Connect with us

VIRAL

Inilah Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Inilah Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

[ad_1]

Perang Dunia II menjadi perang terburuk yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Sangat banyak umat manusia yang meregang nyawa akibat peristiwa besar tersebut. Sejujurnya pihak mana pun tidak menginginkan hal mengerikan itu terjadi lagi. Namun, meski telah usai, kenangan pahit serta sejumlah misteri masih menyelimuti perang tersebut.

Misalnya saja tentang harta karun milik Erwin Rommel yang digadang-gadang masih tersembunyi dengan aman di suatu tempat. Selain itu, masih banyak lagi misteri yang berasal dari Perang Dunia II. Apa saja itu? Berikut ulasannya untuk kamu semua!

1.

Harta karun Erwin Rommel

Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Harta karun Erwin Rommel | www.dictio.id

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu misteri yang tertinggal dari Perang Dunia II adalah tentang keberadaan harta milik seorang marsekal NAZI yang paling terkenal, Erwin Rommel. Cerita bermula ketika pasukan sekutu berusaha untuk menyerbu markas Rommel pada tahun 1944.

Mengetahui hal tersebut, Rommel memerintahkan empat penyelam pasukan SS untuk membawa dan menyimpan hartanya di dalam kotak amunisi yang terbuat dari baja.

Kabarnya harta miliknya dibawa dan disimpan di sebuah gua bawah laut yang ada di Pantai Timur Pulau Mediterania. Isi dari harta miliknya antara lain batu mulia, emas, serta perak bullion.

Pada tahun 2007, beredar rumor yang mengatakan kalau beberapa arkeolog dan pemburu harta karun tengah menyelidiki foto seorang tentara Jerman dengan kode-kode yang diyakini menunjukkan lokasi dari harta karun milik Rommel.

Mereka sangat yakin kalau mereka sudah sangat dekat dengan keberadaan harta karun tersebut. Akan tetapi hingga sekarang, tidak ada kabar ataupun tanda-tanda telah ditemukannya harta karun milik marsekal NAZI tersebut.

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Dianggap Bisa Mengundang Setan

2.

Kuburan massal di Malbork

Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Kuburan massal di Malbork | www.idntimes.com

Kota Malbork dahulu merupakan bagian dari wilayah Jerman Barat. Saat ini kota tersebut masuk ke dalam wilayah Polandia Utara. Nah, pada saat Perang Dunia II, terjadi peristiwa pembantaian yang sangat mengerikan di tempat tersebut.

Para arkeolog dan sejarawan berpendapat bahwa pada tahun 1945 telah terjadi Revolusi Rusia yang mengakibatkan hampir seluruh warga Kota Malbork dibunuh.

Tidak hanya itu, para wanita juga banyak yang diperkosa sebelum dibunuh oleh tentara Jerman yang pada saat itu tengah berkuasa dengan cara yang tidak manusiawi.

Pembantaian yang terjadi di kota tersebut dibuktikan dengan penemuan sebanyak kurang lebih 1800 potongan sisa-sisa tubuh manusia yang terkubur di kota ini pada Januari 2009 silam.

Pertama kali kerangka manusia itu ditemukan oleh seorang pekerja konstruksi yang kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian setempat. Setelah dilakukan otopsi, hasilnya adalah kepastian bahwa kerangka yang ditemukan merupakan korban dari pembantaian.

Mereka kemungkinan dikubur dalam keadaan telanjang dan ditembak di bagian kepala. Hingga kini penemuan tersebut terus berlanjut dan tidak tahu berapa lagi kerangka yang bakalan ditemukan oleh tim peneliti.

3.

Penemuan tank Centaur CS IV

Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Penemuan tank Centaur CS IV | panzerserra.blogspot.com

Pada tahun 2008 ditemukan dua buah tank yang sudah berkarat di sekitar 8 km sebelah timur Wittering, West Sussex. Penemuan ini sangat mengejutkan mengingat tempat penemuan berada di tengah lautan.

Setelah foto kedua tank diambil, para ahli artileri serta sejarawan Perang Dunia II memperkirakan bahwa kedua tank tersebut merupakan tank tiper Centaur CS IV. Tank ini dilengkapi dengan meriam 95 mm Howitzer (51 putaran amunisi).

Selain itu, tank ini juga menjadi satu-satunya tank tipe Centaur yang diterjunkan langsung ke dalam medan pertempuran. Hingga saat ini, baik para arkeolog maupun sejawaran tidak mengetahui penyebab kedua tank tersebut bisa berada di tengah lautan.

Baca juga: Menguak Sejarah Menyeramkan Kursi Kematian Thomas Busby yang Terkutuk!

