Connect with us

INDONESIA

Kementerian memastikan 121.026 narapidana diberikan pemotongan hukuman Idul Fitri

Kementerian memastikan 121.026 narapidana diberikan pemotongan hukuman Idul Fitri


Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 121.026 narapidana nasional telah menerima remisi sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri, dengan 550 di antaranya segera dibebaskan, kata Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Pemberian remisi khusus ini diharapkan dapat memotivasi para narapidana untuk menyadari (kesalahan mereka), yang tercermin dari perilaku dan optimisme mereka yang meningkat meskipun menjalani hukuman penjara,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Pemasyarakatan Kementerian Pemasyarakatan Reynhard Silitonga di Jakarta, Rabu.

Jumlah narapidana penerima remisi tertinggi pada tahun 2021 berasal dari Sumatera Utara yaitu 14.906 narapidana, disusul masing-masing 13.223 dan 11.776 dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pemotongan hukuman diberikan secara transparan melalui sistem basis data pemasyarakatan (SDP) dan bebas dari pungutan liar.

“Remisi tahun ini menghemat Rp62,3 miliar (US $ 4,39 juta) anggaran makan narapidana, dengan biaya makan setiap narapidana Rp17 ribu (US $ 1,20) per hari,” katanya.

Remisi adalah pengurangan masa hukuman penjara biasanya karena perilaku atau perilaku yang baik.

Remisi bervariasi dari 15 hari hingga dua bulan. Narapidana akan segera dibebaskan jika remisi mereka mengakhiri hukuman mereka.

Menurut SDP, hingga 5 Mei, jumlah narapidana di Indonesia telah mencapai 263.186 orang, di antaranya 210.647 orang narapidana dan 52.539 orang narapidana. Dari jumlah itu, 197.801 adalah Muslim.

Silitonga menyoroti upaya tak tergoyahkan pemerintah untuk meningkatkan layanan pemasyarakatan di tengah masalah kelebihan kapasitas dan pandemi COVID-19 serta menerapkan teknologi informasi untuk layanan yang lebih cepat dan akurat untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan, meningkatkan pemantauan, serta meningkatkan transparansi dan kepastian hukum.

“Jangan khawatir, karena hak narapidana akan terpenuhi asalkan persyaratannya terpenuhi,” tandasnya.
Berita Terkait: Para pemimpin dunia harus mengutuk kekerasan tentara Israel terhadap Palestina: MUI

Berita Terkait: Jangan memberhentikan penyidik ​​KPK yang gagal tes pengetahuan sipil: MP

Menutup

DIEDIT OLEH INE

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

Nasib 30 buruh bangunan Papua masih berimbang

Nasib 30 buruh bangunan Papua masih berimbang


Kami masih memantau (situasi), dan personel TNI-Polri berusaha mengevakuasi para korban.

Jayapura, Papua (ANTARA) – TNI belum bisa memastikan kondisi sekitar 30 pekerja bangunan di Kabupaten Yahukimo, Papua, setelah diserang kelompok bersenjata di Desa Bingki pada 24 Juni 2021.Kepala Komando Daerah Militer (Korem) 172/PWY Brigjen. Jenderal Izak Pangemanan mengatakan di sini, Jumat, tujuh pekerja berhasil melarikan diri dari serangan dan mencapai Swator di Kabupaten Asmat.

Berita Terkait: Pria bersenjata tak dikenal menembak mati 5 orang di Yahukimo Papua

Berita Terkait: Tiga penduduk desa ditemukan tewas setelah baku tembak di dekat Bandara Ilaga

“Kami masih pantau (situasi), dan personel TNI-Polri berupaya mengevakuasi para korban,” kata Pangemanan.

Dia belum bisa memastikan apakah kelompok bersenjata itu menyandera warga setempat.

“Anggota kami masih mengumpulkan data dan berupaya mengevakuasi para korban,” tegasnya.

Pria bersenjata tak dikenal menembak mati lima karyawan PT Papua Crenoma yang sedang membangun jembatan di atas Sungai Kali Wit di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua pada hari Kamis.

Kelompok bersenjata itu menyerang dan menembak truk pengangkut material bangunan milik PT Papua Crenoma.

Orang-orang bersenjata juga menyerang warga sipil, yang membangun rumah penduduk, menewaskan empat dari mereka dan kepala Desa Obaja Nang.

Pada awal Desember 2018, kelompok bersenjata Papua membunuh 31 pekerja konstruksi yang membangun jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga.

Pada 3 Juni 2021, seorang buruh bangunan juga dibunuh di Eronggobak, Ilaga, Puncak, Papua.

Berita Terkait: Papua Tunggu Pencairan Dana Otsus Putaran Kedua

Berita Terkait: Papua bersiap untuk Pacific Exposition 2021

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Kebijakan harus diterapkan tepat dalam skenario luar biasa: Jokowi

Kebijakan harus diterapkan tepat dalam skenario luar biasa: Jokowi


Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencermati pentingnya menerapkan setiap kebijakan secara cepat dan tepat, di tengah kondisi bangsa yang masih belum pulih dari situasi luar biasa di tengah pandemi COVID-19.“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa pandemi belum berakhir. Kita harus waspada, dan situasi yang kita hadapi masih merupakan kondisi luar biasa yang harus direspons dengan kebijakan cepat dan tepat yang mengharuskan kita berada di frekuensi yang sama. ,” kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan kepala negara saat penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) 2020 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester II 2020, serta Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Presiden menjelaskan, setiap lembaga negara, baik di pusat maupun di daerah, harus berada pada gelombang yang sama. Respons setiap lembaga negara untuk mengatasi pandemi COVID-19 juga harus cepat dan tepat, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Jokowi mencatat, sejak merebaknya pandemi COVID-19 pada 2020, pemerintah telah menerapkan langkah-langkah luar biasa, antara lain mengubah fokus dan pembagian anggaran di semua level pemerintahan untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi.

