Connect with us

FEED

Idul Fitri dan Ziarah Pemicu Meledaknya Kasus Covid-19 di Kudus

Idul Fitri dan Ziarah Pemicu Meledaknya Kasus Covid-19 di Kudus

[ad_1]

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito turun langsung kelapangan untuk mengecek kondisi di Kabupaten Kudus. Hasilnya ia mendapati sejumlah temuan penyebab meledaknya kasus Covid-19 di Kudus.

Di antara penyebabnya, menurut Ganip, berkaitan erat dengan tradisi lebaran Idul Fitri yakni wisata religi ziarah dan tradisi kupatan 7 hari pasca-lebaran oleh masyarakat setempat. Tradisi tersebut menimbulkan kerumunan menjadi pemicu terjadinya penularan.

Kondisi itu diperparah oleh rumah sakit yang belum menerapkan secara tegas dan disiplin pada pembagian zonasi merah, kuning dan hijau. Lalu triase pasien Covid-19 dan non- Covid-19 serta keluarga pasien.

Diperparah Keluarga Pasien Mendampingi Langsung

Misalnya, di rumah sakit di Kudus, masih ditemukan keluarga pasien yang mendampingi langsung di ruang perawatan. Dan keluarga pasien masih didapati keluar masuk rumah sakit tanpa dilakukan proses skrining.

Didasari temuan-temuan tersebut, Ketua Satgas Covid-19 telah menginstruksikan Pemerintah Daerah Kudus segera mengkonversi tempat tidur yang ada menjadi tempat tidur pelayanan COVID-19. Bagi pasien gejala sedang dan berat yang akan menjadi prioritas perawatan di rumah sakit.

Soal Isolasi Mandiri

Sementara bagi pasien dengan gejala ringan dihimbau isolasi mandiri di kediaman masing-masing apabila memungkinkan. Atau bisa dirujuk ke ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Untuk membantu mengatasi situasi di Kudus, TNI menerjunkan 450 personel untuk memantau pelaksanaan 4 fungsi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tingkat desa/kelurahan di Kudus.

Jadi Pembelajaran Kasus di Daerah Lain

Apa yang terjadi di Kudus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah-daerah lainnya. Satgas Daerah dapat mengantisipasi tradisi dan budaya di wilayahnya masing-masing. Sehingga dapat segera menentukan penanganan dan kebijakan terbaik, agar kasus tidak meningkat tajam seperti terjadi di Kudus, pesan juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmita dalam kanal YouTube Setpres Sabtu 5 Juni 2021.

Satgas pun menghimbau Pemda setempat secara berkala mensosialisasikan data terkini perkembangan penanganan. Agar menumbuhkan kesadaran dan sikap kehati-hatian bagi masyarakat. Pemda juga sebaiknya segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat apabila terjadi kendala dalam penanganan medis. Mengingat tingkat keterisian tempat tidur yang meningkat tajam.

Bagi para gubernur untuk senantiasa memantau kondisi perkembangan pandemi di kabupaten/kota yang ada di wilayahnya. Dan upaya ini akan lebih cepat mengantisipasi dengan penanganan yang baik. “Karena manajemen penanganan yang baik akan meningkatkan angka kesembuhan, dan menurunkan angka kematian,” pungkas Wiku.

Kenaikan 30 Kali Lipat di Kudus

Kabupaten Kudus sedang menjadi sorotan publik karena mengalami kenaikan signifikan pada kasus positif Covid-19. Kenaikannya lebih dari 30 kali lipat, yaitu dari 26 kasus menjadi 929 kasus. Kenaikan ini menambahkan jumlah kasus aktif menjadi 1.280 (21,41%) dari total kasus COVID-19. Kasus aktif Kudus angkanya jauh lebih besar dari angka kasus aktif nasional sebesar 5,47%.

Perkembangan terkini di Kudus, juga cukup memprihatinkan. Dimana kondisinya diperparah dengan tenaga kesehatan yang menderita COVID-19 yakni sebanyak 189 orang. Lalu, tingkat keterisian tempat tidur juga meningkat tajam. Dari data per 1 Juni 2021, kondisinya lebih dari 90% tempat tidur yang ada sudah terisi.

