Connect with us

HEADLINE

Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global

Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global

[ad_1]

Produk mi instan dari Indomie tidak hanya merajai pasar domestik, rasanya yang lezat membuat indomie mampu merangsek hingga pasar global. L.A. Times Instant Ramen Power Rankings yang dibuat oleh media Los Angeles Times menempatkan Indomie Mi Goreng Barbeque Chicken dan Indomie Mi Goreng Original pada urutan nomor satu dan nomor 10 dari total 31 mi instan terenak. Maka tak heran, Indomie pantas dijuluki sebagai “raja mi instan dunia”.

Indomie, pertama kali diproduksi pada 1972 dengan rasa Kaldu Ayam, saat ini diproduksi oleh Grup Salim melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Selain mi instan, perusahaan memiliki lima segmen bisnis utama yaitu produk susu dan olahannya (dairy), makanan ringan (snack), penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.

Selain Indomie, beberapa merek mi instan lain yang diproduksi ICBP adalah Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, Pop Bihun, dan Mi Telur Cap 3 Ayam.

Meskipun angka produksi tidak ditunjukkan secara detail, sejak 2016, perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Anthoni Salim tersebut memproduksi sebesar 18 miliar bungkus mi instan per tahun, angkanya terus bertambang seiring ekspansi dan pengembangan perusahaan.

Perusahaan didukung oleh keberadaan 17 pabrik dengan 12 lokasi. Ke-12 kota lokasi pabrik mi instan perusahaan adalah di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Malaysia.

Selain itu, Indomie juga diproduksi beberapa perusahaan di luar ICBP dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetapi dikuasai Grup Salim dan memproduksi mi instan tersebut. Dua di antaranya yang terkenal adalah di Nigeria yaitu De United Foods Industries Ltd (Dufil dan Dufil Prima Food Plc) yang bahkan membuat masyarakat Afrika meyakini Indomie adalah produk dari benua tersebut, serta Pinehill Arabia Food Ltd (PAFL) di Saudi Arabia.

Selamat Indomie Dinobatkan sebagai Mie Instan Terenak di Dunia

Indomie jadi produk yang paling banyak dipilih oleh konsumen Indonesia

10 merek paling diincar di Indonesia © Kantarturtle.co

info gambar

Kantar Indonesia merilis Brand Footprint edisi 2021 yang mengukur seberapa luas merek-merek FMCG (Fast-Moving Customer Goods) dapat menjangkau konsumen. FMCG sendiri adalah produk sehari-hari dengan volume penjualan tinggi dan harga relatif rendah, seperti roti, minuman ringan, pasta, produk sanitasi, baterai, susu, dan beberapa produk makanan.

Berdasarkan data yang dirilis Kantar, Indomie menempati posisi pertama sebagai merek yang paling banyak dipilih di Indonesia dan peringkat ketujuh di tingkat global. Untuk 7 merek paling banyak dipilih secara global, Indomie menjadi satu-satunya produk mi instan yang masuk daftar. Itu artinya, Indomie bisa dibilang sebagai produk mie instan paling populer dan banyak di cari di dunia.

“Bulan lalu kami merilis peringkat global dan yang harus kita banggakan adalah Indomie, yang terpilih menjadi peringkat pertama Most Choices Brand di Indonesia, juga terpilih sebagai peringkat tujuh di ranking global,” ungkap General Manager Kantar Indonesia Wordpanel Division, Venu Madhav, dalam keterangan resmi, Kamis (17/6).

Lebih lanjut Venu menyebut Indomie merupakan satu-satunya perusahaan non-multinasional yang berada peringkat 10 besar Most Choices Brand Global. Di Indonesia, Indomie konsisten menjadi merek FMCG yang paling banyak dipilih sejak 2019.

Pada 2020, Indomie berhasil mendapat skor Consumer Reach Points (CRPs) tertinggi dengan 2,190. Di bawah Indomie, ada So Klin yang mencatatkan skor CRPs sebesar 1,867.

Sementara itu, kompetitor utama Indomie, Mie Sedaap, menempati peringkat ketiga sebagai brand paling diincar konsumen di Indonesia. Mie Sedaap berhasil mendapatkan skor CRPs sebesar 1,799.

