Connect with us

OTOMOTIF

Kia Rio 2014 yang Dilelang Negara Kemahalan, Ini Harganya di Pasar Mobil Bekas – Mobil Bekas

Kia Rio 2014 yang Dilelang Negara Kemahalan, Ini Harganya di Pasar Mobil Bekas – Mobil Bekas

[ad_1]

Puluhan unit Kia Rio 2014 yang dilelang negara dilaporkan tidak laku. Ini, menurut pedagang mobil bekas, karena harga awal lelangnya sudah terlalu tinggi.

Seperti banyak diberitakan, sebanyak 75 unit Kia Rio 2014 dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta II melalui laman daring lelang.go.id. Sebanyak 68 unit di antaranya bertransmisi otomatis dan tujuh sisanya transmisi manual.

Adapun kondisinya adalah New Old Stock (NOS). Harga limit atau harga awal lelang Rp112.542.429. Uang jaminan yang harus diberikan Rp45 juta.

Kia Rio 2014 Dilelang Negara pada 2021

Lelang Kia Rio 2014 tersebut sebenarnya sudah berlangsung pada 9 Juni 2021 kemarin. Akan tetapi, menurut penelusuran dari berbagai sumber situs berita, hatchback itu sepi peminat.

Hanya tiga unit yang berhasil terjual. Dari tiga unit itu, penawaran tertinggi Rp137 juta.

Sebelum mengulas kenapa mobil ini sepi peminat di lelang negara, ada baiknya mengetahui dulu seputar mobil NOS agar mendapat gambaran secara menyeluruh.

Apa Artinya Mobil New Old Stock (NOS)?

Mobil NOS sebenarnya tidak bisa 100 persen disamakan dengan mobil bekas. Definisi mobil NOS, jika menilik berbagai sumber, sebenarnya adalah unit baru yang belum dipakai sama sekali tapi tersimpan lama karena satu dan lain hal.

Salah satu alasannya adalah kemunculan model versi terbaru (minor change, major change, facelift, All-New atau generasi baru) di saat stok unit dari model terdahulu masih ada.

Karena itulah, berbagai bagian interior mobil NOS kerap kali masih terbungkus plastik. Jarak pemakaian mobil NOS pun pastinya masih amat sangat rendah.

Risiko Beli Mobil NOS Mirip dengan Beli Mobil Bekas

Meski demikian, ada sedikit kesamaan antara mobil NOS dengan mobil bekas yaitu mengenai risikonya. Apalagi jika mobil NOS tersebut sudah cukup lama dirakit seperti Kia Rio 2014 yang dilelang negara.

Berikut risiko – risiko tersebut, seperti dikutip dari hargamobil.com dan beberapa sumber lain:

  1. Kondisi Tempat Penyimpanan

Calon pembeli tentunya tidak bisa tahu persis bagaimana kondisi tempat penyimpanan unit selama belum terjual. Tak hanya soal tempat penyimpanan itu tertutup atau terbuka tapi bagaimana suhunya, bagaimana kebersihan dari gudang penyimpanan (ada banyak binatang seperti tikus atau tidak), dan lain – lain. Tentu saja hal ini bisa berdampak pada berbagai aspek dari mobil, apalagi jika unitnya ‘mangkrak’ terlalu lama.

  1. Didiamkan Terlalu Lama

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa semakin lama mobil didiamkan, semakin mobil tersebut berpotensi mengalami beragam masalah. Ini menjadi salah satu risiko kerugian membeli mobil NOS.

  1. Tahun Produksi

Semakin lama sebuah mobil produksi massal keluar dari pabrik, semakin turun pula harganya di pasar. Ini terjadi pula pada mobil NOS yang ‘kalah tahun’ dibandingkan unit rakitan tahun yang sama–meskipun modelnya sama – sama belum ada perubahan. Apalagi jika pabrikan sudah merilis versi penyegaran model.

  1. Perlu Pengecekan Seksama

Mobil NOS membutuhkan pengecekan seksama di berbagai bagian mobil, mirip seperti mobil bekas. Misalnya saja mengenai kondisi eksterior dan interiornya, kinerja sistem kelistrikan, kinerja mesin, maupun kinerja berbagai fitur – fitur yang meliputinya.

Pedagang Mobil Bekas: Harga Kia Rio 2014 di Lelang Negara Kemahalan

Andi, Owner Jordy Mobil, menilai tidak lakunya Kia Rio 2014 di lelang negara karena memang harga pembukanya kemahalan. ‘Ruang’ untuk melakukan penawaran bagi pedagang pun tidak ada.

