Connect with us

FEED

Jokowi Akui Silaturahmi Tak Langsung saat Lebaran Sangatlah Berat

Jokowi Akui Silaturahmi Tak Langsung saat Lebaran Sangatlah Berat



loading…

JAKARTAHari Raya Idul Fitri merupakan momen untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, situasi itu berubah secara drastis.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perayaan Idul Fitri tahun ini, Indonesia masih harus berhadapan dengan pandemi Covid-19. Dimana, seluruh masyarakatnya juga masih harus bersabar dan menahan diri karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung, secara tatap muka dengan keluarga dan handai taulan. Baca juga: Ucapkan Selamat Idul Fitri, Jokowi: Momentum untuk Bangkit dan Menang Lawan Covid-19

“Memang hal itu sangatlah berat, tetapi kita tidak punya pilihan kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita semua. Ya, kita semua,” kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (12/5/2021). Baca juga: Minta Masyarakat Menahan Diri, Puan: Silaturahmi Bisa melalui Video

Kepala Negara menyebut pilihan itu mau tidak mau harus dipatuhi seluruh masyarakat. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci untuk melawan situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. “Agar sesegara mungkin kita dapat terbebas dari pandemi,” ujar dia.

(cip)



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

FAKTA-FAKTA Varian Delta Plus, Ditemukan 200 Kasus di 11 Negara

FAKTA-FAKTA Varian Delta Plus, Ditemukan 200 Kasus di 11 Negara




Ilustrasi virus corona. Versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.


© hearingreview
Ilustrasi virus corona. Versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.


TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 200 kasus virus corona varian Delta Plus diketahui telah tersebar di 11 negara di seluruh dunia.

Dilansir Tribunnews dari CNN, pejabat kesehatan mengungkapkan versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.

Strain yang menjadi perhatian media global ini disebut B.1.617.2.1 atau AY.1, singkatnya Delta Plus.

Di Inggris, varian itu pertama kali dilaporkan oleh Public Health England, sebuah badan kesehatan pemerintah pada 11 Juni 2021.

Baca juga: Ratusan Balita di Jakarta Positif Covid-19, Kemenkes Sebut Varian Delta Cenderung Jangkiti Anak

Baca juga: 282 Anak Balita di Jakarta Tertular Covid-19, Kemenkes Sebut Varian Delta Cenderung Jangkiti Anak

Berdasarkan beberapa kasus pertama di Inggris yang diurutkan pada 26 April menunjukkan, varian itu mungkin ada dan menyebar pada musim semi.

Pakar kesehatan sedang menyelidiki apakah Delta Plus lebih menular daripada jenis lain seperti varian Alpha atau Delta.

Namunm masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apa efeknya.

Delta Plus versi varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India pada Februari.

Saat ini, pemerintah India telah mengirimkan varian ke Sistem Data Global dan mengirim sampel untuk pengujian genom.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Covid-19 Varian Delta Cenderung Menular pada Anak-anak, Warga Diminta Waspada

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui terkait Varian Delta Plus:

Apa perbedaan Delta Plus dengan varian Delta?

Semua varian membawa kelompok mutasi.

Delta Plus memiliki mutasi ekstra yang disebut K417N yang membedakannya dari varian Delta biasa.

Mutasi ini mempengaruhi protein spike, bagian dari virus yang menempel pada sel yang diinfeksinya.

“Mutasi K417N tidak sepenuhnya baru, ia muncul secara independen di beberapa garis keturunan virus,” kata Francois Balloux, Direktur Institut Genetika Universitas College London (UCL).

Mutasi itu terlihat pada strain yang ditemukan di Qatar pada Maret 2020 dan ditemukan pada varian Beta, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan musim gugur lalu, katanya kepada Science Media Center.

“Mutasi dapat berkontribusi pada menurunnya kekebalan, meskipun dampaknya pada penularan tidak jelas,” tambahnya.

Semua virus bermutasi terus-menerus.

Beberapa dari perubahan itu membuat virus lebih cepat dalam menginfeksi sel atau dalam bereplikasi.

Sementara yang lain memiliki sedikit efek atau bahkan berbahaya bagi virus.

“Hingga saat ini, ada sekitar 160 jenis virus corona yang diurutkan secara global,” kata Balloux.

“Ada juga varian Delta plus lainnya dengan mutasi lain,” kata pemerintah India.

Mereka menambahkan, AY.1 adalah yang paling terkenal.

