Connect with us

EDUKASI

Kepala Sekolah: Bangga, SMAN 1 Bojongmangu Jadi Lokasi Shooting Film “Aku Penggerak Mimpi”

Tia Mutiara

Published

on

Kepala Sekolah: Bangga, SMAN 1 Bojongmangu Jadi Lokasi Shooting Film “Aku Penggerak Mimpi”

BuzzFeed – SMA Negeri 1 Bojongmangu dijadikan lokasi shooting film pendek berjudul Aku Penggerak Mimpi yang diproduksi oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bojongmangu, Gusmiceharni mengatakan, pembuatan film Aku Penggerak Mimpi, didukung oleh para pemain film nasional, yang juga melibatkan para siswa di sekolahnya yang ikut menjadi pemeran dalam film tersebut.

“Alhamdulillah, beberapa siswa kami yang direkrut sebagai aktor atau aktris, ini juga sebagai kebanggaan dari kami, sehingga anak-anak didik kami yang punya potensi di bidang teater, bisa menyalurkan minat mereka,” kata Gusmiceharni, Jumat (19/11/21).

Dirinya mengaku, pembuatan film pendek ini merupakan suatu kebanggaan, dengan harapan, sekolahnya bisa lebih dikenal, baik di Kabupaten Bekasi, di Jawa Barat maupun di tingkat nasional.

Gusmiceharni mengungkapkan, dengan dijadikannya SMAN 1 Bojongmangu sebagai tempat pembuatan film itu, kedepannya pihak Direktorat SMA diharapkan dapat memberikan perhatian untuk kemajuan sekolahnya.

“Ya, karena lokasi sekolah kami berada di pelosok Jawa Barat, mudah-mudahan, Direktorat SMA sedikit bisa memberikan perhatian untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah, baik itu sarana gedung maupun sarana perawatan media belajar,” ucapnya.

Film pendek (short movie) Aku Penggerak Mimpi diproduksi dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar. Episode kedua film itu akan ditayangkan dan dipublikasikan pada akun official YouTube Direktorat SMA.

Adapun episode perdananya telah diproduksi pada Bulan Oktober tahun 2020 lalu, dengan mengambil lokasi shooting di SMAN 1 Bojongmangu dan beberapa tempat di wilayah Kecamatan Bojongmangu.

Advertisement
Click to comment

EDUKASI

Sumbangsih Pemikiran Ditengah Pandemi Covid 19, AIPI Gelar Diskusi

Aji Cahyono

Published

on

Sumbangsih Pemikiran Ditengah Pandemi Covid 19, AIPI Gelar Diskusi
AIPI Gelar Diskusi dengan Tajuk Ragam Perspektif Dampak Covid-19: Sumbangan Ilmuwan AIPI untuk Bangsa Indonesia yang rencana akan digelar pada Selasa, 30 November 2021 pukul 13.00 s/d 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

BuzzFeed – Asoisiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Yayasan Pustaka Obor  menggelar diskusi secara dari bertemakan “Cerdas dan Berkembang ditengah Covid-19”, dengan judul “Ragam Perspektif Dampak Covid-19: Sumbangan Ilmuwan AIPI untuk Bangsa Indonesia yang rencana akan digelar pada Selasa, 30 November 2021 pukul 13.00 s/d 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Adapun narasumbernya yakni Hendra Gunawan, Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) secak 2016 sekaligus anggota Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar AIPI menyampaikan bahasan dengan tajuk “Kesiapan Menghadapi Pandemi yang akan datang”,

Kemudian, Adi Utarini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, menyampaikan bahasan bertema “Membangun Masyarakat Bijak dan Sehat Bersama”.

Dilain itu, ada A. Nadjib Burhani, dari Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyampaikan bahasan bertema “New Normal Sebagai Momentum”.

Acara dipandu oleh moderator yakni Tamrin Amal Tomogola (Anggota Komisi Kebudayaan AIPI, sebagai sosiolog senior) serta Dua orang editor buku tersebut yakni (M. Amim Abdullah, Ketua Komisi Kebudayaan AIPI) sebagai pengantar diskusi dan Mayling Oey-Gardener (Ketua Komisi Ilmu Sosial AIPI) sebagai menyimpulkan dan menutup acara.

