan setia di Internet,” kata CEO BuzzFeed Jonah Peretti dalam sebuah pernyataan.

“Dengan pengumuman hari ini, kami mengambil langkah berikutnya dalam evolusi BuzzFeed, membawa modal dan pengalaman tambahan ke bisnis kami.”

Peretti mendirikan BuzzFeed pada tahun 2006. Merek ini dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya untuk membuat konten viral dengan daftar dan kuis populer. Kemudian diperluas untuk membuat video dan berinvestasi dalam liputan berita keras. Awal bulan ini, BuzzFeed News menerima Hadiah Pulitzer pertamanya , salah satu penghargaan paling bergengsi dalam jurnalisme Amerika.

Seperti banyak perusahaan media digital lainnya, BuzzFeed tumbuh melalui pendanaan modal ventura. Pada tahun 2016, NBCUniversal menginvestasikan $200 juta di BuzzFeed dengan penilaian $1,7 miliar.

Namun di tahun-tahun berikutnya, BuzzFeed berjuang secara finansial untuk menutup biaya karena industri media menjadi semakin kompetitif dan platform digital seperti Facebook ( FB ) dan Google ( GOOG ) mengambil lebih banyak dolar iklan. Divisi beritanya juga mahal dan tidak menguntungkan.

Selama setahun terakhir, SPAC telah menjadi pilihan yang lebih populer bagi perusahaan untuk go public daripada melalui perusahaan publik awal tradisional. Perusahaan media digital Group Nine membuat SPAC awal tahun ini. Vice Media, Vox Media dan BDG juga telah membahas opsi tersebut, CNBC melaporkan.

Sources Link

Continue Reading

HEADLINE

Komoditas Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020 | Good News From Indonesia

Komoditas Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020 | Good News From Indonesia

[ad_1]

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar 163,31 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.286 triliun (kurs Rp14.000).

Realisasi ini turun 2,61 persen dari tahun 2019 yang tercatat 167,68 miliar dolar AS.

Lemak dan minyak hewan/nabati serta Bahan bakar mineral menjadi komoditas Indonesia dengan nilai terbesar yakni 20,72 miliar dolar AS dan 17,26 miliar dolar AS.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

HEADLINE

Merek Coklat Terfavorit Bagi Remaja di Indonesia | Good News From Indonesia

Merek Coklat Terfavorit Bagi Remaja di Indonesia | Good News From Indonesia

[ad_1]

Laporan Top Brand Index 2021 kategori Top Brand Gen Z menunjukkan, SilverQueen menjadi merek cokelat batangan paling favorit bagi remaja di Indonesia. Merek coklat yang bermula dari Garut ini berhasil mencatat Skor Tob Brand Index (TBI) sebesar 56,2 persen.

Di posisi kedua ada Cadbury dengan skor TBI sebesar 17,9 persen. Lalu Delfi di posisi ketigan dengan skor 10,66 persen. Terakhir, Tablorone di posisi empat dengan skor TBI 6 persen.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close