Connect with us

EKSBIS

Keunggulan Adan, Beras Organik dari Tapal Batas Kalimantan yang Populer di Negeri Tetangga

Avatar

Published

on

Keunggulan Adan, Beras Organik dari Tapal Batas Kalimantan yang Populer di Negeri Tetangga

[ad_1]

Membahas produk pertanian di negeri agraris seperti Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Salah satunya adalah beras adan, komoditas unggulan yang lahir dari perpaduan kekayaan sumber daya alam serta kearifan lokal. Uniknya, produk yang sehat dan ramah lingkungan ini lebih dahulu populer di mancanegara daripada di negeri sendiri.

Beras adan berasal dari dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Wilayah dengan ketinggian 900–2000 mdpl yang tersebar di lima kecamatan tersebut telah dikenal sebagai penghasil beras yang bermutu tinggi. Nasi yang dihasilkan dari beras adan terkenal dengan aroma yang harum, tekstur yang pulen, dan rasa yang lebih manis daripada nasi umumnya.

Terdapat tiga kategori warna dari beras adan, yaitu beras merah, hitam, dan putih atau disebut warga setempat dengan adalah, memukul, dan buda. Masing-masing warna memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda, begitu juga dengan zat kandunganya.

Produksi Jutaan Ton, Inilah 10 Provinsi Penghasil Beras Terbesar di Indonesia

Soal nutrisi, beras Adan juga memiliki nilai tambah. Sesuai dengan keterangan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dilansir dari Berita Satu, beras hitam memiliki kandungan mineral yang jauh lebih tinggi berupa fosfor, kalsium, dan zat besi dibandingkan beras hitam lainnya.

Beras adan juga memiliki kadar protein 9,3 persen yang lebih tinggi dari rata-rata 6 persen protein pada beras. Sementara kandungan vitamin B2 tinggi ada pada beras adan merah.

Tidak lepas dari bantuan kerbau

info gambar

Produksi beras adan tidak dapat dipisahkan dari kerbau. (flickr.com/Martin)


Keunggulan beras adan juga terletak pada seluruh proses produksinya yang terbebas dari penggunaan bahan kimia, baik dalam bentuk pupuk maupun pestisida. Sebagai gantinya, produksi yang dilakukan hanya sekali dalam setahun tersebut tidak terlepas dari bantuan kerbau.

Jalan Panjang Jenama Indonesia hingga Dikenal Dunia

Sebelum sawah ditanami, kerbau dibiarkan beraktivitas di sawah untuk mencari rumput, berkubang, dan menginjak-nginjak tanah. Kotoran yang dihasilkan oleh kerbau kemudian menjadi pupuk alami bagi tanah, sampai-sampai disebut sebagai ‘makanan padi adan.’ Saat panen, tenaga kerbau kembali digunakan untuk mengangkut hasil panen.

Petani adan juga tidak perlu menyiangi rumput untuk merawat padi seperti di tempat lain. Yang diperlukan adalah mengatur irigasi agar sawah terus tergenang sampai panen tiba. Di sini, peran vital dari kelestarian lingkungan terutama hutan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air bagi pertanian.

Kelebihan nasi adan ada

Krayan sendiri termasuk dari wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang yang merupakan kawasan konservasi terluas di Pulau Kalimantan. Kearifan dalam proses tersebut tidak terlepas dari budaya agraris masyarakat Dayak Lundayeh di Krayan yang begitu menghargai sumber daya tanah dan padi.

Bahkan, terdapat upacara pade dari, yaitu pemberkatan gereja pada benih padi sebelum proses menanam. Sejak dahulu, masyarakat setempat juga telah menggunakan beras dalam sistem barter untuk ditukar dengan komoditas dari daerah lain.

Berbagai keunggulan tersebut membuat beras adan populer di negeri tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Konon, Sultan Brunei pun memfavoritkan beras adan.

Para pembeli dari kedua negara tersebut bahkan langsung mendatangi petani di Krayan untuk mendapatkan harga beras sekitar Rp250.000 per 15 kilogram. Sampai-sampai banyak yang memasarkan beras adan sebagai produk asli Sarawak, Malaysia.

Padahal, percobaan menanam padi adan pernah dilakukan di luar wilayah dan hasilnya gagal. Begitu juga saat varietas padi lain ditanam di Krayan. Rupanya, kecocokan kandungan tanah di Krayan dengan padi menjadi faktor penentu.

