Connect with us

Hi, what are you looking for?

NASIONAL

Dokter Pribadi Bung Karno Resmi Menjadi Nama Gedung PB IDI

Dari Kanan ke Kiri : Ketum IDI Dr Adib, Dr Asturi, Dr Andrea, Poppy & Bambang Radityo Demas Soeharto, Andi Sumarsono, Dewi Kamaratih Soeharto, Ir. Dewi Arimbi Soeharto, Dewi Surijawati Soeharto, Harris Gondokoesoemo, Dr Dewi Prabarini Soeharto, dr. Shafira Aukia, Dewi Kurnia Lestari Soeharto, Edwin Ajisatryo, Dr. Qori & Dr Nugroho. (Foto - Istimewa)

️Play Radio 🎶


Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meresmikan nama Gedung IDI menjadi Gedung R Soeharto, Selasa (30/8/2022). R Soeharto atau yang mempunyai nama lengkap DR. Dr. R.H. Soeharto Sastrosoeyoso merupakan Dokter Pribadi Pesiden pertama sekaligus sang Proklamator Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri IDI dan juga Ketua Pertama Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Acara peresmian nama Gedung R Soeharto ini dihadiri oleh Watimpres, Bapak Mayjen (Purn) Sidarto Danusubroto, SH., dan Ibu Putri Kuswisnu Wardani, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rektor UGM, Direktur Utama BNI, Dekan Fakultas Kedokteran UI, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Ketua DPR RI Puan Maharani, Dirut BPJS Kesehatan, serta organisasi-organisasi yang mendukung DR R Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, seperti PKBI, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Lions Club, dan yang lain. Selain itu beberapa tokoh penting lainnya seperti Tokoh Profesor, Rumah Sakit juga turut hadir secara langsung maupun daring.

Dalam sambutannya, Ketua Umum IDI, dr Muhammad Adib Khumaidi, SpOT mengatakan, bahwa berdirinya Gedung IDI tidak lepas dari peran DR R Soeharto yang dibeli seharga 300 ribu. “Gedung ini tidak akan berdiri tanpa adanya DR R Soeharto. Sejarah sudah membuktikan, pada waktu itu harganya 300 ribu dengan obligasi harganya seribu rupiah sebagai komitmen pendiri. Jadi DR R Soeharto ini salah satu pendiri yang ikut terlibat membidani berdirinya Ikatan Dokter Indonesia,” katanya.

Adib bercerita, bahwa di Gedung tersebut akan dicantumkan foto DR R Soeharto, karena beliau merupakan tokoh yang berhasil menyatukan Perkumpulan Tabib Indonesia dan Perkumpulan Dokter Indonesia pada tahun 1906-1926. “Di sinilah nanti melalui sejarah, kita cantumkan Foto Beliau, karena beliau merupakan pondasi utama berdirinya IDI, yang menyatukan juga pada saat itu setelah proses 1909-1926 muncul perkumpulan tabib indonesia dengan ketuanya DR Abdur Rasyid dengan perkumpulan dokter dengan ketuanya Dokter Dharma Setiawan disatukan oleh DR Soeharto menjadi IDI,” katanga.

Dari sisi sejarah Ia menekankan, bahwa organisasi profesi Dokter seharusnya tetap menjadi satu. Sebab, kehadiran perkumpulan Dokter itu untuk kepentingan rakyat dan negara. Adib mengaku, bahwa dirinya bangga menjadi bagian dari oihak yang terlibat dan mendukung nama DR R Soeharto menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

“Ini akan menjadi kebanggaan kami dan juga Dokter se Indonesia,” terangnya.

DR R Seoharto merupakan tokoh yang lahir di Tegalgondo atau Klaten, dan di Kabupaten tersebut, sudah ada nama jalan DR Soeharto yang diusulkan oleh Gubernur Jateng dan Bupati Klaten. Pada kesempatan itu juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bercerita, bahwa mendiang R Soeharto seringkali menceritakan tentang Bung Karno kepadanya.

Baca Juga:  Vaksin Merah Putih dan Nusantara Wujud Kemandirian Bangsa

“Saya mencoba berkomunikasi dengan keluarga pada saat keluarga datang ke saya. Dari keluarga memberikan dokumen yang cukup tebal terkait dengan riwayat atau sejarah perjuangan DR R Soeharto. Tentu saja, banyak yang Unik setelah saya baca. Kalau bercerita tentang bagaimana DR Soeharto mendampingi presiden, Opa Darto ini yang sering menceritakan kepada saya bagaimana kehidupan Bung Karno pada saat itu bahkan sampai terakhir,” kata Ganjar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau saat itu kita masih bisa mendengarkan cerita dari DR Soeharto ini, seperti sebenarnya. Atau barangkali, kalau kita mengulik lebih dalam lagi, beliau ini luar biasa. Ia tentara, ia pernah menjadi Menteri di beberapa sektor yang bukan dari Ilmu Kedokteran. Artinya, talenta beliau luar biasa. Saya masih merindukan sebenarnya mencoba berimajinasi, lagi-lagi saya membayangkan apa ya yang bisa beliau ceritakan,” sambungnya.

