Business is booming.

Konyol, Ferrari ini Hancur Gara-Gara Pengemudi Sok Bergaya Bak Pembalap Berpengalaman – Berita Otomotif


LONDON – Ferrari 812 Superfast ini hancur menabrak pembatas jembatan karena ulah konyol sang pengemudi, ngebut setelah mematikan fitur traction control.

Siapa pun Anda, jika mengendarai sebuah sportcar dengan tenaga besar wajib untuk melipat gandakan kewaspadaan. Karena menjinakkan mobil dengan tenaga besar tentu bukan perkara mudah, apalagi bagi Anda yang belum terbiasa.

Hal berbeda dilakukan oleh pengemudi Ferrari 812 Superfast baru-baru ini di London, Inggris. Mungkin ingin bergaya serta merasakan sensasi lebih besar, sang pengemudi nekat mematikan fitur kontrol traksi dan kemudian berakselerasi cepat.

Untuk mengabadikan gayanya saat berkendara, sang pengemudi memasang sebuah kamera. Dalam rekaman ia tiba-tiba memacu mobil eksotis asal Italia ini di atas jembatan. Beberapa saat kemudian mobil tampak kehilangan kendali dan berakhir dengan menabrak jembatan.

Tidak tampak secara pasti kerusakan yang terjadi, namun bisa dipastikan cukup parah. Di dalam interior tampak kantung pada mobil seharga setara $ 300 ribu (RP 4.3 miliar) di luar negeri dan sekitar Rp 13 miliar di Indonesia dalam kondisi bekas ini udara meledak.

Dalam rekaman tampak cukup banyak orang bersepeda dan Ferrari 812 Superfast sempat menyalip sebuah skuter. Beruntung seorang pesepeda tidak menjadi korban karena tertabrak mobil dengan mesin V12 bertenaga 789 hp ini.

Catatan yang harus dipetik adalah jangan pernah sok-sokan menonaktifkan fitur traction control di mana pun Anda berada terutama sedang mengendarai mobil bertenaga besar. Apalagi Anda bukan profesional driver atau sebut saja kurang pengalaman. 

Jangankan Anda, tidak banyak pembalap berpengalaman atau top dunia berani mematikan traction control terutama saat berkendara di jalan-jalan umum. Artinya hanya segelintir pengemudi atau pembalap dengan skill di atas rata-rata saja yang berani melakukannya. Ini tak lain karena tidak mudah menjinakan mobil bertenaga besar seperti Ferrari 812 Superfast tanpa fitur otomatis pecegah slip pada ban terutama saat berakselerasi, karena sangat-sangat berisiko.  

Tidak disebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki Ferrari 812 Superfast malang ini. Dan tidak disebutkan plua, meski kecelakaan tunggal, adakah sangsi hukum seperti tilang atau denda yang diberikan untuk pengemudi dengan ulah konyolnya mematikan fitur penting dan kemudian kecelakaan. Beruntung tidak ada korban jiwa atas insiden ini. [Ari]