4.

Battle of Los Angeles

Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Battle of Los Angeles | www.history.com

Pada tahun 1942, tepatnya pada tanggal 24 dan 25 Februari terjadi fenomena di mana benda terbang aneh tiba-tiba muncul di langit Los Angeles, California. Fenomena tersebut terjadi tiga bulan setelah peristiwa Pearl Harbour yang membuat Amerika turut terlibat dalam Perang Dunia II.

Pada saat itu, militer Amerika tidak dapat mengidentifikasikan benda aneh yang terbang itu sehingga mereka pun menembakinya dengan tembakan artileri secara besar-besaran.

Sebelum fenomena aneh itu muncul, Kapal Selam I-17 milik Jepang tiba-tiba muncul dan langsung menembaki fasilitas produksi minyak yang ada di Santa Barbara. Peristiwa tersebut menyebabkan reposisi pasukan militer dan angkatan laut di pantai barat Amerika Serikat.

Ketika mendapat laporan adanya benda aneh yang terbang di atas langit, militer Amerika pun segera menembaki benda aneh tersebut karena diduga merupakan balon udara milik Jepang ataupun semacamnya sehingga terjadilah pertempuran di langit Los Angeles.

Uniknya, dugaan pihak militer Amerika terhadap benda aneh tersebut salah. Militer Jepang mengonfirmasi jika benda yang tersebut bukanlah bagian dari operasi yang dilakukan oleh mereka. Hingga saat ini, benda aneh itu pun masih menjadi misteri.

5.

Foo Fighter

Deretan Misteri Perang Dunia II yang Belum Terkuak!

Foo Fighter | duniaandromedaku.blogspot.com

Foo Fighter merupakan istilah yang digunakan oleh para pilot pesawat tempur dalam Perang Dunia II ketika melihat berbagai fenomena aneh yang terjadi di atas langit Eropa.

Penampakan pertama terjadi pada November 1944. Pada saat itu, seorang pilot terbang di atas Negara Jerman dan melaporkan bahwa dirinya telah melihat objek yang bergerak dan berputar dengan sangat cepat tengah mengikuti pesawat mereka.

Dikatakan bahwa benda tersebut seperti berapi-api dan mengeluarkan cahaya merah, putih, atau jingga. Beberapa pilot juga menggambarkan benda tersebut layaknya lampu pada pohon Natal.

Foo Fighter ini tidak bisa ditembak jatuh meski ratusan amunisi telah diluncurkan. Pihak militer sekutu sempat mengira kalau benda tersebut merupakan senjata terbaru milik pemerintah Jerman. Akan tetapi, ternyata dugaan itu salah karena pihak Jerman maupun Jepang juga melaporkan hal yang sama.

Hingga saat ini, keberadaan benda aneh tersebut masih diteliti dan diperdebatkan oleh para ahli. Namun, hasilnya masih belum ada yang tahu secara pasti apa dan dari mana benda tersebut berasal.

Artikel Lainnya

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

Isu Pilpres 2024 Mencuat, PDIP Fokus Ciptakan Pemimpin Bangsa Lewat Kaderisasi

Isu Pilpres 2024 Mencuat, PDIP Fokus Ciptakan Pemimpin Bangsa Lewat Kaderisasi

BuzzFeed – Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP), Hasto Kristiyanto, dalam keterangan resminya, keputusan Capres dan Cawapres merupakan hak preogratif keputusan partai yang didasarkan pada Kongres V.

Hal demikian, Keputusan Calon Presiden menunggu momentum sesuai dengan mekanisme tahapan pemilu.

Namun, dengan dinamika politik saat ini, ia tegaskan komitmennya untuk terus memerkuat tradisi demokrasi Pancasila yang mengakar pada budaya bangsa.

“Demokrasi di Indonesia bukan demokrasi elektoral-individual. Demokrasi Indonesia mengacu pada budaya bangsa yang mengedepankan gotong rotong, musyawarah, dan kepemimpinan yang didukung oleh spirit kolektivitas gotong royong,  bukan individual. PDI Perjuangan sendiri telah membangun demokrasi yang semakin matang, agar lahir pemimpin bangsa yang hebat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin politik dari tingkat pusat hingga daerah yang disiapkan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinan Partai” tulis Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan Keputusan soal capres dan cawapres PDIP berdasarkan pada Kongres V Partai telah memberikan mandat kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Pengumuman akan dilakukan pada momentum yang tepat. Semua memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal deklarasi. Itulah tata cara melahirkan pemimpin, perlu pertimbangan matang dan jernih”, ketiknya.