“Tim sedang melihat mutasi spesifik ini dan apa artinya dalam hal penularan dan keparahan. Sangat penting apa artinya ini dalam hal tindakan medis,” kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia untuk Covid-19.

Sementara itu, varian Delta reguler, juga dikenal sebagai strain B.1.617.2, telah menyebar dengan cepat.

Varian ini telah dilaporkan di sejumlah negara.

“Sebanyak 40 persen hingga 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris,” kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Jawa Semakin Meluas, Melonjak 2 Kali Lipat, Varian Delta Terbanyak di Jakarta

Apakah varian Delta Plus lebih menular atau mematikan?

Menurut badan pengurutan genom Covid-19 pemerintah India, varian Delta Plus menunjukkan beberapa sifat yang mengkhawatirkan.

Misalnya peningkatan penularan, pengikatan yang lebih kuat pada reseptor sel paru-paru, dan potensi pengurangan respons antibodi.

Saat ini, belum ada cukup bukti untuk menentukan secara meyakinkan dan para ahli lain juga telah menyatakan kehati-hatian.

Untuk saat ini, sebagian besar para ahli memperingatkan masyarakat dan pemerintah untuk tetap waspada, tetapi tenang.

“Ditemukan di beberapa negara tetapi tetap pada frekuensi yang sangat rendah … Tidak ada bukti bahwa strain saat ini berkembang di negara mana pun,” kata Balloux.

Van Kerkhove dari WHO mengatakan, organisasi itu melacak Delta Plus untuk menentukan tingkat penularan dan tingkat keparahannya.

Baca juga: Varian Delta Bikin Sydney Hadapi Masa Paling Menakutkan Sejak Pandemi Dimulai

Di mana varian Delta Plus ditemukan?

Sejauh ini, Delta Plus telah dilaporkan di 11 negara, tetapi jumlah kasus per negara hanya mencerminkan sampel yang telah diurutkan.

Sehingga diperlukan lebih banyak data untuk menentukan tingkat penyebaran yang sebenarnya.

AS telah mengurutkan dan mengonfirmasi jumlah kasus tertinggi dengan 83 kasus pada 16 Juni 2021, menurut Public Health England.

Disusul Inggris dengan 41 kasus per 16 Juni 2021.

Peningkatan pelacakan kontak, pengujian, dan isolasi dikerahkan ke sejumlah daerah di mana kasus Delta Plus telah dilaporkan, Downing Street mengonfirmasi

Beberapa kasus pertama yang diurutkan di Inggris adalah kontak individu yang telah melakukan perjalanan dari atau transit melalui Nepal dan Turki, menurut Public Health England.

Kemudian India menyusul dengan 40 kasus.

Kasus-kasus tersebut tersebar di tiga negara bagian, yaitu Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan India menetapkannya sebagai “varian perhatian,” dan menempatkan ketiga negara bagian dalam siaga.

Pemerintah mengatakan jumlah kasus masih rendah – tetapi mendesak negara bagian dengan kasus untuk “meningkatkan respons kesehatan masyarakat mereka” dengan meningkatkan pengujian, penelusuran, dan vaksinasi prioritas.

Sisa kasus tersebar di Kanada, India, Jepang, Nepal, Polandia, Portugal, Rusia, Swiss, dan Turki.

Berita lain terkait Varian Delta

Berita lain terkait Varian Delta Plus

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)



Source link

Continue Reading

EKONOMI

Hypermart, Peritel Milik Konglomerat Mochtar Riady Ini Dukung PPKM Mikro dengan Strategi Bisnis, Apa Saja?

Hypermart, Peritel Milik Konglomerat Mochtar Riady Ini Dukung PPKM Mikro dengan Strategi Bisnis, Apa Saja?


JAKARTA – Pengelola Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mendukung langkah-langkah pemerintah yang telah dilakukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 salah satunya yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

Chief Executive Officer MPPA Elliot Dickson mengatakan perseroan menyadari situasi COVID-19 saat ini sangat sulit dan menantang bagi semua orang, terutama bagi konsumen yang berusaha memenuhi kebutuhan pangan dan rumah tangga sehari-hari.

“Sehingga kami bekerja keras untuk memastikan bisnis online kami, yang mencakup sebagian besar kota dibandingkan dengan yang lain, akan menjadi solusi sempurna bagi konsumen selama periode ini untuk membeli kebutuhan mereka dari rumah dan/atau memanfaatkan Park & Pick-up kami untuk keamanan tambahan dan kenyamanan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat 25 Juni.

