Connect with us

HEADLINE

Lantunan Syair Nandung dan Surat Kapal dalam Tradisi Rengat

Lantunan Syair Nandung dan Surat Kapal dalam Tradisi Rengat


#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Nandung adalah salah satu sastra lisan yang ada di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Nandung dilantunkan oleh ibu-ibu yang ingin menidurkan anaknya di dalam buaian. Isi syair nandung adalah tentang pengajaran agama, kasih sayang orang tua, pengajaran dan pendidikan, akhlak mulia, dan nasehat-nasehat.

Nandung adalah sastra lisan yang digunakan untuk menidurkan anak yang disampaikan dengan syair yang berbentuk pantun,dan dilantunkan dengan berirama (bersenandung). Syair dalam nandung seperti pantun yang memiliki sampiran dan isi, serta dengan bentuk pola a-b dan a-b. Nandung juga memiliki arti yang sama dengan kata nyanyian, yaitu melantunkan lirik-lirik (pantun) dengan cara dinyanyikan dengan menggunakan irama yang khas untuk menidurkan anak.

Masuknya kesenian nandung ini, tidak diketahui pasti kapan asal muasalnya dan tahun berapa mulai ada dalam masyarakat melayu Kota Rengat Indragiri Hulu, karena pada zaman dulu, ibu-ibu sudah terbiasa menandungkan anaknya ketika di dalam buaian. Ketika bapak-bapak sedang mencari nafkah seperti berkebun, mencari ikan di sungai, dan berdagang di pasar, ibu-ibu di rumah akan menandungkan anaknya menjelang tidur, dan ketika anak sudah tidur, maka ibu bisa menjalankan aktivitas-aktivitasnya di rumah.

Seorang Ibu yang sedang melantunkan Nandung kepada anaknya

info gambar

Awalnya, nandung hanya berupa nyanyian atau lantunan kalimat La Ilaha Illalah dan ditambahkan dengan kalimat-kalimat yang mampu membuat anak tidur dalam buaian. Perkembangannya, nandung menjadi lebih kompleks dengan ditambahkannya pantun yang berisikan tentang agama, nasehat, akhlak dan pendidikan.

Seiring waktu berlalu, masyarakat mulai menambahkan cara melantunkan nandung sama dengan irama saat membacakan ayat suci Al-Qur’an, sehingga pembacaan syair nandung ini memiliki ciri khas dan terus diwariskan secara turun temurun di dalam keluarga masyarakat daerah Kota Rengat dan sekitarnya.

Syair nandung yang dibacakan oleh seseorang yang paham seni membaca Al-Qur’an, akan terasa berbeda dengan orang pada umumnya, karena irama yang dilantunkan akan memiliki perbedaan dari segi durasi, pola ritme dan melodi syairnya. Dilihat dari perkembangannya, saat ini kesenian nandung mulai ramai diperlombakan dan dipertunjukan dalam acara-acara besar daerah Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.

Bersyair dengan Syair Surat Kapal

Masih berbicara soal syair, kali ini terdapart syair surat kapal. Syair Surat kapal adalah rangkaian seloka yang merupakan syair dan pantun. Di dalamnya berisi cerita tentang pertemuan jodoh dua insan sampai pada mahligai rumah tangga, pengenalan pribadi saudara-saudara dekat pengantin, nasehat agama, doa serta harapan dalam kehidupan berumah tangga. karya sastra milik masyarakat Melayu di Indragiri.

Syair ini turun-temurun ke anak cucu dari zaman Kerajaan Indragiri dulu hingga saat ini. Syair Surat Kapal merupakan syair yang sudah lama dibuat oleh datok kita di Indragiri. Keaslian Syair Surat Kapal bisa dilihat dari cara pembacaan syair surat kapal yang begitu khas yang di sertai dengan alunan merdu yang enak untuk di dengar.

Perbedaan syair ini dengan syair-syair Melayu lainnya yaitu syair ini hanya dikhususkan pada perhelatan (acara pernikahan) masyarakat Melayu Indragiri. Oleh karenanya, dalam pembacaannya harus berangkaian dengan proses adat perkawinan. Pembacaan Syair Surat Kapal tidak bisa dilakukan di sembarang tempat dan waktu.

