Connect with us

HEADLINE

Kadedemes dan Olahan Singkong Khas Masyarakat Sunda

Kadedemes dan Olahan Singkong Khas Masyarakat Sunda

[ad_1]

Orang Indonesia tentu sudah tak asing dengan singkong. Umbi-umbian yang juga dikenal dengan sebutan ketela pohon atau ubi kayu ini memang termasuk populer di negara kita. Bahkan, di beberapa daerah singkong jadi makanan pokok selain nasi.

Umumnya singkong direbus dan disantap bersama lauk pauk. Bahan makanan ini pun banyak diolah jadi berbagai hidangan dan camilan, seperti singkong goreng, kolak, dan keripik. Namun, selama ini bagian yang umum digunakan untuk dimakan adalah daging singkongnya itu sendiri.

Uniknya, masyarakat Sunda di Jawa Barat, memiliki satu hidangan yang memanfaatkan kulit singkong. Bila dilihat, singkong memiliki lapisan terluar (yang biasanya kotor penuh tanah) dan lapisan dalam berwarna putih.

Keduanya seringkali dibuang karena memang tak lazim disantap. Zaman dahulu, kulit singkong sering dibuang atau dipakai sebagai pakan hewan ternak. Namun, karena merasa sayang untuk dibuang begitu saja, kemudian bagian tersebut diolah jadi makanan.

Mengolah kulit singkong

Dengan kreativitas masyarakat, ternyata lapisan dalam singkong ini ternyata bisa jadi hidangan lezat. Masakan ini bernama kadedemes, yaitu oseng-oseng kulit singkong yang kerap disantap sebagai lauk pauk teman makan nasi.

Menurut Kamus Besar Basa Sunda karangan Raden Satjadibrata, kadedemes artinya ngarasa lebar kubarang anu ku baturmah biasa tara diarah atau merasa sayang pada barang yang oleh orang lain biasanya tidak dimanfaatkan.

Untuk membuat kadedemes, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain kulit singkong, bawang merah, bawang putih, caba merah, cabai hijau, minyak untuk menumis, gula, garam, dan penyedap rasa. Kulit singkong terlebih dahulu bisa dicuci sampai bersih dan direbus hingga lebih empuk.

Kemudian, kulit singkong yang sudah lembut ditiriskan, diiris tipis-tipis potongan korek api, kemudian ditumis bersama aneka bumbu. Bila suka pedas, bisa juga menambahkan cabai rawit sesuai selera. Kadedemes lebih sedap disantap saat hangat dengan nasi panas. Sederhana tapi nikmat!

Setelah selesai diolah, tekstur kulit singkong tentu tak sekeras aslinya. Rasanya pun tak senaeh yang dibayangkan lho. Apalagi setelah dibumbui, kurang lebih rasanya mirip tumis jamur.

Hingga saat ini kadedemes memang bukan makanan yang populer dan di Jawa Barat pun sulit ditemukan penjualnya karena masih sebatas santapan rumahan. Bila ingin mencobanya, tak ada salahnya langsung mempraktikkan masakan ini di rumah karena prosesnya tidak terlalu rumit.

Mengenal Beragam Jenis Getuk, Kudapan Manis Berbahan Singkong

Olahan singkong khas Sunda

Peuyeum

Selain kadedemes, rupanya masih banyak olahan singkong khas Sunda. Salah satu yang paling terkenal jadi oleh-oleh Bandung dan daerah-daerah lain di Jawa Barat seperti Purwakarta dan Subang adalah peuyeum.

Peuyeum merupakan singkong yang difermentasi dengan ragi yang dibalurkan ke umbi yang telah dikupas kulitnya sehingga teksturnya sangat lembut dan rasanya manis. Peuyeum biasanya terbagi dua antara basah dan kering. Setelah proses fermentasi selesai, peyeum bisa langsung disantap atau diolah dengan cara digoreng dengan tepung.

Enbal, Singkong Beracun Kesukaan Warga Kei

Comro dan dan misro

Bagi pencinta kudapan gorengan, tentu sudah akrab dengan nama comro dan misro. Keduanya sama-sama berbahan dasar singkong yang diparut dan dibentuk bulat-bulat atau lonjong. Dalam Bahasa Sunda, comro artinya oncom di jero alias oncom di dalam. Sedangkan misro adalah amis di jero atau manis di dalam.

