Connect with us

OTOMOTIF

Keluhan Kia Picanto dan Sejarahnya di Indonesia – Panduan Pembeli

Keluhan Kia Picanto dan Sejarahnya di Indonesia – Panduan Pembeli


Kia Picanto sebagai hatchback asal Korea Selatan ini merupakan salah satu pilihan menarik untuk calon konsumen di Tanah Air. Kendaraan dengan bodi mungil dan imut ini cocok untuk anak milenial ataupun keluarga kecil. Namun rupanya masih banyak keluhan terkait Kia Picanto di tengah masyarakat terutama para penggunanya.

Jika Mobil123lovers tengah mencari mobil bekas, Kia Picanto adalah pilihan yang bijak karena selain harganya sudah murah, spare partsnya mudah ditemui di pasaran. Selain itu, performa mesinnya juga masih bisa diandalkan.

Bicara fitur, hatchback satu ini juga tidak malu-maluin karena cukup bisa diandalkan. Soal kenyamanan, boleh diadu dengan pesaing sekelasnya.

Sejarah Kia Picanto di Indonesia

Sebelum membahas detil dari kekurangan Kia Picanto yang sering menjadi keluhan penggunanya, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu kiprah mobil ini di Tanah Air. Untuk diketahui, Picanto sudah memasuki generasi ketiga saat ini.

Kia Picanto pertama kalinya hadir di Indonesia pada 2004, tampilannya saat itu masih terbilang lucu karena wujudnya seperti seekor panda mungil. Hal ini terlihat dari lampu depannya yang berbentuk kotak dengan grille mungil.

Mobil ini dibuat dengan menggunakan basis Hyundai Getz di negara asalnya. Maklum saja sebagai sister company, akan lebih efisien ketika bisa berbagi basis dalam pengembangan kendaraan.

Generasi pertama mobil ini mengalami setidaknya dua kali penyegaran sebelum akhirnya berganti generasi. Ubahan pertama hanya mencakup pada desain lampu utama, bumper hingga beberapa komponen yang mempercantik tampilan.

Kekurangan Kia Picanto

Adapun penyegaran yang menyempurnakan wujud kendaraan dari negeri Ginseng tersebut terjadi pada 2007. Kala itu, Kia melalui APM (Agen Pemegang Merek) sebelumnya berhasil menjadikan produknya lebih atraktif.

Butuh waktu tiga tahun lagi untuk Kia memberanikan diri dengan menawarkan Picanto facelift keduanya. Seperti sebutannya yakni facelift, Kia tidak melakukan perombakan total.

Mereka hanya melakukan penyegaran di berbagai sektor, agar bisa memancing gairah para calon konsumen. Dengan bodinya yang kecil, desain kendaraan dibuat lebih membulat sehingga tampak lebih menggemaskan.

Lalu masuk ke generasi kedua pada 2011, Kia Picanto kali ini benar-benar berubah. Setidaknya mobil yang pertama kalinya diperkenalkan pada ajang Geneva Motor Show 2011, mulai menunjukkan karakter aslinya.

Pada generasi kedua, Kia Picanto sudah mulai menggunakan identitas perusahaan yaitu grille Tiger Nose. Lampu depannya menggunakan desain reklektor yang terpisah, dengan bingkai plastik hitam dan menempatkan sein di bagian tengah.

Lalu terdapat air dam berukuran besar di bagian bawah bumper dengan list hitam untuk menempatkan plat nomor. Desain ini cukup digemari konsumen di Indonesia karena tampangnya sudah sangat modern kala itu.
Kekurangan Kia Picanto

Pada generasi keduanya, Kia Picanto menawarkan jarak sumbu roda atau istilah kerennya wheelbase lebih panjang. Hal ini tentunya berimbas pada keleluasaan pada ruang kabin yang bertambah.

Mobil hasil rancangan desainer asal Jerman ini beberapa kali mendapat penghargaan. Sayangnya penghargaan tersebut tidak berbanding lurus dengan penjualannya yang moncer di Indonesia.

Pada edisi keduanya, Kia memperkenalkan mesin 1.2-L empat-silinder. Sebelumnya mereka masih mengandalkan mesin 3-silinder 1.0-L.

Masuk ke generasi ketiga, Picanto semakin mempertegas kesan modern. Bahkan beberapa ornamen yang disematkan pada bodinya seolah memberikan kesan kecil-kecil cabe rawit.

Semakin banyak guratan-guratan tajam pada bodi depan ditambah hadirnya teknologi lampu LED, membuat mobil tampak hadir dari masa depan. Masuknya aksen merah pada beberapa bagian kendaraan, menambah kesan sporti.

Pada generasi terbarunya kali ini, Kia Picanto harus bertarung dengan para raksasa Jepang yang di Indonesia mendapat kemudahan. Toyota dan Daihatsu mendapatkan berkah dari hadirnya subsidi untuk kendaraan berbasis LCGC (Low Cost Green Car).

Popularitas Kia di Eropa dengan sederet prestasi maupun fitur yang diusungnya, masih kalah menarik daripada mobil subsidi pemerintah. Walhasil tidak banyak orang yang mengambil langkah berani untuk meminang Kia Picanto.

Kekurangan Kia Picanto

Bagi calon konsumen mobil bekas, meminang kendaraan yang kurang laku di pasaran memiliki keuntungan tersediri. Konsumen bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah jika memutuskan Kia Picanto misalnya.

Dengan harga tidak terlalu mahal, Anda sudah bisa naik kelas dari sebelumnya masih menggunakan sepeda motor. Namun sebagai konsumen yang bijak, ada baiknya untuk mengetahui kekurangan dari calon produk yang akan dibeli, dan Kia Picanto dalam hal ini.

Kaki-kaki

Kaki-kaki atau biasa disebut undercariage merupakan faktor penting yang mendukung kenyamanan berkendara. Jika sektor ini terawat dengan baik, maka bisa dipastikan setiap perjalanan akan terasa lebih menyenangkan.

Hal yang paling mendapat keluhan dari Kia Picanto ini adalah kaki-kaki yang lemah, terlebih pada generasi pertama dan kedua. Beberapa keluhan dari para pemilik, mobil ini cukup sering masuk bengkel karena keluhan kaki-kaki yang tidak nyaman.

Namun seluruh masalah pasti ada jalan keluarnya dan banyak bengkel yang bisa mengobati masalah pada mobil ini. Tips untuk memastikan kondisi kaki-kaki kendaraan adalah melaju di jalanan yang rusak kondisinya.

Selain itu, power steering Kia Picanto yang telah menggunakan sistem elektronik alias EPS, calon konsumen juga harus memeriksa kondisi komponen ini. Karena komponen yang memudahkan proses manuver kendaraan ini cukup mahal jika mengalami kerusakan.

Sensor CKP

Sensor yang bertugas untuk mendeteksi putaran poros engkol mesin ini diklaim beberapa pemiliknya cepat rusak. Sensor ini juga mendeteksi waktu piston berada di Titik Mati Atas (TMA) atau Titik Mati Bawah (TMB).

Komponen kendaraan satu ini berbeda letaknya dibandingkan yang lainnya. Posisinya terletak di bagian bawah dan cukup rumit membukanya.

Hal ini akan membuat mekanik memasang harga tinggi untuk melakukan pembongkaran. Sebelum membeli Kia Picanto bekas, ada baiknya untuk melakukan pengecekan komponen ini.

Fuel Pump

Untuk urusan ini pabrikan mobil asal Korea memang tidak bisa main-main khususnya dengan kualitas bahan bakar. Jika Anda telah meminang Kia Picanto bekas, jangan coba-coba mengisi bahan bakar (BBM) dengan RON rendah seperti di bawah 92.
Kia Picanto Bekas

Menggunakan bahan bakar RON di bawah 92 akan membuat umur pompa bensin atau fuel pump bermasalah. Kasus ini juga kerap ditemukan pada kendaraan peminum diesel dari Kia maupun Hyundai.

Kendaraan asal Korea ini tidak setangguh produk-produk Jepang yang kuat meminum bahan bakar ‘murahan’. Tidak jarang perilaku abai dalam hal bahan bakar berbuntut mogok pada kendaraannya.

Paling sering seiring kualitas bahan bakar yang jelek, beberapa komponen mesin akan mengalami kerusakan. Pastinya kondisi mogok di jalan akan menjadi perusak mood sekaligus rencana perjalanan yang menyenangkan.

