Connect with us

EROPA

Kelompok-kelompok Terkait Navalny Bertekad Melawan Meski Ada Larangan

Kelompok-kelompok Terkait Navalny Bertekad Melawan Meski Ada Larangan



Kelompok anti-korupsi milik pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara Alexei Navalny berjanji untuk melanjutkan kiprahnya setelah pengadilan Rusia melarang organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan Navalny dan mengkategorikannya sebagai “ekstremis.”

Yayasan Anti-Korupsi yang dipimpin oleh Navalny hari Kamis (10/6) mengatakan dalam cuitan di Twitter, “Kami akan terus memerangi korupsi!”

Keputusan Rabu (9/6) oleh pengadilan Moskow itu melarang orang-orang yang terkait dengan kelompok yang berafiliasi dengan Navalny mencalonkan diri untuk jabatan publik, termasuk menjadi anggota parlemen. Rusia akan mengadakan pemilihan parlemen pada bulan September mendatang.

Jaksa menuduh Navalny dan rekan-rekannya berusaha mengacaukan Rusia.

Departemen Luar Negeri Amerika mengutuk keputusan itu pada Rabu (9/6). “Kami mendesak Rusia untuk menghentikan penyalahgunaan sebutan “ekstremisme” untuk menarget organisasi-organisasi non-kekerasan, mengakhiri penindasannya terhadap Navalny dan para pendukungnya, dan menghormati kewajiban internasionalnya untuk menghormati dan menjamin adanya penghormatan terhadap HAM dan kebebasan yang mendasar,” kata juru bicara Ned Price dalam sebuah pernyataan.

“Rakyat Rusia, seperti semua orang, berhak untuk berbicara dengan bebas, membentuk asosiasi damai demi tujuan bersama, menjalankan kebebasan beragama, dan suara mereka didengar melalui pemilihan yang bebas dan adil.”

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Wendy Sherman mengatakan dia memperkirakan Presiden Joe Biden akan berbicara dengan Putin tentang peracunan Navalny dan masalah-masalah hak asasi manusia lainnya ketika mereka bertemu minggu depan di Jenewa. [lt/em]

Advertisement
Click to comment

EROPA

Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak “Seimpulsif” Trump 

Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak “Seimpulsif” Trump 



Menjelang pertemuan puncak pertamanya dengan pemimpin baru AS, Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (11/6) berharap Presiden AS Joe Biden tidak seimpulsif pendahulunya, Donald Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi NBC News, Putin menggambarkan Biden sebagai “sosok karir” yang menghabiskan hidupnya dalam politik.

“Ini merupakan harapan besar saya bahwa, meskipun ada beberapa keuntungan dan kerugian, tetapi tidak akan ada tindakan mendadak dan gegabah atas nama presiden AS yang sedang menjabat,” kata Putin.

Biden berencana menyampaikan berbagai keluhan AS, termasuk campur tangan dan peretasan pemilu oleh Rusia, dalam pertemuan puncak dengan Putin, Rabu (16/6) mendatang di Jenewa pada akhir lawatan luar negeri pertama Biden.

Putin secara terbuka mengakui bahwa selama pemungutan suara 2016 ia mendukung Trump, yang juga menyatakan kekagumannya kepada pemimpin Rusia itu. Trump dalam pertemuan puncak pertamanya dengan Putin tampak menerima bantahan Putin ikut campur dalam pemilu AS.

Biden mengatakan tidak memiliki angan-angan tentang Putin, yang ia gambarkan sebagai “pembunuh” sehubungan dengan serangkaian kematian yang menarik perhatian, termasuk pengecam Kremlin, Boris Nemtsov.

Ditanya apakah ia “seorang pembunuh”, Putin mengatakan istilah itu adalah bagian dari “perilaku jantan” yang umum di Hollywood.

Wacana seperti itu “adalah bagian dari budaya politik AS, di mana itu dianggap normal. Namun dalam hal ini dianggap tidak normal,” katanya. [my/pp]

Continue Reading

EROPA

KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan ‘Membangun Kembali dengan Lebih Baik’

KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan ‘Membangun Kembali dengan Lebih Baik’



Hari pertama KTT G-7 telah berakhir, di Cornwall, Inggris, di mana para pemimpin dari tujuh negara demokrasi kaya ingin memimpin perjuangan global melawan pandemi dan “membangun kembali dengan lebih baik” menuju masa depan yang lebih hijau, lebih sejahtera, dan adil.

KTT ini diselenggarakan oleh Inggris dan dihadiri oleh para pemimpin Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika. Perwakilan Uni Eropa juga hadir, bersama dengan tamu lainnya, kepala negara Australia, Afrika Selatan dan Korea Selatan. Perdana menteri India bergabung melalui tautan video.

“Ini adalah pertemuan yang benar-benar harus terjadi,” kata Perdana Menteri Boris Johnson, tuan rumah tahun ini, ketika membuka sesi pertemuan para pemimpin. “Kita perlu memastikan bahwa kita belajar dari pandemi, memastikan bahwa kami tidak akan mengulangi beberapa kesalahan yang kita buat selama sekitar 18 bulan terakhir,” ujarnya.

Johnson mengatakan ia ingin G-7 akan “membangun kembali lebih baik, membangun kembali dengan lebih berwawasan lingkungan, un kembali lebih adil, lebih setara dan lebih netral gender dan mungkin dengan cara yang lebih feminin.”

Sementara pertemuan G-7 sebelumnya ditandai dengan jamuan mewah, delegasi besar dan rombongan media, pertemuan tahun ini sangat dibatasi. Masker, tes COVID-19 harian, dan protokol kesehatan lainnya menjadi pengingat nyata bahwa krisis virus corona masih jauh dari selesai.

“Dunia akan melihat G-7 menerapkan nilai-nilai bersama dan kekuatan diplomatik kita, pada tantangan mengalahkan pandemi dan memimpin pemulihan global,” kata Johnson.

Pandemi menyebabkan para pemimpin melewatkan KTT tahun lalu. Terakhir kali G-7 bertemu secara langsung adalah di Biarritz, Prancis, pada 2019. [my/pp]

Continue Reading

EROPA

Biden Tegaskan Hubungan Khusus AS-Inggris

Biden Tegaskan Hubungan Khusus AS-Inggris



Presiden AS Joe Biden, Kamis (10/6), mengatakan pertemuannya dengan Perdana Menteri Boris Johnson di Inggris produktif.

Biden menegaskan hubungan khusus kedua negara sebagai sekutu dalam perubahan iklim, keamanan global dan memerangi pandemi virus corona.

Ia juga mengatakan kedua pemimpin memperbarui Piagam Atlantik yang sudah berusia 80 tahun yang mengarah pada pembentukan PBB dan NATO.

Presiden Biden mengatakan aliansi itu kini tengah mengatasi tantangan yang mencakup keamanan siber, teknologi baru, kesehatan global, dan krisis iklim.

Biden juga mengatakan ia dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membahas KTT iklim yang diselenggarakan AS pada April lalu dan pertemuan iklim mendatang yang dijadwalkan akhir tahun ini di Skotlandia.

Pembicaraan kedua pemimpin itu juga mencakup Afghanistan dan penarikan pasukan yang akan datang, serta bagaimana mengatasi pandemi virus corona.

Biden, Johnson dan para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh ekonomi terbesar di dunia, akan melakukan pertemuan puncak yang dimulai Jumat di Cornwall, Inggris. [my/ft]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close