Connect with us

FEED

Gawat! Salah Satu dari Sergio Ramos dan Varane Resmi Tinggalkan Real Madrid Musim Panas 2021 : Okezone Bola

Gawat! Salah Satu dari Sergio Ramos dan Varane Resmi Tinggalkan Real Madrid Musim Panas 2021 : Okezone Bola


REAL Madrid akan kehilangan salah satu dari dua bek andalannya, Sergio Ramos dan Raphael Varane, pada bursa transfer musim panas 2021. Menurut laporan Marca, kehadiran David Alaba memaksa salah satu dari Sergio Ramos dan Raphael Varane angkat kaki dari Real Madrid.

David Alaba saat ini masih berstatus pemain Bayern Munich. Namun, per 30 Juni 2021, kontrak bek asal Austria itu bersama Die Roten –julukan Bayern Munich– berakhir.

David Alaba

(David Alaba gabung Real Madrid pada musim panas 2021)

Kabarnya, David Alaba akan hengkang ke Real Madrid dan mendapatkan kontrak lima tahun. Kehadiran David Alaba otomatis menambah persaingan di posisi bek tengah, mengingat sebelumya sudah ada Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho Fernandez dan Eder Militao.

“Ramos atau Varane akan pergi, namun tidak keduanya. Alaba, Nacho dan Militao mengonfirmasi akan mengisi tempat (bek tengah) untuk musim depan,” tulis laporan Marca, Okezone mengutip dari Twitter @MadridXtra.

Sejauh ini, Varane dan Sergio Ramos memang dikait-kaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Manchester United dan Chelsea merupakan dua klub yang kabarnya tertarik mendaratkan Varane, bek andalan Timnas Prancis.

BACA JUGA: Mulai Akrab dengan Neymar, Tanda Sergio Ramos Gabung PSG?

Sementara Sergio Ramos, sempat kencang dikabarkan merapat ke Juventus. Bek 35 tahun ini kabarnya tertarik kembali bekerja sama dengan mantan rekannya di Real Madrid yang sejak 2018 berseragam Juventus, Cristiano Ronaldo.

Namun, kabar terkini Sergio Ramos malah kencang dikaitkan dengan PSG. Rumor itu muncul setelah Sergio Ramos memberi emoticon aplaus, ketika Neymar Jr mengunggah pengumuman di Instagram bahwa dirinya baru saja memperpanjang kontrak di PSG hingga 2025.

Sergio Ramos

(Sergio Ramos tinggalkan Real Madrid?)

Padahal, sebelumnya Neymar dan Sergio Ramos mempunyai hubungan yang panas. Mereka kerap beradu mulut lapangan, tepatnya saat Neymar Jr masih membela Barcelona (2013-2017).

Pindah ke PSG merupakan target realistis bagi Sergio Ramos. Bersama PSG, Sergio Ramos masih bisa memenangkan banyak trofi dari musim ke musim.

Beda halnya jika Sergio Ramos pindah ke Juventus, klub yang tengah terlibat konflik akibat keikutsertaan mereka di Liga Super Eropa. Semalam, Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, mengultimatum akan mencoret Juventus dari Liga Italia musim depan jika tak mundur dari Liga Super Eropa.



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Rihanna Mengenakan Gaun Vintage Slip Merah Muda Dior Saat Berkencan dengan A$AP Rocky

Rihanna Mengenakan Gaun Vintage Slip Merah Muda Dior Saat Berkencan dengan A$AP Rocky


Hanya Rihanna yang bisa mengenakan warna merah muda flamingo dengan topi bucket bulu untuk pergi berkencan.

Sang bintang dan pengusaha produk kecantikan tersebut terlihat pergi makan malam di New York City bersama sang kekasih, rapper dan ikon mode A$AP Rocky, mengenakan slip dress yang menggenggam seluruh lekukan tubuhnya dari koleksi tahun 2002 vintage karya John Galliano untuk rumah mode Dior. Untuk aksesori, ia menambahkan sandal tali rancangan Tom Ford, kalung panjang dari Dior serta tas bahu motif beads rancangan Fendi. Untuk menyempurnakan semuanya ia kemudian menampilkan manicure warna merah muda dan topi bucket bulu penuh pernyataan karya Emma Brewin.

Walau Rihanna dan A$AP lebih sering menyembunyikan hubungan mereka, sang rapper telah mengumbar ke publik beberapa minggu lalu yang mengkonfirmasi hubungan romantis keduanya dan rasa cintanya kepada penyanyi “Umbrella” tersebut.

“Ini lebih baik,” ucap Rocky tentang hubungan monogaminya bersama Rihanna di pemotretan sebuah majalah besar. “Benar-benar lebih baik ketika Anda mendapatkan orang yang tepat. Ia benar-benar diibaratkan one in a million. Saya rasa jika Anda tahu, maka Anda akan merasakan bahwa pasangan Anda adalah orang yang tepat.”