“Satgas meminta agar pemerintah daerah dan satgas daerah di Kudus melakukan pembatasan mobilisasi secara maksimal. Agar penularan tidak meluas, dengan senantiasa memantau kondisi masing-masing daerah,” pesan Wiku.

.

[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

FEED

Driver Santuy Gang Kodok (DSGK) menggelar santunan anak yatim dan dhuafa

Driver Santuy Gang Kodok (DSGK) menggelar santunan anak yatim dan dhuafa

BuzzFeed – Bertepatan dengan miladnya yang ke-1, ratusan pengemudi atau driver ojek online yang tergabung dalam Driver Santuy Gang Kodok (DSGK) menggelar santunan anak yatim dan dhuafa di Jakarta Timur.

DSGK merupakan sebuah komunitas driver ojek online yang memiliki visi dan misi dalam membangun sebuah tali silahturahmi persaudaraan yang erat serta memiliki visi membangun SDM bangsa menjadikan para driver online yang dewasa, cerdas dan kreatif.

Ketua DSGK, Amir Hamzah mengatakan, dalam momentum acara milad yang ke-1 ini, DSGK membangun kerja sama yang baik dengan beberapa sponsor seperti dari, Akuratnews, Satunusantaranews, Baqoel, PPP dan beberapa komunitas ojek online lainnya untuk bisa saling bersinergi dalam kegiatan tersebut.

“Prinsip kami dari Driver Santuy Gang Kodok atau DSGK, anak-anak yatim yang ditinggal ayah mereka ini adalah bagian keluarga kami juga,” ujar Amir disela sela acara santunan, Minggu 19 September 2021.

Sementara itu, Ketua panitia acara, Ustadz Syarifudin mengatakan, berkat dukungan para komunitas ojek online dan sponsor, acara tersebut menjadikan sebuah inspirasi para seluruh driver online untuk bisa berkarya dan memiliki harapan serta cita-cita yang lebih dari kehidupan yang ia jalani.

“Dengan menggali potensi yang kreatif dan bermanfaat menjadikan para driver memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama atau diluar profesi tersebut, namun tanpa dukungan dan dorongan dari berbagai elemen tersebut, maka acara ini tidaklah ada harganya,” ucap Syarifudin.

“Kami mewakili seluruh driver online mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sponsor, para anak yatim dan dhuafa yang sudah mau menerima sedikit rejeki kami dalam kehidupan untuk saling berbagi” katanya.

“Selain itu, kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga kami para driver ojek online dari berbagai komunitas yang sudah bersedia hadir dalam acara kami, sehingga acara yang kami adakan ini bisa berjalan dengan baik” pungkasnya.

Continue Reading

FEED

Saksikan Malam Puncak Sastrasaraswatisewana

Saksikan Malam Puncak Sastrasaraswatisewana
Malam Puncak Sastrasaraswatisewana

BuzzFeed – “Sih” adalah pertunjukan tari mengenai kelahiran. Sebuah dongeng visual tentang lahirnya seorang manusia yang penuh kasih kepada semesta.

KASIH, adalah satu-satunya hal yang mengingatkan kita pada kemanusiaan. Sesuatu yang paling dibutuhkan untuk kondisi seperti saat ini.

Pemetasan “Sih” dipersembahkan Yayasan @purikauhanubud dengan sutradara: Kamila Andini @kamilandini dan koreografi Ida Ayu Wayan Arya Satyani @dayuaryadayuani dengan menampilkan Yayasan Bumi Bajra Sandhi @bumi_bajra, @wayangsunar dan juga penampilan @ayulaksmibali @umamidori

Saksikan dari rumah masing2 pada Rahina Suci Saraswati, tanggal 28 Agustus 2021 mulai pukul 18.00 WITA, melalui kanal YouTube Puri Kauhan Ubud TV.