Berita Terkait: Ekonomi Indonesia tumbuh 2-3% di Q2: ekonom

“(Pemerintah) memberikan ruang relaksasi defisit APBN yang bisa melebar hingga lebih dari tiga persen dari PDB (produk domestik bruto) selama tiga tahun. Pelebaran defisit harus dilakukan atas dasar meningkatnya kebutuhan belanja negara untuk menangani kesehatan dan perekonomian di saat penerimaan negara menurun,” jelasnya.

Berbagai lembaga negara pun mengambil langkah luar biasa, seperti kebijakan pembagian beban antara pemerintah pusat dan Bank Indonesia dalam memulihkan perekonomian.

“Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, kita mampu mengatasi peningkatan belanja kesehatan dan sekaligus melindungi perekonomian Indonesia dari berbagai tekanan,” jelasnya.

Presiden Jokowi menyoroti bahwa dengan penerapan beberapa kebijakan luar biasa, Indonesia telah mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa kuartal terakhir, meskipun masih berada di zona kontraksi.

Pada kuartal II 2020, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen year-on-year (YoY). Namun, perekonomian terus membaik pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2020, bahkan hingga kuartal pertama tahun 2021.

“Perekonomian Indonesia tumbuh lebih baik hingga kuartal I. Kami berada di minus 0,74 persen,” kata Presiden Jokowi.

Berita Terkait: Varian baru menyebar lebih cepat dan memperburuk kondisi pasien

Berita Terkait: COVID-19: Indonesia tambah 20.574 kasus, 355 kematian dalam satu hari

Menutup
DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Panglima AU saksikan latihan gabungan RI-AS-

Panglima AU saksikan latihan gabungan RI-AS-


Di tahun-tahun mendatang, latihan Cope West diharapkan direncanakan dengan memperhatikan berbagai platform lain, termasuk pengisian bahan bakar udara menggunakan pesawat tanker.

Pekanbaru, Riau (ANTARA) – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo menyaksikan latihan gabungan TNI AU dan US Pacific Air Force (PACAF) dengan code name Cope West 2021 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. , Riau.“Pada tahun-tahun mendatang, latihan Cope West diharapkan dapat direncanakan dengan memperhatikan berbagai platform lain, termasuk pengisian bahan bakar udara menggunakan pesawat tanker,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat.

Lebih lanjut dia menyoroti kebutuhan untuk menggunakan latihan tersebut sebagai kesempatan untuk mengasah keterampilan dan mempersiapkan para pilot muda TNI yang membutuhkan pengalaman untuk melakukan misi operasi udara.

Ia juga mengamati ruang Base Central Debrief System (BCDS). BCDS adalah fasilitas latihan yang digunakan untuk memantau semua pergerakan pesawat saat melakukan latihan pertempuran udara, termasuk saat pesawat melakukan penembakan, penggunaan roket dan bom, serta melihat ketepatan menembak.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Komodor Udara Andi Kustoro mengatakan, BCDS juga dapat menampilkan audio visual semua pesawat yang terlibat dalam latihan pertempuran udara secara real-time. Fasilitas latihan ini juga digunakan selama latihan bersama dengan kode nama Cope West yang berlangsung sejak 14 Juni 2021.

“Melalui layar monitor di ruang BCDS, latihan pertempuran udara dapat ditampilkan sebagai masukan untuk melakukan evaluasi selama pembekalan yang dihadiri oleh peserta latihan,” kata Kustoro.

Direktur Latihan TNI AU Kolonel Jajang Setiawan mengatakan Cope West pertama dilakukan di Medan, Sumatera Utara, pada 1995.

Ia mencatat, latihan gabungan yang digelar di Pekanbaru kali ini terkait Basic Fighter Maneuver (BFM), Air Combat Maneuver (ACM), dan Air Combat Tactic (ACT).

Latihan bersama yang diberi kode nama Cope West 2021 itu juga termasuk dalam pertempuran udara jarak jauh atau Beyond Visual Range (BVR).

Material untuk ACT dengan BVR sudah dapat direalisasikan karena F-16 TNI AU yang telah diupgrade melalui program Falcon Star E_MLU didukung oleh teknologi peluru kendali dan sistem persenjataan udara-ke-udara yang memadai.

Kolonel Jajang mengatakan selama latihan, peserta tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan. Dalam latihan tersebut, TNI AU telah mengirimkan beberapa F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, dan Skadron Udara 16 di Arbase Roesmin Nurjadin.

“Sementara itu, USAF telah mengirimkan enam unit F-16 dari Skuadron Tempur 13 PACAF AS yang berbasis di Misawa, Jepang,” katanya.
Berita Terkait: Papua Tunggu Pencairan Dana Otsus Putaran Kedua

Berita Terkait: Varian baru menyebar lebih cepat dan memperburuk kondisi pasien

Menutup
DIEDIT OLEH INE

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close