Connect with us

VIRUS CORONA

Jumlah Kasus Baru COVID di India Sedikit Menurun

Jumlah Kasus Baru COVID di India Sedikit Menurun


Data harian COVID India menunjukkan sedikit penurunan tetapi masih tetap tinggi. Kementerian Kesehatan, Senin (10/5), menyatakan ada 366.161 infeksi baru dan 3.754 kematian akibat virus corona dalam periode 24 jam sebelumnya. Para pakar kesehatan masyarakat menyatakan mereka yakin jumlah kasus baru dan kematian itu lebih rendah daripada angka sesungguhnya.

India mencatat 22,6 juta kasus COVID sejauh ini, menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center. Hanya AS yang memiliki kasus infeksi lebih banyak, 32,7 juta dari total 158,3 juta kasus COVID di seluruh dunia, menurut Hopkins.

Ada kekhawatiran yang berkembang di India mengenai infeksi jamur yang mempengaruhi pasien COVID dan orang-orang yang telah pulih dari penyakit itu. Mucormycosis disebabkan oleh jamur dan dapat mempengaruhi struktur wajah seseorang dan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kebutaan. Pasien COVID dengan diabetes terutama yang rentan terhadap mucormycosis, kata para pakar medis.

Seorang anggota keluarga melempar karangan bunga untuk memberi penghormatan kepada kerabat yang meninggal karena COVID-19 di sebuah krematorium dekat kuil Pashupatinath di Kathmandu, Nepal. (Foto: AP)

Seorang anggota keluarga melempar karangan bunga untuk memberi penghormatan kepada kerabat yang meninggal karena COVID-19 di sebuah krematorium dekat kuil Pashupatinath di Kathmandu, Nepal. (Foto: AP)

Nepal, yang sedang berjuang keras mengatasi wabah, mulai kekurangan oksigen dan tangki oksigen. Negara itu telah meminta para pendaki dan pemandu Gunung Everest agar tidak meninggalkan tabung oksigen mereka di gunung dan membawa kembali tabung itu agar fasilitas medis dapat mengisinya dan memberikannya kepada pasien COVID.

Kul Bahadur Gurung, pejabat senior di Asosiasi Pendaki Nepal, mengatakan kepada Reuters, “Kami mengimbau para pendaki dan Sherpa untuk membawa kembali tabung-tabung yang kosong sedapat mungkin karena tabung itu dapat diisi kembali dan digunakan untuk perawatan pasien virus corona yang sangat membutuhkan.”

Seorang pejabat kementerian kesehatan Nepal mengatakan kepada Reuters, negara itu memerlukan 25 ribu tangki oksigen yang mendesak.

KTT Uni Eropa, Kritik AS

Pada hari kedua KTT di Portugal pada hari Sabtu (8/5), Uni Eropa menyetujui perpanjangan kontrak dengan Pfizer-BioNTech untuk menyediakan hingga 1,8 miliar dosis tambahan vaksinnya hingga 2023.

Pfizer telah menyediakan 600 juta dosis vaksin untuk Uni Eropa, sebagaimana yang diminta dalam kontrak awal.

Juga pada KTT itu, AS menghadapi kecaman yang meningkat dari para pemimpin Uni Eropa terkait dengan persetujuan mengejutkan oleh Presiden Joe Biden mengenai penghapusan paten vaksin COVID-19 untuk membuat semakin banyak dosis vaksin tersedia bagi negara-negara miskin.

“Kami pikir, dalam jangka pendek, ini bukan penyelesaiannya,” kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Michel dan para pemimpin Uni Eropa lainnya mengatakan AS justru harus mulai meningkatkan ekspor vaksin untuk menghasilkan dampak maksimum terhadap pandemi global.

“Saya dengan tegas mendesak AS agar mengakhiri larangan ekspor vaksin dan komponen-komponen vaksin yang menghalanginya untuk diproduksi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

AS, seperti Inggris, telah membatasi ekspor vaksin yang dikembangkan di dalam negeri agar dapat menggunakannya untuk mengimunisasi rakyatnya terlebih dulu. Uni Eropa telah menjadi penyedia vaksin utama dunia, mendistribusikan sekitar 200 juta dosis ke 27 negara anggota blok itu dan kurang lebih jumlah yang sama untuk hampir 90 negara di seluruh dunia.

Paus Fransiskus telah menyatakan ia mendukung penangguhan sementara paten vaksin, menurut berbagai berita. Ia menambahkan bahwa kekuatan pasar, terkait dengan vaksin, tidak boleh mendominasi. [uh/ab]



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRUS CORONA

Kelangkaan Oksigen Medis Jateng-DIY Dijanjikan Teratasi

Kelangkaan Oksigen Medis Jateng-DIY Dijanjikan Teratasi



Awal pekan ini pasokan oksigen medis di Jawa Tengah dan Yogyakarta sempat terganggu. Langkah cepat telah diambil dan dijanjikan akhir pekan ini persoalan teratasi. Kebutuhan oksigen memang meningkat drastis untuk perawatan pasien COVID-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyinggung persoalan ini dalam keterangan resminya, Jumat (25/6). Dia mengatakan, persoalan kekurangan pasokan gas medis untuk rumah sakit di Jawa Tengah adalah karena terganggunya aliran listrik dari PLN. Masalah listrik merembet ke gangguan produksi, tepat ketika kebutuhan oksigen medis melonjak akibat COVID-19.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian delta atau B1617.2 dari India mendominasi kasus Covid di DKI Jakarta, Kudus, dan Bangkalan. (Biro Press)

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian delta atau B1617.2 dari India mendominasi kasus Covid di DKI Jakarta, Kudus, dan Bangkalan. (Biro Press)

“Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listriknya konsisten, untuk seluruh pabrik oksigen yang ada di Jawa, agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasionalnya,” kata Budi Gunadi.

Di Jawa ada sembilan pabrik oksigen, masing-masing empat di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta satu pabrik di Jawa Tengah. Sekitar tujuh puluh lima persen oksigen dari sembilan pabrik ini dikonsumsi oleh industri dan sisanya oleh rumah sakit. Menurut Budi Gunadi, sektor industri telah bersedia mengalihkan oksigen jatah mereka, jika sektor medis membutuhkan.

Pemasok Akui Kaget

GM PT Samator Jawa Tengah, Julianto Setyoadji. (Foto: VOA/Nurhadi)

GM PT Samator Jawa Tengah, Julianto Setyoadji. (Foto: VOA/Nurhadi)

Dalam perbincangan dengan media pada Jumat (25/6), General Manager PT Samator Jawa Tengah, Julianto Setiyadi menyebut rapat koordinasi telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Samator adalah perusahaan penyuplai kebutuhan oksigen medis dan industri. Kebutuhan area Jawa Tengah dan Yogyakarta dipenuhi dari pabriknya di Kabupaten Kendal.

Samator telah mengadakan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan menyepakati sejumlah langkah. Julianto menekankan perlunya data kebutuhan oksigen di seluruh rumah sakit, sehingga pihaknya dapat menyusun perencanaan kerja. Julianto mengakui, ada peningkatan tajam penggunaan oksigen medis di rumah sakit beberapa hari ini.

“Peningkatan pasien di sana sudah saya prediksi, kita kirim sejumlah ini, habisnya hari ini. Ternyata berbeda dengan prediksi kita, belum satu hari, baru 12 jam sudah minta lagi, habis. Kaget saya ini,” kata Julianto.

Menurut data PT Samator, kebutuhan oksigen medis di dua provinsi dalam satu hari berkisar 60 ribu hingga 70 ribu meter kubik. Angka itu adalah penggunaan pada masa-masa normal sebelum pandemi. Pada awal kasus COVID-19 kebutuhan bulanan bahkan turun drastis. Bulan keempat atau kelima pandemi, atau sekitar Juni 2020, konsumsi mulai naik lagi.

Seorang pasien COVID-19 bernapas dengan masker non-rebreather di tenda darurat sebuah rumah sakit di Jakarta, 24 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Seorang pasien COVID-19 bernapas dengan masker non-rebreather di tenda darurat sebuah rumah sakit di Jakarta, 24 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Julianto mencatat, kebutuhan pada bulan Mei 2021 naik hingga 40 persen dari angka rata-rata.