Adapun peringkat keempat dan selanjutnya diisi oleh Royco (1,243), Roma (1,209), Kapal Api (1,101), Masako (955), Lifeboy (925), Frisian Flag (897), dan peringkat kesepuluh diisi oleh Sunlight dengan skor CRPs sebesar 826.

Dari sektor makanan, posisi lima besar diduduki oleh Indomie, Mi Sedaap, Royco, Roma, dan Masako. Kemudian, sektor minuman dikuasai oleh Kapal Api, Kopi Luwak, Good Day, Kopi ABC, dan Aqua.

Lalu, sektor kebutuhan rumah tangga didominasi oleh So Klin, Sunlight, Downy, Daia, dan Molto. Kemudian sektor kebutuhan personal dikuasai oleh Lifebuoy, Pepsodent, GIV, Pantene, dan Nuvo.

Terkahir, dari sektor susu posisi lima besar ditempati oleh Frisian Flag, Indomilk, Dancow, Aice, dan Ultra Milk.

Indomie Masuk 10 Besar Merek Paling Banyak di Beli di Dunia

Produk Indomie membanjiri pasar global

Produk Indomie di Arab Saudi © Kusma FR/Shutterstock

info gambar
Dengan 17 pabrik utama, sebanyak 15 hingga 20 miliar bungkus Indomie diproduksi setiap tahunnya. Tidak hanya di Indonesia, Indomie pun diekspor ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Pasar-pasar kunci ekspor Indomie antara lain Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timur Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan, dan negara-negara lainnya di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Bahkan di Afrika, Indomie menjadi primadona dengan menyabet penghargaan sebagai mi instan yang paling banyak dipilih oleh konsumen. Mengutip The Guardian Nigeria, di Afrika, Mi Instan yang diproduksi oleh Dufil Prima Foods Plc. berhasil dinobatkan sebagai produk mi instan yang paling banyak dipilih di Afrika, berdasarkan pemeringkatan yang dibuat oleh Kantar Worldpanel bertajuk Brand Footprint. Indomie berada pada peringkat teratas dalam kategori FCMG di Afrika.

Dalam pemeringkatan itu, Indomie memperoleh nilai tertinggi dalam CRPs. Ini adalah metrik yang menghitung penetrasi sebuah merek dan frekuensi pembelian, berdasarkan 1 miliar keputusan pembelian oleh konsumen kategori FMCG di seluruh wilayah Afrika Barat, Tengah, dan Timur.

Bagaimana Indomie Menjadi Sungguh Populer di Nigeria

Varian rasa Indomie

Mie instan rasa rendang dari Indomie.

info gambar

Salah satu hal yang membuat Indomie begitu populer dan digandrungi masyarakat adalah karena banyaknya varian rasa yang tersedia, sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera masing-masing. Saat ini, Indomie memiliki banyak pilihan rasa yang mampu memanjakan lidah konsumen. Selain itu, juga terdapat beberapa pilihan rasa Indomie yang tersedia di wilayah tertentu.

Indomie Goreng

Indomie Goreng pertama kali diproduksi pada tahun 1982. Saat ini, Indomie Goreng tersedia dalam berbagai pilihan rasa, meliputi:

  • Mi Goreng Spesial,
  • Mi Goreng Pedas,
  • Mi Goreng Rasa Cabe Ijo,
  • Mi Goreng Rasa Iga Penyet,
  • Mi Goreng Rasa Rendang,
  • Mi Goreng Rasa Sambal Matah,
  • Mi Goreng Rasa Sambal Rica-Rica, dan
  • Mi Goreng Kriuk.

Selain itu juga tersedia Indomie Goreng jumbo tersedia dalam pilihan rasa Mi Goreng Spesial dengan pelengkap bawang goreng dan saus cabai dalam ukuran 129 gram, dan Mi Goreng Rasa Ayam Panggang dengan pelengkap sayuran kering dan saus cabai dalam ukuran 127 gram.

Indomie Kuah

Indomie Kuah pertama kali diproduksi pada tahun 1972. Saat ini, Indomie Kuah tersedia dalam berbagai pilihan rasa, mulai dari:

  • Rasa Ayam Bawang,
  • Rasa Ayam Spesial,
  • Rasa Kaldu Ayam,
  • Rasa Kari Ayam,
  • Rasa Soto Mie, dan
  • Rasa Soto Spesial (Ekstra Koya Gurih).

Selain itu juga tersedia Rasa Kaldu Udang yang hanya tersedia di wilayah provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Indomie Kuliner Indonesia

Indomie Kuliner Indonesia pertama kali diproduksi pada tahun 2002. Saat ini, Indomie Kuliner Indonesia tersedia dalam berbagai pilihan rasa, mulai dari:

  • Mi Goreng Aceh (Khas Aceh),
  • Mi Goreng Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara),
  • Mi Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara),
  • Mi Celor (Khas Sumatra Selatan)
  • Rasa Coto Makassar (Khas Sulawesi Selatan),
  • Rasa Empal Gentong (Khas Jawa Barat),
  • Rasa Mi Kocok Bandung (Khas Jawa Barat),
  • Rasa Soto Banjar Limau Kuit (Khas Kalimantan Selatan),
  • Rasa Soto Lamongan (Khas Jawa Timur), dan
  • Rasa Soto Padang (Khas Sumatra Barat).

Selain itu juga tersedia Rasa Soto Banjar yang hanya tersedia di wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Rasa Soto Medan yang hanya tersedia di wilayah provinsi Sumatra Utara.

Indomie Hype Abis

Indomie Hype Abis tersedia dalam pilihan rasa, mulai dari Mi Goreng Rasa Ayam Geprek (diproduksi sejak tahun 2019), Mi Kuah Rasa Seblak Hot Jeletot (diproduksi sejak tahun 2020) dan Mieghetti Rasa Bolognese yang baru saja diproduksi pada awal 2021.

Indomie Premium Collection

Indomie Premium Collection pertama kali diproduksi pada tahun 1992. Saat ini, Indomie Premium Collection tersedia dalam berbagai pilihan rasa, di antaranya:

  • Mi Keriting Goreng Spesial,
  • Mi Keriting Rasa Ayam Panggang,
  • Mi Keriting Goreng Rasa Telur Asin,
  • Real Meat Mi Keriting Ayam Jamur, dan
  • Mi Keriting Ayam Lada dengan daging ayam asli.
Tangan Terampil di Balik Varian Rasa Indomie

Pendapatan Indomie

Ilustrasi gedung kedutaan Indonesia di Beograd, Serbia yang dihiasi logo Indomie © Facebook Embassy Indonesia

info gambar

Berdasarkan laporan yang dirilis pada 2019, ICBP sebagai perusahaan induk dari Indomie membukukan pendapatan Rp32,79 triliun, di mana Rp21,66 triliun di antaranya disumbangkan oleh divisi mi instan, termasuk Indomie. Angka penjualan mi instan perusahaan naik 12,25 persen dari Rp19,3 triliun pada 9 bulan pertama 2018.

Sementara itu berdasarkan data yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/3/2021), Untuk periode 2020, penjualan neto mie instan mengambil andil terbesar dari kenaikan laba bersih ICBP mencapai Rp31,97 triliun. Besaran tersebut lebih dari setengah penjualan neto 2020 atau tepatnya 68,55 persen.

Adapun penjualan neto perseroan terdiri atas penjualan kepada pihak ketiga dan pihak berelasi. Penjualan pihak ketiga tercatat Rp13,70 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp9,95 triliun dan penjualan berelasi tercatat Rp32,93 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp32,34 triliun.

Penjualan neto tersebut juga disumbang oleh Dairy yang mencapai 8,31 triliun serta makanan ringan Rp2,93 triliun. Adapun penjualan neto penyedap makanan serta nutrisi dan makanan khusus masing-masing adalah Rp2,87 triliun dan Rp999,07 miliar. Sedangkan untuk minuman mencatat penjualan neto sebesar Rp1,26 triliun.

