Connect with us

VIRAL

Kutu Laut yang Gerogoti Kaki Remaja Australia Hingga Luka

Kutu Laut yang Gerogoti Kaki Remaja Australia Hingga Luka


kutu laut

Kutu laut | www.buzzfeed.com

Kutu laut ini berbeda dengan kutu yang ada di daratan

Belakangan ini, santer terdengar kabar mengenai seorang remaja Australia yang kakinya digerogoti kutu laut. Remaja bernama Sam Kanizay ini mengalami luka cukup serius di kedua kakinya karena digerogoti hewan laut berjumlah ratusan ribu tersebut (8/2017).

Kejadian tersebut bermula ketika Sam sedang bermain air di Pantai Brighton yang berlokasi di Melbourne. Ketika merendam kedua kakinya selama hampir 30 menit, remaja tersebut mulai merasa perih di kakinya. Ternyata, kondisinya sudah berdarah hingga harus dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, benarkah kutu laut semengerikan itu? Berikut faktanya.

1.

Hidup dari bangkai

kutu laut

Kutu laut dari dekat | www.amongguru.com

Disebut pula dengan Lysianassid, kutu ini masuk dalam kelurga amfipoda yang hidup dari memakan bangkai tanaman dan hewan yang membusuk. Kutu laut ini juga seringkali menjadi parasit bagi ikan lainnya. Hewan tersebut kerap kali memakan lendir dan darah dari ikan laut yang masih hidup.

2.

Tidak berbahaya

kutu laut

Kutu laut | www.mongabay.co.id

Walaupun terlihat mengerikan, nyatanya kutu laut ini justru tidak berbahaya sama sekali. Menurut Genefor Walker Smith yang menjadi ahli biologi Museum Victoria, kutu tersebut sesungguhnya tidak berbahaya, bahkan tidak memiliki racun.

3.

Suka daging mentah

kutu laut

Kutu dan daging | www.youtube.com

Menurut laporan ayah Sam Kanizay, kutu laut ini sangat suka sekali hinggap di daging mentah. Hal tersebut dibuktikan ketika ayahnya menaruh hewan laut tersebut di sebuah nampan dan memberinya daging mentah. Tak butuh waktu lama untuk kutu tersebut menggerogoti daging tersebut.

4.

Tidak membuat mangsa merasa sakit

kutu laut

Kutu laut | globalnews.ca

Makhluk berukuran sekitar 1-2 cm ini memiliki kelebihan dalam memangsa karena tidak membuat sasarannya merasa kesakitan. Rasa sakit baru muncul ketika darah sudah mulai mengucur.

Artikel Lainnya

Itulah beberapa fakta mengenai kutu laut. Hati-hati ketika menghabiskan waktu di tepian laut. Semoga kamu tidak bertemu dengan makhluk satu ini.

Tags :



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

BMKG Ungkap Fakta terkait Gempa Selatan Malang, Lihat Petanya, Waspada

BMKG Ungkap Fakta terkait Gempa Selatan Malang, Lihat Petanya, Waspada



BMKG gambarkan peta kawasan aktif gempa di selatan Malang. Foto: BMKG

jpnn.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fakta mengenai gempa bumi magnitudo 6,1 pada kedalaman 60 KM di selatan Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4).

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, episentrum gempa selatan Malang itu berdekatan dengan pusat gempa yang merusak Jawa Timur pada masa lalu.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa masa lalu itu terjadi pada 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972.

“Zona gempa selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan,” kata Daryono melalui keterangan tertulis, Sabtu.

Daryono menyebut pengulangan gempa yang terjadi di selatan Malang itu sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai.

Di sisi lain, bencana itu sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang telah disampaikan para ahli gempa bumi adalah benar.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” ucap Daryono.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, setidaknya telah terjadi tiga kali gempa susulan (aftershock) dari Gempa Selatan Malang dengan kekuatan kecil dan kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Ahmad Ariph Berbuat Aksi Tak Terpuji pada Ibu Kandung, Astaga

Ahmad Ariph Berbuat Aksi Tak Terpuji pada Ibu Kandung, Astaga



Ahmad Ariph diamankan di ruang Unit PPA Polrestabes Palembang, Sabtu (10/4). Foto: Mizon/Palpos.Id

jpnn.com, PALEMBANG – Seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan, bernama Ahmad Ariph, 30, ditangkap polisi karena menganiaya ibu kandungnya sendiri menggunakan batu bata, Sabtu (10/4).

Penyebabnya hanya gara-gara kesal dilarang sang ibu Maryanti, 52, tidur di kasur keponakannya atau cucu korban. Dia memukul wajah Maryanti, sebanyak dua kali serta melempar kepala ibunya dengan batu bata. 

Akibatnya, wanita paruh baya tersebut mengalami luka robek di kepala dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri.

Aksi penganiayaan terjadi di rumah korban Lorong Simpang Pipa, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Palembang, Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 08.15 WIB.

Tak terima istrinya dianiaya, lantas suam korban Azhari melaporkan putranya ke Polrestabes Palembang. Hingga akhirnya Ariph diamankan di tempat persembunyiannya.

“Saya menyesal telah menganiaya ibu kandung saya sendiri. Entah kenapa saat itu saya tiba-tiba mengambil bata dan memukul kepala ibu,” katanya saat diamankan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Sabtu (10/4).