Dahulu, masyarkat Melayu umumnya bermukim dengan membangun kampung di daerah aliran sungai atau di sepanjang pinggiran sungai Indragiri. Kehidupan sehari-hari mereka sangat bergantung pada sungai tersebut, seperti mencari nafkah (menangkap ikan), mandi, mencuci pakaian dan sebagainya.

Hal penting lainnya adalah aliran sungai Indragiri di manfaatkan sebagai prasarana transportasi dengan menggunakan perahu (sampan) atau kapal. Sejak dahulu kapal adalah alat transportasi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di Indragiri bekerja di kapal atau menjadi pelaut yang berlayar di satu pulau ke pulau lain.

Setiap perjalanannya mereka harus dilengkapi dengan “pas kapal” atau surat-menyurat kapal. Apalagi ketika kapal tersebut akan berlabuh ke sebuah dermaga maka harus ada pas kapal sebagai persyaratan untuk berlabuh di dermaga tersebut.

Pada awalnya Syair Surat Kapal ditulis dengan menggunakan tulisan Arab Gundul atau biasa disebut dengan Arab Melayu, karena pada saat itu tulisan latin belum begitu dikenal oleh masyarakat Melayu Indragiri. Namun, pada saat ini sangat sulit untuk menemukan Syair Surat Kapal yang masih bertulisan Aksara Arab Melayu.

Hal ini terjadi karena masyarakat Melayu Indragiri yang masih tulen, tetapi lama-kelamaan bahasa yang digunakan dipengaruhi oleh bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa serapan lainnya. Hal ini bisa dilihat dari beberapa syair yang dirubah oleh penyair pada masa sekarang.

Media yang digunakan dalam penulisan Syair Surat Kapal adalah kertas yang terbuat dari daun lontar atau kulit pohon. Bentuk kertas tersebut memanjang dan konon ceritanya bergulung-gulung hingga belasan meter panjangnya. Akan tetapi, pada saat ini kertas yang digunakan untuk menulis Syair ini adalah kertas biasa yang berasal dari pabrikan.

Teks atau naskah Syair Surat Kapal dahulu sangat panjang bisa terdiri atas beratus-ratus bait sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pembacaannya. Hal tersebut dapat dimaklumi Karena pada waktu itu pembacaan Syair Surat Kapal, salah satu acara hiburan pada perhelatan perkawinan yang memang ditinggu-tunggu oleh khalayak ramai.

Selain sarat akan unsur humor yang menggelitik, Syair Surat Kapal juga berisikan unsur romantis yang asyik untuk disimak. Apalagi jika pembacaan syair dilakukan dengan nada-nada yang khusus, seperti senandung-senandung merdu, yang enak didengar telinga.

Seseorang yang sedang membacakan Syair Surat Kapal

info gambar

Filosofi ‘Kapal’ pada Syair Surat Kapal

Karena populernya kapal pada saat itu, masyarakat Melayu Indragiri menjadikan kapal sebagai simbol dalam upacara adat perkawinan masyarakat Melayu, yaitu berupa kapal kayu mini yang menjadi salah satu kelengkapan adat-istiadat dalam sebuah uapacara perkawinan. Simbol kapal kayu mini tersebut menjadi arak-arakan pengantin laki-laki menuju kediaman pengantin perempuan pada saat rangkaian upacara adat.

Makna kapal dimaksudkan sebagai sebuah lambang kehidupan rumah tangga tidak lepas dari goncangan gelombang, badai hujan, dan gejala-gejala alam di laut lainnya. Kehidupan rumah tangga tidak pernah lepas dari gejolak yang penuh dengan pemasalahan rumah tangga. Sedih, gembira, dan amarah selalu menyertai dalam mengurangi mahligai tersebut.

Pandangan budaya Melayu, kehadiran keluarga, saudara-mara, tetangga, dan masyarakat kepada majelis perkawinan. Tujuannya tiada lain untuk mempererat hubungan kemasyarakatan, dan memberi kesaksian dan doa restu atas perkawinan yang dilangsungkan.

Perkawinan yang dilakukan tidak berdasarkan pada adat Melayu setempat akan menyebabkan masyarakat tidak merestuinya. Kapal mini yang dijadikan simbol buah kapal disertai dengan sepucuk surat berisikan syair-syair yang menerangkan tentang kapal yang di bawah, mengisahkan tali kasih sayang sehingga menjadi sepasang suami istri.