Kendati demikian, PDIP akan persiapkan capres yang sudah mempunyai kapasitas dan kabapilitas dan mengacu pada mekanisme kaderisasi Partai.

Salah satu contohnya kader yang melalui mekanisme kaderisasi partai seperti halnya Presiden Jokowi, Gubernur Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Prananda Prabowo, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani, Sultan Riska.

“PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi Partai. Itu semua perlu kerja sistemik melalui bangunan organisasi kepartaian. Jadi terkait dengan capres dan cawapres, Partai memiliki banyak kader yang mumpuni yang telah dipersiapkan Partai” ungkapnya.

PDIP menilai melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemik lalu memgambil jalan pintas dengan mencalonkan tertentu dengan berbagai subyektivitas kepentingan.

“Partai terus mencermati dinamika politik yang berkembang. Seluruh kader dan anggota Partai terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program recovery atas dampak pandemi” pungkasnya.

Continue Reading

VIRAL

Pengamat Millenial Pertanyakan Peran DPD RI Sebagai Lembaga Negara

Pengamat Millenial Pertanyakan Peran DPD RI Sebagai Lembaga Negara

BuzzFeed – Direktur Eksekutif Millenial Aktivis Institute, Muhammad Ferdiansyah Kritisi peran DPD RI sebagai lembaga negara yang belum mendapatkan kewenangan dalam menjalankan fungsinya dalam usul, pembahasan, dan pertimbangan atas rancangan undang-undang.

Menurutnya, hal tersebut menjadi problem yang serius dihadapi oleh masyarakat, selain itu, bahkan masyarakat publik belum mengetahui peran DPD RI sesungguhnya.

“Problematika yang terjadi dalam fungsi dan peran DPD hari ini yang dimana mestinya DPD menajalankan tugas dan fungsi secara Legislasi untuk mengajukan usul, pembahasan, dan pertimbangan atas rancangan undang-undang, seharusnya DPD RI memiliki andil dan peran juga dalam perumusan Rancangan undang undangan, namun pada kenyataanya hari ini DPD RI belum mendapat kewenangan tersebut secara luas, atas ketidak efektifan kinerja lembaga tersebut menyebabkan banyak pihak yang mempertanyakan apa sebenarnya tugas dan fungsi serta peranan DPD itu sendiri sebagai lembaga negara, serta tidak terlihat secara nyata produk kinerja dari kelembagaan DPD pada hari ini” ujarnya.

Kendati demikian, pemuda millenial tersebut, pertanyakan peran dari DPD RI yang tidak nampak, pasalnya justru yang berperan mendominasi dalam pengusulan dan pembahasan yakni DPR RI yang didominasi oleh orang Partai Politik yang mempunyai ideologi dan kepentingan yang berbeda, sehingga diduga masih belum maksimal dalam perumusan undang-undang.

“Sebenarnya pada DPD melekat fungsi dan kewenangan yang meski terbatas. Kewenangan itu berkaitan dengan pengajuan rancangan undang-undang tertentu, pengawasan pelaksanaan undang-undang, serta fungsi pertimbangan”, katanya.

Ferdi menilai, peran DPR-RI justru lebih mendominasi sebagai lembaga legislatif daripada DPD RI.

“Namun dalam prakteknya, fungsi dan kewenangan itu tidak didapatkan oleh lembaga ini. Dalam hal pengajuan rancangan undang-undang tertentu misalnya, gerak langkah DPD dalam fungsi legislasi amat bergantung pada itikad DPR apakah pengajuan itu dapat diteruskan atau atau hanya berhenti menjadi usulan semata, jadi seperti tidak ada kewenangan legislatifnya kalau kita lihat realitanya seperti ini,” ucapnya.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa lembaga DPD RI sebagai perwakilan dari masyarakat daerah, justru diduga mengalami pembatasan.

“Kalau pun ada, peran tersebut hanya berhenti sampai pada pengajuan rancangan undang undang saja. Kalau begitu lembaga ini jadinya terkesan hanya sebagai lembaga pajangan saja. DPD ini kan perwakilan dari masyarakat daerah, kenapa terkesan jadi ada pembatasan kewenangan seperti ini? perannya pun sebatas perwakilan dalam bentuk kehadiran utusan daerah di pusat (representation in present) bukan perwakilan ideal dalam bentuk diperjuangkannya aspirasi daerah di tingkat pusat” tambahnya.

Menurutnya, lembaga DPD harus diperkuat secara legal formil dari sisi peran dan fungsinya secara spesifik dan disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kalau kedepan DPD tidak di perkuat kedudukanya secara yuridis, serta di perkuat kewenangan legislasinya, dibubarkan saja lembaga ini, buang buang anggaran negara saja jadinya”. pungkasnya.

