Connect with us

FEED

Kai Havertz On Fire, The Blues Berjaya

Kai Havertz On Fire, The Blues Berjaya




Pemain Chelsea Kai Havertz. Foto: Neil Hall/REUTERS


© Disediakan oleh Kumparan
Pemain Chelsea Kai Havertz. Foto: Neil Hall/REUTERS

Chelsea menekuk Fulham di pekan ke-34 Liga Inggris 2020/21. Skor akhir laga yang usai pada Minggu (2/5) dini hari WIB itu adalah 2-0. Gol-gol dicetak oleh Kai Havertz (10′ & 49′).





© Disediakan oleh Kumparan


Hasil laga di Stamford Bridge ini membikin Chelsea berada di urutan 4 klasemen sementara Liga Inggris. Fulham sendiri menempati peringkat 18.

Chelsea vs Fulham

Chelsea XI: Edouard Mendy; Kurt Zouma, Thiago Silva, Andreas Christensen; Reece James, Billy Gilmour, Mason Mount, Ben Chilwell; Hakim Ziyech, Timo Werner; Kai Havertz.

Fulham XI: Alphonse Areola; Ola Aina, Joachim Andersen, Tosin Adarabioyo, Antonee Robinson; Bobby Decordova-Reid, Mario Lemina, Andre-Frank Zambo Anguissa, Ademola Lookman; Josh Maja, Ivan Cavaleiro.

Chelsea vs Fulham



Chelsea. Foto: Mike Hewitt/Pool/REUTERS


© Disediakan oleh Kumparan
Chelsea. Foto: Mike Hewitt/Pool/REUTERS

Chelsea mendominasi laga ini sejak awal permainan. The Blues coba mengurung pertahanan Fulham sejak menit awal.

Hasilnya, pada menit 10, Havertz mencetak gol usai menerima umpan dari Mount. Jadi, Mount menerima bola lambung yang ditendang dari area pertahanan, lalu segera mengirim umpan terobosan ke kotak penalti. Havertz menerimanya dan langsung menceploskan bola ke gawang. 1-0.

Setelahnya, Fulham berusaha mencari gol penyama kedudukan. Namun, apa daya, pertahanan Chelsea agak sulit ditembus.

Babak pertama usai untuk keunggulan Chelsea. Fulham berharap perbaikan di babak kedua.

Namun, yang ada, malah Chelsea yang mampu memperbesar margin keunggulan. Lagi-lagi, Havertz mencetak gol, kali ini dengan memanfaatkan assist dari Werner.

Prosesnya, Havertz yang berada di half space kanan serangn Chelsea menerima bola lambung. Ia lalu melakukan aksi ‘one-two’ dengan Werner, lalu mencetak gol via sepakan di kotak penalti.2-0.

Skor 2-0 berakhir hingga laga usai. Chelsea menundukkan Fulham dalam Derbi London kali ini.

***



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Penipuan Pinjaman Online, Polisi Tangkap 5 Orang yang Libatkan Jaringan Tiongkok

Penipuan Pinjaman Online, Polisi Tangkap 5 Orang yang Libatkan Jaringan Tiongkok




foto


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
foto


TEMPO.CO, Jakarta – Bareskrim Polri menangkap lima orang dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan pinjaman online yang melibatkan jaringan asal Tiongkok.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Whisnu F Kuncoro mengatakan para pelaku menyediakan layanan pinjaman online menggunakan aplikasi RPCepat yang tidak tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau aplikasi ilegal.

“Tersangka ada lima orang ditangkap di wilayah Jakarta Barat, dan ada dua tersangka masih DPO yang diduga warga negara asing asal Tiongkok,” kata Whisnu Kamis 17 Juni 2021.

Whisnu menyebutkan, penangkapan para tersangka berdasarkan laporan dari masyarakat. Total ada empat pelapor yang masuk ke Dirtipideksus Bareskrim Polri. Tetapi penyidik menerima banyak aduan masyarakat terkait pinjaman online yang meresahkan. Beberapa korban, kata Whisnu, mendapatkan teror dengan foto-foto vulgar, dan melakukan tagihan ke kerabat, teman dan orang terdekat.

