Connect with us

Olahraga

Jika Ingin Pertahankan Gelar, Joan Mir Minta Suzuki Lakukan Hal Ini

Jika Ingin Pertahankan Gelar, Joan Mir Minta Suzuki Lakukan Hal Ini


Berita MotoGP:Pebalap andalan Suzuki Ecstar, Joan Mir mengatakan bahwa target utama timnya paa saat ini salah satunya adalah meningkatkan catatan waktu di babak kualifikasi.

Sebagaimana diketahui, kinerja motor Suzuki Ecstar di babak kualifikasi MotoGP memang menjadi masalah utama tim yang berbasis di Hamamatsu, Jepang, itu dalam beberapa tahun terakhir.

Alhasil, dua pebalap Suzuki sulit mendapatkan posisi finis terbaik kerap menyulitkan dua pebalap Suzuki untuk meraih hasil terbaik. Mir yang meraih titel tahun lalu, tak berhasil mendapatkan pole position.

Oleh karena itu, pebalap yang baru berusia 23 tahun tersebut berharap Suzuki bisa meningkatkan performa GSX-RR demi mendukungnya mendapatkan posisi start terbaik.

“Tampil cepat di babak kualifikasi rasanya lebih sulit daripada mempertahankan gelar,” kata Mir kepada Motogp.com. “Memang benar kami harus meningkatkan kinerja kami di kualifikasi. Saya pikir kami masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan. Saya masih muda, begitu juga dengan Suzuki.bKami harus melanjutkan peningkatan motor, dan saya juga harus meningkatkan kemampuan diri sendiri. Kami memiliki banyak waktu untuk meningkatkan segalanya.”

“Melihat kerja keras Suzuki sepanjang musim dingin, Joan Mir yakin GSX-RR bisa mengeluarkan performa lebih baik pada tahun ini. Kami berhasil mendapatkan gelar juara dunia dengan motor ini, tapi ini bukan sebuah keuntungan bagi kami,” kata Mir.

“Jadi, saya dan Suzuki harus tetap melakukan peningkatan. Sekarang, segalanya terlihat sangat baik. Kita lihat bagaimana performa motor,” sambung pebalap asal Spanyol itu.

Artikel Tag: joan mir, Suzuki Ecstar





Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Thiago Silva: Chelsea Sangat Cepat Beradaptasi dengan Taktik Tuchel

Thiago Silva: Chelsea Sangat Cepat Beradaptasi dengan Taktik Tuchel


Berita Liga Inggris: Thiago Silva terkejut dengan betapa cepatnya skuat Chelsea beradaptasi dengan cara bermain Thomas Tuchel sejak ia memimpin klub pada Januari lalu.

The Blues sudah sangat meningkat sejak pelatih asal Jerman itu mengambil alih, yang membuat mereka menjalani 14 pertandingan tak terkalahkan, sebelum berakhir pada Sabtu (3/4) kemarin melawan West Brom dalam kekalahan 5-2 di Stamford Bridge.

Namun Chelsea kian kompak di lini belakang dan berhasil membuahkan hasil positif. Performa itu telah membuat mereka naik kembali ke empat besar dan juga masih bersaing kuat di Liga Champions dan Piala FA.

Berbicara dalam situs resmi klub, Thiago Silva mengaku terkejut betapa cepatnya tim The Blues mampu memahami metode dan taktik dari Thomas Tuchel.

“Sejak hari pertama melawan Wolves, dia membuat beberapa perubahan taktis di tim, mengatakan apa yang dia ingin tim lakukan, jadi Anda bisa melihat pelatih telah menunjukkan kemampuannya di sini,” kata Silva.

“Cara bermainnya telah meyakinkan para pemain bahwa menahan bola dan menjadi agresif ketika diperlukan adalah hal yang mungkin sehingga kami dapat masuk ke lapangan dengan mengetahui semua dasar yang harus kami lakukan.”

“Saya telah mengetahui selama dua tahun semua yang harus saya lakukan di lapangan, kapan harus maju, kapan harus menahan bola. Seringkali, pemain lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui itu tapi yang mengejutkan mereka (di Chelsea) tak butuh waktu lama untuk memahami cara bermain Tuchel di lapangan.”

