Ibu Kota India Berdandan untuk KTT G20

Mural cerah di tembok-tembok kota, jalan-jalan yang baru diaspal, monumen dan air mancur yang diterangi cahaya, serta patung tinggi baru yang menampilkan warisan budaya India akan menyambut para delegasi yang tiba untuk pertemuan puncak G20 di Ibu Kota India, New Delhi.

Bahkan ketika New Delhi berpenampilan berbeda dari sebelumnya, langkah-langkah keamanan besar-besaran akan mengubah kota itu menjadi layaknya sebuah benteng untuk pertemuan puncak akhir pekan ini. Puluhan ribu polisi, paramiliter, dan pasukan komando dikerahkan di sepanjang jalan, perbatasan, dan di hotel-hotel yang akan menampung para presiden dan perdana menteri. Sistem anti-drone akan dikerahkan untuk menangkal ancaman udara.

Selama masa kepresidenannya untuk G20, India telah berusaha meningkatkan status globalnya dan pihak berwenang ingin kota berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa itu menunjukkan peningkatan kekuatan.

Para siswa sedang melukis para pemimpin dunia di sebuah sekolah seni di Mumbai pada 5 September 2023, menjelang KTT G20 di New Delhi. (Foto: AFP)

Awal tahun ini, Letnan Gubernur Delhi, Vinai Kumar Saxena, mengatakan KTT G20 adalah kesempatan untuk menunjukkan “wajah terbaik India.”

Pertemuan puncak akan diadakan di pusat konvensi dan pameran yang telah direnovasi, bernama Bharat Mandapam, di jantung kota New Delhi. Ribuan tanaman pot dan bunga menghiasi trotoar di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh iring-iringan mobil VIP.

Patung-patung kera besar yang disebut “langur” (sejenis lutung) telah dipasang di tempat-tempat strategis untuk menakut-nakuti kera-kera kecil, yang merupakan ancaman rutin di kota tersebut. Para pekerja menyemprotkan insektisida ke tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk di kota di mana kasus demam berdarah dilaporkan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Upaya “mempercantik” ibu kota India yang menelan biaya jutaan dolar ini bukannya tanpa kontroversi.

Beberapa upaya pembongkaran dalam beberapa bulan terakhir telah menarget lapak-lapak, menggusur ratusan pekerja berpenghasilan rendah. Pihak berwenang membantah adanya hubungan antara pembongkaran tersebut dan KTT G-20, dan mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan terhadap “perambah ilegal.” Pemerintah mengatakan akan membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Tunawisma di kota itu, yang biasa tinggal di bawah jembatan dan tidur di pinggir jalan, telah dipindahkan ke rumah-rumah penampungan, menurut media setempat. [lt/ab]

Sumber Berita

Pos terkait