Connect with us

Startup

Lantai Kayu Amfiteater Colosseum Roma akan Direstorasi

Lantai Kayu Amfiteater Colosseum Roma akan Direstorasi


Lantai Colosseum di Roma, Italia akan dipulihkan kembali seperti saat di masa-masa kejayaannya dulu, sehingga pengunjung dapat memperoleh gambaran tentang gladiator dan ‘aura keagungan’ dari amfiteater kuno tersebut.

Untuk merestorasi bangunan tersebut, Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini mengumumkan kontrak senilai £ 16 juta (Rp320 miliar). Tender tersebut akhirnya dimenangkan oleh perusahaan dari Milan, Ingegneria, yang berjanji untuk menyelesaikan proyek restorasi Colosseum dalam dua tahun.

“Pada tahun 2023, kita akan memiliki kemegahan Colosseum dengan arena lagi,” ujar Franceschini seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Senin (3/5).

Lantai baru dari Colosseum ini akan terdiri dari bilah kayu yang dipasang pada jaringan rel. Bilahnya dapat berputar 90 derajat, sehingga memungkinkannya untuk disatukan dan dapat berfungsi sebagai pelindung dari bawah struktur bangunan kuno tersebut. Lantai baru ini dapat dibuka-tutup dengan sistem seluler yang responsif untuk melindungi lantai dari pengaruh cuaca.

Bangunan Amfiteater ikonik yang berusia lebih dari dua ribu tahun ini pernah memiliki lantai kayu yang menutupi jaringan terowongan tempat para gladiator  mempersiapkan diri sebelum pertempuran. Namun lantai tersebut dihilangkan pada abad ke-19 saat para arkeolog melakukan ekskavasi untuk menggali dasar bangunannya.

Pada tahun 2010, Colosseum mulai dibuka untuk umum, pengunjung dapat melihat area bawah tanah yang dulu tertutup oleh lantai kayu. Namun selama pandemi covid-19, Colosseum sempat ditutup untuk sementara waktu, sebelum akhirnya dibuka dengan pembatasan jumlah kunjungan.

Selama masa penutupan tersebut, restorasi panggung kayu kemudian mulai digulirkan oleh pemerintah Italia. Rencananya panggung tersebut akan menjadi tempat acara budaya.(M-4)

$(function()
$(“img.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// untuk dipasang di
$(“div.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div
);

/*SLIDER GALLERY*/
$(function()
$(‘.bxslider2’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

$(function()
$(‘.bxslider3’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*SLIDER HEADLINE*/
$(function()
$(‘.bxslider’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
captions: true,
slideWidth: 1000,
touchEnabled: false,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*LAZY LOAD*/
$(function()
$ds = $(‘.fadein div’);
$ds.hide().eq(0).show();
setInterval(function()
$ds.filter(‘:visible’).fadeOut(function()
var $div = $(this).next(‘div’);
if ( $div.length == 0 )
$ds.eq(0).fadeIn();
else
$div.fadeIn();

);
, 7000);
);

$(‘#x’).on(‘click’, function(e)
$(‘#container’).remove();
);

$(function()
$(window).scroll(function()
if($(this).scrollTop()>400) $(‘#Back-to-top’).fadeIn(); else $(‘#Back-to-top’).fadeOut(););
$(‘#Back-to-top’).click(function()
$(‘body,html’)
.animate(scrollTop:0,300)
.animate(scrollTop:40,200)
.animate(scrollTop:0,130)
.animate(scrollTop:15,100)
.animate(scrollTop:0,70);
);
);

(function(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

});

Source link





Source link

Advertisement
Click to comment

Startup

Waktunya Fokus ke La Liga

Waktunya Fokus ke La Liga


KEGAGALAN Real Madrid melaju ke final Liga Champions 2020/21 membuat Zinedine Zidane berkonsentrasi penuh pada trofi La Liga. Los Blancos tertinggal dua poin di bawah Atletico dengan empat laga tersisa.

Dari empat laga sisa pada kompetisi domestik itu, dua berpotensi menyebabkan Los Blancos terpeleset, yakni saat menjamu Sevilla pada 10 Mei 2021 dan tandang ke Athletic Bilbao pada 16 Mei. Sisanya tandang ke Granada dan menjamu Villarreal.