Esensi sebuah Kapal bagi Masyarakat Indragiri

info gambar

Surat yang berisikan syair di dalam kapal tersebut kemudian populer dengan nama Syair Surat Kapal. Kapal dibawah dengan goyangan-goyangkan ibarat kapal terkena gelombang. setelah menjadi fase barulah kapal tersebut disandingkan (diletakkan) di dekat tabak di bawah pelaminan. Sesampainya kapal di pelaminan dan kedua mengantin sudah duduk di singgasana barulah pembacaan syair dilaksanakan.

Kertas syair yang sudah dipersiapkan dikeluarkan dari kapal mini dan mulailah di bacakan. Namun pada saat ini para pengubah tidak lagi meletakan teks Syair Surat Kapal di kapal, tetapi langsung berada di saku mengubah atau pembaca syair, karena dikhawatirkan kertas syair tersebut terjatuh dan tidak dapat dibacakan. Pembacaan dilakukan di dalam rumah tepat di depan pelaminan pengantin yang bersanding.

Saat ini banyak juga orang Melayu yang membacakan syair tersebut diluar rumah kediaman pengantin perempuan atau di panggung. Hal ini tidak diketahui secara pasti apakah bagian masyarakat tersebut tidak mengetahui bagaimana pembacaan Syair Surat Kapal atau disengaja agar dapat disaksikan oleh khalayak (seperti pembacaan Syair Surat Kapal pada acara perhelatan di Rengat Barat Indragiri Hulu).*

Referensi:BPS | Darmawi, A. (2006). Sastra Lisan Nandung Indragiri Hulu. Riau: Lembaga Seni Budaya Melayu | Suardi, R. (2017). KESENIAN NANDUNG DI MASYARAKAT MELAYU KOTA RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU (KAJIAN SEMIOTIKA). Imaji, 219-228. | Yulihasman. (n.d.). SURAT KAPAL DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU RENGAT DI DESA ALANG KEPAYANG KECAMATAN RENGAT BARAT INDRAGIRI HULU. Pekanbaru: Universitas Riau





Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

5 Bahan Alternatif Pengganti Santan yang Lebih Rendah Kalori

5 Bahan Alternatif Pengganti Santan yang Lebih Rendah Kalori


Santan dan masakan Indonesia memang sulit dipisahkan. Sejak zaman dahulu, santan biasa digunakan untuk membuat hidangan lebih gurih dan terasa nikmat. Sebut saja nama-nama masakan seperti lodeh, opor ayam, gulai, kari, rendang, gudeg, soto, garang asem, dan mangut yang semuanya dimasak pakai santan.

Santan sendiri dibuat dari perasan daging kelapa parut atau biasa disebut coconut milk. Cairan berwarna putih mirip susu ini sering jadi bahan baku dalam aneka hidangan khas Nusantara. Tak hanya makanan utama, camilan dan minuman pun banyak yang menggunakan santan, misalnya bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur sumsum, dan kolak.

Meski nikmatnya tak bisa terelakkan, tapi ingat kalau santan termasuk bahan makanan tinggi kalori dan tinggi lemak. Bayangkan, dalam satu cangkir 240 gram santan, di sana terdapat 554 kalori, 57 gram lemak, dan 13 gram karbohidrat. Santan juga mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol serta risiko penyakit jantung, strok, dan kalorinya yang tinggi bisa menyebabkan diabetes.

Sebenarnya, batas konsumsi santan yang aman sehari-hari hanyalah satu sendok makan. Sementara itu, jika sudah dibuat masakan, coba periksa lagi seberapa banyak santan yang Anda makan? Apalagi pada momen Lebaran di mana banyak masakan menggunakan santan dibuat.

Menurut pendapat dokter spesialis gizi, Tatik Bardosono, konsumsi santan sulit dihindari karena sudah jadi tradisi Lebaran. Namun, sebaiknya konsumsi santan dibarengi dengan makan buah dan sayur segar, agar tetap makan gizi seimbang.

“Saat Lebaran sulit menghindari konsumsi makanan bersantan karena memang itu tradisi, yang penting bisa diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur segar serta acar yang biasa dihidangkan untuk mengantisipasi kelebihan asupan lemak dari santan,” kata Tatik, kepada CNNIndonesia.

Jika mulai khawatir pada risiko kesehatan tapi tetap sulit menghindari makanan bersantan, cobalah untuk berkreasi dengan alternatif pengganti santan berikut. Meski bukan dari kelapa, bahan-bahan berikut juga bisa membuat masakan jadi lebih gurih dan creamy.