“Pertengahan Juni itu luar biasa kenaikannya, dalam waktu singkat, hitungan hari saja. Kita sudah antisipasi dengan sejumlah pertemuan, tetapi tidak bisa mengejar karena tidak ada cukup informasi dari bawah,” kata Julianto.

Pangkalan Baru di Yogya

Karena tidak ada pabrik oksigen di Yogyakarta, PT Samator telah sepakat membuka pangkalan baru khusus untuk melayani kebutuhan rumah sakit di kawasan ini. Budi Susanto, manajer operasional perusahaan itu menyebut mereka akan mengirim gas langsung dari pabrik di Kendal, Jawa Tengah menggunakan tangki berkapasitas 17 ribu meter kubik. Selama ini, layanan hanya dipenuhi dengan truk tangki berkapasitas 3.500 meter kubik.

Manajer Operasional PT Samator, Budi Susanto. (Foto: VOA/Nurhadi)

Manajer Operasional PT Samator, Budi Susanto. (Foto: VOA/Nurhadi)

“Karena posisi kami di Kendal, dengan produksi kira-kira 50 ribu meter kubik per hari, konsumsi untuk Jawa Tengah termasuk Yogyakarta itu sudah mencapai 164 ribu meter kubik perhari,” kata Budi.

Menurutnya, angka konsumsi sekitar 70 ribu meter kubik per hari pada kondisi normal mulai naik pada akhir tahun 2020. Puncaknya pada Januari 2021, yang juga disebut sebagai puncak kasus COVID-19, di mana dua provinsi ini membutuhkan pasokan hingga 125 ribu meter kubik per hari. Kini dengan kebutuhan lebih dari 160 ribu meter kubik per hari, kebutuhan harus dipenuhi dari pabrik lain yang berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Budi memastikan, proses ini akan membutuhkan waktu.

Seorang pasien COVID-19 duduk di atas velbed di tenda sementara di luar ruang gawat darurat rumah sakit pemerintah di Bekasi, 25 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Seorang pasien COVID-19 duduk di atas velbed di tenda sementara di luar ruang gawat darurat rumah sakit pemerintah di Bekasi, 25 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Untuk sementara ini, kerja sama antarrumah sakit yang berjalan baik menjadi jalan keluarnya.

“Saya berterimakasih, rumah sakit mau mengerti. Mereka juga ikut ambil bagian dalam mengelola penggunaan oksigen. Yang masih memiliki pasokan cukup untuk sekian jam, dialihkan untuk dikirimkan ke rumah sakit lain yang sudah kritis, mendekati kosong. Dengan seperti itu, sangat membantu kami sebagai produsen,” ujar Budi.

Seluruh pihak telah memberikan dukungan untuk mengatasi kekurangan pasokan oksigen medis di Jawa Tengah dan Yogyakarta. PLN memastikan suplai listrik tanpa kendala ke depan. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan juga mendukung distribusi dengan langkah-langkah teknis di lapangan. Namun, menurut Budi yang tidak boleh dilewatkan adalah dukungan dari masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, agar risiko masuk rumah sakit kecil dan pada gilirannya tidak membebani kebutuhan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan DI Yogyakarta, Pembajun Setyaningastutie. (Foto: VOA/Nurhadi)

Kepala Dinas Kesehatan DI Yogyakarta, Pembajun Setyaningastutie. (Foto: VOA/Nurhadi)

Kepala Dinas Kesehatan DI Yogyakarta, Pembajun Setyaningastutie mengakui kondisi ini, tetapi sekaligus berjanji untuk segera mengatasinya.

