Connect with us

FEED

Kemenkes Tambah Kapasitas Tempat Tidur RS Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

Kemenkes Tambah Kapasitas Tempat Tidur RS Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19



loading…

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersiap mengantisipasi tren lonjakan kasus COVID-19 pasca libur panjang Lebaran atau Idul Fitri 2021 . Sejumlah langkah antisipasi Kemenkes di antaranya mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia, pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

“Lebaran sudah dekat. Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk, saya merasa dan berharap Insya Allah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget. Sejak Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS, kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya yakni oksigen,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS), dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa (11/5/2021). Baca juga: Lima Daftar Ulama yang Wafat Selama Pandemi COVID-19

Secara keseluruhan, berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit, yang mana 70 ribu di antaranya digunakan untuk pelayanan COVID-19. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 sekitar 23 ribuan.

Sementara untuk ruang ICU, secara nasional ada sekitar 22 ribu yang diperuntukkan untuk COVID-19 sebanyak 7.500 unit. Dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

“Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih 3 kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk COVID-19,” terangnya.

Dari kalkulasi ini, BGS memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga 2 kali lipat untuk mengantisi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus COVID-19 terutama pasca libur lebaran 2021. Juga apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus COVID-19.

“Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” harap BGS.

Selain persiapan ketersediaan tempat tidur RS secara nasional, Kemenkes juga melakukan monitoring terhadap kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19 di seluruh daerah terutama daerah yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

BGS meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turut melakukan langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang tinggi pasca libur panjang Lebaran.

Adapun 8 daerah yang mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus COVID-19 di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

“Beberapa provinsi jauh lebih tinggi kasusnya, ini yang harus menjadi perhatian kami pemerintah pusat dan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepada gubernur, bupati dan wali kota tolong ini dijaga,” kata BGS. Baca juga: Di Ujung Ramadhan, Angka Kesembuhan Covid-19 di Bekasi Capai 98,15 Persen

Di samping aktif melakukan pendataan kapasitas RS, Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh Tanah Air agar tidak terjadi kekosongan. Kalaupun ada kekurangan, pihaknya mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi.

(kri)



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Izin Pengacara Pribadi Donald Trump Dicabut

Izin Pengacara Pribadi Donald Trump Dicabut




Pengacara untuk Presiden AS Donald J. Trump dan mantan walikota New York City Rudy Giuliani.


© EPA-EFE/JIM LO SCALZO
Pengacara untuk Presiden AS Donald J. Trump dan mantan walikota New York City Rudy Giuliani.


REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Izin praktek pengacara pribadi mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rudy Giuliani dicabut. Giulani mengkritik langkah tersebut.

Di media sayap kanan Newsmax, Giuliani yang pernah menjabat sebagai Walikota New York juga  mengkritik penyelidikan Jaksa Agung James terhadap Trump. Giuliani menerima izin prakteknya pada tahun 1969.

“(James) maju dalam pemilihan jabatannya dalam cara yang seharusnya ia dipecat, ia maju dengan mengincar satu orang (Trump), ia tidak pernah mengatakan Trump melakukan kejahatan, kejahatan apa yang mereka selidiki,” kata Giuliani seperti dikutip Newsweek, Jumat (25/6).

“Mereka mencari-cari kejahatan, apakah Anda tahu betapa tidak Amerika-nya hal ini? Kami menyelidiki tuduhan kejahatan, kami tidak menggeledah kehidupan seorang pria untuk menciptakan atau menemukan kejahatan,” tambah Giuliani.

Menurut Giulian, hal itu dilakukan jaksa agung New York pada Trump dan Kejaksaan Distrik Selatan New York padanya. Penyelidikan semacam ini, jelasnya, hanya mencari-cara kejahatan dan bukan sifat asli orang  Amerika.

Jaksa Distrik Selatan New York (SDNY) menyelidiki Giuliani atas hubungannya dengan Ukraina dan koneksinya dengan dua orang pengusaha negara itu, Lev Parnas dan Igor Fruman. Bulan April lalu apartemennya digeledah atas penyelidikan tersebut.

The New York Times melaporkan pada awal bulan ini kantor Jaksa Agung New York menggelar penyelidikan gabungan atas kasus penipuan Trump Organization. Penyelidikan ini dilakukan kantor kejaksaan Manhattan. Jaksa Agung New York melakukan penyelidikan sipil sebelumnya.

Pada Kamis (24/6) kemarin Divisi Banding Mahkamah Agung New York mencabut praktek pengacara Giuliani. Lima orang panel hakim mengatakan pernyataan mantan walikota itu ‘terbukti salah dan menyesatkan pengadilan, anggota parlemen dan masyarakat’.

“Pernyataan-pernyataan palsu yang disampaikan termohon memperkuat narasi mengenai kecurangan pemilihan umum, bahwa kemenangan pemilihan presiden 2020 telah dicuri dari kliennya,” tulis pengadilan.

“Kami menyimpulkan tindakan termohon mengancam kepentingan publik secara langsung dan praktek hukumnya ditangguhkan sementara, sambil menunggu proses lebih lanjut di hadapan Komite Gugatan Pengacara,” tambah pengadilan.

Izin praktek pengacara Giuliani langsung ditangguhkan dan pengadilan mengisyaratkan izin prakteknya dapat dicabut secara permanen. “Kami menemukan ada bukti-bukti pelanggaran serius lebih lanjut,” kata Divisi Banding Mahkamah Agung New York.