“Kami harus lebih baik ke depan. Saya sangat bangga dengan anak-anak saya. Sekarang kami beristirahat dan memikirkan La Liga,” kata Zidane.

baca juga: Liga Champions

Kekalahan atas Chelsea tentu sangat mengecewakan bagi pelatih asal Prancis itu. Real Madrid benar-benar dibuat buntu oleh Chelsea. Selama 90 menit, Los Blancos menciptakan delapan peluang dan lima diantaranya mengarah ke gawang.

Namun, semua kerja keras para penggawa El Real selalu berhasil diredam barisan pertahanan Chelsea. Zidane menegaskan bahwa tim tidak merasa senang dengan hasil ini di mana mereka tersingkir dari Liga Champions tanpa mampu berbuat banyak.

“Tentu saja kami tidak senang. Ketika Anda kalah di semifinal, Anda tidak bisa bahagia dan itu normal,” kata Zidane.

Dia menilai, Chelsea sangat pantas tampil di partai puncak. “Saya bangga dengan anak-anak saya, kami telah mencoba, kami telah mencapai sejauh ini. Chelsea memainkan pertandingan yang hebat dan telah lolos dan kami harus mengatakan kerja bagus untuk mereka,” ujar Zidane. (BBC/OL-3)

 

 

 

$(function()
$(“img.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// untuk dipasang di
$(“div.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div
);

/*SLIDER GALLERY*/
$(function()
$(‘.bxslider2’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

$(function()
$(‘.bxslider3’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*SLIDER HEADLINE*/
$(function()
$(‘.bxslider’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
captions: true,
slideWidth: 1000,
touchEnabled: false,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*LAZY LOAD*/
$(function()
$ds = $(‘.fadein div’);
$ds.hide().eq(0).show();
setInterval(function()
$ds.filter(‘:visible’).fadeOut(function()
var $div = $(this).next(‘div’);
if ( $div.length == 0 )
$ds.eq(0).fadeIn();
else
$div.fadeIn();

);
, 7000);
);

$(‘#x’).on(‘click’, function(e)
$(‘#container’).remove();
);

$(function()
$(window).scroll(function()
if($(this).scrollTop()>400) $(‘#Back-to-top’).fadeIn(); else $(‘#Back-to-top’).fadeOut(););
$(‘#Back-to-top’).click(function()
$(‘body,html’)
.animate(scrollTop:0,300)
.animate(scrollTop:40,200)
.animate(scrollTop:0,130)
.animate(scrollTop:15,100)
.animate(scrollTop:0,70);
);
);

(function(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

});

Source link





Source link

Continue Reading

Startup

Optimalisasi Reforma Agraria untuk Atasi Kemiskinan

Optimalisasi Reforma Agraria untuk Atasi Kemiskinan


BADAN Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 mengalami kontraksi 2,07% secara year on year. Kontraksi itu tentu dipengaruhi pelemahan di berbagai sektor ekonomi karena pandemi covid-19.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2021 menjadi kisaran 4,1% hingga 5,1%. BI memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, yang sebelumnya bakal tumbuh di kisaran 4,8% hingga 5,8%, kemudian dipangkas 4,3% hingga 5,3%, dan kini menjadi kisaran 4,1% hingga 5,1%. Purchasing managers index atau PMI juga terus melemah di sepanjang 2020.

Guna mendukung upaya pemulihan ekonomi, yang melemah akibat dampak pandemi covid-19 saat ini, pelbagai strategi dan program tengah dilakukan pemerintah. Langkah kebijakan pemulihan ekonomi diarahkan antara lain melalui program percepatan dan penguatan subsidi melalui bantuan sosial, mendorong investasi, dan mendorong ekspor impor. Beberapa program ekonomi sendiri dijalankan, misalnya, melalui program pemberian insentif pajak, insentif kepabeanan dan cukai, memberi kelonggaran persyaratan kredit/pembiayaan/pendanaan bagi UMKM, serta memberikan keringanan pembayaran bagi UMKM.

Pemerintah juga berupaya mendorong kemudahan investasi, antara lain melalui pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, yang diharapkan mampu membuka peluang pada peningkatan penanaman modal asing (PMA), atau foreign direct investment (FDI), di pelbagai sektor. Salah satunya, di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Upaya percepatan peningkatan investasi untuk pemulihan ekonomi itu tentu tidak bisa dilepaskan dengan tersedianya rencana detail tata ruang (RDTR) di kota/kabupaten. Keberadaan RDTR menjadi dasar kepastian hukum dalam pengelolaan tata ruang dan investasi di daerah sebagai pintu gerbang untuk investasi. Keberadaan tata ruang yang berkualitas menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

Sayangnya, lebih dari 13 tahun sudah UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang disahkan, baru 53 dari 514 kota/kabupaten atau kurang dari 11% pemerintah daerah yang telah memiliki perda RDTR.