Kesimpulan

Pada dasarnya memiliki kendaraan bekas bukanlah perkara mudah. Namun bukan berarti kendaraan tersebut tabu untuk dimiliki karena masih bisa dinikmati jika perawatannya benar.
Kekurangan Kia Picanto Bekas

Jika ingin memiliki Kia Picanto bekas, ada baiknya mengajak mekanik yang sudah memiliki pengalaman untuk membantu melakukan pengecekan unit. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerugian sepihak.

Adapula beberapa dealer mobil bekas yang bersedia unitnya diboyong ke bengkel resmi untuk memastikan kondisi kendaraan. Pilhan kembali pada calon konsumen. [Dew/Had]

Advertisement
Click to comment

OTOMOTIF

Oli Eneos Banyak Pilihan, Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan – Berita Otomotif

Oli Eneos Banyak Pilihan, Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan – Berita Otomotif


JAKARTA – Memilih oli memang tidak bisa sembarangan agar kondisi kendaraan tetap berfungsi optimal.

Untuk itulah PT. Nippon Oil Indonesia (NOID) selaku produsen oli Eneos berinisiatif untuk menyediakan beragam varian yang bisa dipilih pelanggan. Banyaknya pilihan tersebut diyakini memudahkan pelanggan menyesuaikan oli sesuai dengan kebutuhannya masing-masing yang tentunya berbeda antara satu dengan lainnya.

Hal ini penting karena kondisi lalu lintas di Indonesia khususnya di kota besar terbilang padat sehingga membuat kendaraan harus memiliki performa yang terbaik setiap saat. Untuk itu, mereka melakukan pengembangan dengan memanfaatkan teknologi aditif terbaru guna mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi keausan pada komponen mesin.

Salah satu oli andalan mereka adalah Eneos Motor Oil SAE 0W-20 SN. oli full sintesis telah mendapatkan formulasi khusus dari Jepang dan dirancang untuk mobil-mobil dengan teknologi terbaru sehingga mesin dapat bekerja secara optimal dalam segala kondisi.

oli Eneos

Oli yang hadir dalam kemasan 1 liter dan 4 liter ini diklaim cocok untuk kendaraan-kendaraan keluaran tahun 2017 hingga sekarang. Salah satu kendaraan yang disebut paling tepat untuk menggunakan oli ini adalah Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Kedua mobil tersebut merupakan SUV yang belakangan ini paling banyak dicari oleh masyarakat. Selain karena desain dan fitur yang menarik, kedua mobil tersebut pun mendapatkan kemudahan berupakan relaksasi pajak dari Pemerintah.

Tak hanya hadir untuk mobil Eneos juga menghadirkan beberapa pilihan oli untuk sepeda motor. Tentunya oli tersebut memiliki formulasi berbeda dengan yang digunakan untuk mobil meski memiliki kekentalan serupa.

Untuk sepeda motor, oli kebanggaan Eneos adalah 4T Touring SAE 10W-40 SL/MA. Oli ini disebut memberikan performa yang optimal dalam segala kondisi. Tak haya itu, oli tersebut juga diklaim mampu membuat suara mesin lebih halus dan tersedia dalam ukuran 1L.

“Di Indonesia saat ini, Eneos dapat ditemui di sejumlah bengkel rekanan di seluruh wilayah yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga area Papua,” ujar Deputy Manager PT. Nippon Oil Indonesia, Jemi Setiawan. [Adi/Had]

Continue Reading

OTOMOTIF

Cegah Mudik, Honda Gelar Silaturahmi Virtual – Berita Otomotif

Cegah Mudik, Honda Gelar Silaturahmi Virtual – Berita Otomotif


JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) mendukung upaya Pemerintah untuk menekan penularan covid-19 dengan mencegah aktivitas mudik ke kampung halaman. Kegiatan silaturahmi virtual dilakukan dan diikuti ratusan konsumen Honda.

Silahturahmi bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1442 H, terasa berbeda bagi para konsumen Honda yang terbiasa mudik ke kampung halaman setiap tahun. Sebanyak 314 konsumen terpilih dari peserta program Mudik-Balik Honda (MBBH) 2019 dan pembeli Honda BeAT di Jakarta dan sekitarnya.

Konsumen terpilih ini merupakan konsumen yang merantau jauh dari kota kelahirannya di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Apresiasi bingkisan Lebaran disiapkan AHM untuk keluarga mereka di kampung halaman, didukung oleh main dealer atau dealer sesuai dengan area kota asal konsumen.