Aksi para pelaku penipuan pinjaman online tersebut membuat korbannya stres karena terus diteror. Aplikasi RPCepat menipu para korbannya, dengan mempromosikan pinjaman senilai Rp1 juta, tetapi yang disetujui Rp500 ribu dan diberikan Rp250 ribu. Sementara bunga pengembaliannya besar bisa dua kali lipat bahkan lebih. “Kami informasikan kepada masyarakat bahwa aplikasi RPCepat ini tidak ada izinnya,” ucap Whisnu.

Ia menjaskan, secara legalitas aplikasi RPCepat dibawah operasional PT SCA tidak berizin. Setelah dilakukan pengecekan ke OJK, penyidik langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

Para pelaku melakukan aksi dengan cara berpindah tempat, untuk mengelabui petugas. Selain menawarkan pinjaman online, pelaku juga melakukan tindak pidana pencurian data menggunakan aplikasi dari Tiongkok. “Kita lihat ada ribuan ‘SIM card’ yang ditemukan di tempat kejadian perkara, alat-alat modempool, ini untuk mengirimkan pesan ke ribuan nomor ponsel,” papar Whisnu.

Hingga kini penyidik Dittipideksu Bareskrim Polri masih memburu dua warga negara Tiongkok, Xuan Wei dan Gao Kun yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menyebutkan, jaringan penipuan pinjaman online tersebut telah beroperasi selama empat tahun, dari tahun 2018 hingga 2021.

Baca: Hindari Kesalahan Pakai Pinjaman Uang Online



Source link

Continue Reading

FEED

Def Jam SEA Bersama Rayi Putra dan Ariel Nayaka Akan Tampil di Konser Virtual untuk Brand Coach

Def Jam SEA Bersama Rayi Putra dan Ariel Nayaka Akan Tampil di Konser Virtual untuk Brand Coach


Bersama Def Jam SEA, Coach mempersembahkan konser virtual yang melibatkan banyak musisi dari Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Pengalaman konser virtual ini adalah yang pertama di Asia Tenggara dan akan ditayangkan pada tanggal 24 Juni 2021, dan ditayangkan di website khusus Coach x Def Jam SEA.

Di konser Coach x Def Jam SEA, tahun ’80-an menjadi sumber inspirasi untuk memberi pengalaman nostalgia ke era tersebut sekaligus menjembatani komunitas dengan membantu seniman musik muda dan yang akan datang di generasi berikutnya. Ada tiga belas musisi yang terlibat dan semuanya berasal dari negara di Asia Tenggara, musisi yang terlibat adalah penyanyi dan raper asal Indonesia, Rayi Putra, Ariel Nayaka, dan Ben Utomo; penyanyi hip-hop dari Inggris-Tamil, Yung Raja; Rapper Malaysia, Joe Flizzow; Rapper Amerika-Thailand, DABOYWAY.

Seluruh musisi yang terlibat akan mengenakan ansambel dari koleksi Coach Pre Fall 2021. Seiring dengan visi misi sang direktur kreatif, Stuart Vevers yang mencerminkan nuansa berbusana yang muda, penuh semangat, dengan infusi gaya vintage. Tonton konser virtual Coach x Def Jam SEA dengan mencari info lebih lanjut di sini atau menghubungi nomor Whatsapp +62 812-1870-2210.

(FOTO: Courtesy of Coach)





Source link

Continue Reading

Bernas

Watak Elitis Pembuat Kebijakan dalam Rencana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman

Watak Elitis Pembuat Kebijakan dalam Rencana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman


JAKARTA – Rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Polri melahirkan keputusan soal nasib jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. Dua pihak sepakat melakukan pembongkaran. Lagi, kita melihat bagaimana pembuat kebijakan negeri ini beraksi dalam bingkai watak elitis mereka. Adakah kajian ilmiah yang melandasi keputusan ini?

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, dalam kesempatan itu meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengkaji ulang keberadaan jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin. Kata Sahroni jalur sepeda permanen meningkatkan kerawanan kecelakaan dan menyulitkan kendaraan lain, terutama di tengah lalu lintas yang padat.

“Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang. Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut,” tutur Sahroni di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu, 16 Juni.

Selain itu Sahroni berujar tentang diskriminasi di antara komunitas sepeda. Ungkapan Sahroni merujuk pada gesekan yang terjadi di masa ujicoba jalur sepeda khusus road bike di Jalan Layang Nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang dan Sudirman-Thamrin beberapa hari lalu.

Listyo setuju. Polisi bakal berkoordinasi dengan Pemprov DKI soal keputusan ini. Listyo juga berencana studi banding ke negara tetangga untuk melihat bagaimana pengaturan perihal rute sepeda, baik komuter maupun olahraga. “Kami akan terus mencari formula yang pas. Kami setuju masalah yang permanen dibongkar saja,” kata Listyo.

“Pengaturan ruas wilayahnya daerah mana saja ini akan kami koordinasikan dengan Kemenhub, dengan Pemda DKI. Para Kapolda di seluruh wilayah juga melakukan hal yang sama, sehingga kemudian jalur sepeda bagi masyarakat tetap ada.”

Listyo juga menyebut tentang pembatasan jam. Menurut Listyo pembatasan diberlakukan agar keberadaan sepeda tidak “mengganggu para peguna dan moda-moda lain yang memanfaatkan jalur tersebut.”

Kapolri Jenderal Idham Azis Raker dengan Komisi III DPR (Sumber: Humas Polri)

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan Pemprov DKI bakal mengkaji terlebih dahulu rencana itu. Riza mengatakan pada prinsipna Pemprov DKI ingin memberi fasilitas terbaik bagi semua pihak, baik pejalan kaki, pesepeda, pengguna kendaraan bermotor, hingga kendaraan umum.

“Kita akan berikan pelayanan terbaik kebijakan yang diambil pasti mengacu pada kepentingan masyarakat yang lebih luas,” kata Riza di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Juni.

Hal apa saja yang perlu disoroti?

Kamis malam, 17 Juni, kami mencoba menghubungi Ahmad Sahroni. Tak ada tanggapan hingga artikel ini disusun. Yang jelas, ada beberapa sorotan terkait pengambilan kebijakan ini. Pertama tentang Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan keberadaan jalur sepeda.

Itu diungkap Ketua Tim Advokasi Bike To Work (B2W) Indonesia Fahmi Saimima. Ia menyebut rencana pembongkaran jalur sepeda melanggar UU 22/2009, yang mengamanatkan kelengkapan fasilitas sepeda. Selain UU 22/2009, rencana pembongkaran ini juga berpotensi berhadapan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013.

“Jalur sepeda, Itu amanah UU No. 22/2009, silahkan kalau mau melawan UU yang dibuat sendiri oleh legislatif,” Fahmi, dikutip CNN Indonesia.

Selain potensi pertentangan aturan, rencana pembongkaran jalur sepeda ini juga menempatkan lampu sorot pada klub sepeda milik Sahroni. Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies (RCUS) Elisa Sutanudjaja, dalam akun Twitter @elisa_jkt menulis: Bapak Sahroni ini ternyata ketua klub roadbike. Ternyata genk pletoner instagrammable.

Wakil Ketua DPR Ahmad Sahroni bersama klub road bikenya (Instagram/@asc.cycling)

Sahroni memang membawahi sebuah komunitas sepeda bernama ASC Goweser. Komunitas itu diresmikan pada Agustus 2020 lalu. ASC Goweser menaungi banyak jenis sepeda, termasuk road bike yang spesifik jadi unit binaan khusus Sahroni. Mei lalu, para pebalap ASC Cycling tampil cemerlang di event balap Kowis Loop Cycling Community.

Dikutip Medcom, dari semua kategori, para pesepeda binaan Sahroni mengikuti empat kategori. Mereka berhasil menjadi juara serta membawa pulang medali di tiga kategori. “Saya bangga sekali dengan pencapaian tim ASC Cycling karena dari enam pesepeda yang diturunkan, tiga di antaranya berhasil naik podium,” kata Sahroni waktu itu.

Selain dua hal di atas, masalah lain yang jadi sorotan adalah soal dana Rp30 miliar. Memang, dana itu bukan dari APBD DKI Jakarta sehingga pertimbangan soal pertanggungjawaban publiknya lebih minim. Dana pembangunan jalur sepeda permanen ini datang dari kompensasi pihak ketiga.

Tapi tidak kah terpikir soal progres pembangunan yang telah menghabiskan dana sekian banyak itu? Sebenarnya apa landasan dari kebijakan-kebijakan ini? Didasari pertimbangan ilmiah kah? Jika melihat watak para pengambil kebijakan di negeri ini, seringkali kebijakan diambil berdasar watak elitis penguasa.

Watak elitis pembuat kebijakan

Dalam pembuatan kebijakan, landasan dan pertimbangan jadi perkara penting. Dan tak boleh sembarangan yang jelas. Teori Inkremental menjelaskan bagaimana kebijakan ideal dibuat dengan pertanggungjawaban pada realitas.

Artinya, sebuah kebijakan harus dibuat dengan terlebih dulu melwati kajian dan berlandas pertimbangan ilmiah. Data wajib jadi pegangan.

Lalu bagaimana dengan penghapusan jalur sepeda yang dilandasi laporan dan keresahan publik? Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyampaikan pandangannya kepada MENTEGA, Kamis, 17 Juni.

“Itu (laporan publik) enggak bisa (jadi landasan). Kalau cuma laporan publik, itu publik yang mana. Itu kan harus dilihat, di-pemetaan dulu. Pengertian publik itu kan dinamis dan cair. Artinya tidak ada sesuatu yang sifatnya konstan. Harus diperjelas publik yang mana.”

Ilustrasi foto (Sumber: Antara)

Pertimbangan kedua, dalam sebuah kebijakan publik, pemangku kepentingan harus memiliki pola pikir bahwa kebijakan itu diambil untuk kepentingan publik. Bagaimana maksud penjelasan Trubus dalam konsep ini?

Ada dua perspektif melihat budaya bersepeda hari ini. Pertama, pesepeda komuter yang menjadikan sepeda sebagai alat transportasi mereka. Kedua, pesepeda olahraga. Mana lebih berkaitan dengan kepentingan publik yang lebih luas –di luar para pengguna sepeda itu sendiri?

“Kalau mau jadi kebijakan publik yang benar perspektifnya harus sebagai trasnportasi, bukan olahraga dulu. Yang olahraga carikan saja tempat,” Trubus.

Pesepeda olahraga (Sumber: Antara)
Pesepeda (Sumber: Antara)

Trubus melihat faktor kuasa amat kuat di dalam isu ini. Dan ini telah lama jadi watak dalam pengambilan kebijakan. Kebijakan Indonesia, menurut Trubus sejak lama dipengaruhi faktor elitis.

“Bahasa ilmiahnya itu kekuasaan, pada kekuasaan. Begitu. kekuasaan itu menjadi kunci. Karena begitu kebijakan mau dibuat, mereka yang berkekuatan besar itu yang menentukan. Seperti omnibus law, itu kan kekuasaan yang besar. Atau kasus Abdee Slank. Menentukan komisaris-komisaris itu semua kan karena kekuasaan.”

Dalam konteks rencana penghapusan jalur sepeda Sudirman, kita dapat melihat dua sisi kekuatan politi yang terlibat: DPR dan Kapolri. “Kapolri, untuk jadi kapolri harus uji kepatutan dulu di DPR.”

Hal-hal semacam ini memengaruhi pengambilan keputusan. Sebab, bagaimanapun, kebijakan adalah produk politis. Yang penting untuk ditumbuhkan sekarang adalah kesadaran di kepala para pemegang kuasa untuk memenuhi unsur-unsur realitas nan ilmiah dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, apa lagi yang penting? Pemahaman publik, tentunya. Publik yang paham adalah publik yang berdaya dalam fungsi kontrol.

*Baca Informasi lain soal JAKARTA atau baca tulisan menarik lain dari Diah Ayu Wardani juga Yudhistira Mahabharata.

BERNAS Lainnya

.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close