Connect with us

VIRUS CORONA

Dunia Catat Lebih dari 135 Juta Kasus Virus Corona

Dunia Catat Lebih dari 135 Juta Kasus Virus Corona



Iran memulai lockdown 10 hari pada Sabtu (10/4) guna menekan gelombang keempat infeksi virus corona. Di Bucharest sekitar 1.000 orang memprotes pembatasan terkait COVID-19. Dan di Paris, lebih dari 100 orang didenda karena makan di restoran yang melanggar peraturan pembatasan sosial.

Di seluruh dunia tercatat lebih dari 135 juta kasus dan hampir 3 juta kematian, menurut Pusat Riset Virus Corona Johns Hopkins. Virus masih merajalela sementara masyarakat lelah menghadapi lockdown.

Di Iran, lebih dari 250 kota, termasuk ibu kota, Tehran, dinyatakan sebagai zona merah. Artinya, wilayah itu memiliki tingkat positif virus corona tertinggi dan pembatasan paling ketat. Lebih dari 85 persen warga Iran berada di zona merah atau oranye, kata pihak berwenang.

Di Bucharest, demonstran datang ke Lapangan Kemenangan dan Lapangan Universitas Sabtu (10/4) untuk menolak pembatasan terkait pandemi.

Pada hari yang sama, Romania mencatat hampir 1 juta infeksi virus corona dan hampir 25 ribu kematian, menurut Johns Hopkins.

Di sebuah restoran di Paris, lebih dari 100 pengunjung didenda, kata polisi Sabtu (10/4). Manajer restorannya ditangkap. Dalam insiden kedua, lebih dari 60 orang didenda karena makan di dalam ruangan pada waktu makan siang. Semua restoran dan kafe tidak menyediakan layanan di dalam ruangan di Prancis selama lima bulan. [vm/ft]



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRUS CORONA

AS Setujui Vaksin Pfizer untuk Remaja

AS Setujui Vaksin Pfizer untuk Remaja



Badan Urusan Pangan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (Food and Drugs Administration/FDA), Senin (10/5), mengeluarkan otorisasi vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech untuk digunakan oleh remaja berusia paling muda 12 tahun. Langkah itu memperluas kelompok warga yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

FDA mengatakan vaksin itu aman dan efektif bagi remaja berusia 12-15 tahun. Sebelumnya vaksin yang sama tersedia untuk penggunaan darurat bagi anak berusia 16 tahun dan yang lebih tua.

“Langkah hari ini memungkinkan populasi yang lebih muda untuk mendapat perlindungan dari COVID-19, membuat kita semakin dekat untuk memulai kembali kehidupan normal dan mengakhiri pandemi ini,” ujar penjabat komisioner sementara FDA Janet Woodcock dalam sebuah pernyataan.

Vaksin Pfizer ini adalah vaksin pertama di Amerika yang disetujui untuk orang yang berusia lebih muda. Persetujuan itu diberikan ketika pejabat-pejabat Amerika berupaya memvaksinasi lebih banyak warga dan tampaknya akan mendorong jutaan siswa SMP dan SMA untuk mencoba divaksinasi sebelum kembali ke sekolah pada musim gugur nanti.

Meskipun anak-anak yang terjangkit COVID-19 umumnya hanya memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali, mereka masih dapat menularkan virus itu pada orang lain.

Pfizer pada Maret lalu merilis hasil kajian pendahuluan dari uji coba vaksin yang melibatkan lebih dari 2.000 sukarelawan berusia 12-15 tahun. Uji coba itu menunjukkan tidak satu pun remaja yang telah divaksinasi penuh mengidap COVID-19 atau mengalami efek samping yang serius. [em/mg/pp]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

Jumlah Kasus Global Virus Corona Mandek

Jumlah Kasus Global Virus Corona Mandek



Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan itu melihat jumlah kasus virus corona global mandek. Jumlah kasus di Amerika dan Eropa, dua wilayah yang paling terimbas, malah menunjukkan penurunan.

Pada briefing Senin, Ghebreyesus mengatakan ia menyambut “setiap penurunan” tetapi memperingatkan “kita pernah dalam situasi ini.” Ia menyarankan negara-negara agar tidak terlalu cepat melonggarkan pembatasan kesehatan masyarakat. Ia mengatakan, sejauh ini negara-negara berkembang baru mencatat sekitar 7% dari ratusan juta vaksinasi COVID-19.

Menurut Dirjen WHO, vaksin mencegah penyakit, tetapi kita juga bisa mencegah penularan dengan langkah kesehatan masyarakat yang sudah sangat efektif di banyak tempat. Pesannya kepada para pemimpin adalah lakukan setiap langkah untuk menurunkan angka penularan sekarang juga.

Ia menambahkan, bahkan negara-negara dengan tren epidemi yang menurun harus mempersiapkan kemungkinan bahwa varian baru dapat membatalkan kemajuan yang dicapai dalam vaksinasi.[ka/lt]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

2 Varian Virus Corona yang Sangat Menular Ditemukan di Afrika Selatan

2 Varian Virus Corona yang Sangat Menular Ditemukan di Afrika Selatan



Pejabat-pejabat Afrika Selatan mengatakan dua varian virus corona yang sangat menular kini ditemukan di negara itu, sementara negara di Afrika yang paling terimbas pandemi itu bersiap akan kemungkinan lonjakan kasus baru.

Pejabat-pejabat dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular mengumumkan Minggu malam bahwa mereka telah mendeteksi varian B.1.617.2 dan B.1.1.7 di antara populasi Afrika Selatan.

Dengan hanya di bawah 1,6 juta kasus yang terkonfirmasi, Afrika Selatan memimpin benua itu dalam penularan virus corona. Dari jumlah tersebut, sudah hampir 55.000 orang meninggal.

B.1.617.2 adalah salah satu varian yang saat ini menyebar di India. Pusat Data Virus Corona Johns Hopkins mengatakan 22,6 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan, namun para pakar kesehatan memperingatkan bahwa mereka yakin jumlah kasus dan kematian yang sebenarnya di India jauh lebih banyak.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian virus corona di India sebagai ‘mengkhawatirkan.’ [ka/lt]



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close