Menurut dia, harga Kia Rio bekas dari tahun tersebut sekarang di sekitar Rp100 juta. Mahalnya harga awal di lelang negara masih ditambah dengan minat pasar terhadap mobil bekas Korea yang kurang.

“Untuk NOS merek Korea itu tidak terlalu dicari orang… Kalau pun kemarin ada yang beli (Kia Rio 2014 di lelang), itu paling untuk dipakai sendiri. Bukan penjual (mobil bekas),” ucap dia ketika dihubungi Mobil123.com pada Kamis (17/6/2021).

Kondisi amat berbeda, lanjutnya, terjadi pada unit NOS sepeda motor dari model – model yang sudah diskontinyu. Harganya bisa lebih tinggi daripada ketika masih baru.

Unit NOS merek Jepang juga masih bisa lebih tinggi daripada harga barunya, asal menjadi incaran kolekter.

“Kalau motor, ada unit NOS untuk model – model lama pasti harganya tinggi (dari harga barunya dulu). Untuk merek Jepang kalau ada NOS-nya harganya juga bisa lebih tinggi untuk yang jadi incaran kolektor. Kayak Jimny sekarang, terus Estillo misalnya kalau ada NOS-nya.. Bahkan NOS yang Carry juga, kalau memang ada. Enggak ada pasarannya deh tuh,” tandas Andi.

Pilihan Kia Rio Bekas 2014 di Mobil123.com

Minat yang kurang terhadap mobil Korea bekas, dalam hal ini Kia Rio, tergambar pula di Mobil123.com. Bayangkan saja, dari 48.500-an iklan roda empat seken ketika artikel ini dinaikkan, hanya 30 iklan di antaranya yang menawarkan Kia Rio bekas dari berbagai tahun produksi.

Unit termuda berasal dari tahun produksi 2012. Adapun unit tertua merupakan rakitan 2017.

Untuk Kia Rio bekas 2014 sendiri jumlahnya hanya terdiri dari empat iklan saja. Satu unit ada di Tangerang, satu di Aceh, dan dua sisanya terdapat di Yogyakarta.

Harga tertinggi Kia Rio bekas 2014 ketika artikel ini naik tayang adalah Rp117 juta, sedangkan yang terendah Rp85 juta.

Berikut ini adalah unit – unit dari hatchback bermesin bensin 1.4-liter bensin tersebut:

  1. Kia Rio Bekas 2014 Rp85 Juta

Iklan unit ini terpampang sejak 11 Juni 2021. Dealer berlokasi di Aceh dan harga yang tertera masih bisa dinegosiasikan.

Akan tetapi, tidak dijelaskan mengenai perbedaan antara banderol cash maupun kreditnya. Demikian pula mengenai TDP (Total Down Payment/Total Uang Muka) beserta opsi tenor plus cicilan per bulannya.

Informasi status pajak pun tidak dijabarkan. Dengan demikian, peminat di provinsi berjuluk ‘Serambi Mekah’ ini mesti bertanya langsung tentang banyak hal pada penjual.

“Pelek sport, USB, DVD Player, Alarm, Power steering, Hand Brake – Fold Down,” tulis dealer dalam kolom keterangan keterangan.

  1. Kia Rio Bekas 2014 Rp100 Juta

Iklannya hadir di Mobil123.com sejak 25 Mei 2021. Harga untuk pembelian secara kredit yang dipasang dealer penjual di Tangerang, Banten adalah Rp100 juta, sementara harga untuk pembelian secara cash Rp109 juta.

Pajak kendaraan masih berlaku sampai 28 Maret 2022. Cicilan per bulan mulai Rp2 juta, akan tetapi tidak diinformasikan mengenai TDP-nya.

“Benefit pembelian di kami: garansi mesin dan transmisi 90 hari. Bebas Kecelakaan Banjir. Dokumen Lengkap. 150 poin pengecekan,” tulis dealer.

  1. Kia Rio Bekas 2014 Rp115 Juta

Unit diiklankan sejak 12 Juni 2021. Harga kredit Rp115 juta, sedangkan harga cashnya Rp10 juta lebih mahal dari itu.

Unit dijual dealer yang berlokasi di Yogyakarta. TDP-nya Rp10 juta saja, dengan cicilan per bulan Rp3,5 jutaan selama empat tahun. “Pajak panjang, Februari 2022,” kata dealer.

  1. Kia Rio Bekas 2014 Rp118 Juta

Iklan unit ini hadir sejak 11 Mei 2021. Harga kredit Rp118 juta, sementara harga cash Rp128 juta.

Penjualnya lagi – lagi dealer di Yogyakarta. DP-nya minim yakni Rp13 jutaan dengan angsuran bulanan Rp3,5 jutaan selama empat tahun.

Unit diklaim siap pakai. “KM wajar, 71 ribu km, asli,” aku dealer. [Xan]

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

OTOMOTIF

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Empat tahun eksis, Wuling sudah mampu menjadi satu-satunya pemain non-Jepang di daftar 10 besar merek mobil terlaris di pasar otomotif Indonesia.

Data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa hingga kini, dominasi merek-merek Jepang di pasar mobil nasional luar biasa trengginas. Sejak 2017 hingga semester satu 2021 saja, 10 besar merek mobil terlaris selalu menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar dan hampir semuanya berasal dari ‘Negeri Matahari Terbit’.

Padahal, merek mobil global yang menjadi anggota dari asosiasi resmi yang diakui pemerintah tersebut berjumlah lebih dari 30 dan asal mereka dari beragam negara. Jadi, merek-merek lain di luar daftar 10 besar memperebutkan pangsa pasar kecil yang tersisa.

Fakta menarik lain yang ditunjukkan data, lima besar merek teratas mencengkeram kuat jagat otomotif nasional dengan pangsa pasar yang selalu di atas 80 persen.

Munculnya Wuling Sebagai “Penyusup”

Pada 2017, seluruh merek di posisi 10 besar masih berasal dari Jepang. Baru pada 2018, ada satu pemain non-Jepang Wuling masuk ‘menyusup’.

Berdasarkan catatan pemberitaan Mobil123, Wuling pertama kali mulai aktif berjualan di pasar otomotif Tanah Air empat tahun lalu, tepatnya pada Juli 2017.

Sebelum itu, mereka membangun dulu pabrik perakitan di Cikarang, Bekasi sejak 2015. Investasi sebesar 700 juta dolar AS—ketika itu setara sekitar Rp9 triliun—mereka gelontorkan untuk pabrik berkapasitas produksi 120 ribu unit per tahun.

pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi

Dibangun pula tempat bagi para pemasok komponen di dalam area pabrik.

Pada akhir 2017, Wuling belum berhasil masuk daftar 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia dari sisi penjualan retail. Baru mendistribusikan unit ke konsumen sejak Agustus, pada tahun itu secara total mereka membukukan penjualan 3.268 unit dengan pangsa pasar 0,3 persen.

Baru pada 2018 hingga semester satu 2021, Wuling mampu bercokol di antara sembilan pemain Jepang. Penjualan mereka secara berturut-turut adalah 15.162 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,3 persen), 21.112 (posisi 9, pangsa pasar 2 persen), 9.523 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,6 persen), 10.187 unit (posisi 8, pangsa pasar 2,6 persen).

Empat tahun bergumul di Indonesia, Wuling sudah meluncurkan empat model. Ada Confero (low MPV), Cortez (medium MPV), Formo (Commercial MPV), plus Almaz (medium SUV).

mobil Wuling di Indonesia, ada Almaz dan Confero

Pemosisian harga dari masing-masing model kerap kali menyenggol tak hanya para pesaing satu segmen, tapi model lain di segmen-segmen di bawahnya. Namun, fitur yang diberikan terbilang royal.

Setelah Wuling, apakah ada lagi merek non-Jepang lain yang berpotensi menembus 10 besar di masa depan? Kalau ada, siapa menurut Mobilovers? [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Jadwal Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 mundur untuk yang kedua kalinya karena perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Gaikindo, asosiasi pabrikan otomotif Tanah Air sekaligus pencetus GIIAS, melalui keterangan resmi yang diterima Mobil123, Kamis (22/7/2021), mengumumkan penundaan pelaksanaan pameran tahun ini menjadi 11-21 November. Periode PPKM Level 4, kebijakan pembatasan mobilitas di tengah gelombang kedua Covid-19, yang diteruskan hingga 25 Juli mendatang menjadi alasannya.

PPKM Level 4 adalah nama baru pemerintah untuk PPKM Darurat yang sebelumnya hanya diberlakukan pada 3-20 Juli.