Rocky juga mengekspresikan rasa syukurnya atas dukungan kreatif Rihanna kepadanya. Rih dikabarkan tampil sebagai cameo di film dokumenter A$AP yang berjudul Stockholm Syndrome.

“Sungguh penting memiliki dukungan seperti itu di hidup Anda,” A$AP memberitahu Entertainment Tonight tentang penampilan RiRi di dokumenter tersebut. “Hal ini sungguh menakjubkan dan sejujurnya saya merasa diberkati.”

(Penulis: Bianca Betancourt; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Astrid Bestari; Foto: Courtesy of Bazaar US) 



Source link

Continue Reading

Berita

Pemerintah Harus Evaluasi Alat Deteksi Corona

Pemerintah Harus Evaluasi Alat Deteksi Corona


JAKARTA – Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Suryadi Jaya Purnama, menyoroti temuan adanya penumpang terkonfirmasi positif COVID-19 pada penerbangan maskapai Garuda Indonesia setibanya di Hong Kong, Minggu, 20 Juni.

Temuan itu, membuat otoritas Hong Kong melarang sementara penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta mulai 22 Juni hingga 5 Juli.

Atas kasus tersebut, Suryadi meminta pemerintah mengevaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan yang memungkinkan terjadi kesalahan. Sebab sebelumnya, penumpang yang bersangkutan sudah dilakukan tes di Jakarta dan hasilnya negatif.

“Perlu dilakukan evaluasi terhadap penggunaan berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan, dimana peralatan tersebut menggunakan beberapa metode yang berbeda dalam mendeteksi COVID-19,” ujar Suryadi, Jumat, 25 Juni.

Anggota Komisi V DPR yang mengurusi soal perhubungan itu menyebutkan, beberapa pakar kesehatan sendiri telah sejak lama meminta pemerintah untuk mengevaluasi penggunaan peralatan pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan.

Misalnya, penggunaan alat swab dengan metoda tes PCR (polymerase chain reaction). Dia menilai alat dan metode itu dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia secara langsung.

Selain tes PCR, lanjutnya, ada metode lain yang tidak mendeteksi secara langsung keberadaan virus dalam tubuh seseorang namun dapat mengindikasikan adanya virus. Yaitu dengan cara mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia yang diharapkan dapat mengindikasikan ada atau tidaknya virus dalam tubuh seseorang.

“Karena metodenya yang tidak langsung dalam mendeteksi COVID-19 tersebut, maka dibutuhkan data yang sangat banyak untuk menguji keakurasian alat tersebut,” jelasnya.

Seiring peningkatan kasus dan masih terjadinya mobilisasi, maka kata dia, pemerintah harus benar-benar memastikan keakuratan alat pendeteksi COVID-19.

Sebaiknya pemerintah smabung Suryadi menggunakan standard screening atau tes diagnosis yang sudah disetujui WHO saja, guna menghindari meluasnya penyebaran COVID-19.

“Apalagi munculnya varian-varian COVID-19 yang baru, maka Fraksi PKS berpendapat bahwa evaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan semakin urgen untuk dilakukan,” tegas Suryadi.

.



Sumber Berita

Continue Reading

FEED

FAKTA-FAKTA Varian Delta Plus, Ditemukan 200 Kasus di 11 Negara

FAKTA-FAKTA Varian Delta Plus, Ditemukan 200 Kasus di 11 Negara




Ilustrasi virus corona. Versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.


© hearingreview
Ilustrasi virus corona. Versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.


TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 200 kasus virus corona varian Delta Plus diketahui telah tersebar di 11 negara di seluruh dunia.

Dilansir Tribunnews dari CNN, pejabat kesehatan mengungkapkan versi baru dari varian Delta dilaporkan telah menginfeksi sejunlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan India.

Strain yang menjadi perhatian media global ini disebut B.1.617.2.1 atau AY.1, singkatnya Delta Plus.

Di Inggris, varian itu pertama kali dilaporkan oleh Public Health England, sebuah badan kesehatan pemerintah pada 11 Juni 2021.

Baca juga: Ratusan Balita di Jakarta Positif Covid-19, Kemenkes Sebut Varian Delta Cenderung Jangkiti Anak

Baca juga: 282 Anak Balita di Jakarta Tertular Covid-19, Kemenkes Sebut Varian Delta Cenderung Jangkiti Anak

Berdasarkan beberapa kasus pertama di Inggris yang diurutkan pada 26 April menunjukkan, varian itu mungkin ada dan menyebar pada musim semi.

Pakar kesehatan sedang menyelidiki apakah Delta Plus lebih menular daripada jenis lain seperti varian Alpha atau Delta.

Namunm masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apa efeknya.

Delta Plus versi varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India pada Februari.

