Connect with us

FEED

Hapus Tradisi Ater-ater di Pemkot

Avatar

Published

on

Hapus Tradisi Ater-ater di Pemkot

[ad_1]

Pemerinta Kota Pasuruan menggelar sosialisasi Pengendalian Gratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Valencia Resto, Kamis 27 Mei 2021. Sosialisasi yang juga dihadiri Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf dan narasumber dari KPK itu bertujuan memberi wawasan tentang gratifikasi, mencegah praktik gratifikasi, menanamkan mindset prinsip non gratifikasi, dan terbangunnya sikap tegas dan kesadaran ASN untuk menolak gratifikasi.

Dalam sosialisasi tersebut, Wakilota Pasuruan yang kerap disapa Gus Ipul mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Perangkat Daerah Kota Pasuruan karena telah saling gotong royong dan bekerja keras atas pencapaian Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu uga mengingatkan perlunya meningkatkan nilai Monitoring Control For Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), “Terus terang perlu memberikan perhatian yang sangat serius pada MCP kita yang nilainya masih 48. Kabupaten, kota lain sudah 70 dan 80 keatas. Oleh sebab itu saya punya target 4-5 bulan kedepan nilai kita kalau bisa sudah harus berada di angka 80,” ujar Gus Ipul. Tujuannya agar tata kelola Pemerintahan dan keuangan di Kota Pasuruan bisa menjadi lebih baik kedepannya.

Gus Ipul juga menyampaikan, dengan berkembangnya teknologi dan adanya pembaruan peraturan yang ada dapat memperkecil kesempatan ASN untuk menyalahgunakan kewenangan.

Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf membuka sosialisasi gratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa)
Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf membuka sosialisasi gratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa)

Sementara untuk mempersempit niat, lanjut Gus Ipul, tergantung pada hati masing-masing Sumber Daya Manusianya. Oleh sebab itu perlu pakta integritas sebagai komitmen individu masing-masing.

Terkait gratifikasi, Gus Ipul mengingatkan seharusnya kebiasaan memberi (ater-ater) tidak dijadikan kebiasaan atau tradisi di Lingkungan Pemkot Pasuruan. Oleh sebab itu kualitas SDM dengan mental anti korupsi perlu ditingkatkan. Maka acara sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih baik pada seluruh peserta yang hadir.

.

[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

FEED

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa

Rina Latuperissa

Published

on

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa
Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.


BuzzFeed – Dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi, PT. Mitra Bumdes Nusantara (MBN) menggelar kegiatan Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES, dengan tema Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa.  Kegiatan simposium diselenggarakan di Hotel Preanger Bandung, Jum’at, 26 November 2021.

MBN membawa semangat sinergi dan kolaborasi dalam bentuk bisnis yang riil, mendukung pembangunan ekosistem bisnis yang kuat di desa, serta upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi dimulai dari desa.

Semangat ini dituangkan dalam Nota Deklarasi Dukungan Bersama yang ditandatangani bersama berbagai pihak pembangun ekosistem bisnis yaitu Wiyoto, Direktur Utama PT. Mitra Bumdes Nusantara, Burmansyah, PT Pupuk Indonesia, Beny Riswandi, SEVP Bisnis BJB, Kurnia Fajar, Direktur Utama Agro Jabar, Herry Hermawan, Perumda Pasar Kota Bandung, Perwakilan Bumdes, serta Dicky Saromi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan Nota Deklarasi Dukungan Bersama ini langsung disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Simposium diawali dengan paparan materi yaitu : Peta dan Arah Pengembangan BUMDes di Jawa Barat, Peran Mitra Bumdes Nusantara dalam menggerakkan Perekonomian Desa, Model sinergi dan kolaborasi Program Makmur Agro Solusi, serta Peran BJB dalam menggairahkan kembali perekonomian desa pasca pandemi, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi, Gagasan Aspirasi, dan Bussiness Matching BUMDES.  Simoposium dimoderatori oleh R. Nurtafiyyana Kabid PUEM DPM-Desa Jabar.