ICBP mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal IV-2020 menjadi Rp29,41 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp27,89 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga mengalami kenaikan menjadi Rp5,54 triliun dari sebelumnya Rp5 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp2,55 triliun dari sebelumnya Rp2,11 triliun. Itu artinya, meskipun dalam kondisi pandemi covid-19, penjualan Indomie justru tumbuh dan mengalami peningkatan.

Dari segi aset, Indofood CBP Sukses Makmur mencatatkan liabilitas sebesar Rp53,27 triliun dan ekuitas Rp50,31 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp103,58 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp38,70 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthony Salim mengatakan, catatan positif Perseroan didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.

“Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan mempertahankan keunggulan kami, serta tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami,” ujar Anthony.

Mi Instan Indonesia, Jepang dan Korea, Dimana Letak Perbedaannya?



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

BuzzFeed

Membangun dan menjalankan partai politik, apapun namanya harus menjunjung etika dan moral hingga akhlak, agar apa yang hendak dilukan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Sehingga hasil keluaran yang menjadi produk partai politik tersebut dapat memberi manfaat bagi orang banyak, bukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Hanya dengan begitu kehadiran partai politik dapat diterima oleh orang banyak. Jadi kalau partai politik maupun pelakunya hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, maka tidak akan ada artinya bagi rakyat untuk berharap adanya perbaikan menuju tatanan budaya politik yang lebih beradab. Padahal, fungsi utama partai politik itu harus mampu membangun kecerdasan politik rakyat banyak agar budaya politik di Indonesia bisa lebih elegan serta mendewasakan sikap politik segenap anak bangsa. Sebab berpolitik itu bukan tipu daya dan bukan pula sekedar untuk memenangkan pertarungan pada Pillkada, Pilpres maupun Pileg.

Perilaku politik para politisi atau pihak manapun, merupakan cermin diri dari bangsa dan negara yang bersangkutan. Karena itu jalan keluarnya yang terang sebagai satu-satunya cara menuju jalan terang itu yang diridho’i Allab SWT adalah tetap berpedoman pada nilai-nilai spiritual yang mampu membimbing menuju jalan setapak tanpa perselingkuhan dan keculasan yang mencederai hati orang lain.

Oleh karena itu, tata krama dan etika yang bersandar pada akhlak yang tegak lurus diridho’i oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih serta Maha Penyayang itu yang pasti akan memberi cinta dan kasih yang tulus seperti yang kita harapkan. Bukan kamuflase atau kepalsuan. Begitulah sejatinya diri yang mengedepankan laku ketimbang basa-basi maupun janji-janji palsu yang penuh tipu daya maupun kebohongan.

Oleh karena itu, partai buruh yang murni lahir dari rahim serikat buruh, hakekatnya pendukung total dari perjuangan kaum dhu’fa dan mustada’afin yang perlu diayomi dan dilindungi bahkan disayang sebagai kaum yang dominan dizalimi, agar dapat lebih manusiawi hingga mampu mencerna dan menikmati hakekat dari rachmatan lil alamin.

Jik partai buruh dan serikat buruh tidak mampu menjaga moral, etika dan akhlak segenap anak bangsa, apalah arti kehadirannya di tengah-tengah kita ?

Atau cuma sekedar membidik kekuasaan serta kedudukan belaka ?

Jacob Ereste, dengan artikel sebelumnya berjudul Partai Buruh & Serikat Buruh Adalah Penjaga Etika, Moral & Akhlak Segenap Anak Bangsa

Continue Reading

HEADLINE

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

BuzzFeed – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Papua meninjau atlet yang bertanding pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Senin (11/10/2021).

Dalam postingannya Anies Baswedan pada saat berkunjung ke Tanah Papua, belum nampak penyambutan seperti halnya sambutan meriah dari Rakyat Papua untuk Gubernur Jawa Tengah.

Hal ini membuat netizen memberikan komentarnya melalui akun media sosial Twitter membandingkan Anies dengan Ganjar.

“TIDAK DIKENAL DI PAPUA Tak kenal maka tak sayang …Anies tiba di Bandara Sentani tidak ada yang menyambut semeriah Ganjar Pranowo. Masih ngotot nyapres 2024 …??? Papua barometer Pilpres 2024,” kata @Bengkeltanah201 seperti dikutip dari Populis.id pada Senin 11 Oktober 2021.