Continue Reading

FEED

Dukungan Nia Ramadhani dan Janji Ketua Wantim Kadin Anindya Bakrie Bantu Jokowi Pulihkan Ekonomi

Dukungan Nia Ramadhani dan Janji Ketua Wantim Kadin Anindya Bakrie Bantu Jokowi Pulihkan Ekonomi

Pertambahan kasus baru COVID-19 yang menggila, bikin pemerintah mengkalkusi ulang pertumbuhan ekonomi nasional yang terdampak virus corona.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat mungkin terjadi apabila lonjakan kasus harian COVID-19 terus berlanjut.

Dalam skenario yang berat, pertumbuhan ekonomi diproyeksi hanya bisa mencapai level maksimal 3,7 persen pada sepanjang tahun ini.

Kondisi itu kemungkinan akan dihadapi Indonesia jika penyebaran COVID-19 terus memuncak hingga lebih dari pekan kedua Juli 2021 yang kemudian diikuti oleh perpanjangan pembatasan sosial sampai dengan pekan ketiga Agustus.

“Dalam situasi ini laju perekonomian relatif lebih lambat,” ujarnya.

Menkeu Sri Mulyani menambahkan, laju pemulihan diyakini baru akan terjadi pada awal kuartal IV 2021 yang berarti telah memasuki penghujung tahun.

Ada pun dalam skenario moderat atau ringan, laju kasus harian tidak boleh terus memuncak hingga pekan kedua bulan ini.

Selain itu, pembatasan sosial secara ketat maksimal berlaku sampai dengan pekan pertama Agustus. Jika ini terjadi, maka laju pemulihan sudah bisa terasa pada bulan yang sama.

“Dalam skenario moderat pertumbuhan ekonomi tahunan bisa mencapai level 4,5 persen,” tutur Menkeu.

Soal ekonomi nasional ini, Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Kadang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan saat ini tugas Kadin memastikan akan bermitra bersama pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional.

“Jadi tugas Kadin adalah memastikan bisa bermitra strategis dengan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional khususnya dalam bidang kesehatan dan ekonomi,” kata Anindya dikutip Antara.

Anindya menyampaikan Kadin akan memikirkan solusi terhadap tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini akibat pandemi COVID-19.

“Kita harus benar-benar memikirkan bagaimana ekonomi nasional yang sangat tidak gampang, apalagi besok sudah mulai PPKM darurat. Sudah bisa dibilang lockdown seperti pada awal pandemi,” ujar dia.

Anindya menuturkan pihaknya akan mendukung Ketua Umum dan pengurus Kadin Indonesia periode 2021-2021 dalam melaksanakan tugas.

“Intinya bagaimana fungsi dan peran Kadin difokuskan untuk pemulihan ekonomi nasional,” ujar dia.

Anindya menyampaikan bahwa dalam penanganan ekonomi, Kadin akan mendorong pelaku UMKM di seluruh daerah se-Indonesia agar bisa bangkit, berkembang, dan naik kelas hingga mengadopsi teknologi digital.

Sementara dari sisi penanganan masalah kesehatan, Anindya menuturkan perlu ada industri kesehatan sehingga tidak lagi mengimpor dari luar negeri.

“Jadi kita fokus kepada kesehatan bahkan kalau bisa membuat industri kesehatan sehingga mencegah impor dan yang terakhir bagaimana bisa membantu UMKM agar bisnisnya tidak tutup dan tidak ada PHK (karyawan),” kata dia.

Dukungan Nia Ramadhani

Nia Ramadhani pernah menyatakan dukungan untuk Anindya Bakrie, kakak dari suami Nia, Ardi Bakrie

I dont know what is happening..Walaupun akhirnya tidak seperti yang aku harapkan dan bayangkan…TAPI BE STRONG DIN.. DAN JANGAN PATAH SEMANGAT BUAT NIAT NANIN YANG INGIN MEMBANTU ORG KECIL/PENGUSAHA KECIL AGAR BISA PUNYA KESEMPATAN MAJU BERSAMA2..,” ujar Nia Ramadhani.

KRN ITU ADALAH ALASAN AKU INGIN NANIN DI KENAL BANYAK ORG SPY BISA BANYAK YG DOAIN NANIN SPY NIAT BAIK NANIN BISA KEJADIAN.. (AMIIN),” tutur Nia Ramadhani.

Sumber Berita

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close