“Kegiatan ini memadukan antara Program Makmur Agrosol Kementerian BUMN dengan Project Leader yaitu PIHC, Program Petani Milenial Jawa Barat, dan Program Bumdes, sehingga diharapkan menjadi ekosistem bisnis yang lebih kuat dan lebih besar dan saling mendukung, semata-mata untuk menggerakan perekonomian dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat desa”, kata Wiyoto. “Peran PT. MBN adalah menjadi  Offtaker, Agregator, dan Pembina Bumdes”.

Berdasar sumber dari websitenya https://mitrabumdes.co.id/ PT. MBN adalah perusahaan yang dibentuk pada tahun 2017 . Pemegang saham dari PT MBN terdiri dari 7 BUMN strategis, dengan Perum Bulog sebagai pemilik saham mayoritas, diikuti Danareksa, PTPN III, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PT. PIHC) , PT. RNI , PT. PPI dan PT. Pertamina Ritel.

Simposium Kolaborasi Dan Sinergi Bumn 2

Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.

MBN memiliki visi yaitu menjadi penggerak perekonomian pedesaan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa yang berkeadilan, dengan mengemban 3 misi yaitu  Menjalankan peran sebagai agregator, Melakukan usaha secara profesional dan bersinergi dengan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk berkualitas, serta Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat desa.

Saat ini PT MBN mempunyai 29 entitas Anak Perusahaan diseluruh Indonesia dan 10 anak perusahaan diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat.


 

Continue Reading

FEED

NU CARE LAZISNU Memperoleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Kantor Akuntan Publik

Tia Mutiara

Published

on

NU CARE LAZISNU Memperoleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Kantor Akuntan Publik

 

BuzzFeed – Berdasarkan hasil audit keuangan dari dari Kantor Akuntan Publik (KAP), NU CARE LAZISNU memperoleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas program kemaslahatan yang dikerjasamakan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI pada 2020. Pengelolaan dana yang dilakukan NU CARE-LAZISNU dinilai sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Ketua Pengurus Pusat (PP) NU CARE-LAZISNU Muhammad Wahib menjelaskan bahwa program kemaslahatan bersama BPKH sudah dilakukan sejak 2019, dengan pengelolaan keuangan sebesar Rp300 juta.

Lalu pada 2020, NU CARE-LAZISNU terus bekerja secara maksimal. Melalui good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang disingkat Mantap (modern, akuntabel, transparan, amanah, dan profesional), NU CARE-LAZISNU dianugerahi menjadi mitra terbaik dari 25 mitra yang lain.

Dari yang semula mendapatkan dana program yang harus dikelola sebesar Rp300 juta, NU CARE-LAZISNU kemudian mendapat Rp25,6 miliar pada 2020. Selanjutnya, program kemaslahatan bersama BPKH RI itu diaudit secara syariah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Kita juga melaksanakan (audit) dari eksternal, lembaga independen, yaitu kantor akuntan publik (KAP),” terang Wahib, ditemui team media, di lantai 2 Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Selasa (16/11/2021).

KAP merupakan lembaga independen yang telah mendapat izin dari Menteri Keuangan RI dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai wadah bagi akuntan publik dalam memberikan jasanya. KAP memiliki tugas untuk melaksanakan audit secara independen kepada perusahaan atau lembaga yang melaksanakan kegiatan.

“Karena NU CARE-LAZISNU ini termasuk lembaga pelayanan, sehingga banyak pengelolaan dana yang dilakukan maka perlu dilaksanakan audit. Transparansi, untuk melakukan pelaporan kepada masyarakat. Karena ada banyak juga kita menggunakan dana publik,” katanya.

Terkait program kemaslahatan itu, NU CARE-LAZISNU telah menyampaikan kepada BPKH RI untuk bisa melaksanakan audit keuangan secara eksternal. Hal itu disadari sebagai upaya untuk melaporkan dana yang telah dititipkan dan dilaksanakan NU CARE-LAZISNU sebagai mitra yang telah sesuai dengan koridor pengelolaan sistem akuntansi keuangan.