Mengenal Susu Beras yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Karenanya, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM Indonesia telah memberikan sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada beras adan sejak tahun 2012. Artinya, kualitas produk dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari daerah asalnya.

Pandemi COVID-19 memiliki sisi positif untuk mendorong kehadiran beras adan di pasar dalam negeri yang selama ini belum menjadi prioritas. Saat perbatasan Malaysia-Indonesia di Krayan ditutup karena kuncitara, penjualan beras yang awalnya menargetkan Sarawak beralih ke kota-kota di Kalimantan Utara, seperti Tarakan dan Malinau.

Beras pun dinilai dengan harga yang lebih tinggi di dalam negeri. Kini, beras Adan semakin mudah dijangkau oleh konsumen Indonesia lewat penjualan di berbagai perdagangan elektronik.*

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

.

[ad_2]

Link Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

EKSBIS

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

Tia Mutiara

Published

on

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

BuzzFeed – Merayakan pembukaan gerai ke-400 setelah lebih dari satu dekade menemani masyarakat Indonesia, CHATIME Indonesia menghadirkan konsep gerai terbaru CHATIME Kios yang mulai hadir di berbagai SPBU di Jabodetabek sejak 6 Oktober 2021. Konsep gerai terbaru ini terinspirasi konsep warung atau kios yang hadir dengan ukuran minimalis, di berbagai area publik dan lokasi strategis, dan berkonsep grab & go atau hanya melayani pesanan take away. Selain itu, sejalan dengan komitmen CHATIME untuk mengembangkan konsep bisnis yang berkelanjutan (sustainable), CHATIME Kios dibangun dengan teknik pembangunan prefabricated building yang lebih ramah lingkungan.

Dari konstruksinya yang menggunakan metode prefabricated building membuat CHATIME Kios berbeda dengan gerai CHATIME lainnya. Metode ini dikenal lebih hemat biaya dan efisien dalam penggunaan material hingga proses pembangunannya. Material yang digunakan pada prefabricated building bersifat reusable atau dapat dengan mudah dibongkar pasang dan difungsikan menjadi bangunan lain pada lokasi berbeda sehingga menghemat biaya pembangunan. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan metode konstruksi konvensional, karena seluruh komponen bangunan dirakit secara bersamaan terlebih dahulu di suatu tempat untuk menjaga keseragaman kualitas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan saat membangun. Kemudian setelah selesai, akan dipindahkan ke lokasi yang sebenarnya.

“CHATIME Kios adalah konsep terbaru dari gerai CHATIME yang didesain lebih modern dengan konsep rumah masa depan melalui metode prefabricated building. Perencanaan pembangunannya pun dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, sehingga kita bisa meminimalisir limbah bangunan yang mungkin bisa berdampak bagi lingkungan. Bisa dikatakan bahwa pembangunan CHATIME Kios leaving no trail dan mendukung sustainable environment. Untuk saat ini, CHATIME Kios bisa ditemukan di area SPBU Jabodetabek dan semoga ke depannya juga bisa hadir di area luar Jawa dan public space lainnya”, kata Devin Widya Krisnadi selaku Business Director CHATIME Indonesia.

Saat ini CHATIME Kios dapat ditemukan di beberapa area di Jabodetabek, seperti SPBU Kembang Kerep, SPBU Ciledug, ACE Silk Town, SPBU Kampung Rambutan, dan akan segera tersedia lokasi strategis dan area publik lainnya. Selain melayani pesanan take away, CHATIME Kios juga melayani pembelian secara online melalui aplikasi CHATIME Indonesia dan layanan pesan antar online pilihan, lengkap dengan berbagai varian menu CHATIME termasuk promo-promo yang sedang berlangsung.

Continue Reading

EKSBIS

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa

Rina Latuperissa

Published

on

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa
Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.

BuzzFeed – Dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi, PT. Mitra Bumdes Nusantara (MBN) menggelar kegiatan Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES, dengan tema Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa.  Kegiatan simposium diselenggarakan di Hotel Preanger Bandung, Jum’at, 26 November 2021.

MBN membawa semangat sinergi dan kolaborasi dalam bentuk bisnis yang riil, mendukung pembangunan ekosistem bisnis yang kuat di desa, serta upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi dimulai dari desa.

