Feed

Kucuran Bansos Rp476 T Gagal Menolong Konsumsi Masyarakat



Bloomberg Technoz, Jakarta – Perekonomian Indonesia pada 2023 tumbuh melambat dengan capaian 5,05%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,31%. Penyebab capaian pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah itu adalah karena konsumsi rumah tangga yang melemah di tengah kinerja ekspor yang lesu sepanjang tahun lalu.

Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penyokong utama perekonomian karena porsinya mencapai separuh dari PDB Indonesia yakni 53,18%, hanya mampu tumbuh 4,82% year-on-year pada 2023.

Angka itu lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar 4,94%. Bahkan pada triwulan IV-2023, pertumbuhannya cuma 4,47%, turun cukup dalam dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,05% dan menjadi yang terendah sejak akhir 2022 silam.

Penurunan pertumbuhan kinerja konsumsi rumah tangga yang menyeret pertumbuhan ekonomi tersebut, bahkan terjadi ketika kucuran bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah sepanjang tahun lalu menembus nilai yang fantastis, mencapai Rp476 triliun. 

Besar kemungkinan kegagalan bansos mendongkrak konsumsi rumah tangga adalah karena bansos dan berbagai program perlindungan sosial yang dibiayai oleh APBN selama ini hanya dikucurkan terbatas pada kelompok berpendapatan rendah. Sementara kelas menengah yang memberikan kontribusi konsumsi lebih besar, sekitar 43% dari total konsumsi nasional, tidak tersentuh bahkan terbebani pajak yang mahal serta beban utang sehingga menggerus pengeluaran untuk konsumsi. 





Source link

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed