Kebakaran di Depo BBM Selundupan di Benin, 34 Tewas

Setidaknya 34 orang tewas di Benin dekat perbatasan Nigeria, Sabtu (23/9), ketika sebuah depo yang menyimpan bahan bakar minyak (BBM) selundupan meledak dan menimbulkan kebakaran hebat. Asap hitam membubung dan belasan jenazah yang hangus terbakar tergeletak di lokasi, kata seorang pejabat pemerintah dan warga.

Api kebakaran terjadi di depo BBM selundupan di Kota Seme Podji di selatan Benin, di mana mobil-mobil, motor-motor dan bentor (becak motor) mengisi bahan bakar, menurut para warga setempat.

Nigeria adalah negara penghasil minyak besar dan penyelundupan BBM marak di dalam negara itu dan di sepanjang perbatasan. Kilang-kilang minyak ilegal, tempat pembuangan dan pipa-pipa penyaluran BBM kerap menimbulkan kebakaran.

Menteri Dalam Negeri Benin Alassane Seidou mengatakan kepada para wartawan bahwa kebakaran serius terjadi di kota itu, tetapi dia tidak memberikan informasi terperinci mengenai kejadiannya.

“Sayangnya, kita mengalami 34 kematian, termasuk dua bayi. Jenazah mereka hangus terbakar karena penyebab kebakaran adalah BBM selundupan,” kata menteri itu.

Seidou mengatakan sekitar 20 orang lainnya dirawat di rumah sakit, termasuk para korban yang mengalami luka serius.

“Saya tinggal tidak jauh dari lokasi tragedi,” kata Semevo Nounagnon, seorang pengemudi motor setempat.

“Saya tidak bisa memberitahu Anda tentang penyebab kebakaran, tetapi ada gudang besar untuk menyimpan bensin di sini dan mobil-mobil, bentor, dan motor-motor datang ke sini dari pagi hingga petang,” katanya.

Selama berdasawarsa, bensin bersubsidi yang murah di Nigeria dikirim secara ilegal melalui jalan darat ke sejumlah negara tetangga, terutama ke Benin, yang kemudian dijual kembali di pasar gelap oleh pedagang tak resmi.

Ketika Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu berkuasa pada Mei, dia menghapus subsidi BBM yang sudah lama diterapkan dan bertujuan untuk menjaga seolah-olah harga BBM menjadi murah bagi warga Nigeria.

Pemerintah Nigeria harus merogoh kocek miliaran dollar setiap tahunnya untuk subsidi BBM. Tinubu menjadikan penghapusan subsidi BBM kebijakan pertama dalam serangkaian reformasi untuk memperbaiki ekonomi Nigeria dan menarik lebih banyak investasi.

Keputusan itu mengakibatkan harga BBM melonjak hingga tiga kali lipat. Tidak hanya itu, harga BBM pasar gelap yang diselundupkan dari perbatasan menuju Benin dan negara-negara lain juga meroket.

Keputusan penghapusan subsidi BBM oleh Nigeria menggambarkan perekonomian Benin yang sangat bergantung kepada tetangganya yang raksasa. Dengan penduduk 215 juta jiwa, Nigeria adalah perekonomian terbesar dan produsen minyak terbesar di Afrika. [ft/ah]

Sumber Berita

Pos terkait