Saat ini, pemerintah India telah mengirimkan varian ke Sistem Data Global dan mengirim sampel untuk pengujian genom.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Covid-19 Varian Delta Cenderung Menular pada Anak-anak, Warga Diminta Waspada

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui terkait Varian Delta Plus:

Apa perbedaan Delta Plus dengan varian Delta?

Semua varian membawa kelompok mutasi.

Delta Plus memiliki mutasi ekstra yang disebut K417N yang membedakannya dari varian Delta biasa.

Mutasi ini mempengaruhi protein spike, bagian dari virus yang menempel pada sel yang diinfeksinya.

“Mutasi K417N tidak sepenuhnya baru, ia muncul secara independen di beberapa garis keturunan virus,” kata Francois Balloux, Direktur Institut Genetika Universitas College London (UCL).

Mutasi itu terlihat pada strain yang ditemukan di Qatar pada Maret 2020 dan ditemukan pada varian Beta, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan musim gugur lalu, katanya kepada Science Media Center.

“Mutasi dapat berkontribusi pada menurunnya kekebalan, meskipun dampaknya pada penularan tidak jelas,” tambahnya.

Semua virus bermutasi terus-menerus.

Beberapa dari perubahan itu membuat virus lebih cepat dalam menginfeksi sel atau dalam bereplikasi.

Sementara yang lain memiliki sedikit efek atau bahkan berbahaya bagi virus.

“Hingga saat ini, ada sekitar 160 jenis virus corona yang diurutkan secara global,” kata Balloux.

“Ada juga varian Delta plus lainnya dengan mutasi lain,” kata pemerintah India.

Mereka menambahkan, AY.1 adalah yang paling terkenal.

“Tim sedang melihat mutasi spesifik ini dan apa artinya dalam hal penularan dan keparahan. Sangat penting apa artinya ini dalam hal tindakan medis,” kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia untuk Covid-19.

Sementara itu, varian Delta reguler, juga dikenal sebagai strain B.1.617.2, telah menyebar dengan cepat.

Varian ini telah dilaporkan di sejumlah negara.

“Sebanyak 40 persen hingga 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris,” kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Jawa Semakin Meluas, Melonjak 2 Kali Lipat, Varian Delta Terbanyak di Jakarta

Apakah varian Delta Plus lebih menular atau mematikan?

Menurut badan pengurutan genom Covid-19 pemerintah India, varian Delta Plus menunjukkan beberapa sifat yang mengkhawatirkan.

Misalnya peningkatan penularan, pengikatan yang lebih kuat pada reseptor sel paru-paru, dan potensi pengurangan respons antibodi.

Saat ini, belum ada cukup bukti untuk menentukan secara meyakinkan dan para ahli lain juga telah menyatakan kehati-hatian.

Untuk saat ini, sebagian besar para ahli memperingatkan masyarakat dan pemerintah untuk tetap waspada, tetapi tenang.

“Ditemukan di beberapa negara tetapi tetap pada frekuensi yang sangat rendah … Tidak ada bukti bahwa strain saat ini berkembang di negara mana pun,” kata Balloux.

Van Kerkhove dari WHO mengatakan, organisasi itu melacak Delta Plus untuk menentukan tingkat penularan dan tingkat keparahannya.

Baca juga: Varian Delta Bikin Sydney Hadapi Masa Paling Menakutkan Sejak Pandemi Dimulai

Di mana varian Delta Plus ditemukan?

Sejauh ini, Delta Plus telah dilaporkan di 11 negara, tetapi jumlah kasus per negara hanya mencerminkan sampel yang telah diurutkan.

Sehingga diperlukan lebih banyak data untuk menentukan tingkat penyebaran yang sebenarnya.

AS telah mengurutkan dan mengonfirmasi jumlah kasus tertinggi dengan 83 kasus pada 16 Juni 2021, menurut Public Health England.

Disusul Inggris dengan 41 kasus per 16 Juni 2021.

Peningkatan pelacakan kontak, pengujian, dan isolasi dikerahkan ke sejumlah daerah di mana kasus Delta Plus telah dilaporkan, Downing Street mengonfirmasi

Beberapa kasus pertama yang diurutkan di Inggris adalah kontak individu yang telah melakukan perjalanan dari atau transit melalui Nepal dan Turki, menurut Public Health England.

Kemudian India menyusul dengan 40 kasus.

Kasus-kasus tersebut tersebar di tiga negara bagian, yaitu Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan India menetapkannya sebagai “varian perhatian,” dan menempatkan ketiga negara bagian dalam siaga.

Pemerintah mengatakan jumlah kasus masih rendah – tetapi mendesak negara bagian dengan kasus untuk “meningkatkan respons kesehatan masyarakat mereka” dengan meningkatkan pengujian, penelusuran, dan vaksinasi prioritas.

Sisa kasus tersebar di Kanada, India, Jepang, Nepal, Polandia, Portugal, Rusia, Swiss, dan Turki.

Berita lain terkait Varian Delta

Berita lain terkait Varian Delta Plus

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close