“Beda sambutan saat tiba di Papua. Orang-orang Papua paham betul mana yang emas mana yang emas-emasan,” ujar @narkosun01.

“Kasihan Pak Anies gak ada rakyat Papua mengelu-elukan dan menyambut kedatangannya, sangat beda dengan Pak Ganjar, Gubernur Rasa Presiden. Halaah, mau cari panggung telat uda,” tulis @alextham878.

“Sengaja datang belakangan biar pamornya ga kalah sama Jokowi, Padahal nyampe sana juga ga ada yang peduli.. Wkwkwk Orang Papua tidak kenal Anies,” kata @RasaAris.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbang ke Papua untuk meninjau para atlet DKI Jakarta yang sedang bertanding pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Akan tetapi, dalam sebuah video yang diunggah di akun story Instagramnya Anies langsung bertemu dengan para atlet kontingen DKI Jakarta.

Hal ini dapat dilihat dari akun Instagram @aniesbaswedan pada Senin (11/10/2021) pagi.

“Tiba di bandara Sentani berpapasan dengan atlit panahan dan sepak takraw DKI yang akan kembali ke Jakarta,” tulisnya.

Kemudian, Anies memberi sambutan dan berfoto bersama para atlet DKI.

“Bawa cerita pengalaman ini untuk menjadi pelajaran bagi semuanya,” ucapnya.

Continue Reading

HEADLINE

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

BuzzFeed – PDI Perjuangan apresiasi keputusan Presiden Joko Widodo lantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara (13/10/2021)

Apresiasi tersebut, pasalnya Presiden memberikan kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan

“PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan berbangga atas keputusan Presiden Jokowi dengan melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terdiri dari: Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa sebagai wakil ketua,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

“Lalu Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris dan sebagai anggota yakni Emil Salim, Gede Wenten, Bambang Kesowo, Adi Utarini, Marsudi Wahyu Kisworo dan Tri Mumpuni,” imbuhnya.

PDI Perjuangan berharap, melalui struktur Dewan Pengarah BRIN, diharapkan bisa membawa Indonesia semakin kompetitif di dunia. BRIN diharapkan bisa menata dan mengelola seluruh lembaga riset, serta membawa Indonesia bergerak menuju negara berbasis ilmu pengetahuan.

Keputusan Jokowi yang menempatkan BRIN sebagai infrastruktur kemajuan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar Indonesia berdikari, mendapat dukungan penuh PDI Perjuangan.

“Dan sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN merupakan keputusan tepat,” imbuhnya.

“Karena riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya. Kebijakan pembangunan pun harus berlandaskan pada riset dan inovasi ilmu pengetahuan serta teknologi, yang berpedoman pada ideologi Pancasila,” lanjutnya.

Menurut Hasto, selama ini Megawati sangat konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5% dari PDB. Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, juga disebut penggagas awal dari BRIN.

“Dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri,” tuturnya.

Kepedulian Megawati, menurut Hasto merupakan bentuk dukungan yang konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional yang memang memerlukan sumber daya finansial yang besar. Selain itu dalam perspektif geopolitik, riset dan inovasi, juga sangat penting di dalam membangun kekuatan pertahanan melalui penguatan kapabilitas industri pertahanan dengan semangat percaya pada kekuatan sendiri.

Bagi PDI Perjuangan, riset dan inovasi adalah kata kunci perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan menyatukan berbagai lembaga riset dalam satu kapal dengan satu nahkoda, diharapkan tidak terjadi lagi duplikasi riset dan kesimpangsiuran tata kelola riset di Indonesia.

“Di sisi lain, sumber daya manusia kita memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang ikut terlibat di bidang riset dan pengembangan teknologi di berbagai lembaga riset tingkat dunia. Atas hal itu, saatnya semua pihak menyelaraskan gerak antara lain pemerintah, kekuatan sosial politik, serta masyarakat demi kemajuan dan kejayaan Indonesia raya,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close