Susu murni

Susu sapi murni dan segar bisa jadi alternatif pengganti santan untuk memasak. Lemak dari susu bisa meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik yang bermanfaat untuk tubuh. Susu juga mengandung kalium yang bisa menyeimbangkan tekanan darah. Bila memilih susu, pastikan tidak pada masakan yang harus dimasak sangat lama karena bisa merusak kandungan nutrisinya. Jangan lupa pilih susu murni tawar agar tak merusak citarasa makanan. Susu kedelai

Ya, susu kedelai juga bisa dimanfaatkan untuk jadi pengganti santan. Namun, pastikan Anda memilih susu tanpa pemanis dan tanpa gula agar rasa masakan tidak terasa aneh. Pada dasarnya, kandungan lemak susu kedelai tak sebanyak santan lho. Dalam secangkir susu, lemaknya hanya 4 gram dan kalorinya 80 kkal saja.

Susu almon

Masih dalam kategori susu kacang, Anda bisa mengganti santan dengan susu almon. Kalorinya rendah, sekitar 30 saja, lemaknya pun hanya 2,5 gram dalam secangkir. Rasa susu almon tanpa gula juga cenderung netral dan cocok untuk dicampur dengan masakan. Namun, kekurangannya adalah susu almon cenderung lebih mahal dan tidak bisa membuat masakan jadi lebih kental seperti waktu menggunakan santan.

Greek yoghurt

Perbedaan Greek yoghurt dengan minuman yoghurt biasa terletak pada teksturnya yang kental dan tebal. Anda bisa mengganti santan dengan Greek yoghurt untuk membuat makanan jadi lebih kental dan gurih. Agar tak terlalu kental, yoghurt bisa dicampur dengan sedikit air. Dari segi rasa memang agak berbeda, tapi bisa dicoba mencari yoghurt dengan rasa kelapa agar semakin mirip dengan santan.

Krimer tanpa pemanis

Umumnya, krimer digunakan untuk campuran kopi atau minuman manis. Biasa juga ditambahkan dalam masakan seperti pasta yang creamy. Anda pun bisa mencoba mengganti santan dengan krimer tanpa pemanis dengan cara dilarutkan dulu dengan air, baru dicampurkan dengan masakan. Saat ini, di pasaran cukup mudah untuk menemukan krimer tanpa pemanis dan rendah kalori yang biasa dicari orang-orang yang sedang diet.

Kemiri

Mungkin Anda kaget kenapa kemiri bisa digunakan untuk pengganti santan. Namun, nyatanya bumbu dapur ini memang bisa membuat masakan jadi lebih gurih dan memberikan kekentalan. Kemiri juga bisa meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar koleksterol jahat atau LDL.

Ketika menggunakan kemiri dalam masakan, memang warna masakannya tak bisa seputih pekat santan, tetapi rasa gurihnya cukup mirip lho. Untuk menggunakan kemiri, bisa disangrai terlebih dahulu kemudian dihaluskan sebelum dicampur masakan.

Baca juga:





Source link

Continue Reading

HEADLINE

Bingung buat Kartu Ucapan Lebaran? Yuk, Simak Cara Membuatnya!

Bingung buat Kartu Ucapan Lebaran? Yuk, Simak Cara Membuatnya!


Penulis: Habibah Auni

Sebentar lagi hari kemenangan akan tiba. Sebuah hari yang dinanti oleh umat muslim di dunia. Dalam menyambutnya, ada banyak cara yang bisa Kawan lakukan. Salah satunya dengan saling berbagi hadiah bersama anggota keluarga.

Nah, hadiah ini biasanya macam-macam. Bisa berupa THR, hampers, atau bahkan kartu ucapan lebaran. Adapun kartu ucapan lebaran biasanya diberikan langsung kepada si penerima atau diselipkan di THR atau hampers.

Pada umumnya, kartu ucapan lebaran berisi kalimat-kalimat ucapan selamat merayakan lebaran, permohonan maaf, dan asa untuk lebaran di tahun berikutnya. Banyak orang membuat kartu ucapan lebaran seindah mungkin agar dapat menarik hati si penerima. Berikut beberapa cara membuat kartu ucapan lebaran unik yang bisa Kawan GNFI coba.