Agenda webinar tersebut dibukan secara umum oleh cendekiawan, ilmuwan, akademisi, mahasiswa, berbagai kalangan masyarakat umum. Bagi yang ingin mengikuti, langsung mendaftar pada link berikut: https://bit.ly/diskusibukuRPDC3 serta dapat konfirmasi langsung melalui nomor 081290398350 (Syahban).Ai

Continue Reading

EDUKASI

Peringati Hari Pahlawan, HPI Ajak Anak Muda Jadi Inspirator Generasi Bangsa

Avatar

Published

on

Peringati Hari Pahlawan, HPI Ajak Anak Muda Jadi Inspirator Generasi Bangsa
Tak dapat dipungkiri, majunya sebuah bangsa erat kaitannya dengan campur tangan pemuda. Dinamis dalam bergerak, liar dalam berpikir, kuat dalam berkeinginan. FILE/ITS

BuzzFeed – Hari ini tepat pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, namun sudahkah kita semua memahami makna “Pahlawan” secara etimologi dan terminologi? Ataukah kita hanya memaknai kata pahlawan sebagai orang-orang yang berperang melawan penjajah dulu.

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, dengan mengusung tema “Pahlawanku Inspirasiku”, Yayasan Harapan Pemuda Indonesia (HPI) mengajak kepada seluruh para pemuda-pemudi Indonesia agar bisa menjadi Inspirator bagi generasi selanjutnya, dengan terus melahirkan sebuah gagasan diiringi dengan kontribusi karya nyata.

“Pemuda itu bukan hanya melahirkan gagasan atau memikirkan persoalan, melainkan mengupayakan perubahan, bukan soal urunan angan-angan tapi kontribusi karya nyata.” kata Founder Yayasan HPI Laila Nihayati di Jakarta, melalui keterangan yang diterima BuzzFeed, Kamis (11/11/2021).

Menurut Laila, eksistensi seorang pemuda-pemudi jika tidak diiringi dengan kontribusi, kolaborasi serta karya yang nyata itu hal yang sia-sia.

“Untuk apa eksistensi kalau tidak ada kontribusi? Kolaborasi dan karya nyata adalah fakta anak bangsa kedepan!.” tambah perempuan yang akrab disapa ka Laila ini.

Lebih lanjut ia mengatakan makna pahlawan itu berlaku kepada masing-masing pribadi sebagai sarana membawa diri menuju kemerdekaan sejati. “Tanpa kita sadari bahwa di setiap pribadi kita masing-masing memiliki karakter pahlawan, yaitu karakter untuk membawa diri menuju sebuah kemerdekaan sejati,” sambungnya.

Menurut Laila, Kemerdekaan itu bukan hanya sekedar bebas dari penjajahan kemudian mendeklarasikan diri “merdeka”, tapi kemerdekaan adalah kebebasan untuk mau dan berani menentukan sendiri kehidupannya. “Menentukan sendiri kehidupan itu bermula dari keberanian untuk menggunakan pikiran dengan benar,” pungkasnya.

Harapan Pemuda Indonesia adalah lembaga independent yang fokus terhadap pemuda Indonesia, bertujuan menyiapkan dan memberdayakan potensi sumber daya pemuda Indonesia yang unggul, berkarakter dan religius berbasiskan pengetahuan serta awareness terhadap keberagaman, kebhinekaan, dan penuh toleransi untuk memimpin Indonesia di masa depan dalam segala sendi berkehidupan.

Setiap tahun HPI menggelar Festival Pemuda dimana pemuda dari 34 provinsi berkumpul bertukar ide dan gagasan. Tujuannya adalah menjadi jembatan untuk kembali mempererat perdamaian dan cinta akan budaya Indonesia. Mereka akan mempresentasikan project membangun daerahnya masing-masing, tidak hanya rencana tapi juga mengimplementasikannya secara nyata dan konkret. Tahun 2022 HPI berkomitmen untuk dapat melanjutkan program ini di Pulau Sumatera sebagai followup dari silaturahmi akbar sebelumnya.

Continue Reading

EDUKASI

COVID Mendorong Universitas Untuk Tidak lagi Menggunakan Tes Standar

Avatar

Published

on

COVID Mendorong Universitas Untuk Tidak lagi Menggunakan Tes Standar

[ad_1]

Salah satu korban pandemi adalah tes standar masuk perguruan tinggi seperti SAT (Scholastic Aptitude Test/Tes Kemampuan Skolastik), dan tampaknya itu tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Awal tahun ini Dewan Perguruan Tinggi Amerika yang mengelola tes masuk perguruan tinggi mengumumkan SAT akan ditunda hingga 2022 atau ditiadakan sama sekali.

Tes-tes itu, SAT dan ACT (American College Testing/Tes Masuk Perguruan Tinggi) telah menjadi ritus peralihan dan bagian penting dari proses penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi. Para pendidik menganggapnya sebagai cara yang jelas untuk menilai tingkat kesiapan akademik calon mahasiswa.