Artikel Tag: Thiago Silva, Chelsea, Thomas Tuchel





Source link

Continue Reading

Olahraga

Riyad Mahrez Ingin Bantu Man City Sapu Bersih Semua Trofi

Riyad Mahrez Ingin Bantu Man City Sapu Bersih Semua Trofi


Berita Sepakbola: Winger Manchester City, Riyad Mahrez, kembali mengaskan bahwa dirinya ingin membantu The Cityzens untuk bisa menyapu bersih semua trofi di musim ini. Meski demikian, Mahrez mengakui bahwa hal itu akan sulit untuk bisa diwujudkan.

Manchester City sendiri pada musim ini menunjukkan performa yang begitu luar biasa. Bahkan penampilan apik mereka membuat The Cityzens berpeluang untuk memenangkan Premier League, Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions.

Riyad Mahrez yang telah tampil sebanyak 40 kali dengan sumbangan 10 gol di semu kompetisi di musim ini kembali menegaskan tekad kuatnya untuk membantu Man City menyapu bersih semua trofi. Meski demikian, Mahrez juga tak menampik bahwa hal itu akan sulit untuk bisa diwujudkan.

“Kami saat ini hanya memiliki tujuan untuk mencoba dan memenangkan semua yang kami bisa,” ujar Mahrez dilansir dari laman resmi Man City.

“Ini tidak akan mudah, tetapi kami telah sampai di tahap terakhir musim ini dan kami harus siap untuk mencoba dan memenangkan semuanya.’

“Sejauh ini saya merasa sangat baik. Namun saya belum yakin apakah di musim ini merupakan karier terbaik saya sebagai pemain sepakbola. Meski demikian saya begitu menikmati semua perjalanan yang telah dilalui.”

“Mungkin ini bagian dari pengalaman yang telah saya dapatkan. Saya berusia 30 tahun dan saya musim ini memiliki lebih banyak kesempatan untuk tampil. Jadi mungkin apa yang saya tunjukkan merupakan hasil dari pengalaman saya di musim ini,” pungkasnya.

Artikel Tag: Riyad Mahrez, Manchester City





Source link

Continue Reading

Olahraga

Hauge Bangkit, Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab Kesulitannya

Hauge Bangkit, Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab Kesulitannya


Berita Liga Italia: Jens Petter Hauge kembali mencuri perhatian akhir pekan kemarin saat mencetak gol penyeimbang melawan Sampdoria dan ternyata ada beberapa hal yang menjadi penyebab kesulitannya belakangan ini bersama AC Milan.

Tuttosport awal pekan ini memberikan ulasan khusus mengenai faktor-faktor yang menyebabkan Hauge mengalami kesulitan dalam beberapa bulan terakhir bersama Rossoneri, tepatnya dimulai setelah jeda musim dingin. Performanya memang anjlok, sedemikian besarnya hingga ia dicoret dari daftar skuat raksasa Serie A tersebut pada fase knockout Liga Europa.

Pemain internasional Norwegia tersebut memberikan pengaruh besar selama babak penyisihan grup dengan mempersembahkan tiga gol untuk Milan, termasuk dua gol kemenangan yang membantu mereka finis di puncak klasemen. Akan tetapi, ada poin fisik dan atletik yang melatarbelakangi penurunan performanya secara mendadak.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Stefano Pioli, winger 21 tahun tersebut bergabung Rossoneri September lalu sesaat setelah kompetisi di Norwegia berakhir. Sederhananya, bintang muda tersebut belum sempat menikmati liburan dan/atau latihan pramusim. Begitu ia merampungkan musim di negaranya asalnya, ia langsung hijrah ke Serie A dan harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri di klub dan lingkungan barunya.

Bukan kebetulan mantan bintang Bodo/Glimt tersebut melejit bersama Il Diavolo mengingat kondisi atletiknya cukup untuk memberinya kekuatan mengatasi segala kelelahan yang mungkin, namun ketika sudah mencapai batas, ia pun tak mampu menahannya. Berdaptasi dengan liga baru dan negara baru dalam kondisi normal cukup sulit, namun di Italia sepak bola yang lebih menguras taktik dan fisik yang dimainkan dan ia kesulitan dalam saat-saat yang berat.

Bagaimanapun, golnya ke gawang Sampdoria sebagai pemain pengganti merupakan sinyal bahwa Hauge telah bangkit dan siap membantu Milan menghadapi pekan-pekan terakhir di Serie A musim ini.

Artikel Tag: Hauge, Milan, Serie A





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

INFO LOKER

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close