GIIAS 2021 sendiri awalnya ingin diinisiasi pada 12-22 Agustus, sebelum akhirnya diganti ke 9-19 September. Kini, pameran otomotif yang pada tahun lalu absen akibat pandemi Covid-19 itu lagi-lagi harus mengganti tanggal.

pameran otomotif GIIAS di ICE BSD

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kesehatan dan keselamatan nasional bakal terus menjadi pertimbangan utama industri otomotif. Mereka mendukung perpanjangan penerapan PPKM Level 4.

“Saat ini mari bersama kita satukan tujuan agar dapat membantu Pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dengan demikian, GAIKINDO berharap terkondisinya kesehatan masyarakat akan membuka jalan untuk perkembangan industri otomotif Indonesia dan tentunya kesempatan untuk melaksanakan GIIAS pada tahun 2021 ini,” ujar dia.

GIIAS 2021 Diharapkan Terselenggara

Dengan penundaan pelaksanaan ke penghujung 2021, Gaikindo berharap GIIAS tahun ini akhirnya benar-benar bisa terwujud. Penyesuaian jadwal ke November disebut telah mendapat dukungan dari merek-merek yang menjadi anggota dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian.

Ketua III dan Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo Rizwan Alamsjah menegaskan merek-merek kendaraan yang nantinya berpartisipasi dalam GIIAS 2021 tetap bertekad menampilkan yang terbaik.

“Kami yakin kehadiran GIIAS pada November nanti tidak akan mengurangi intisari perkembangan teknologi dari industri otomotif yang ditampilkan peserta untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya.

pameran otomotif GIIAS

Lokasi pameran kelak masih di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang. Protokol kesehatan ketat, tambah Rizwan, dilakukan sejak masa persiapan, pelaksanaan, sampai pembongkaran.

Demi menyesuaikan diri, GIIAS 2021 untuk pertama kalinya juga bakal hadir secara daring (online) via aplikasi smartphone GIIAS Auto360. Aplikasi ini bisa diunduh di smartphone berbasis Android maupun iOS. [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia ternyata tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap membeli mobil mewah.

Hal ini terlihat dari angka penjualan mobil BMW dan Mini di Tanah Air yang pada semester 1 2021 berhasil menunjukkan pertumbuhan. Hal ini diungkapkan oleh Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia

“Setelah menutup tahun 2020 dengan hasil baik, Kami kembali melihat hasil yang sangat baik di enam-bulan pertama tahun 2021. Dua brand BMW Group yang beroperasi di Indonesia, menghasilkan pertumbuhan penjualan yang sangat memuaskan di semester pertama ini,” terangnya.

BMW

Ia menyebutkan bahwa pada semester pertama 2021, penjualan BMW berhasil meningkat sebesar 42,8% dan Mini mencapai 52,1% bila dibandingkan dengan semester pertama 2020. Hasil tersebut tidak lepas dari banyaknya peminat BMW dan Mini yang dirakit secara lokal di Indonesia.

Adapun kenaikan penjualan BMW terjadi pada bulan April dan Mei 2021. Hal ini karena mereka meluncurkan beberapa model seperti BMW X1, BMW X3, BMW X5, BMW X7, BMW Seri 5, dan BMW Seri 4. Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 juga disebut menjadi salah satu ajang yang membuat penjualan BMW meningkat.

Mini

Sementara itu untuk Mini, penjualan lebih banyak ditopang oleh MINI Countryman yang telah dirakit di dalam negeri, diikuti dengan Mini 3 Door dan Mini Clubman. Dengan mengandalkan ketiga model tersebut saja sudah cukup untuk membuat penjualan Mini melonjak.

Tak hanya dari model, BMW dan Mini Indonesia juga melakukan beberapa inovasi dalam pelayanan guna menyesuaikan diri dengan perkembangan pandemi terkini. Dengan inovasi yang dilakukan maka diharapkan bisa membuat kepuasan pelanggan meningkat.

Layanan tersebut adalah layanan pick-up dan delivery services untuk situasi kritis dan darurat, Online Aftersales Update untuk penjelasan tentang mobil pelanggan menggunakan video yang mudah dipahami, dan layanan sanitasi bebas biaya untuk setiap pengiriman unit baru. BMW juga menyediakan layanan doorstep test drive sehingga pelanggan bisa melakukan test drive di rumah. [Adi/Had]

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close