Ganjar pun menyampaikan tentang Disertasi dari Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tentang ketahanan nasional yang digali dari pikiran Bung Karno. Menurutnya, akan semakin lengkap pemikiran tersebut jika dibuka donumen twntang peran DR R Soeharto.

“Mas Hasto ini sedang menyelesaikan disertasinya bagaimana ketahanan nasional digali dari pikirannya Bung Karno. Saya dikasi buku banyak dari Mas Hasto. Dan ternyata, Senior-senior saya ini sebenarnya bisa mengungkap cerita dari pemikiran, dari keseharian. Maka lengkap sebenarnya kalaulah banyak dokumen bisa kita buka dari peran DR R Soeharto.

Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara daring menyampaikan, setidaknya ada dua pelajaran menarik dari Dokter yang juga sekaligus tokoh pergerakan itu. Pertama, bahwa beliau merupakan tokoh yang ikut andil dalam menyatukan Ikatan Tabib dan Ikatan Dokter.

“Semalam saya sempat membaca sejarah mengenai beliau ini. Menarik memang kalau kita cari di Google, yang keluar adalah, beliau merupakan Dokter Pribadi Proklamator RI Bung Karno dan Bung Hatta. Kalau dibaca lebih dalam lagi, beliau sebenarnya tokoh pergerakan nasional juga. Salah satu keberhasilan beliau adalah, menyatukan ikatan tabib indonesia dan ikatan dokter indonesia,” kata Budi.

“Saya baru tahu, dulu ada nama Dokter ada nama Tabib. Hal pertama yang saya pelajari dari beliau adakah, beliau ini pemersatu. Beliau berhasil menyatukan beberapa organisasi kesehatan menjadi satu. Mungkin semangat beliau sebagai pemersatu inilah yang tetap kita jaga kedepannya, sehingga, IDI tetap menjadi pemersatu wadah organisasi-organisasi profesi Kedokteran kedepannya, belajar dari DR Soeharto,” terangnya.

Budi Sadikin menambahkan, DR R Soeharto merupakan salah seorang yang membentuk cikal bakal BKKBN. “Bayangkan pada jaman itu sudah bisa memikirkan bagaimana kita bisa mengurangi atau menurunkan kematian ibu dan anak dengan mengatur kehamilan dari seorang ibu. Alangkah wajar kalau seorang dokter kalau ada kematian ibu dan anak, fokusnya adalah agar anak tidak mati saat kelahiran. akan sangat jarang bagaimana kita mencegahnya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Iwan Fals siap gelar konser solo, tiket mulai dijual hari ini

Menurut teori kedokteran modern, imbuh Budi, intervensi kesehatan akan jauh lebih efektif dan efisien dan lebih baik kualitas hidupnya bagi pasien, lalu dilakukan dari sisi pencegahan. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa, DR R Soeharto sudah sangat jauh pemikiran sistem kesehatannya. “Pemikiran beliau jauh lebih efisien melakukan intervensi untuk kesehatan ibu dan anak di sisi preventif dengan membangun keluarga berencana dibandingkan dari sisi kuratif pada saat ibu dan anaknya, anaknya harus dilahirkan dalam kondisi yang tidak sempurna,” sambungnya.

Pelajarannya, sambung Budi, beliau memiliki visi yang jauh kedepan mengenai sistem kesehatan suatu bangsa atau suatu negara. “Ini bagus kalau kita dokumentasikan dalam suatu gedung profesi,” kata Budi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di acara yang sama, Perwakilan Keluarga Besar R Soeharto yang diwakili oleh Dewi Kamaratih Soeharto SH mengamini segala bentuk dukungan dari IDI, PDKI, PKBI, serta lembaga-lembaga lain yang mana DR R Soeharto ikut dalam pendiriannya, seperti UGM, BNI, Masjid Istiqlal atas usul DR R Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Ia bersyukur, karena setelah 22 Tahun DR R Soeharto meninggal, ia beserta keluarga besarnya bisa bersilaturrahmi dengan IDI.

“Saat ini Alhamdulillah prosesnya terus berlangsung. Kami mohon doa restunya agar semuanya lancar dan terkabul penetapan beliau,” katanya.

Ia bercerita, sebagai Tokoh pemersatu para Dokter sekaligus pemimpin IDI di masanya, banyak penghargaan yang telah diberikan oleh IDI kepada DR R Soeharto. “Salah satu yang kami ingat adalah, ketika Romo berusia 81 tahun, IDI merayakannya dengan seminar Birontologi ilmu-ilmu yang terus Almarhum pelajari dan kembangkan sebagai pembalajar bagi nusa dan bangsa. Pada saat itu IDI juga menerbitkan satu buku dasawindu DR R Soeharto. Dan romo sekarang telah berpulang, kehormatan itu tetap diberikan oleh IDI,” ungkapnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan IDI, terang Dewi, pada Muktamar IDI ke 31 di Aceh yang digelar pada Maret tahun ini telah menetapkan nama DR R Soeharto sebagai nama Gedung PB IDI. Dirinya beserta keluarga besar tidak pernah membayangkan bahwa setelah 72 tahun berdirinya IDI dan dibelinya Gedung tersebut, ia bisa berdiri di tempat itu.