Untuk itu, peritel milik dari Lippo Group milik konglomerat Mochtar Riady ini berupaya terus memperkuat penawaran bisnis online sebagai O2O strategis dengan toko offline sebagai arah strategis baru di tahun 2021 dan seterusnya.

Elliot menuturkan, dalam beberapa bulan terakhir MPPA telah memperkuat layanan e-commerce Hypermart Online dan Chat & Shop miliknya yang kini mencakup 112 toko di seluruh Indonesia. Selain itu, MPPA juga bekerja sama dengan operator pasar terkemuka lainnya dan layanan pengiriman kebutuhan sehari-hari sesuai permintaan secara nasional.

“Ke depan, MPPA akan menambah lebih banyak toko on line untuk berpartisipasi dalam kolaborasi yang ada dan mengembangkan lebih banyak kolaborasi baru dengan operator pasar terkemuka lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Per hari ini, pihaknya bekerja sama dengan mitra bisnis dengan menawarkan Bebas Ongkos Kirim ke platform Chat & Shop untuk memberikan kenyamanan dan nilai lebih kepada konsumen selama masa sulit ini.

“Peron on line perseroan secara keseluruhan juga memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian antar kota untuk keluarga atau orang terkasih yang berada di kota lain, misalnya konsumen dari Jakarta dapat melakukan pembelian secara online untuk diantarkan ke orang tuanya yang berdomisili di Jogjakarta,” ujar dia.

MPPA juga menawarkan fitur Park & Pick-up sebagai bagian dari Chat & Shop dan Hypermart Express untuk tujuan keamanan konsumennya. Dengan menggunakan Park & Pick-up di semua lokasi mall di mana MPPA beroperasi, konsumen kini memiliki keamanan lebih dengan dapat memesan dari lokasi kerja dan dapat mengambil pembelian mereka dalam perjalanan pulang tanpa harus bertemu fisik dengan orang lain.

.



Sumber Berita

Continue Reading

FEED

Gedung Runtuh di Miami, 99 Orang Hilang, Petugas Dengar Tanda-tanda Kehidupan di Reruntuhan

Gedung Runtuh di Miami, 99 Orang Hilang, Petugas Dengar Tanda-tanda Kehidupan di Reruntuhan




Pemandangan udara ini, menunjukkan personel pencarian dan penyelamatan yang bekerja di lokasi setelah runtuhnya sebagian Menara Champlain South di Surfside, utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat utama.


© CHANDAN KHANNA / AFP
Pemandangan udara ini, menunjukkan personel pencarian dan penyelamatan yang bekerja di lokasi setelah runtuhnya sebagian Menara Champlain South di Surfside, utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat utama.


TRIBUNNEWS.COM – Tim penyelamat tengah berupaya mencari korban selamat yang terperangkap di puing-puing bangunan perumahan 12 lantai yang runtuh di utara Miami, Florida, AS pada Kamis (24/6/2021) pagi.

Setidaknya satu orang tewas dan 99 lainnya masih hilang, BBC melaporkan.

Tidak jelas apa yang menyebabkan sebagian dari bangunan berusia 40 tahun itu runtuh.

Tim pencari yang bekerja sepanjang waktu dilaporkan mendengar suara orang-orang menggedor di bawah puing-puing.

Setidaknya 102 orang kini telah didata, tetapi tidak pasti berapa banyak orang yang berada di dalam gedung ketika apartemen itu runtuh.

Puluhan orang yang selamat telah ditarik keluar dari puing-puing.

Baca juga: Bangunan 5 Lantai di Korea Selatan Runtuh Timpa Bus, 9 Orang Tewas dan 8 Lainnya Luka Parah

Baca juga: Bocah Palestina yang Selamat setelah 7 Jam Tertimbun Reruntuhan Alami Trauma, Sulit Bicara dan Makan



Pemandangan udara ini, menunjukkan personel pencarian dan penyelamatan yang bekerja di lokasi setelah runtuhnya sebagian Menara Champlain South di Surfside, utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat utama. (CHANDAN KHANNA / AFP)


© Disediakan oleh tribunnews.com
Pemandangan udara ini, menunjukkan personel pencarian dan penyelamatan yang bekerja di lokasi setelah runtuhnya sebagian Menara Champlain South di Surfside, utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat utama. (CHANDAN KHANNA / AFP)

Presiden Joe Biden telah menyetujui deklarasi darurat untuk Florida, yang berarti Badan Manajemen Darurat Federal akan membantu badan-badan negara bagian dengan upaya bantuan.