PS Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kasubnit PPA, Iptu Fifin Sumailan mengatakan, tersangka diamankan atas perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan anak terhadap ibu kandung.

“Menurut keterangan pelaku, dia nekat menganiaya ibu kandung karena kesal dilarang tidur di kasur keponakannya atau cucu korban,” ujar Tri.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Mantan Pasutri Tewas Minum Racun karena Cinta Tak Direstui

Mantan Pasutri Tewas Minum Racun karena Cinta Tak Direstui


1.

Ditemukan tewas

Ilustrasi pasangan

Ilustrasi tewas | stock.adobe.com

Dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (24/06/20), akibat hubungan cinta tak direstui oleh orangtua, sepasang kekasih yang pernah membina rumah tangga nekat mengakhiri hidup mereka.

Mantan pasutri tersebut adalah I Made N dan Ni Made J yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di daerah Karangasem, Bali. Keduanya mengakhiri hidup dengan cara meminum racun. Jasad keduanya ditemukan oleh kakak Made J, Sujananta pada hari Selasa (23/06/20).

Baca Juga: Blogger Cantik Rusia Tewas Mengenaskan di Depan Pacarnya, Alami Insiden Mengerikan di Bali

“Sesampainya di sana Sujananta melihat pintu kamar dikunci dan sempat memanggil serta menggedor pintu namun tidak dibuka. Karena tak dibuka, akhirnya Sujananta meminjam obeng kepada tetangga kos untuk membuka engsel jendela kamar. Setelah berhasil membuka jendela, kakaknya mendapat adiknya bersama korban yang merupakan mantan suaminya dalam keadaan telentang dan sesak napas/tersengal dan kejang,” ujar Kapolsek Kota Karangasem, Kompol I Ketut Suartika.

2.

Sempat dibawa ke rumah sakit

Ilustrasi pasangan

Ilustrasi pasangan | www.pexels.com

Keluarga Made J langsung membawa keduanya ke RSUD Karangasem. Sempat mendapatkan tindakan medis, namun nyawa keduanya tidak tertolong. Polisi tetap menyelidiki kasus tersebut guna mengetahui motif dari bunuh diri.

“Untuk mengetahui apa motif korban melakukan aksi itu masih kita selidiki,” imbuh Suartika.

Baca Juga: Terlalu Takut Bunuh Diri, Pebisnis Depresi Ini Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Dirinya Sendiri

Diketahui, pernikahan Made N dengan Made J tak direstui orangtua. Hal ini dikarenakan Made N diketahui sudah memiliki istri dan seorang anak dari pernikahan sebelumnya. Akhirnya pernikahan keduanya pun berakhir pada perceraian. Meski demikian, keduanya masih sering bersembunyi untuk bertemu.

3.

Tulis surat wasiat

Ilustrasi pasangan

Surat wasiat yang ditulis mantan pasutri | www.tribunnews.com

Sebelum bunuh diri, keduanya menulis surat wasiat dalam bahasa Bali yang ditujukan pada keluarganya. Surat tersebut merupakan bentuk kekecewaan mereka karena pernikahannya tak direstui.

“Cang ngidih pelih ajak mekejang, cang megedi nugtug bapak jani, cang kene karena sing ade ne ngerti jag keneh cang mekejang, ngedotang cang cerai, jani puasang nah, de mepangenan, de ade ngetelang yeh mata, kale ada idih bin besik dogen, idih olas, baang surate ne, kebesang jak matua jak mantan kuren cange, jak sedut bangken cange, yen kanti sing ngisianin pengidih cange, cang mesumpah ngocokang uling kedituan, sing ada ane lakar seger, terutama ne nunden cang ayahang sing dum cai ngabe umah, pang jeg ci dueg idangin ne mantuk meperang jani, buin lakar mepamit sing misi nah antiang kehancuran jak mekejang rasaang. Monto gen yen jak kurnan dek kawin dot ngae bemenang jani, cang be mati, panake cang kuasa jang jumah, be lege jani cang cerai dan mati. Suksema nah.”

Baca Juga: Mahasiswa di Bengkulu Jadi Gigolo, Tawarkan Layanan Threesome hingga Mandi Kucing

Artinya:

“Untuk keluargaku. Saya minta maap kepada semuanya, saya pergi mengikuti bapak sekarang, saya begini karena tidak ada yang mengerti tentang hati saya, semua menginginkan saya bercerai, sekarang puaskan sudah jangan menyesal, jangan ada meneteskan air mata, satu permintaan saya minta tolong kasi surat ini, robekkan ke mertua sama mantan istri saya, bakar jenazah saya, kalau sampai tidak menuruti kemauan saya, saya bersumpah akan menggoyang dari alam baka dan tidak akan ada yang sehat terutama yang menyuruh saya membagi rumah, biar kamu saja yang pinter, Idangin yang pulang berperang sekarang, saya tidak minta ijin lagi, tunggu kehancuran untuk merasakan semuanya, segitu saja, untuk suami Kadek ingin menang sekarang. Sekarang saya sudah mati, Anak saya urus di rumah, saya yang berkuasa, sudah senang anda saya mati dan cerai. Terimakasih.”



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close