Semangat ini dituangkan dalam Nota Deklarasi Dukungan Bersama yang ditandatangani bersama berbagai pihak pembangun ekosistem bisnis yaitu Wiyoto, Direktur Utama PT. Mitra Bumdes Nusantara, Burmansyah, PT Pupuk Indonesia, Beny Riswandi, SEVP Bisnis BJB, Kurnia Fajar, Direktur Utama Agro Jabar, Herry Hermawan, Perumda Pasar Kota Bandung, Perwakilan Bumdes, serta Dicky Saromi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan Nota Deklarasi Dukungan Bersama ini langsung disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Simposium diawali dengan paparan materi yaitu : Peta dan Arah Pengembangan BUMDes di Jawa Barat, Peran Mitra Bumdes Nusantara dalam menggerakkan Perekonomian Desa, Model sinergi dan kolaborasi Program Makmur Agro Solusi, serta Peran BJB dalam menggairahkan kembali perekonomian desa pasca pandemi, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi, Gagasan Aspirasi, dan Bussiness Matching BUMDES.  Simoposium dimoderatori oleh R. Nurtafiyyana Kabid PUEM DPM-Desa Jabar.

“Kegiatan ini memadukan antara Program Makmur Agrosol Kementerian BUMN dengan Project Leader yaitu PIHC, Program Petani Milenial Jawa Barat, dan Program Bumdes, sehingga diharapkan menjadi ekosistem bisnis yang lebih kuat dan lebih besar dan saling mendukung, semata-mata untuk menggerakan perekonomian dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat desa”, kata Wiyoto. “Peran PT. MBN adalah menjadi  Offtaker, Agregator, dan Pembina Bumdes”.

Berdasar sumber dari websitenya https://mitrabumdes.co.id/ PT. MBN adalah perusahaan yang dibentuk pada tahun 2017 . Pemegang saham dari PT MBN terdiri dari 7 BUMN strategis, dengan Perum Bulog sebagai pemilik saham mayoritas, diikuti Danareksa, PTPN III, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PT. PIHC) , PT. RNI , PT. PPI dan PT. Pertamina Ritel.

Simposium Kolaborasi Dan Sinergi Bumn 2

Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.

MBN memiliki visi yaitu menjadi penggerak perekonomian pedesaan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa yang berkeadilan, dengan mengemban 3 misi yaitu  Menjalankan peran sebagai agregator, Melakukan usaha secara profesional dan bersinergi dengan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk berkualitas, serta Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat desa.

Saat ini PT MBN mempunyai 29 entitas Anak Perusahaan diseluruh Indonesia dan 10 anak perusahaan diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat.

 

Continue Reading

EKSBIS

Setiap Pemilik NIK Dikabarkan Wajib Bayar Pajak, Ini Kata Menteri Keuangan!

Avatar

Published

on

Setiap Pemilik NIK Dikabarkan Wajib Bayar Pajak, Ini Kata Menteri Keuangan!

BuzzFeed – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak serta merta menjadikan semua pemilik NIK harus membayar pajak.

“Banyak yang bilang kalau kamu punya NIK, berarti anak-anak umur 17 tahun yang sudah mulai punya KTP berarti kamu harus bayar pajak. Itu judul berita yang dibuat seolah-olah semua yang punya NIK harus bayar pajak. Itu salah, sangat salah. Jadi itu hoax,” ujarnya dalam Kick Off Sosialisasi UU HPP, Jumat (19/11/2021) melalui keterangan resminya.

Menkeu mengungkapkan integrasi NPWP menjadi NIK merupakan bentuk transformasi dan reformasi administrasi perpajakan, guna mempermudah Setiap wajib pajak dalam melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan.

Penarikan pajak hanya dilakukan untuk wajib pajak penghasilan tertentu. Pemilik NIK yang wajib membayar pajak adalah yang berpenghasilan di atas Rp. 54 juta per tahun atau setara Rp. 4,5 juta per bulan.

Sedangkan, yang berpenghasilan di bawah Rp. 4,5 juta per bulan atau tidak memiliki penghasilan tidak dikenakan pajak. Dan untuk pengusaha dengan omzet dibawah Rp. 500 juta juga tidak dikenakan pajak.

“Betul NIK menjadi NPWP untuk konsistensi dan administrasi perpajakan yang lebih simpel, namun tidak berarti bahwa semua yang punya NIK harus bayar pajak. Kita masih memberikan pemihakan, keadilan,” pungkasnya.

 

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2021 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close