1. Tentukan alat yang akan dipakai

Ilustrasi Kartu Ucapan Lebaran Secara Manual | Foto: Unsplash

info gambar

Apakah Kawan GNFI ingin mengirimkan kartu ucapan lebaran melalui paket hampers? Atau memberikan melalui pesan singkat? Pertanyaan ini perlu Kawan GNFI pikirkan baik-baik supaya tahu tools mana yang bisa Kawan GNFI gunakan.

Apabila Kawan memutuskan untuk mengirimkan kartu ucapan lebaran secara offline, Kawan harus mempersiapkan kartu ucapan Lebaran secara manual menggunakan kertas. Sebaliknya, jika Kawan GNFI ingin mengirimkan kartu ucapan secara online, buatlah kartu ucapan dengan aplikasi/software desain.

2. ATM kartu ucapan lain

Contoh Desain Kartu Ucapan Lebaran yang Menarik | Foto: Unsplash

info gambar

Mendesain sesuatu merupakan hal yang sangat menantang lantaran membutuhkan kreativitas tinggi. Saking menantangnya, tak jarang mencari inspirasi desain membuat kita kebingungan bahkan kewalahan. Hal ini berpotensi membuat kita bermalas-malasan dan mengurungkan niat untuk membuat desain.

Nah, dengan melakukan ATM pada kartu ucapan Lebaran lain, Kawan GNFI dapat menemukan berbagai inspirasi dalam mendesain kartu ucapan Lebaran. Kawan GNFI bisa mengamati pola desain kartu ucapan Lebaran lain, lalu menerjemahkannya dalam bentuk desain kartu ucapan Lebaran milik sendiri.

3. Siapkan copywriting anti mainstream

Contoh Kalimat Kartu Ucapan Lebaran yang Unik | Foto: Pikiran Rakyat

info gambar

Buatlah berbaris kalimat ucapan lebaran yang menarik dan anti mainstream. Hindari kata-kata monoton, seperti “Mohon Maaf Lahir dan Batin” atau “Selamat Lebaran”. Kata-kata seperti ini sebaiknya dimasukkan di akhir kalimat kartu ucapan Lebaran saja.

Jika Kawan masih kebingungan dalam menyusun kalimat di kartu ucapan lebaran, Kawan dapat meniru dan merombak ulang kalimat di kartu ucapan lebaran lain. Berikut berbagai kalimat ucapan lebaran yang bisa Kawan gunakan, dikutip dari berbagai sumber.

  • “Tiada kesucian menjadi sempurna tatkala ada satu di antara kebencian tertanam dalam jiwa membasuh jiwa dengan permintaan maaf. Terkirim dari lubuk hati atas kesalahan selama ini. Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir batin.”
  • “Kata-kata seindah zikir teralun bagaikan azan, berbaris rapi dalam saf. Bagaikan tentara bersenjata, hari kemenangan itu akan tiba. Keikhlasan yang merajai hati untuk saling memaafkan. Selamat Idulfitri 1442 H.”
  • “Berharap malam segera tiba, berganti pagi penuh doa, menyambut Lebaran bersama keluarga. Izinkan kami memohon maaf atas segala dosa, Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir batin dari kami sekeluarga.”
  • “Idulfitri telah tiba di tahun 2021. Kita kembali menjadi suci setelah berperang melawan diri sendiri. Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Selamat Idulfitri. Minal Aidil Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.”
  • “Sambutlah hari kemenangan dengan bahan yang paling baik. Bahan kesabaran dengan benangnya kesucian. Dihiasi dengan keikhlasan yang dijahit sebulan. Selamat Lebaran, mohon maaf atas segala kesalahan.”

4. Tambahkan hiasan

Ilustrasi | Foto: Unsplash

info gambar

Jika sudah menyusun kalimat, langkah selanjutnya adalah menuliskan nama Kawan GNFI dan tambahkan sedikit hiasan pada kartu ucapan lebaran. Pasalnya, penulisan nama Kawan ini dapat memperkuat kesan personal kartu ucapan di hati si penerima.

Selain itu, penulisan nama Kawan GNFI dapat mempertegas hak milik dan mengurangi potensi forward kartu ucapan lebaran ke banyak orang. Kartu ucapan Lebaran Kawan GNFI pun dapat tampil paling orisinil ketimbang kartu ucapan lebaran lainnya.