Seorang mahasiswa yang mengenakan masker, karena pengobatan kankernya telah membuatnya tertekan kekebalan dan rentan terhadap penyakit seperti virus corona, berjalan melalui Halaman di Universitas Harvard. (Foto: Reuters)

Seorang mahasiswa yang mengenakan masker, karena pengobatan kankernya telah membuatnya tertekan kekebalan dan rentan terhadap penyakit seperti virus corona, berjalan melalui Halaman di Universitas Harvard. (Foto: Reuters)

Hafeez Lakhani mengelola perusahaan yang membantu para siswa mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi.

“…kesulitan mendapatkan nilai A bisa sangat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Jadi, di sinilah bagian standar dari tes standar cukup penting. Dengan siswa yang sama dari SMA yang sangat berbeda, kita dapat melihat perbandingan kemampuan dalam pemecahan masalah mereka berdasarkan hasil skor pada SAT atau ACT,” katanya.

Namun selama bertahun-tahun, para pakar pendidikan, seperti Akil Bello dari National Center for Fair and Open Testing (Pusat Nasional untuk Pengujian yang Adil dan Terbuka), telah mengritik penyelenggaraan tes-tes itu dengan mengatakan bahwa tes-tes demikian tidak menilai kemampuan siswa secara adil, tetapi lebih menyukai siswa yang memiliki hasil tes yang baik dan lebih mampu secara finansial.

“Semakin kita menggunakan pengujian standar, semakin kita menguntungkan mereka yang memiliki uang untuk membayar persiapan ujian standar. Hal itu juga mengecualikan berbagai kelompok demografis yang hanya bergantung pada pendidikan yang mereka terima,” katanya.

Anais Chubukian menghabiskan dua tahun terakhirnya selagi masih menjadi siswa di sekolah menengah atas untuk mempersiapkan tes standar. Orang tuanya membayar tutor, dengan biaya $3000.

“Ini lebih seperti strategi tes. Jika Anda tahu cara menjawab pertanyaan dengan lebih mudah, itulah yang diajarkan oleh para tutor kepada saya. Mereka mengajarkan cara mengerjakannya,” ujarnya.

Menanggapi keputusan untuk menunda tes standar, seperti SAT, lebih dari 1500 perguruan tinggi dan universitas AS menjadikan tes itu tidak wajib. Kebijakan itu akan tetap berlaku hingga musim gugur 2022 di sebagian besar universitas AS termasuk universitas-universitas yang dalam Ivy League.

Ivy League yang awalnya digunakan dalam konteks olah raga itu kemudian merujuk pada delapan universitas yang tergabung dalam kelompok perguruan tinggi elit karena keunggulan akademik, seleksi dalam penerimaan mahasiswa, dan elitisme sosial. Kedelapan universitas itu adalah Brown University, Columbia University, Cornell University, Dartmouth College, Harvard University, University of Pennsylvania, Princeton University, dan Yale University.)

Adeoluwa Fatukasi, mantan siswa sekolah menengah atas di Washington, DC, termasuk di antara mereka yang memutuskan untuk tidak mengikuti tes standar. Dia diterima di University of Pennsylvania.

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Dakota Utara (NDSU) yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati gedung Teknik Selatan di kampus saat wabah COVID-19 berlanjut di Fargo, Dakota Utara, AS, 25 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Dakota Utara (NDSU) yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati gedung Teknik Selatan di kampus saat wabah COVID-19 berlanjut di Fargo, Dakota Utara, AS, 25 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

“Saya disarankan untuk mengambil tes secara opsional untuk perguruan tinggi saya yang lebih selektif,” katanya.

Berbagai kritik terhadap tes-tes standar mendorong universitas-universitas untuk memberlakukan kebijakan tutup mata terhadap tes-tes itu.

“Beberapa perguruan tinggi yang kebijakannya jauh lebih jelas – seperti sistem Universitas California dan St. Mary di Texas – telah mengumumkan bahwa mereka sama sekali tidak akan melihat nilai ujian! Jadi, jika Anda mengirimkan hasil tes itu, mereka tidak akan mempertimbangkannya. Dan saya pikir itu adalah kebijakan yang sangat jelas, yakni meminta siswa untuk fokus pada kemampuan akademik di sekolah dan minat pribadi,” papar Akil Bello.

Anais dan Adeoluwa masuk ke universitas yang mereka inginkan. Namun, walaupun masa depan mereka terlihat cerah, masa depan tes masuk perguruan tinggi, masih belum jelas. [lt/ka]

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

VIDEO FEED

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2021 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close