Bagian luar comro dan misro sama-sama mirip, keduanya hanya berbeda di isian. Untuk comro, diisi dengan tumisan oncom pedas dan misro isiannya adalah gula merah dan rasanya manis.

Beras Singkong Menjadi Menu Khas Lebaran Di Sini

Colenak

Colenak, berasal dari singkatan dicocol enak, adalah salah satu olahan dari peuyeum. Untuk membuatnya, peuyeum dibakar sebentar agar tidak terlalu lembek, kemudian dilumuri dengan saus gula merah yang dicampur parutan kelapa. Kudapan ini sangat sederhana tapi layak dicoba lho!

Putri noong

Putri noong merupakan kue tradisional khas Sunda yang terbuat dari singkong parut, singkong, parutan kelapa, daun pandan, gula, garam, daun pandan, dan pewarna makanan, biasanya merah muda dan hijau. Adonan singkong diletakkan potongan buah pisang di tengahnya lalu dikukus. Setelah matang, kue disantap dengan taburan parutan kelapa.

Dalam Bahasa Sunda, putri noong artinya putri yang mengintip. Ini karena ada pisang yang ‘mengintip’ dari dari dalam kue singkong. Rasanya perpaduan antara manis, gurih, dan harum pandan.



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

BuzzFeed

Membangun dan menjalankan partai politik, apapun namanya harus menjunjung etika dan moral hingga akhlak, agar apa yang hendak dilukan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Sehingga hasil keluaran yang menjadi produk partai politik tersebut dapat memberi manfaat bagi orang banyak, bukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Hanya dengan begitu kehadiran partai politik dapat diterima oleh orang banyak. Jadi kalau partai politik maupun pelakunya hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, maka tidak akan ada artinya bagi rakyat untuk berharap adanya perbaikan menuju tatanan budaya politik yang lebih beradab. Padahal, fungsi utama partai politik itu harus mampu membangun kecerdasan politik rakyat banyak agar budaya politik di Indonesia bisa lebih elegan serta mendewasakan sikap politik segenap anak bangsa. Sebab berpolitik itu bukan tipu daya dan bukan pula sekedar untuk memenangkan pertarungan pada Pillkada, Pilpres maupun Pileg.

Perilaku politik para politisi atau pihak manapun, merupakan cermin diri dari bangsa dan negara yang bersangkutan. Karena itu jalan keluarnya yang terang sebagai satu-satunya cara menuju jalan terang itu yang diridho’i Allab SWT adalah tetap berpedoman pada nilai-nilai spiritual yang mampu membimbing menuju jalan setapak tanpa perselingkuhan dan keculasan yang mencederai hati orang lain.

Oleh karena itu, tata krama dan etika yang bersandar pada akhlak yang tegak lurus diridho’i oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih serta Maha Penyayang itu yang pasti akan memberi cinta dan kasih yang tulus seperti yang kita harapkan. Bukan kamuflase atau kepalsuan. Begitulah sejatinya diri yang mengedepankan laku ketimbang basa-basi maupun janji-janji palsu yang penuh tipu daya maupun kebohongan.

Oleh karena itu, partai buruh yang murni lahir dari rahim serikat buruh, hakekatnya pendukung total dari perjuangan kaum dhu’fa dan mustada’afin yang perlu diayomi dan dilindungi bahkan disayang sebagai kaum yang dominan dizalimi, agar dapat lebih manusiawi hingga mampu mencerna dan menikmati hakekat dari rachmatan lil alamin.

Jik partai buruh dan serikat buruh tidak mampu menjaga moral, etika dan akhlak segenap anak bangsa, apalah arti kehadirannya di tengah-tengah kita ?

Atau cuma sekedar membidik kekuasaan serta kedudukan belaka ?

Jacob Ereste, dengan artikel sebelumnya berjudul Partai Buruh & Serikat Buruh Adalah Penjaga Etika, Moral & Akhlak Segenap Anak Bangsa

Continue Reading

HEADLINE

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

BuzzFeed – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Papua meninjau atlet yang bertanding pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Senin (11/10/2021).

Dalam postingannya Anies Baswedan pada saat berkunjung ke Tanah Papua, belum nampak penyambutan seperti halnya sambutan meriah dari Rakyat Papua untuk Gubernur Jawa Tengah.

Hal ini membuat netizen memberikan komentarnya melalui akun media sosial Twitter membandingkan Anies dengan Ganjar.

