Connect with us

Dunia

Kodam Jaya Jawab Kritik Muhammadiyah Soal Kasus Tewasnya 6 Anggota FPI

Kodam Jaya Jawab Kritik Muhammadiyah Soal Kasus Tewasnya 6 Anggota FPI

[ad_1]

Kepala Penerangan Daerah Militer Jaya Herwin Bagus Saputra menjawab kritik yang disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini terkait kehadiran Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam proses penjelasan peristiwa kematian enam anggota FPI oleh Polda Metro Jaya.

Menurut Herwin, pernyataan yang menyebut dugaan TNI dilibatkan dalam penanganan tindak kejahatan adalah tidak benar. Menurutnya, kehadiran Pangdam Jaya saat konferensi pers untuk memberikan dukungan kepada Kapolda Metro Jaya dalam penegakan hukum.

Gedung Polda Metro Jaya di Jakarta. (Foto:VOA/Sasmito)

Gedung Polda Metro Jaya di Jakarta. (Foto:VOA/Sasmito)

“TNI dalam hal ini Kodam Jaya memang tidak pernah diturutsertakan atau dilibatkan dalam proses penyidikan tindak kejahatan sipil yang terjadi di masyarakat, karena sesuai Pasal 1 angka 1 KUHP, Penyidik adalah Pejabat Polisi RI dan Pejabat PNS tertentu sesuai UU,” ujar Herwin melalui keterangan tertulis yang diterima VOA, Rabu (9/12/2020).

Herwin menambahkan Kapolda Metro meminta Pangdam Jaya untuk tetap membantu Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi terjadinya eskalasi gangguan keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Polda Metro Jaya: Kasus Sudah Dilimpahkan ke Mabes Polri

Di lain kesempatan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya mengatakan kasus penyerangan personel polisi yang mengakibatkan enam anggota FPI tewas telah dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebab lokasi kejadian perkara di daerah Karawang yang bukan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto: Polda Metro Jaya)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto: Polda Metro Jaya)

“Saya pertegas lagi di sini sekarang perkaranya diambil Mabes Polri karena memang locus delicti (lokasi perkara) ada di daerah karawang wilayah hukum Polda Jawa Barat,” jelas Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta.

Sementara Juru Bicara Mabes Polri Argo Yuwono mengatakan proses penyidikan terhadap kasus ini masih berlangsung. Menurutnya, polisi nantinya juga akan menyampaikan bukti-bukti pendukung dan kronologis kasus ini. Selain itu, penyidikan kasus ini juga dinilai oleh tim pengawas internal sebagai pertanggungjawaban organisasi Polri.

FPI : Ada Bekas Penyiksaan di Sebagian Tubuh Anggota Yang Tewas

Sedangkan dari kubu FPI melalui keterangan tertulis Rabu (9/12), menyampaikan telah menerima enam jenazah anggota mereka yang ditembak polisi. FPI menyebut terdapat lebih dari satu lubang peluru pada jenazah dengan sasaran tembak mengarah ke jantung. Selain itu, FPI juga menyebut terdapat tanda bekas penyiksaan pada sebagian tubuh anggota FPI yang tewas tersebut.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Kemarin, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo menyayangkan keterlibatan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers tentang kematian enam anggota FPI, pada Senin (7/12) lalu. Menurut Trisno, ini menguatkan dugaan bahwa TNI turut berperan dalam penanganan penyidikan tindak kejahatan.

“Yang berarti TNI telah keluar dari fungsi dan tugas utama TNI,” tambah Trisno Raharjo.

Trisno juga mendukung dilakukannya evaluasi terhadap standar operasi prosedur (SOP) dalam kasus penembakan yang mengakibatkan enam anggota FPI tewas. Menurutnya, evaluasi tersebut akan berlangsung lebih baik jika polisi menyerahkan semua dokumen terkait kasus ini kepada Komnas HAM atau tim independen.

Selain itu, Trisno berpandangan enam petugas polisi dan atasannya yang melakukan penyelidikan dalam kasus pelanggaran protokol yang melibatkan pemimpin FPI Rizieq Shihab perlu diperiksa. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, Trisno menilai, para personel tersebut harus diadili secara pidana di pengadilan, tidak hanya secara etik. [sm/em]

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

Dunia

Resmi, Spanyol-Portugal Maju Bidding Piala Dunia 2030

Resmi, Spanyol-Portugal Maju Bidding Piala Dunia 2030

[ad_1]

Momentum uji coba antara Spanyol melawan Portugal pada Sabtu 5 Juni 2021 tampaknya juga dijadikan kedua negara untuk secara resmi mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama penyelenggaraan Piala Dunia 2030.

“Pemerintah Spanyol dan Portugal ingin menyampaikan keinginan dan komitmen untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030,” demikian bunyi kesepakatan yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Portugal Antonio Costa dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, seperti dikutip AFP melalui Antara, Sabtu 5 Juni 2021.

Kedua perdana menteri itu menandatangani kesepakatan mereka di hadapan Raja Spanyol Felipe VI dan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa pada Jumat 4 Juni 2021 di Stadion Wanda Metroolitano sesaat sebelum kick off laga pemanasan jelang Euro 2020 antara kedua negara tersebut.

Laga tersebut juga sekaligus menandai seratus tahun pertandingan internasional pertama Portugal, setelah kekalahan 1-3 dari Spanyol di Madrid pada Desember 1921.Kedua tim berpose di lapangan dengan mengenakan kaus bertuliskan “Vamos2030” yang menandai kebersamaan mereka dalam bidding Piala Dunia 2030.