“Alhamdulillah, secara opini sudah memberikan kepada kita. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Jadi kita semua diaudit, baik dari sistem keuangan dan juga dikunjungi programnya. Itu sampai 30 persen program lebih yang diaudit dan juga disurvei langsung ke lokasi. Itu tidak ada temuan penyimpangan, tetapi kita alhamdulillah malah sangat bagus menurut KAP sehingga kita dianugerahi nilai tertinggi, Opini WTP itu,” jelasnya.

Tingkatkan SDM dan manajemen pengelolaan Ke depan, Wahib berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM), sistem manajemen pengelolaan, dan mengaktifkan kembali ISO 9000:2015. Tujuannya agar performa dan manajemen pengelolaan NU CARE-LAZISNU, baik pelaksanaan maupun manajemen keuangan sudah sesuai dengan standar internasional.

“Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan pelatihan sertifikasi di Good Corporate Governance (GCG) agar manajemen di NU CARE-LAZISNU, terutama program-program kemasyarakatan ini sesuai dengan standar bukan hanya nasional, tetapi juga internasional,” harapnya.

NU CARE-LAZISNU juga akan melaksanakan audit untuk setiap program kemasyarakatan yang dilakukan. Selain meningkatkan mutu SDM dan kapasitas manajemen pengelolaan, Wahib menegaskan akan terus menumbuhkan militansi bagi para pengurus di lembaga filantropi NU ini.

“(Tujuannya) supaya kepercayaan umat terjaga untuk berdonasi, berzakat, infak, dan bersedekah melalui NU CARE-LAZISNU. Bahkan kalau perlu harus meningkat. Karena target kita, di 2020 Rp1,8 triliun, tetapi pada 2021 ini kita target mencapai Rp2 triliun pengelolaan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

 

Continue Reading

FEED

Peduli Bencana Banjir Kota Batu, GMNI Fisipol UINSA Gelar Aksi Galang Dana

Avatar

Published

on

Peduli Bencana Banjir Kota Batu, GMNI Fisipol UINSA Gelar Aksi Galang Dana

BuzzFeed – Beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (FISIP UINSA) yang tergabung dalam wadah Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UINSA (DPK GMNI FISIPOL UINSA), gelar aksi galang dana pada Minggu (14/10/2021) di Perempatan Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya.

Aksi galang dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Penggalangan dana dilakukan melalui beberapa cara yaitu, turun langsung ke jalan serta open donasi melalui rekening dan pamflet yang di sebar di media massa.

Koordinator lapangan aksi galang dana ini Raqin Rafa Raditya, menuturkan bahwasannya dalam aksi galang dana ini banyak masyarakat yang bersimpati memberikan bantuan sesuai dengan kerelaan, keikhlasan dan kemampuannya

“Aksi penggalangan dana ini murni panggilan kemanusiaan agar para korban bencana banjir di Kota Batu dapat terbantu” ujar Raqin, mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UINSA.

Selain itu, Irsyad Miftachussalim menambahkan bahwa aksi ini untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dan juga aksi peduli terhadap sesama umat manusia.

“Kita sebagai makhluk sosial harus saling tolong menolong dan peduli kepada saudara kita yang tertimpa musibah, apalagi musibah tersebut terjadi di daerah sekitar kita. Kita harus segera tanggap untuk membantu serta mengulurkan tangan kepada para korban bencana banjir yang melanda Kota Batu, Malang” ujar Bung Irsyad menjabat sebagai Sekretaris DPK GMNI FISIPOL UIN Sunan Ampel Surabaya.

Di lain kesempatan, Muhammad Dwi Arifin, Komisaris DPK GMNI FISIPOL UIN Sunan Ampel Surabaya mengungkapkan bahwasannya aksi galang dana ini adalah sebuah aksi tindakan konkrit yang dilakukan kawan-kawan GMNI.

Dilain itu, pihaknya sebagai kader marhaenis, tentu tidak boleh acuh terhadap kondisi yang ada di sekitar kita. Kita harus bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

“Semoga kegiatan-kegiatan positif semacam ini bisa menumbuhkan semangat gotong royong, rasa kemanusiaan serta kepedulian yang tinggi pada kader-kader GMNI” tutup Bung Arifin.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

VIDEO FEED

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2021 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close