Lebih Lancar, Rekayasa Lalu Lintas Simpang Susun Kembangan Jadi Permanen – Berita Otomotif


JAKARTA – Uji coba rekayasa lalu lintas selama 6 hari pada 06–12 Januari 2021 di Simpang Susun (SS) Kembangan Ruas Tol Jakarta-Tangerang arah Merak dinilai berhasil.

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan pada pertemuan jalur utama simpang susun pada akses dari JORR W2U dan dari akses JORR W1, dinilai telah mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di lokasi tersebut. Untuk itu, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Jakarta-Tangerang akan melanjutkan rekayasa lalu lintas ini secara permanen.

Hasil uji coba rekayasa lalu lintas yang berdampak signifikan antara lain sebagai berikut:

  • Pemasangan Water Barrier KM 7+000 s.d KM 7+500 A di bahu jalan, menghasilkan lalu lintas menjadi tertib karena tidak ada kendaraan yang pindah lajur dan bahu jalan tidak digunakan untuk lalulintas;
  • Pemasangan Traffic Cone pada marka chevron pertemuan dari akses JORR W1 (Puri Kembangan) dan jalur utama mulai KM 7+500 sd KM 7+800 A, menghasilkan tidak adanya kendaraan yang crossing pada pertemuan akses masuk dan jalur utama yang menyebabkan perlambatan;
  • Panjang antrean akibat pertemuan SS Kembangan (jalur utama) berkurang dari ±8 KM menjadi ±3 KM, serta aliran lalu lintas menjadi lebih baik;
  • Waktu kepadatan akibat pertemuan SS Kembangan yang sebelumnya sekitar pukul 20.30 WIB masih terpantau padat, setelah uji coba lakulintas terpantau sudah lancar pada pukul 19.30 WIB;
  • Kecepatan rata-rata Segmen Meruya-Kembangan  dari maksimum 10 km/jam menjadi 30–40 km/jam.

Lebih Lancar, Rekayasa Lalu Lintas Simpang Susun Kembangan Jadi Permanen

Jasa Marga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Induk Turangga 002 untuk melaksanakan rencana tindak lanjut dari keberhasilan uji coba rekayasa lalu lintas ini. Pasalnya ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk melakukan rekayasa lalu lintas ini.

Langkah-langkah tersebut adalah

  • Melakukan pengendalian rutin fungsi water barrier setiap 50 m yang telah terpasang di bahu jalan
  • Pemasangan water barrier pada chevron nose diverging di Km 7+000 arah Merak
  • Pemasangan Moveable Concrete Barrier (MCB) sampai dengan ujung Chevron Ramp di Ruas JORR W1 dan pemasangan reflector
  • Pemasangan MCB pada chevron merging Ruas Tol JORR W2U dan bahu jalan.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat terus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan, memperlancar lalu lintas, dan juga dapat mengantisipasi adanya kendaraan yang crossing. [Adi/Ari]