Business is booming.

Ini Dia Daftar Produk-Produk Prancis di Indonesia




Beberapa negara Islam sudah menyerukan aksi boikot berbagai produk dari Prancis. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai Muslim.


© Medcom
Beberapa negara Islam sudah menyerukan aksi boikot berbagai produk dari Prancis. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai Muslim.

Jakarta: Beberapa negara Islam sudah menyerukan aksi boikot berbagai produk dari Prancis. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai Muslim.

Seruan boikot produk-produk Prancis terus meluas dari hari ke hari. Turki dan beberapa negara mayoritas Islam lainnya terus menyuarakan aksi tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam lima tahun terakhir neraca perdagangan Indonesia dengan Prancis selalu defisit.

Mulai dari defisit USD346 juta di 2015, defisit USD489,3 juta di 2016, defisit USD609,4 juta di 2017, defisit USD648,5 juta di 2018, dan defisit USD411 juta di 2019.



image medcom


© Disediakan oleh Medcom.id
image medcom

Foto sumber: Businessmediagroup.co.uk.

Dari sisi segmentasi produk, barang-barang dari Prancis yang masuk ke pasar Indonesia rata-rata ialah high end market atau pasar kelas atas seperti tas dan baju branded. Di samping itu, ada juga produk makanan minuman untuk segmen kelas menengah bawah.

Berikut daftar produk-produk Prancis yang beredar di Indonesia, dikutip dari Al Arabiya dan Euro News, serta pantauan Medcom.id, di antaranya Louis Vuitton, Chanel, Hermes, Givenchy, Yves Saint Laurent, Dior, Lacoste, dan Pierre Cardin.

Kemudian ada Carrefour, L’Oreal, Garnier, Elle & Vire, Renault, Peugeot, Total, Elf, Novotel, BNP Paribas, dan masih banyak lagi.

Baca: Produk-Produk Prancis yang Masuk Daftar Boikot

Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah sebelumnya menyebut gerakan boikot produk Prancis tidak akan banyak berpengaruh kepada Indonesia, meskipun ada peluang yang bisa diambil dari kondisi ini.

“Produk-produk kita tidak banyak yang bisa menjadi substitusi produknya Prancis. Oleh karena itu, kita tidak punya banyak peluang untuk memanfaatkan gerakan boikot terhadap produk Prancis,” katanya kepada Medcom.id, Sabtu, 31 Oktober 2020.



Source link