Info

Fiskal Terbatas, Indonesia Tunda Rencana Pembelian 12 Pesawat Tempur Mirage 2000-5

Juru bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan oleh Qatar, karena terbatasnya kapasitas fiskal.

Berbicara dalam sebuah panel wawancara di stasiun televisi TV One awal pekan ini, Dahnil mengatakan penundaan tersebut diputuskan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan.

“Pemerintah telah menunda pembelian jet Mirage karena kapasitas fiskal kita, untuk saat ini, tidak dapat mendukung pembelian seperti itu,” kata Dahnil, dan menambahkan sebagai gantinya, militer akan memesan retrofit untuk pesawat Sukhoi dan F16 yang sudah ada.

Dahnil, serta juru bicara kementerian pertahanan dan kementerian keuangan, tidak menanggapi permintaan kantor berita Reuters untuk memberikan komentar tentang hal ini.

Pesawat Mirage 2000-5 Angkatan Udara Taiwan mendarat di Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Taiwan, 7 Agustus 2022. (Foto: REUTERS/Ann Wang)

Indonesia menandatangani kesepakatan dengan sebuah unit perusahaan pertahanan Ceko, Czechoslovak Group (CSG), untuk membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 pada Januari 2023, senilai 733 juta euro, setara dengan $801,68 juta, atau Rp1,2 triliun. Hal ini disampaikan Kementerian Pertahanan pada tahun lalu.

Pesawat tempur bekas ini akan dikirim dalam waktu 24 bulan setelah kesepakatan ditandatangani, dan akan digunakan sementara Indonesia menunggu kedatangan 42 jet tempur Rafale yang telah dibeli Jakarta pada tahun 2022 dengan harga US$8,1 miliar.

Rencana pembelian pesawat-pesawat Mirage itu telah dikritik oleh beberapa anggota parlemen karena dianggap sudah tua.

Keputusan untuk menunda pembelian Mirage muncul meskipun Presiden Joko Widodo telah menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20% hingga akhir tahun 2024 guna melipatgandakan piranti keras militer menjadi $25 miliar.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang sejauh ini merupakan calon paling unggul dalam pemilihan presiden yang akan diadakan pada 14 Februari nanti, telah mengawasi upaya-upaya militer untuk memodernisasi armada militer yang sudah tua. Ini mencakup pembelian 12 pesawat tak berawak baru dari Turkish Aerospace dan pesawat-pesawat tempur serta helikopter-helikopter angkut dari perusahaan-perusahaan Amerika, seperti Boeing dan Lockheed Martin. [em/rs]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed