Connect with us

TIMUR TENGAH

Lebanon, Israel Lanjutkan Pembicaraan Soal Perbatasan Maritim

Lebanon, Israel Lanjutkan Pembicaraan Soal Perbatasan Maritim


Setelah jeda hampir enam bulan, Lebanon dan Israel, Selasa (4/5), melanjutkan pembicaraan tidak langsung yang ditengahi AS mengenai perbatasan laut mereka yang disengketakan.

Pembicaraan itu dilanjutkan setelah pemerintah baru AS mengambil alih posisi itu.

Lebanon telah semakin tenggelam ke dalam krisis ekonomi dan keuangan yang dimulai pada akhir 2019 sebagai akibat dari korupsi yang merajalela selama puluhan tahun dan pertikaian politik.

Negara kecil di Laut Tengah itu sangat ingin menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Israel sehingga membuka jalan bagi kemungkinan terwujudnya kesepakatan minyak dan gas yang menguntungkan.

Seorang tentara penjaga perdamaian PBB dari Italia mengamati dengan teropong situasi di sekitar kawasan Ras Naqoura, tempat delegasi Lebanon dan Israel bertemu, di Naqoura, Lebanon, Selasa, 4 Mei 2021. (AP)

Seorang tentara penjaga perdamaian PBB dari Italia mengamati dengan teropong situasi di sekitar kawasan Ras Naqoura, tempat delegasi Lebanon dan Israel bertemu, di Naqoura, Lebanon, Selasa, 4 Mei 2021. (AP)

Media lokal mengatakan pembicaraan dilanjutkan di sebuah pos PBB di kawasan yang disebut Ras Naqoura di tepi kota perbatasan Naqoura, Lebanon. Delegasi Lebanon akan berbicara melalui para pejabat PBB dan AS ke para pejabat Israel.

Duta Besar Amerika John Desrocher, yang berfungsi sebagai mediator AS, tiba di Beirut Senin malam untuk mengambil bagian dalam pembicaraan itu.

Amerika Serikat telah menengahi masalah ini selama sekitar sepuluh tahun, tetapi baru akhir tahun lalu sebuah terobosan tercapai mengenai kerangka kerja pembicaraan yang dimediasi oleh AS. Pembicaraan itu dimulai pada Oktober tetapi berhenti beberapa pekan kemudian.

Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik dan secara teknis berada dalam keadaan perang. Mereka masing-masing mengklaim bahwa sekitar 860 kilometer persegi Laut Tengah berada dalam zona ekonomi eksklusif mereka masing-masing.

Dalam pembicaraan putaran kedua, delegasi Lebanon, gabungan antara para pejabat militer dan pakar, menawarkan peta baru yang memaksakan tambahan seluas 1.430 kilometer persegi bagi zona ekonomi eksklusif negara itu di Laut Tengah.

Kendaraan penjaga perdamaian PBB berpatroli di kawasan Ras Naqoura tempat delegasi Lebanon dan Israel bertemu, di Naqoura, Lebanon, Selasa, 4 Mei 2021. (AP)

Kendaraan penjaga perdamaian PBB berpatroli di kawasan Ras Naqoura tempat delegasi Lebanon dan Israel bertemu, di Naqoura, Lebanon, Selasa, 4 Mei 2021. (AP)

Para pemimpin Lebanon berselisih pendapat mengenai sikap komando militer mengenai perluasan wilayah itu

“Ada kelemahan dalam sikap Lebanon dan penting bagi Israel untuk bergabung dalam pembicaraan itu ketika Lebanon berada dalam posisi yang lemah, ” kata Laury Haytayan, seorang ahli minyak dan gas Lebanon.

Israel telah mengembangkan industri gas alam di tempat lain di perairan ekonominya, dan menghasilkan cukup gas untuk konsumsi domestik dan untuk ekspor ke Mesir dan Yordania.

Lebanon, yang memulai pengeboran lepas pantai awal tahun ini dan berharap untuk memulai pengeboran gas di wilayah sengketa dalam beberapa bulan mendatang, telah membagi hamparan perairannya menjadi 10 blok, tiga di antaranya berada di wilayah yang disengketakan dengan Israel.

Ras Naqoura selama ini menjadi tuan rumah pertemuan bulanan tiga pihak, pertemuan tidak langsung Israel-Lebanon yang membahas pelanggaran-pelanggaran di sepanjang perbatasan darat.

Israel dan Lebanon juga mengadakan negosiasi tidak langsung pada tahun 1990-an, ketika negara-negara Arab dan Israel mengupayakan perjanjian perdamaian. Palestina dan Yordania menandatangani perjanjian dengan Israel pada saat itu, tetapi Lebanon dan Suriah tidak. (ab/uh)

Advertisement
Click to comment

TIMUR TENGAH

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara



Sejumlah militan menggunakan bom menyerang dua sumur minyak di sebuah ladang minyak dekat kota Kirkuk di Irak utara, Rabu (5/5) menewaskan sedikitnya seorang polisi dan menyulut kebakaran, kata kementerian perminyakan.

Beberapa sumber dari kalangan industri menyatakan serangan itu tidak mempengaruhi produksi, meskipun pernyataan dari kementerian perminyakan tidak memberi komentar terkait produksi minyak tersebut.

Pernyataan itu menyebutkan salah satu kebakaran, di Sumur 177 di ladang minyak Bai Hassan, telah padam dan tim darurat sedang bekerja untuk memadamkan kebakaran kedua di Sumur 183.

Para militan menyerang satu pos keamanan di dekatnya dalam serangan tersebut sehingga menewaskan satu polisi dan melukai tiga lainnya, kata beberapa pejabat keamanan.

Salah seorang pejabat keamanan menyampaikan serangan terhadap pos itu dimaksud untuk mengalihkan perhatian polisi dan memungkinkan militan lainnya memasang sejumlah bom. [mg/ka]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat



Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat


Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close