Continue Reading

VIRAL

Anak Walikota Korupsi, Wartawan Dipenjara, Hukum Berpihak Kemana ?

Anak Walikota Korupsi, Wartawan Dipenjara, Hukum Berpihak Kemana ?

BuzzFeed – Mungkin kasus yang cukup menggelitik di seantreo republik ini, pasalnya pejabat negara diisi oleh oknum pegawai yang seharusnya menjadi pelayan dan pengayom rakyat, justru sebaliknya menindas dan menjerumuskan ke jeruji besi.

Kondisi bobroknya penegakan dan penerapan hukum di negeri tercinta Indonesia, sesungguhnya belum dapat menggambarkan dengan tepat

Pelaku yang berbuat salah dilindungi hukum, siapa berbuat benar justru masuk penjara.

Kasus Beni Eduward, Youtuber di Medan yang dipenjara karena memvideokan oknum polisi-polisi kriminal pelaku pungutan liar di berbagai tempat, kasus wartawan Muhammad Yusuf yang mati di penjara Kalsel karena memberitakan kezoliman kelompok Haji Isam yang diduga merampok tanah-tanah rakyat di sana, dan kasus ibu pedagang kaki lima di Sumatera Utara yang jadi korban keganasan preman, tiba-tiba dijadikan tersangka oleh polisi, hanyalah segelintir kecil dari ribuan kasus ‘miris’ yang terjadi di persada ini.

Sebangun dengan kasus-kasus tersebut di atas, hari-hari ini jagat media kita juga diramaikan dengan pemberitaan kasus kriminalisasi wartawan Muhammad Asrul, Jurnalis Media Online Berita News, yang ditahan di Polda Sulsel karena memberitakan dugaan tindak pidana korupsi anak walikota Palopo. Saat ini kasusnya sudah bergulir di PN Palopo dan dituntut 1 tahun penjara oleh JPU.

Oknum pejabat itu yang korupsi, yang dihukum malah orang yang memberitakan. Hukum apa yang digunakan di negara hukum ini? Demikianlah berbagai komentar liar yang berkeliaran di benak rakyat melihat kondisi penerapan hukum yang terbolak-balik tersebut.

Menaggapi fenomena itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, diberitakan di restorasihukum.com, mengatakan dirinya kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan kegalauan hati masyarakat pers di Indonesia.

Di negara yang mengaku menjunjung tinggi demokrasi dan negara hukum, namun fakta lapangan menunjukan jauh panggang dari api.

“Yang salah jadi benar, yang benar dipersalahkan. Orang korup dibela mati-matian, rakyat teriak duitnya dimaling koruptor malah dipenjarakan. Saya kira ada masalah genetik gagal logika di bangsa ini yaa, terutama di kalangan aparat penegak hukum kita,” ujar lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, England, kepada media ini, Kamis, 14 Oktober 2021.

Wilson kemudian melanjutkan bahwa sebelum negara ini menghapuskan segala aturan yang bertolak-belakang dengan idealisme demokrasi yang menuntut adanya keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat, maka bangsa ini akan terus terbelenggu dalam kotak hukum yang biadab.

“Hampir semua kasus hukum yang ditangani PPWI berkaitan erat dengan perilaku aparat penegak hukum yang bukan menerapkan hukum untuk kebenaran dan keadilan, tetapi menggunakan hukum untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Mereka tidak peduli dengan keadilan, yang penting bagi mereka adalah membela pihak yang memberikan benefit atau keuntungan, baik materi maupun non-materi. Itulah kondisi kita selama ini,” beber pria yang juga menyelesaikan program pasca sarjananya di bidang Applied Ethics dari Utrecht University, The Netherlands, dan Linkoping University, Sweden, ini dengan nada pesimis.

Namun begitu, Wilson tetap berharap dan berdoa semoga ada keajaiban di kasus wartawan Asrul, dia bisa diputus bebas oleh hakim yang menyidangkan kasusnya.

“Walau kita semua tahu lembaga dewan pers, yang diagung-agungkan segelintir wartawan itu, tidak berdaya sama sekali dalam membela wartawan Asrul di PN Palopo, tapi saya tetap yakin ada keajaiban bagi rekan kita Asrul untuk dibebaskan. Jika tidak, berarti kita masih berada di Indonesia, negara dengan sejuta keanehan dan absurditasnya,” pungkas tokoh pers nasional yang dikenal gigih membela wartawan di Indonesia itu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close