“TIDAK DIKENAL DI PAPUA Tak kenal maka tak sayang …Anies tiba di Bandara Sentani tidak ada yang menyambut semeriah Ganjar Pranowo. Masih ngotot nyapres 2024 …??? Papua barometer Pilpres 2024,” kata @Bengkeltanah201 seperti dikutip dari Populis.id pada Senin 11 Oktober 2021.

“Beda sambutan saat tiba di Papua. Orang-orang Papua paham betul mana yang emas mana yang emas-emasan,” ujar @narkosun01.

“Kasihan Pak Anies gak ada rakyat Papua mengelu-elukan dan menyambut kedatangannya, sangat beda dengan Pak Ganjar, Gubernur Rasa Presiden. Halaah, mau cari panggung telat uda,” tulis @alextham878.

“Sengaja datang belakangan biar pamornya ga kalah sama Jokowi, Padahal nyampe sana juga ga ada yang peduli.. Wkwkwk Orang Papua tidak kenal Anies,” kata @RasaAris.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbang ke Papua untuk meninjau para atlet DKI Jakarta yang sedang bertanding pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Akan tetapi, dalam sebuah video yang diunggah di akun story Instagramnya Anies langsung bertemu dengan para atlet kontingen DKI Jakarta.

Hal ini dapat dilihat dari akun Instagram @aniesbaswedan pada Senin (11/10/2021) pagi.

“Tiba di bandara Sentani berpapasan dengan atlit panahan dan sepak takraw DKI yang akan kembali ke Jakarta,” tulisnya.

Kemudian, Anies memberi sambutan dan berfoto bersama para atlet DKI.

“Bawa cerita pengalaman ini untuk menjadi pelajaran bagi semuanya,” ucapnya.

Continue Reading

HEADLINE

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

BuzzFeed – PDI Perjuangan apresiasi keputusan Presiden Joko Widodo lantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara (13/10/2021)

Apresiasi tersebut, pasalnya Presiden memberikan kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan

“PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan berbangga atas keputusan Presiden Jokowi dengan melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terdiri dari: Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa sebagai wakil ketua,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

“Lalu Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris dan sebagai anggota yakni Emil Salim, Gede Wenten, Bambang Kesowo, Adi Utarini, Marsudi Wahyu Kisworo dan Tri Mumpuni,” imbuhnya.

PDI Perjuangan berharap, melalui struktur Dewan Pengarah BRIN, diharapkan bisa membawa Indonesia semakin kompetitif di dunia. BRIN diharapkan bisa menata dan mengelola seluruh lembaga riset, serta membawa Indonesia bergerak menuju negara berbasis ilmu pengetahuan.

Keputusan Jokowi yang menempatkan BRIN sebagai infrastruktur kemajuan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar Indonesia berdikari, mendapat dukungan penuh PDI Perjuangan.

“Dan sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN merupakan keputusan tepat,” imbuhnya.

“Karena riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya. Kebijakan pembangunan pun harus berlandaskan pada riset dan inovasi ilmu pengetahuan serta teknologi, yang berpedoman pada ideologi Pancasila,” lanjutnya.

Menurut Hasto, selama ini Megawati sangat konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5% dari PDB. Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, juga disebut penggagas awal dari BRIN.

“Dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri,” tuturnya.

Kepedulian Megawati, menurut Hasto merupakan bentuk dukungan yang konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional yang memang memerlukan sumber daya finansial yang besar. Selain itu dalam perspektif geopolitik, riset dan inovasi, juga sangat penting di dalam membangun kekuatan pertahanan melalui penguatan kapabilitas industri pertahanan dengan semangat percaya pada kekuatan sendiri.

Bagi PDI Perjuangan, riset dan inovasi adalah kata kunci perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan menyatukan berbagai lembaga riset dalam satu kapal dengan satu nahkoda, diharapkan tidak terjadi lagi duplikasi riset dan kesimpangsiuran tata kelola riset di Indonesia.

“Di sisi lain, sumber daya manusia kita memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang ikut terlibat di bidang riset dan pengembangan teknologi di berbagai lembaga riset tingkat dunia. Atas hal itu, saatnya semua pihak menyelaraskan gerak antara lain pemerintah, kekuatan sosial politik, serta masyarakat demi kemajuan dan kejayaan Indonesia raya,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close