Kamis malam, ratusan penyelamat menggunakan kamera sonar dan anjing yang dilatih khusus saat mereka menjelajahi puing-puing untuk mencari korban selamat.



Tim penyelamat mencari korban yang terjebak di reruntuhan (Twitter)


© Disediakan oleh tribunnews.com
Tim penyelamat mencari korban yang terjebak di reruntuhan (Twitter)

Tim juga menggali terowongan dari tempat parkir bawah tanah di bawah gedung dalam upaya untuk menjangkau para korban.

“Tim pemadam kebarakan dan penyelamatan ada di sana dengan tim pencari mereka, membawa anjing mereka,” kata Direktur Polisi Miami-Dade Freddy Ramirez kepada wartawan.

“Mereka berada dalam mode pencarian dan penyelamatan, dan mereka akan berada dalam mode itu untuk sementara waktu.”

“Mereka tidak berhenti. Mereka akan bekerja sepanjang malam. Mereka tidak berhenti.”

Tim pencari mendeteksi ada suara benturan dan suara lainnya, tetapi tidak ada suara (manusia) dari berton-ton puing.

Upaya Penyelamatan yang Berbahaya

Para pejabat mengatakan upaya penyelamatan cukup berbahaya karena puing-puing bisa runtuh di atas korban.

“Proses ini lambat dan metodis,” kata Ray Jadallah, asisten kepala pemadam kebakaran Miami-Dade Fire Rescue.

“Setiap kali kami mulai melewati bagian dari struktur, puing-puing menjatuhi kami.”

Hujan dan badai yang terus-menerus semakin memperumit tugas yang sudah sulit bagi tim pencarian dan penyelamatan.



Puing-puing tergantung dari bangunan yang sebagian runtuh di Surfside utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat besar (CHANDAN KHANNA / AFP)


© Disediakan oleh tribunnews.com
Puing-puing tergantung dari bangunan yang sebagian runtuh di Surfside utara Miami Beach, pada 24 Juni 2021. Blok apartemen bertingkat di Florida sebagian runtuh awal 24 Juni, memicu tanggap darurat besar (CHANDAN KHANNA / AFP)

Keluarga Korban Menunggu dengan Cemas

Pihak berwenang telah mulai mengambil sampel DNA dari kerabat mereka yang masih hilang jika hanya sisa-sisa tubuh anggota keluarga mereka yang ditemukan di puing-puing.

Keluarga dari korban yang hilang telah berkerumun di sekitar pusat komunitas beberapa blok dari gedung yang runtuh.

Mereka menunggu informasi sambil bersiap hadapi yang terburuk.

Nicolas Fernandez mengatakan panggilannya untuk keluarganya tidak dijawab.

“Saya pikir mereka sudah pergi,” katanya kepada CBS.

“Saya tidak ingin pesimis, tetapi kami telah memanggil mereka tanpa henti tanpa jawaban.”

Sementara itu, Jenny Urgelles terbangun oleh berita bahwa gedung orang tua telah runtuh.

Dia menelepon mereka, tetapi kedua ponsel mereka langsung dialihkan ke pesan suara.

“Saya berpegang pada harapan. Saya sangat putus asa untuk mengetahui apa yang terjadi,” katanya kepada saluran TV lokal.

Keterangan Saksi

Sebagian besar Menara Champlain yang terletak di tepi laut di kota Surfside runtuh ke tanah pada dini hari Kamis (24/6/2021).

Saksi mata menyebut telah mendengar sesuatu seperti guntur sebelum melihat awan debu besar.

Saksi mata lain membandingkan peristiwa itu seperti serangan 11 September di Menara Kembar New York tahun 2001 lalu.

Salah seorang penghuni apartemen, Barry Cohen, sedang berada di tempat tidur ketika bangunan itu mulai runtuh.

“Kedengarannya seperti guntur, dan saya dan istri saya, kami pergi ke balkon; sepertinya sebuah bom meledak, kotoran dan debu dan asap ada di mana-mana,” katanya kepada BBC.

“Kemudian seluruh bangunan hanya berguncang dengan ledakan yang sangat besar,” kata Cohen.

“Saat kami buka pintunya, tidak ada bangunan di sana, hanya tumpukan puing-puing,” katanya.

“Jadi kami turun ke garasi, dan ada air yang bocor dari pipa; itu sampai sekitar lutut saya, dan kami berkata: ‘Kami tidak ingin tinggal di sini karena kami bisa tenggelam.'”

Akhirnya, dia berbicara dengan layanan darurat dan mereka menyelamatkannya sebelum bangunan itu runtuh sepenuhnya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close