Kinerja pemerintah daerah yang lamban dalam menyusun dan mengeksekusi perda RDTR ini sesungguhnya menjadi kerugian bukan hanya bagi pemerintah pusat dalam rangka percepatan investasi untuk pemulihan ekonomi nasional. Kelambanan tersebut juga jadi kerugian bagi pemerintah daerah itu sendiri serta tentu saja kepada masyarakat luas karena menyangkut kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang di daerah tersebut. Selain melalui percepatan penyelesaian penyusunan RDTR, upaya lain yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ialah percepatan pelaksanaan redistribusi tanah objek Reforma Agraria (TORA), yang menjadi salah satu program pemerintahan Jokowi Ma’ruf Amin.

 

Pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam Reforma Agraria

Kebijakan Reforma Agraria dengan lahirnya Perpres No 86/2018 (Perpres Reforma Agraria) yang bertujuan mempercepat pencapaian Reforma Agraria merupakan implementasi dari UU No 5/1960. Reforma agraria diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi ketimpangan tanah, dan mengurangi kemiskinan. Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan strategi dan upaya pemberdayaan masyarakat melalui program TORA.

Tantangan pemberdayaan masyarakat dalam Reforma Agraria bukan hanya terkait dengan aspek ekonomi. Terdapat juga aspek lingkungan dan sosial, seperti memenuhi ketersediaan infrastruktur jalan, drainase, air bersih, sarana penerangan listrik, sarana sekolah dan kesehatan, serta sarana rumah ibadah di klaster penerima TORA. Melalui pemberdayaan masyarakat pelbagai konflik lahan yang terjadi juga bisa dimediasi bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Dalam Reforma Agraria, makna agraria bukanlah sebatas tanah, apalagi sebatas tanah pertanian. Ada dua tujuan utama Reforma Agraria, yaitu, pertama, mengusahakan terjadinya transformasi sosial. Kedua, menangani konflik sosial serta mengurangi peluang konflik di masa depan.

Pemberian baik akses permodalan maupun bantuan lain kepada masyarakat penerima TORA yang berbasis pada pemanfaatan tanah diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menyejahterakan masyarakat penerima TORA. Masyarakat juga dapat memanfaatkan tanah mereka lebih produktif untuk menjadi sumber penghasilan dalam jangka panjang dan terhindar dari kemungkinan menjual atau menggadaikan tanah mereka.

Harapan itu akan berjalan optimal apabila ada peran dan pendampingan dari para pemangku kepentingan. Pendampingan ini diperlukan untuk mengubah sikap mental masyarakat yang diberi tanah. Jangan sampai dijual sehingga tidak ada kesejahteraan masyarakat yang jangka panjang.

Untuk mengubah suatu budaya memang tidak mudah, Untuk mengawal upaya itu semua, perlu skema pemberdayaan masyarakat yang digawangi Kementerian ATR/BPN. Salah satu upaya pendekatan yang dapat dilakukan ialah melalui konsep asset building.

Orientasi konsep asset building ialah pada assets accumulation. Keberhasilan program itu diukur dengan seberapa mampu individu penerima program bisa mengakumulasikan aset yang dimilikinya dari waktu ke waktu. Jika individu memiliki aset, akan berorientasi kepada investasi. Di sinilah urgensi program reformasi tanah yang sedang diinisiasi pemerintah untuk diimplementasikan. Dengan kepemilikan lahan, masyarakat bisa melakukan investasi sekaligus masuk pasar.

Konsep asset building juga menjadi antitesis pada asumsi kemiskinan yang selama ini dibangun, yaitu masalah pendapatan. Padahal kemiskinan lebih kepada masalah aset. Pendekatan penanganan kemiskinan kepada masalah pendapatan cenderung karitatif dan tidak mendidik karena lebih bersifat konsumtif semata. Strategi asset building ini bertujuan untuk benar-benar mengentaskan kaum miskin lepas dari jeratan kemiskinan dan bukan sekadar mengurangi kesulitan-kesulitan yang dihadapi kaum miskin yang sifatnya karitatif semata.