“Memang pemakaiannya meningkat, hampir tiga kali lipatnya. Tetapi kami sudah berkomitmen, kebutuhan oksigen di DI Yogyakarta, bisa tercukupi. Enggak usah 100 persen, minimal 80 persen, dan yang diharapkan teman-teman di rumah sakit itu adalah kontinuitas pasokan,” katanya. [ns/ka]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

Antibodi Vaksin China Kurang Efektif Atasi Varian Delta

Antibodi Vaksin China Kurang Efektif Atasi Varian Delta



Seorang peneliti Pusat Pengendalian Penyakit China mengatakan kepada media pemerintah mengatakan antibodi yang dipicu oleh dua vaksin COVID-19 asal China kurang efektif terhadap varian Delta dibandingkan dengan varian lain. Namun, vaksin tersebut masih tetap memberikan perlindungan.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan pekan lalu bahwa varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India, menjadi varian penyakit yang dominan secara global akibat tingkat penularannya.

Mengutip sebuah wawancara yang disiarkan China Central Television pada Kamis (24/6) malam, Reuters melaporkan Feng Zijian, peneliti dan mantan wakil direktur di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Tanpa menyebut kedua vaksin itu, Feng mengatakan mereka masuk dalam kategori vaksin tidak aktif, yang mengandung virus corona “yang dimatikan” yang tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia.

Lima dari tujuh vaksin yang dikembangkan di dalam negeri dalam skema vaksinasi massal China adalah vaksin yang tidak aktif. Ini termasuk vaksinasi dari Sinovac Biotech dan Sinopharm yang digunakan di negara-negara seperti Brazil, Bahrain dan Chili.

Para pejabat mengatakan varian Delta telah menyebabkan infeksi di tiga kota di Provinsi Guangdong selatan, di mana terdapat total 170 pasien yang dikonfirmasi secara lokal dilaporkan antara 21 Mei dan 21 Juni.

Masih belum jelas berapa banyak dari mereka yang terpapar varian Delta.

Sekitar 85 persen kasus Guangdong dalam wabah terbaru ditemukan di ibu kota provinsi, Guangzhou.

“Dalam wabah Guangdong … tidak satu pun dari infeksi yang divaksinasi itu menjadi kasus yang parah, dan tidak ada kasus yang parah yang divaksinasi,” kata Feng. [ah/ft]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

Singapura Setujui 24 Klinik Swasta untuk Inokulasi Vaksin Sinovac

Singapura Setujui 24 Klinik Swasta untuk Inokulasi Vaksin Sinovac



Sejak Kementerian Kesehatan Singapura menyetujui kualifikasi 24 klinik swasta untuk menginokulasi vaksin COVID-19 Sinovac dari Tiongkok, Rabu (24/6), sejumlah besar penduduk berbondong-bondong ke tempat-tempat ini untuk mendaftar di lokasi.

Di luar Rophi Clinic, yang diberi wewenang oleh Kementerian Kesehatan Singapura untuk mengelola vaksin Sinovac, warga antre sejak dini hari karena terbatasnya slot untuk vaksinasi.

“Putri saya bilang mereka datang untuk mengantre di sini setelah pukul 07.00, tetapi baru saja seorang pria mengatakan kepada saya bahwa mereka datang pada pukul 05:00. Kita harus datang lebih awal karena jika terlambat, kita tidak akan mendapat nomor giliran,” kata seorang warga Tiongkok yang tinggal di Singapura.

“Klinik kami sangat sangat sibuk. Telepon berdering tanpa henti. Terdapat lebih dari 1.000 orang yang mendaftar, yang ingin mendapatkan vaksin Sinovac sekarang,” kata Leong Hoe Nam, dokter penyakit menular di Klinik Rophi.

Singapura mengizinkan penggunaan Sinovac berdasar rute akses khusus setelah Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin tersebut. Negara kota itu memiliki persediaan 200.000 dosis yang tiba pada Februari tahun ini. Ke-24 klinik swasta tersebut akan menerima pasokan dari pemerintah berdasarkan kemampuan mereka untuk menyuntikkannya.

Lebih dari setengah populasi Singapura setidaknya telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 di bawah kampanye vaksinasi nasional yang memberikan vaksin Pfizer atau Moderna. Para pakar medis mengatakan bahwa penyerapannya sudah baik tetapi tidak luar biasa. Harapannya kini pemberian vaksin alternatif seperti Sinovac akan mempercepat upaya vaksin Singapura.[ka/uh]



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close