“Pelanggaran yang pada dasarnya sangat serius dan pelanggaran yang tak terbantahkan itu tampaknya menghasilkan sanksi permanen yang substansial,” tambah pengadilan.

Pengacara Giuliani, John Leventhal dan Barry Kamins mengatakan kecewa dengan hasil pengadilan. “Klien kami tidak membahayakan kepentingan publik,” kata mereka dalam pernyataanya.



Source link

Continue Reading

FEED

Rihanna Mengenakan Gaun Vintage Slip Merah Muda Dior Saat Berkencan dengan A$AP Rocky

Rihanna Mengenakan Gaun Vintage Slip Merah Muda Dior Saat Berkencan dengan A$AP Rocky


Hanya Rihanna yang bisa mengenakan warna merah muda flamingo dengan topi bucket bulu untuk pergi berkencan.

Sang bintang dan pengusaha produk kecantikan tersebut terlihat pergi makan malam di New York City bersama sang kekasih, rapper dan ikon mode A$AP Rocky, mengenakan slip dress yang menggenggam seluruh lekukan tubuhnya dari koleksi tahun 2002 vintage karya John Galliano untuk rumah mode Dior. Untuk aksesori, ia menambahkan sandal tali rancangan Tom Ford, kalung panjang dari Dior serta tas bahu motif beads rancangan Fendi. Untuk menyempurnakan semuanya ia kemudian menampilkan manicure warna merah muda dan topi bucket bulu penuh pernyataan karya Emma Brewin.

Walau Rihanna dan A$AP lebih sering menyembunyikan hubungan mereka, sang rapper telah mengumbar ke publik beberapa minggu lalu yang mengkonfirmasi hubungan romantis keduanya dan rasa cintanya kepada penyanyi “Umbrella” tersebut.

“Ini lebih baik,” ucap Rocky tentang hubungan monogaminya bersama Rihanna di pemotretan sebuah majalah besar. “Benar-benar lebih baik ketika Anda mendapatkan orang yang tepat. Ia benar-benar diibaratkan one in a million. Saya rasa jika Anda tahu, maka Anda akan merasakan bahwa pasangan Anda adalah orang yang tepat.”

Rocky juga mengekspresikan rasa syukurnya atas dukungan kreatif Rihanna kepadanya. Rih dikabarkan tampil sebagai cameo di film dokumenter A$AP yang berjudul Stockholm Syndrome.

“Sungguh penting memiliki dukungan seperti itu di hidup Anda,” A$AP memberitahu Entertainment Tonight tentang penampilan RiRi di dokumenter tersebut. “Hal ini sungguh menakjubkan dan sejujurnya saya merasa diberkati.”

(Penulis: Bianca Betancourt; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Astrid Bestari; Foto: Courtesy of Bazaar US) 



Source link

Continue Reading

Berita

Pemerintah Harus Evaluasi Alat Deteksi Corona

Pemerintah Harus Evaluasi Alat Deteksi Corona


JAKARTA – Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Suryadi Jaya Purnama, menyoroti temuan adanya penumpang terkonfirmasi positif COVID-19 pada penerbangan maskapai Garuda Indonesia setibanya di Hong Kong, Minggu, 20 Juni.

Temuan itu, membuat otoritas Hong Kong melarang sementara penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta mulai 22 Juni hingga 5 Juli.

Atas kasus tersebut, Suryadi meminta pemerintah mengevaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan yang memungkinkan terjadi kesalahan. Sebab sebelumnya, penumpang yang bersangkutan sudah dilakukan tes di Jakarta dan hasilnya negatif.

“Perlu dilakukan evaluasi terhadap penggunaan berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan, dimana peralatan tersebut menggunakan beberapa metode yang berbeda dalam mendeteksi COVID-19,” ujar Suryadi, Jumat, 25 Juni.

Anggota Komisi V DPR yang mengurusi soal perhubungan itu menyebutkan, beberapa pakar kesehatan sendiri telah sejak lama meminta pemerintah untuk mengevaluasi penggunaan peralatan pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan.

Misalnya, penggunaan alat swab dengan metoda tes PCR (polymerase chain reaction). Dia menilai alat dan metode itu dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia secara langsung.

Selain tes PCR, lanjutnya, ada metode lain yang tidak mendeteksi secara langsung keberadaan virus dalam tubuh seseorang namun dapat mengindikasikan adanya virus. Yaitu dengan cara mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia yang diharapkan dapat mengindikasikan ada atau tidaknya virus dalam tubuh seseorang.

“Karena metodenya yang tidak langsung dalam mendeteksi COVID-19 tersebut, maka dibutuhkan data yang sangat banyak untuk menguji keakurasian alat tersebut,” jelasnya.

Seiring peningkatan kasus dan masih terjadinya mobilisasi, maka kata dia, pemerintah harus benar-benar memastikan keakuratan alat pendeteksi COVID-19.

Sebaiknya pemerintah smabung Suryadi menggunakan standard screening atau tes diagnosis yang sudah disetujui WHO saja, guna menghindari meluasnya penyebaran COVID-19.

“Apalagi munculnya varian-varian COVID-19 yang baru, maka Fraksi PKS berpendapat bahwa evaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan semakin urgen untuk dilakukan,” tegas Suryadi.

.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close