$(function()
$(“img.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// untuk dipasang di
$(“div.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div
);

/*SLIDER GALLERY*/
$(function()
$(‘.bxslider2’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

$(function()
$(‘.bxslider3’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*SLIDER HEADLINE*/
$(function()
$(‘.bxslider’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
captions: true,
slideWidth: 1000,
touchEnabled: false,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*LAZY LOAD*/
$(function()
$ds = $(‘.fadein div’);
$ds.hide().eq(0).show();
setInterval(function()
$ds.filter(‘:visible’).fadeOut(function()
var $div = $(this).next(‘div’);
if ( $div.length == 0 )
$ds.eq(0).fadeIn();
else
$div.fadeIn();

);
, 7000);
);

$(‘#x’).on(‘click’, function(e)
$(‘#container’).remove();
);

$(function()
$(window).scroll(function()
if($(this).scrollTop()>400) $(‘#Back-to-top’).fadeIn(); else $(‘#Back-to-top’).fadeOut(););
$(‘#Back-to-top’).click(function()
$(‘body,html’)
.animate(scrollTop:0,300)
.animate(scrollTop:40,200)
.animate(scrollTop:0,130)
.animate(scrollTop:15,100)
.animate(scrollTop:0,70);
);
);

(function(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

});

Source link





Source link

Continue Reading

Startup

Chelsea Tantang Manchester City di Final Liga Champions

Chelsea Tantang Manchester City di Final Liga Champions


CHELSEA melangkah mulus ke final Liga Champions UEFA musim 2020-2021 setelah menyingkirkan Real Madrid. Menjadi tuan rumah pada leg kedua semifinal, Kamis (6/5), Chelsea menang 2-0.

Timo Werner membuka kemenangan Chelsea melalui golnya menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan Kai Havertz. Lima menit jelang laga usai, giliran Mason Mount yang menjebol gawang Real Madrid memanfaatkan umpah Christian Pulisic.

Kemenangan 2-0 di Stamford Brigde membuat Chelsea unggul agregat 3-1. Pada leg pertama di kandang Real Madrid pekan lalu, pasukan Thomas Tuchel bermain 1-1.

Dalam laga final yang akan berlangsung 30 Mei mendatang di Stadion Ataturk, Turki, Chelsea akan menantang klub Inggris lainnya, Manchester City. Pasukan Pep Guardiola lebih dulu lolos ke final setelah menyingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 4-1.

Ini menjadi kali ketiga dua klub Inggris bertemu di laga puncak Liga Champions UEFA. Dua All English Finals di ajang Liga Champions sebelumnya terjadi pada musim 2007-2008 antara Manchester United dan Chelsea dan musim 2018-2019 antara Tottenham Hotspur kontra Liverpool.

Pada musim 2007-2008, Manchester United menjadi juara setelah menang 6-5 dalam adu penalti. Sedangkan pada musinm 2018-2019, Liverpool menjadi kampiun dengan menundukkan Tottenham 2-0. (OL-15)

$(function()
$(“img.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// untuk dipasang di
$(“div.lazy”).lazyload(effect : “fadeIn”);// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div
);

/*SLIDER GALLERY*/
$(function()
$(‘.bxslider2’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

$(function()
$(‘.bxslider3’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*SLIDER HEADLINE*/
$(function()
$(‘.bxslider’).bxSlider(
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
captions: true,
slideWidth: 1000,
touchEnabled: false,
stopAutoOnClick: true
);
);

/*LAZY LOAD*/
$(function()
$ds = $(‘.fadein div’);
$ds.hide().eq(0).show();
setInterval(function()
$ds.filter(‘:visible’).fadeOut(function()
var $div = $(this).next(‘div’);
if ( $div.length == 0 )
$ds.eq(0).fadeIn();
else
$div.fadeIn();

);
, 7000);
);

$(‘#x’).on(‘click’, function(e)
$(‘#container’).remove();
);

$(function()
$(window).scroll(function()
if($(this).scrollTop()>400) $(‘#Back-to-top’).fadeIn(); else $(‘#Back-to-top’).fadeOut(););
$(‘#Back-to-top’).click(function()
$(‘body,html’)
.animate(scrollTop:0,300)
.animate(scrollTop:40,200)
.animate(scrollTop:0,130)
.animate(scrollTop:15,100)
.animate(scrollTop:0,70);
);
);

(function(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

});

Source link





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close