Connect with us

Hi, what are you looking for?

FEED

Kesadaran Digital Bagi Generasi Melek Teknologi


BuzzFeed – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) adakan seminar online dengan tema: “Pentingnya Kesadaran Digital Bagi Pengembangan Karakter Generasi Melek Teknologi”.

Seminar ini menghadirkan Bachrudin Nasori, anggota Komisi I DPR RI. Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kemkominfo serta Sisca Zulistia Ardie yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal dan Profesional Coach serta Fahdilah Amalia, psikolog yang merupakan salah seorang Psikolog Klinis, pada Rabu, (20 /07/2023)?++_ melalui zoom meeting.

Kemkominfo berharap pemanfaatan internet bisa dijadikan sebagai sarana edukasi dan bisnis, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Bachrudin dalam paparanya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi yang semakin pesat mendorong peningkatan kompetensi literasi manusia, literasi data, dan juga literasi teknologi pada generasi milenial.

“Di era kemajuan dunia digital seperti sekarang ini menurutnya, generasi milenial dituntut untuk memiliki kesadaran digital agar mampu mengembangkan karakter yang unggul dalam memanfaatkan dan menghadapi segala perubahan di dunia digital,” katanya.

Lebih lanjut menurut Bachrudin pesatnya perkembangan teknologi telah menciptakan berbagai peluang kemudahan membangun dan memperlus jejaring sosial tanpa adanya batasan ruang dan waktu.

“Namun, walaupun demikian perkembangan teknologi juga membentangkan berbagai tantangan yang harus dihadapi generasi milenial karena di era kemajuan digital ini terjadi disrupsi/gangguan budaya sehingga para generasi milenial harus digiring untuk meningkatkan kualitas sikap dan juga karakter,” imbuhnya.

Semuel Abrijani dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi,” katanya.

Untuk mengahadapi perubahan sebagaimana era disrupsi saat ini menurut Semuel kita harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia.

Semuel juga menyampaikan dengan diadakannya kegiatan Literasi Digital ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat yang akhirnya mampu menjadi faktor yang menduking transformasi digital Indonesia.

Sementara itu,Sisca Zulistia Ardie menyoroti perkembangan era digital.

“Saat ini menurutnya berada pada era digital yang semakin berkembang. Hampir seluruh aspek kehidupan sudah dirasuki oleh sistem digital. Baik kesehatan, perekonomian hingga pendidikan sudah menjalankan prosesnya dengan bantuan digital. Hal tersebut menyebabkan pergesaran pola pikir, pola sikap dan tindakan masyarakat,” ungkapnya.

Hal tersebut tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat dalam hal efektif dan efisiensi segala macam kegiatan yang mereka lakukan dalam kehidupan. Namun demikian, banyak pula kemungkinan dampak buruk yang ditimbulkan. Oleh karenanya, sangat diperlukan kemampuan literasi digital untuk bisa memilah baik buruk hal yang kita dapatkan dari dunia digital.

Fadhilah Amalia, yang merupakan salah satu Psikolog Klinis memberikan penjelasan tentang pengaruh dunia digital terhadap karakter seseorang dari sudut pandang psikolog.

Fadhilah Amalia menjelaskan bahwa banyak sekali pengaruh digital yang tidak bisa dihindari. Hal tersebut disadari atau tidak telah mampu mempengaruhi karakter seseorang.

“Kendati demikian menurut paikolog klinis ini perubahan yang ada tidak terjadi secara langsung, namun perlahan dapat kita rasakan,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fadhilah menyarankan diperlukan upaya untuk meningkatkan kepekaan diri atau konsep diri, mengenali batasan kapasitas diri, dan memiliki strategi pengelolaan emosi dan motivasi yang baik agar kita bisa membentengi diri kita dari pengaruh buruk yang mungkin kira dapatkan dari dunia digital.

Click to comment

Lainnya Dari BuzzFeed

LIFESTYLE

BuzzFeed – Komik saat ini dibaca bukan hanya menghibur anak anak saja, melainkan saat ini pun orang dewasa juga menikmatinya. Namun, saat ini belum...

LIFESTYLE

[ad_1] Animersindo | animersindo.net Animers Indo adalah satu dari sekian banyak situs anime sub indo secara langsung, sekaligus tempat untuk download anime dengan subtittle...

SHOWBIZ

1. Green Chair (2005) Film vulgar ini mengisahkan tentang sepulangnya seorang wanita Korea Selatan bernama Kim Munhee dari Negeri Paman Sam. Secara hukum, wanita...

HEADLINE

[ad_1] Ampiang Dadiah © PadangKita Penulis: Thalitha Avifah Yuristiana #WritingChallengeGNFI#CeritaDaerahdariKawan#MakinTahuIndonesia Ketika ditanya makanan apa yang terlintas di kepala Kawan ketika mendengar kata ‘Padang’? Mungkin...

HEADLINE

[ad_1] 25 Oktober 2020 by Reza Pratama www.wmagazine.com Sifat apa sajakah itu? Dalam bahasa Arab jin berasal dari kata yang berarti istitar (tersembunyi). Sosok...

LIFESTYLE

[ad_1] Deretan daftar film LGBT akan selalu menuai kontroversi. Tema yang diangkat dari kejadian nyata ini memang sensitif di beberapa kalangan masyarakat dunia. Meski...

FEED

Kunjungan mendadak Menteri Pertahanan Lloyd Austin ke Kabul selama akhir pekan di mana dia diklaim Amerika Serikat mencari “akhir yang bertanggung jawab” untuk perang...

VIRAL

BuzzFeed -Tentu sebagai manusia ingin mendambakan kehidupan bersama pasangan yang harmonis. Namun, karena dengan keterbatasan ekonomi menjadikan dirinya melepaskan dirinya untuk berprofesi menjadi artis...

Advertisement