”Lebih dari itu, kami ingin membantu konsumen setia Honda yang memilih untuk patuh tidak melaksanakan mudik agar tetap bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama dengan keluarga tercinta di kampung halaman, namun dengan cara yang unik dan memorable,” kata Antok Yuniarso, Deputy General Manajer Honda Customer Care Center (HC3) AHM.

Tak hanya bingkisan Lebaran, 100 konsumen beruntung dalam acara ini berhak mendapatkan sebuah telepon selular (ponsel) baru dan pulsa Rp 100.000. Dengan menggunakan ponsel terbarunya tersebut, peserta terpilih dapat mengunggah video ucapan Hari Raya dan ungkapan rasa rindu konsumen kepada keluarga di kampung halaman.

Silaturahmi Virtual Honda

Selain itu terdapat doorprize satu unit sepeda motor Honda BeAT dan hadiah-hadiah menarik lainnya senilai puluhan juta rupiah yang akan diberikan kepada konsumen.

AHM juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam No Mudik Campaign melalui penyelenggaraan kontes video. Ini adalah ajang bagi para pemilik sepeda motor Honda untuk adu kreasi, menciptakan video menarik pada platform Instagram dengan tema ”Lebaran di Rantau Bersama Honda”.

Konten video berisi kegiatan silahturahmi Idul Fitri yang kreatif dari seorang perantau, dengan ketentuan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, maupun aturan mengenai keamanan berkendara sepeda motor. [Dew/Had]

 

Continue Reading

OTOMOTIF

Lebih dari 104.000 Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan Mudik – Berita Otomotif

Lebih dari 104.000 Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan Mudik – Berita Otomotif


SEMARANG – Selama 4 hari pelaksaan Operasi Ketupat 2021, sedikitnya sudah ada 104.000 kendaraan diputar balikkan.

Jumlah ini merupakan akumulasi dari seluruh pos penyekatan di seluruh Indonesia. Menariknya, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat mengingat masih ada waktu sampai lebaran dan masyarakat masih banyak yang nekat.

“Selama 4 hari ini untuk putar arah lebih kurang 104.000 ribu diputar balik. Kemudian situasi selama 5 hari ini dapat terkelola dengan baik dan maksimal berkat kerjasama semua intansi terkait dan dinamika operasi di lapangan. Fluktuasi kita bisa kelola secara sinergis berkesinambungan,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono

Meski demikian, Ia menilai bahwa volume kendaraan yang melakukan mudik mengalami penurunan yang cukup drastis bila dibandingkan kondisi normal. Kakorlantas menyampaikan volume kendaraan menurun sebanyak 60 persen yang menuju ke arah Jawa Tengah. Sementara yang menuju ke arah Jawa Barat turun 70 persen.

Kendaraan Diputar Balik

“Untuk pantauan hari ini, volume arus kendaraan yang menuju jawa tengah maupun Jawa timur turun hingga 60 persen. Kemudian yang menuju arah Bandung turun lebih kurang 70 persen. Kemudian yang mengarah ke sumatera lebih kurang turun 41 persen,” jelasnya.

Adapun jumlah kendaraan yang melintas pada hari Senin, 10 Mei 2021 masih didominasi ileh kendaraan angkutan barang atau logistik. Sementara yang diputarbalik karena terindikasi mudik berjumlah 23.000 kendaraan.

“Arus masih banyak didominasi oleh angkutan barang. Kemudian putar balik arah hari ini lebih kurang 23 ribu,” pungkasnya.

Operasi ketupat 2021 dilaksanakan sejak 6-17 Mei seiring dengan adanya kebijakan peniadaan mudik. Untuk itu, Korlantas memetakan 381 titik penyekatan untuk menghalau pemudik baik dari jalur utama maupun dari jalur tikus. Pos penyekatan tersebut tersebar dari Sumatera hingg Bali dan akan beroperasi selama 24 jam non stop.

Sayangnya, jumlah pemudik yang nekat terbilang cukup banyak dibandingkan dengan jumlah petugas. Akibatnya di perbatasan Bekasi dan Karawang pos penyekatan pun dijebol oleh para mudik yang hendak pulang ke kampung halamannya. [Adi/Had]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close