Itulah beberapa cara membuat kartu ucapan lebaran yang unik. Dengan mengaplikasikan langkah-langkah ini, Kawan GNFI dapat menciptakan sebuah kartu ucapan yang dapat mengesankan. Sudah siap mencobanya, Kawan GNFI?

Referensi:bola.com | cermati.com

Baca Juga:





Source link

Continue Reading

HEADLINE

Jelang Lebaran, BI Kucurkan Uang Tunai Rp152 Triliun untuk Kebutuhan Masyakarat

Jelang Lebaran, BI Kucurkan Uang Tunai Rp152 Triliun untuk Kebutuhan Masyakarat


Kebutuhan akan uang meningkat pesat saat ramadhan hingga hari lebaran. Dengan kondisi tersebut, setiap tahunnya Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang tunai tambahan untuk mencukupi kebutuhan peredaran uang di masyarakat.

Data Bank Indonesia menunjukkan, dalam jangka waktu tujuh tahun terakhir (2015-2021), kebutuhan uang tunai saat hari raya lebaran selalu mengalami peningkatan pada tahun 2020.

Kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang lebaran © GNFI

info gambar

Pada 2015, kebutuhan uang tunai tercatat senilai Rp125 triliun, lalu meningkat menjadi Rp160 triliun pada 2016, meningkat menjadi Rp167 triliun pada 2017, kemudian meningkat lagi menjadi Rp191 triliun pada 2018.

Puncaknya pada 2019, kebutuhan uang masyarakat menjelang lebaran mencapai Rp192 triliun. Setahun kemudian (2020), angkanya turun drastis menjadi Rp109 triliun. Pandemi covid-19 menjadi faktor utama penurunan nominal tersebut.

Kebutuhan tahun ini meningkat 39,33 persen dari tahun sebelumnya

Pada tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp152,14 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1442 H.

Secara persentase, nominal tersebut meningkat 39,33 persen year oon year (yoy) dari tahun sebelumnya (2020) yang hanya mencatatkan nominal Rp109,2 triliun.

Uang sebesar Rp152,14 triliun tersebut mayoritas diisi dengan pecahan uang Rp100.000 dan Rp50.000 dengan total Rp137 triliun atau 90,07 persen dari keseluruhan. Sedangkan sisanya terdiri dari uang pecahan nominal Rp20 ribu ke bawah.

Sementara itu, bank swasta maupun negeri juga turut serta meningkatkan ketersediaan uang tunai mereka. Bank BCA menyediakan uang tunai sebesar Rp53 triliun untuk mengantisipasi tarikan nasabah di mesin ATM menjelang libur Idul Fitri 1442H. Angka tersebut meningkat 36 persen dari tahun lalu sebesar Rp39 triliun.

Baca Juga: Tradisi Beli Baju Lebaran, Bermula dari Banten Mengakar Hingga Hari Ini

Sejumlah bank turut tingkatkan persediaan uang cash

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, menyampaikan, bagi nasabah yang ingin bertransaksi, baik setoran maupun tarikan tunai dapat menggunakan 9.822 mesin ATM Setor Tarik BCA yang tersebar luas di berbagai tempat.

Jahja Setiaatmadja juga menambahkan bahwa nasabah juga bisa memanfaatkan fasilitas Tarik Tunai Tanpa Kartu yang dapat diakses melalui BCA Mobile dan Sakuku.

Selain BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga menyiapkan kebutuhan kas sebesar Rp36,7 triliun. Kas tersebut akan dialokasikan untuk mesin ATM, CRM, dan juga untuk layanan unit kerja operasional (UKO). Jumlah nominal uang kas tersebut juga meningkat sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2020.

Bank Mandiri menyiapkan uang sebesar Rp20,8 triliun, meningkat 9 persen ketimbang tahun lalu. Tak hanya itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga menyiapkan uang tunai bagi nasabah sebesar Rp12,9 triliun per minggunya menjelang perayaan Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut pun naik 7 persen dibanding tahun lalu.

Sejumlah bank tahun ini beramai-ramai meningkatkan kebutuhan uang tunai saat Lebaran setelah mengurangi peredaran uang tunai pada tahun lalu. Penetapan angka atau kenaikan proyeksi tersebut juga telah memerhatikan asumsi makroekonomi saat ini dan kondisi penyebaran pandemi Covid-19.

==

Referensi: Lokadata.id | Kompas.com | CNN Indonesia

Baca Juga:





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close