“Hari ini kami menandatangani komitmen kedua federasi untuk bekerjasama demi Piala Dunia,” kata presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Fernando Gomes.

Gomes dan rekannya dari Spanyol, Luis Rubiales, mengesahkan kesepakatan yang ditandatangani pada Oktober lalu dalam rangka mempromosikan tawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

“Pesan untuk federasi internasional: jika Anda memberi kami kepercayaan, ketika Anda datang ke negara kami, Anda akan menemukan pengalaman yang tak terlupakan,” kata Rubiales, Jumat 4 Juni 2021.

FIFA sendiri sedang berencana untuk memilih tuan rumah 2030 pada 2024. Spanyol dan Portugal dipastikan akan bersaing dengan Inggris-Irlandia serta Argentina-Uruguay-Paraguay-Chile, yang juga mengajukan tuan rumah bersama. Pengajuan penawaran yang dilakukan Uruguay sendiri bertepatan dengan seratus tahun perayaan Piala Dunia pertama, yang dimainkan di Uruguay.

.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading

Dunia

Copa America Dialihkan, Pelatih dan Pemain Timnas Brasil Mundur?

Copa America Dialihkan, Pelatih dan Pemain Timnas Brasil Mundur?

[ad_1]

Sampai saat ini situasi di timnas Brasil masih tak menentu menyusul keputusan federasi sepak bola Amerika Selatan mengalihkan tempat gelaran Copa America 2020. Masalah ini menjadi pelik menyusul kekecewaan para pemain dan pelatih timnas Brasil, Tite.

Bahkan, rumor yang santer beredar menyebutkan bahwa pelatih yang sukses membawa Seleccao menjuarai Copa America 2019 itu bakal mundur dari posisinya saat ini. Andai benar, ada kemungkinan langkah tersebut bakal diikuti sejumlah pemain Brasil.

Para pemain Brasil tidak bisa memahami keputusan CONMEBOL untuk memindahkan tempat pertandingan yang sebelumnya akan digelar di dua negara, Kolombia dan Argentina itu.  Sebab, para pemain merasa tidak nyaman jika harus digelar di negara mereka sendiri mereka karena saat ini kasus Covid-19 di Brasil masih cukup tinggi.

Tite sendiri memihak kepada para pemainnya terkait masalah ini, yang kemudian memicu keretakan hubungannya dengan federasi sepak bola Brasil.

Namun, Tite menolak kabar tentang dirinya yang akan mundur dari kursi pelatih timnas Brasil akibat persoalan ini. Tite mengatakan bahwa dirinya akan mengambil keputusan dan mengumumkannya pada 8 Juni mendatang, setelah pertandingan lawan Paraguay.

“Anda semua dapat membuat hipotesis apa pun yang Anda inginkan, saya hanya meminta Anda berhati-hati,” kata Tite dalam konferensi pers usai laga kualifikasi Piala Dunia antara Brasil lawan Ekuador, Sabtu 5 Juni 2021.

“Saya akan menjelaskan tentang diri saya pada waktu yang tepat. Tidak sekarang,” tegas Tite.

“Saya tidak lari dari pertanyaan, tapi kita semua tahu ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu.”

Hal senada disampaikan oleh penggawa Brasil sekaligus bintang Real Madrid, Casemiro. Dia menyatakan bahwa dirinya akan akan bicara mengenai persoalan ini.

“Kita akan bicara. Tite menjelaskan situasinya. Apa yang dikatakan Tite adalah apa yang terjadi dan kami telah mengambil posisi kami,” ujar Casemiro usai laga kontra Ekuador yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Brasil.

.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading

Dunia

Tuan Rumah dan Venue Euro 2020

Tuan Rumah dan Venue Euro 2020

[ad_1]

Euro 2020 yang digelar tahun ini lantaran terimbas pandemi Covid-19 akan dihelat di 11 kota di negara-negara Eropa. Ini tak berubah dari rencana awal UEFA yang menginginkan gelaran ini lebih semarak sekaligus istimewa dibanding sebelum-sebelumnya.

Gelar Euro 2021 dimaksudkan untuk menandai 60 tahun sejak pertama kali festival sepak bola Benua Biru diadakan pada tahun 1960.

Euro 2020 sendiri akan dimulai pada 11 Juni mendatang dengan partai pembuka antara Turki kontra Italia.

Adapun tuan rumah dan 11 venue laga Euro 2020 ini sejak babak penyisihan grup hingga final turnamen ini digelar sebagai berikut.

Final dan semifinal, dua laga 16 besar, tiga laga fase grup:
1. London, Inggris: Wembley Stadium

Enam laga grup, satu laga perempatfinal:
2. Saint Petersburg, Rusia: Stadion Saint Petersburg

Tiga laga grup, satu laga perempatfinal:
3. Baku, Azerbaijan: Stadion Olimpiade Baku
4. Munich, Jerman: Arena Sepak Bola Munich
5. Roma, Italia: Olimpico Roma

Tiga laga grup, satu laga 16 besar:
6. Amsterdam, Belanda: Johan Cruijff ArenA
7. Bukares, Rumania: Arena Nasional Bukares
8. Budapest, Hongaria: Puskás Arena
9. Kopenhagen, Denmark: Stadion Parken
10. Glasgow, Skotlandia: Hampden Park
11. Seville, Spanyol: Stadium La Cartuja Sevilla

.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close