Connect with us

FEED

Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Pengamat: Kehadirannya Sesuai UU Intelijen

Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Pengamat: Kehadirannya Sesuai UU Intelijen



loading…

JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara daerah (Kabinda) Papua, Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Minggu, 25 April 2021.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula saat patroli Satgas BIN bersama dengan Satgas TNI/Polri melakukan perjalanan menuju Kp. Dambet. “Sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI/Polri diadang oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua sehingga terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Dambet. Kabinda Papua tertembak dan gugur,” ujar Wawan dalam keterangannya, Senin, 26 April 2021. Baca juga: Miris, 95 Nyawa Melayang Akibat Aksi Brutal KKB Selama 3 Tahun

Beberapa pihak mempertanyakan kenapa sampai peristiwa itu terjadi, bahkan ada tokoh yang malah mempertanyakan keberadaan Kabinda Papua di lapangan. Salah satu yang mempertanyakan adalah eks Dir. Pelaksanan Strategic Intelligence Studies Tjipta Lesmana. Dalam opini yang ditulis di salah satu media online nasional pada Senin, 3 Mei 2021, Tjipta berargumen bahwa tugas BIN bersifat nasional dan tidak pada level operasional dengan merujuk pada pasal 29 UU 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara sehingga secara implisit beliau beropini bahwa keberadaan Kabinda Papua di Beoga itu tidak sesuai dengan tugas dan fungsi BIN. Baca juga: Penghormatan Terakhir, Hymne Kopassus Menggema di Pemakaman I Gusti Putu Danny

“Jika kita secara objektif melihat peristiwa ini maka sebenarnya keberadaan Kabinda Papua sudah sesuai dengan peran, tujuan dan fungsi dari BIN yang dimandatkan dalam UU 17/2011. Tugas dari BIN jelas terdapat pada pasal 29. Akan tetapi, fungsi intelijen dari BIN itu jelas terdapat pada pasal 6 yaitu menyelenggarakan fungsi penyelidikan, penanganan dan penggalangan, di mana penyelidikan bisa terdiri dari serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencari, menemukan, mengumpulkan, dan mengolah informasi,” papar Analis Konflik dan Keamanan Alto Labetubun Selasa (4/5/2021).

Menurut dia, operasionalisasi fungsi penyelidikan membutuhkan langkah-langkah taktis dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) baik tertutup, maupun terbuka, dan dengan cara-cara seperti yang cepat tapi tepat termasuk penelitian, wawancara, interogasi, pemancingan, pengamatan, penggambaran, penjejakan dan berbagai cara lainnya.

“Dari penjelasan di atas maka keberadaan Kabinda Papua di lapangan itu sudah tepat dan sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimandatkan oleh UU Intelijen Negara, sehingga framing bahwa keberadaan Kabinda Papua di lapangan bertentangan dengan tugasnya sebagai anggota BIN seperti yang diopinikan oleh Prof. Tjipta Lesmana adalah kurang tepat dan keliru,” katanya.

Meski demikian, kata dia, yang perlu dievaluasi adalah langkah-langkah pengamanan atau Operational Security (OpSec) personel BIN saat melaksanakan tugas-tugas tertutupnya di lapangan. Lulusan Master of international Studies dengan spesialisasi Peace and Conflict Resolution dari University of Queensland, Australia menilai, seluruh personel intelijen mengerti betul risiko yang melekat pada profesi dan tugasnya sebagai personel intelijen, termasuk risiko meninggal dunia bahkan hilang dalam tugas, walaupun seluruh langkah-langkah mitigasi risiko sudah dilakukan secara maksimal.

Dia mencontohkan bagaimana ketika tujuh personel Central Intelligence Agency (CIA) tewas ketika salah seorang aset yang mereka percayai sebagai agennya malah meledakan dirinya di dalam lokasi markas operasi mereka di Camp Chapman di pada Desember 2009. Padahal pengamanan markas tersebut sangat ketat dan dilakukan berlapis. Seperti istilah dalam militer yang dikenal dengan Murphy’s Law Anything that can go wrong will go wrong. “Semoga pengorbanan Kabinda Papua, Mayjen (Anumerta) TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha tidaklah sia-sia,” ucapnya.

(cip)



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Hadapi Pemudik, Pemprov Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi

Hadapi Pemudik, Pemprov Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi




Pemudik sepeda motor melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021) malam. Pada H-1 larangan mudik lebaran 2021, pemudik di Jalur Nagreg yang menuju arah Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah terpantau ramai lancar dan didominasi oleh kendaraan roda dua.


© ANTARA/Raisan Al Farisi
Pemudik sepeda motor melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021) malam. Pada H-1 larangan mudik lebaran 2021, pemudik di Jalur Nagreg yang menuju arah Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah terpantau ramai lancar dan didominasi oleh kendaraan roda dua.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Gubernur Ridwan Kamil menyebutkan, Jawa Barat telah menyiapkan 2.500 ruang isolasi di desa-desa sebagai antisipasi pemudik nekat yang lolos penyekatan petugas dan berhasil sampai di kampung halaman. 

Namun tidak semudah itu, karena para pemudik ilegal tersebut harus menjalani karantina di ruang isolasi selama lima hari, baru boleh bertemu keluarga. “Maka di perkampungan kita sudah siapkan 2.500-an ruang isolasi, kita sudah intruksikan kepada perangkat desa bagi yang ngotot agar setiba di kampung halaman untuk dikarantina,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat telekonferensi Talk Show BNPB “Kesiapan Pemda Menghadapi Larangan Mudik” dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu malam (5/5). 

Emil mengatakan, nantinya hasil dari karantina lima hari tersebut akan diupdate di aplikasi Pikobar agar ketahuan angka jumlah pemudik yang memaksa mudik. 

“Ini sangat efektif. Tapi hasil akhirnya kita akan hitung berapa kenaikan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit. Karena provinsi Jabar sudah satu bulan, berkinerja sebagai satgas terbaik se-Indonesia,” katanya. 

Emil mengatakan Pemprov Jabar mengikuti arahan pemerintah pusat dengan tidak memperbolehkan mudik lokal meskipun berada di wilayah aglomerasi. Di Jabar, aglomerasi ada di Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Aglomerasi lain Bodebek meliputi Kab/Kota Bogor, Kab/Kota Bekasi, dan Kota Depok.  

“Narasinya sama dengan pemerintah pusat, mudik lokal itu tidak diperkenankan. Aglomerasi yang dibolehkan bergerak hanya untuk para pekerja saja,” katanya. 

Menurut Emil, masih ada sekitar 7 persen warga yang memaksa mudik dengan Jabar sebagai tujuan pemudik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kurang lebih 400 ribuan pemudik yang harus kami waspadai di wilayah Jabar,” katanya. 

Sementara itu, sesuai intruksi dari Kepolisian Republik Indonesia pada zona merah dan oranye sektor pariwisata ditiadakan. “Jadi sesuai kesepakatan zona merah oranye itu pariwisata ditiadakan dan ini sudah menjadi intruksi dari kapolri yang diizinkan hanya zona kuning hijau termasuk juga berlaku bagi pelaksanaan salat idulfitri 1442 H,” katanya. 

“Selama zona merah pariwisata ditutup. Untuk pariwisata yang berada di zona nonmerah dibuka dengan menyesuaikan kapasitas 50 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya. 



Source link

Continue Reading

FEED

GT Cikarang Barat Ditutup, Pekerja Pabrik Protes Turun ke Jalan : Okezone Megapolitan

GT Cikarang Barat Ditutup, Pekerja Pabrik Protes Turun ke Jalan : Okezone Megapolitan



JAKARTA – Sejumlah karyawan pabrik memprotes tidak bisa melintas di Gerbang Tol Cikarang Barat pada Kamis (6/5/2021). Hal itu menyusul diberlakukannya penyekatan larangan mudik.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan kejadian tersebut sudah teratasi.

“Kejadian tersebut, protes dari para angkutan karyawan yang mau keluar dari GT Cikarang Barat dari arah Cikampek,” ujar Sambodo Purnomo Yogo.

Baca Juga: Dituding Lakukan Penggelapan, Karyawan Pabrik Baja Disekap dan Dianiaya Bos

Ia menyebutkan, penyebab karena ada crossing dengan kendaraan yang terjaring dalam penyekatan larangan mudik lebaran 2021.

“Karena GT Cikarang Barat ditutup agar tidak crossing dengan kendaraan yang kita putar balik. Untuk saat ini kondisi sudah terkendali dan arus lalu lintas sudah lancar,” tandas Sambodo Purnomo Yogo.

Sebelumnya sempat beredar video berdurasi sekitar 29 detik. Dalam video itu tampak sejumlah pekerja pabrik berseragam berwarna biru muda menunggu antrean bus yang terhenti karena tidak bisa melintas. Mereka juga terlihat berteriak-teriak melontarkan protes karena aktivitasnya terganggu.

Baca Juga: Kapolda Metro: Penyekatan Masa Larangan Mudik Jauh Lebih Siap!

(Ari)



Source link

Continue Reading

FEED

Singgung Takjil Sianida, DPR Minta Pemerintah Jamin Takjil dan Paket Lebaran Aman

Singgung Takjil Sianida, DPR Minta Pemerintah Jamin Takjil dan Paket Lebaran Aman



loading…

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat , Muslim menyinggung soal insiden takjil bersianida yang terjadi di Bantul, Yogyakarta dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang V DPR tahun sidang 2020-2021. Insiden ini menewaskan seorang anak pengemudi ojek online (Ojol) yang diminta pelaku untuk mengantarkan takjil tersebut.

Terkait insiden ini, Muslim meminta agar pemerintah menjamin keamanan dari takjil ataupun bantuan sosial (Bansos) yang diterima oleh masyarakat. “Terkait dengan pemberian kaitannya takjil atau bansos yang diberikan masyarakat, dalam hal ini kita tahu dalam pemberitaan terakhir ini ada kejadian takjil sianida, saya pikir pemerintah harus hadir jamin pemberian bansos ini harus aman,” kata Muslim saat interupsi dalam Ruang Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). Baca juga: Sakit Hati Ditinggal Nikah Polisi, Jadi Motif Wanita Cantik Ini Kirim Takjil Maut

Menurut legislator Dapil Aceh II itu, jangan sampai masyarakat mendapatkan kiriman takjil, paket Lebaran ataupun bansos yang membahayakan masyarakat. Jangan sampai juga ada pelanggaran dalam pemberian bansos tersebut. “Ini beberapa masukan sehingga pelaksanaan Idul Fitri damai dan masuarakat bisa menjalankan hari raya dengan baik,” tutup anggota Komisi IV DPR ini. Baca juga: Ahli Psikologi Forensik Sebut Kasus Sate Sianida Termasuk Pembunuhan Berencana

Diberitakan sebelumnya, Nani Apriliani (NA), pelaku pengiriman takjil bersianida itu menaburkan racun sianida dalam bumbu sate dengan target istri dari Tomi, pria idamannya. Namun, harapannya gagal karena sasaran menolak paket yang dikirimkan melalui pengemudi ojek online, Bandiman. Kemudian, paket takjil maut dibawa Bandiman dan dimakan anak keduanya Naba Faiz Prasetyo, bocah berusia 10 tahun yang menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kota Yogyakarta pada Minggu 25 April 2021.

(cip)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close