Lifestyle

Jerman Larang Kelompok Neo-Nazi Hammerskins

Jerman melarang cabang lokal kelompok neo-Nazi Hammerskins yang bermarkas di AS dan terkenal dengan konser rock supremasi kulit putihnya, kata Kementerian Dalam Negeri Jerman, Selasa (19/9).

Hammerskins Deutschland, kelompok yang beranggotakan sekitar 130 orang, bertujuan menyebarkan “doktrin rasial berdasarkan ideologi Nazi”, kata pernyataan kementerian itu. Polisi menggerebek rumah 28 anggota kelompok itu di beberapa wilayah pada Selasa pagi, katanya. Beberapa anak cabang dari grup itu dan spin-off-nya yang dikenal sebagai Crew 28 juga dilarang.

Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser mengatakan ini merupakan “pukulan keras terhadap ekstremisme sayap kanan yang terorganisir” dan akan mengirimkan “sinyal yang jelas terhadap rasisme dan anti-Semitisme”.

Papan penunjuk arah kayu buatan tangan di pinggir jalan menuju desa Jamel, 260 kilometer barat laut Berlin di Mecklenburg-Western Pomerania, Jerman, 25 Januari 2011. Lebih dari separuh penduduk desa kecil ini terkait dengan Partai NPD dan kelompok Neo-Nazi. (AP/Markus Schreiber)

Kelompok ini memainkan peran “menonjol” dalam kelompok ekstremis sayap kanan di Eropa, menurut kementerian tersebut. Ini adalah kelompok ekstremis sayap kanan ke-20 yang dilarang di Jerman.

Tujuan kelompok tersebut adalah “menghidupkan dan mengonsolidasi ideologi ekstremis sayap kanan mereka, terutama melalui konser”, kata kementerian tersebut. Kelompok yang berbasis di AS ini didirikan pada tahun 1988.

Ada sekitar 38.800 orang dalam spektrum ekstremis sayap kanan di Jerman pada tahun 2022, menurut laporan yang disampaikan oleh badan intelijen domestik federal BfV pada bulan Juni – naik dari 33.900 pada tahun 2021. Jumlah yang dianggap berpotensi melakukan kekerasan juga meningkat dari 13.500 menjadi 14.000. Ekstremisme sayap kanan adalah “ancaman ekstremis terbesar terhadap demokrasi kita,” kata Faeser.

Pada bulan Februari 2020, seorang ekstremis sayap kanan menembak mati 10 orang dan melukai lima lainnya di kota Hanau, Jerman tengah.

Baru-baru ini, polisi pada bulan Desember menyerang kelompok sayap kanan yang dipimpin oleh seorang pangeran gadungan yang diduga bermaksud menggulingkan negara dengan kekerasan dan melantik pemerintahan baru. [ab/ka]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed