Connect with us

Olahraga

Frances Tiafoe Ingin Jadi Petenis Yang Hentikan Novak Djokovic Di Olimpiade

Frances Tiafoe Ingin Jadi Petenis Yang Hentikan Novak Djokovic Di Olimpiade

[ad_1]

Ligaolahraga.com –

Berita Tenis: Petenis AS, Frances Tiafoe mungkin menjadi salah satu dari sedikit petenis yang merasa bersemangat atas peluang untuk berhadapan dengan Novak Djokovic di Olimpiade Tokyo.

Meskipun saat ini ia adalah petenis AS nomor 5 dan menghuni peringkat 53 dunia, pengunduran diri beberapa petenis AS menjadikan dirinya sebagai salah satu petenis andalan tim AS, dan jika ia berakhir dengan menghadapi petenis peringkat 1 dunia, Djokovic di Tokyo, ia merupakan tipe petenis yang cukup mencolok dengan tipe yang bisa menyebabkan masalah bagi petenis yang menjuarai tiga Grand Slam terakhir pada musim 2021.

“Ia sangat profesional. Proses setiap hari yang ia jalani benar-benar luar biasa. Saya tidak terkejut ketika ia berpartisipasi. Ia berusaha untuk mencapai sesuatu yang luar biasa pada musim ini dan tentu saya berharap saya bisa menjadi petenis yang akan menghentikannya. Saya senang melihat hal yang luar biasa dan jika saya bisa menghentikannya, itu akan sangat keren. Saya tidak keberatan bertanding melawannya,” komentar Tiafoe tentang Djokovic.

Ada alasan mengapa petenis peringkat 53 dunia memiliki kepercayaan diri cukup tinggi jika memasuki pertandingan melawan Djokovic. Ketika mereka bertemu di babak kedua Australian Open awal musim ini, dirinya memainkan permainan yang impresif ketika bisa menyamakan kedudukan satu set sama dan membawa set ketiga memasuki babak tiebreak. Bahkan di set keempat, ia masih bisa menghasilkan groundstroke yang memukau dan tidak memudar sampai beberapa game terakhir sebelum akhirnya ia kalah setelah 3 jam 30 menit.

Seperti ketika mereka bertemu di Australia, cabang olahraga tenis di Olimpiade Tokyo akan digelar di hard-court dengan kondisi panas dan lembab yang cukup mengganggu petenis peringkat 1 dunia.

Selain itu, dengan kenyataan bahwa cabang olahraga tenis di Olimpiade akan digelar dengan format tiga set terbaik, bukan lima set terbaik yang Djokovic dominasi di Grand Slam musim ini, tentu akan ada lebih banyak potensi yang tercipta oleh sejumlah petenis seperti petenis AS.

“Saya lebih menyukai bertanding melawan Novak dengan 2 dari 3 set terbaik, daripada 3 dari 5 set terbaik,” aku Tiafoe.

Meskipun petenis peringkat 53 dunia cukup kewalahan untuk memperlihatkan konsistensi di turnamen ATP, ia memiliki potensi untuk bertanding melawan petenis terbaik di panggung terbesar, seperti ketika ia menyudutkan Roger Federer untuk melakoni lima set di US Open musim 2017, melaju ke perempatfinal Australian Open musim 2019, dan beberapa pekan lalu, ia menundukkan Stefanos Tsitsipas di babak pertama Wimbledon.

“Saya menilai diri saya sebagai kuda hitam di momen mana pun,” tukas Tiafoe.

“Pesta olahraga itu memiliki format yang sama sekali berbeda, itu ajang tim, semua orang sangat gugup. Anda berjuang demi medali. Itu tidak seperti anda bersama seluruh tim anda. Semuanya berbeda. Semua orang keluar dari zona nyamannya. Saya hanya akan mendapatkan pengalaman berharga dan berusaha memainkan permainan terbaik saya.”

Artikel Tag: Tenis, olimpiade tokyo, Frances Tiafoe, Novak Djokovic

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/frances-tiafoe-ingin-jadi-petenis-yang-hentikan-bintang-ini-di-olimpiade



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Alasan Ngotot Datangkan Jadon Sancho

Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Alasan Ngotot Datangkan Jadon Sancho

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengungkap alasan utama kenapa dirinya begitu ngotot ingin mendatangkan Jadon Sancho. Apakah itu?

Manchester United melalui laman resmi mereka memperkenalkan Jadon Sancho sebagai penggawa anyar The Red Devils di musim panas tahun ini. Winger berusia 21 tahun itu juga mendapatkan kontrak jangka panjang berdurasi selama lima tahun atau hingga Juni 2026 mendatang dan opsi perpanjangan selama satu musim.

Tak berselang lama setelah MU memperkenalkan Sancho, Ole Gunnar Solskjaer lantas mengungkap alasan kenapa dirinya begitu menginginkan Sancho di skuad The Red Devils.

“Dia pemain muda yang sangat berbakat. Seperti yang diketahui oleh seluruh orang di dunia bahwa kami telah mengamati perkembangan Jadon dalam waktu yang cukup lama. Dia merupakan pemain yang kami inginkan dan kami pikir kualitasnya akan sangat cocok di sini, di Man United,” ujar Solskjaer dilansir dari laman resmi klub.

“Dia pemain sayap dan penyerang yang kreatif serta selalu menunjukkan sikap positif. Dia bisa bermain melebar serta memiliki kemampuan untuk membuat para penggemar lebih bergairah. Dia bisa bermain satu lawan satu, menciptakan peluang, suka bekerja keras dan mencintai sepakbola.”

“Dia masih memiliki beberapa bakat yang belum dimaksimalkan dan dengan datang ke klub ini akan membantu perkembangannya,” tutup sang manajer.

Artikel Tag: Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United, Jadon Sancho

(lebih…)

Continue Reading

Olahraga

Olimpiade Yang Tidak Biasa itu Akhirnya Dimulai Juga Tanpa Penonton di Jepang

Olimpiade Yang Tidak Biasa itu Akhirnya Dimulai Juga Tanpa Penonton di Jepang

Olimpiade Musim Panas ke-32 dan Olimpiade Tokyo akhirnya  dibuka pukul 8 malam ini (23/7/2021)  di Stadion Nasional tanpa penonton.

Turnamen 17 hari dimulai dengan kebingungan dan kecemasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk penundaan pertama dalam sejarah karena efek virus corona baru.

Itu adalah slapstick karena skandal berulang sampai sebelum pembukaan.

Pada tanggal 19 Juli, musisi Keigo Oyamada (52) komposer pembukaan Olimpiade, mengundurkan diri setelah menemukan pengakuan bullying di masa lalu. Bertanggungjawab atas tim produksi dan produksi upacara pembukaan dan penutupan.

Pada tanggal 20 Juli, penulis buku bergambar Nobumi menolak tampil di acara terkait karena masalah seperti komentar intimidasi kepada guru.



Suasana dalam stadiun nasional olahraga Jepang (kokuritsu gijido) Jumat ini (23/7/2021) yang hadir para wartawan dan undangan khusus lainnya saja, di samping para atlit dan officials (Richard Susilo)


© Richard Susilo
Suasana dalam stadiun nasional olahraga Jepang (kokuritsu gijido) Jumat ini (23/7/2021) yang hadir para wartawan dan undangan khusus lainnya saja, di samping para atlit dan officials (Richard Susilo)

Kemudian sehari sebelum pembukaan, Kentaro Kobayashi (48), yang memimpin upacara pembukaan dan penutupan, mengatakan bahwa ia telah mengumumkan sebuah kontes tentang masalah Holocaust (genosida orang Yahudi) di masa lalu. Akhirnya kena pecat Panitia Olimpiade dan PM Jepang pun sangat kurang berkenan kepadanya.

Baca juga: Rio Waida, Peselancar Muda Asal Bali Menargetkan Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Pada bulan Februari tahun ini, mantan Perdana Menteri Yoshiro Mori (84) mengundurkan diri sebagai ketua Komite Organisasi karena pernyataan misoginis.

Pada bulan Maret, Hiroshi Sasaki (66), yang merupakan manajer umum produksi, mengundurkan diri karena dia telah membuat pernyataan yang menghina penampilan bakat seorang artis terkenal, dan akhirnya Kobayashi adalah orang kelima yang terlibat dalam Olimpiade tahun ini, kena pecat.

Penyebaran virus corona baru tidak mereda,  namun  suasana upacara Pembukaan Olimpiade tampaknya bisa melegakan banyak hati orang Jepang saat ini .

Sebuah pembukaan Olimpiade, pesta besar olahraga yang tidak biasa tanpa penonton.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Source link

Continue Reading

Olahraga

Tetap Digelar di Jakarta, FIBA Asia Cup 2021 Ditunda sampai Tahun Depan

Tetap Digelar di Jakarta, FIBA Asia Cup 2021 Ditunda sampai Tahun Depan

FIBA Asia Cup 2021 resmi ditunda hingga tahun depan karena pandemi COVID-19. Hal tersebut diungkap ketua panitia penyelenggara Junas Miradiarsyah dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Kata Junas, keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan. FIBA Asia Cup 2021 rencananya tetap bergulir di Jakarta dan akan dijadwal ulang menjadi Juli 2022. Namun, terkait tanggal masih dalam peninjauan.

Ini merupakan kali ketiga jadwal FIBA Asia Cup 2021 mengalami perubahan. Sebelumnya, FIBA juga telah memundurkan dari 3-15 Agustus 2021 menjadi 17-29 Agustus 2021.

“Faktor utama dari penundaan ini karena lonjakan pandemi COVID-19. Kami sudah meyakinkan FIBA melalui rekomendasi dari Kemenkes. Namun, kami harus menghormati keputusan FIBA dan negara-negara peserta jika itu opsi yang terbaik,” kata Junas dilansir Antara.

Adapun terkait pemilihan Juli 2022 sebagai jadwal terbaru, Junas mengatakan telah sesuai dengan rekomendasi dan berbagai pertimbangan.

“Kami telah mencari jadwal agar bisa tetap bisa dilakukan tahun ini. Namun FIBA memiliki agenda, pun demikian dengan negara-negara lainnya. Jadi, pemilihan Juli 2021 menyesuaikan dengan kalender yang ada,” ujar Junas menambahkan.

Kabar penundaan ini pun telah disampaikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan juga Presiden Joko Widodo. “Karena ini juga merupakan agenda pemerintah. Jadi kami telah lebih dulu menyampaikannya.”

Sebelumnya, FIBA melalui laman resminya telah mengumumkan penundaan tersebut dibuat setelah mengevaluasi dengan cermat bersama dengan pemangku kepentingan lainnya.

“FIBA Asia Cup 2021 akan dimainkan sesuai rencana di Jakarta, Indonesia, tetapi dijadwalkan ulang ke Juli 2022, tepat setelah Kualifikasi Piala Dunia Bola Basket FIBA Asia,” demikian pernyataan FIBA dalam situs resminya, Jumat.

Sumber Berita

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close