IDI, sambung Dewi, melalui penerbit IDI pada hari ini akan menerbitkan naskah akademik biografi perjuangan DR R Soeharto yang telah disusun oleh Departemen Sejarah Fakuktas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai buku yang akan dibagikan pada saat peresmian Gedung tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Mayjen (Purn) Sidarto Danusubroto, SH., salah satu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang sekaligus mantan Ajuda Bung Karno bercerita tentang kesaksiannya terhadap DR R Soeharto. “Saya merasa dapat kehormatan dalam acara peresmian gedung menjadj gedung soeharto. Saya merasa dapat kehormatan juga, karena turut serta dalam kesaksian mengenai perjuangan DR Soeharto yang laik suatu hari nanti, Insya Allah menjadi Pahlawan Nasional Indonesia,” kata Mayje Sidarto memulai pidatonya.

Baca Juga:  Airlangga: RI dorong ASEAN jadi jangkar stabilitas ekonomi global

“Ketika saya menjadi Ajudan Bung Karno pasca Supersemar, saya mendengar langsung dari beliau (Bung Karno) tentang DR Soeharto yang merupakan orang kepercayaannya, dan dokter pribadi Bung Karno dan Bung Hatta sejak 1942,” lanhutnya.

Dari cerita Bung Karno maupun sumber lain, kata Dia, DR R Soeharto bisa dikatakan sebagai tokoh pejuang pada berbagai peran yang ia jalankan, melebihi tugas pokok sebagai Dokter pribadi Presiden dan Wakil Presiden. Seperti saat mendampingi perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia. “DR Soeharto memang selalu menemani perjalanan Bung Karno ke berbagai negara di seluruh dunia. DR Soeharto juga menjalankan berbagai peran dan tugas lain tanpa meninggalkan keahliannya sebagai seorang Dokter,” jelasnya.

DR R Soeharto, katanya, menjadi salah satu pendiri Bank pertama di Indonesia, yaitu BNI, sekaligus ikut andil dalam pembangunan kawasan Srinah Thamrin dan Hotel Indonesia. Ia juga menjadi kepala Administrasi Militer pusat, yang mengelola administrasi dan keuangan dana perjuangan yang dibutuhkan untuk operasional tiga matra Angkatan Perang Indonesia. Serta keikutsertaannya dalam menjaga daerah pusaka merah putih. “Setelah merdeka, beliau juga pernah menjadi Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas di Kabinet Soekarno. Beliau selesai pada tahun 1966, pada saat saya juga selesai bertugas mendampingi Bung Karno pasca supersemar,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sidarto juga bercerita ketika dirinya menjadi salah satu sumber Seminar Nasional dalam rangka pengusulan DR R Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, bahwa ia mendengar kesaksian dari Guntur Soekarnoputra, bahwa DR R Soeharto adalah seorang yang berani pasang badan atas keselamatan Presiden Soekarno di rumahnya yang berada di keramat 128 Jakarta.

Serangkaian acara peresmian Gedung IDI menjadi Gedung R Soeharto dilanjutkan dengan penyerahan Foto oleh perwakilan keluarga R Seoharto, Bambang Raditya Nugroho Soeharto SH, kepada Ketua Umum IDI, serta penyerahan Buku Biografi oleh Dewi Surijawati Soeharto SH dan Dewi Kurnia Lestari Seoharto.

Kemudian, Puncak Acara Peresmian Gedung Kantor Pusat IDI menjadi nama DR R Soeharto dengan membuka Tirai Penutup Nama Gedung. Pembukaan Tirai Nama sebagai Tanda Peresmian Gedung, dilakukan oleh Wantimpres Mayjen (Purn) Sidarto Danusubroto, SH., dan Ibu Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah sebagai perwakilan dari keluarga.

Bagikan Artikel
2 Comments

Lainnya Dari BuzzFeed

HEADLINE

️Play Radio 🎶 BuzzFeed – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selaku Ketua Dewan Pembina Special Olympics Indonesia (SOina) akan menggalang dukungan para tokoh masyarakat...

FEED

️Play Radio 🎶 Minggu, 22 Januari 2023 – 15:12 WIB Indra Bekti. Foto: Instagram/indrabekti jpnn.com – JAKARTA – Pembawa acara Indra Bekti akhirnya diperbolehkan...

FEED

️Play Radio 🎶 Chevron mengatakan menemukan gas alam baru di lepas pantai Mesir dan menyebutkan dengan gas alam ‘signifikan’. Seperti apa yang dimaksud?Eksplorasi terhadap...

SPORT

️Play Radio 🎶 Jakarta (ANTARA) – Seorang suporter yang menyerang kiper Arsenal Aaron Ramsdale dalam derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur telah dikenai dakwaan, kata...

NASIONAL

️Play Radio 🎶 London (ANTARA) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan “bersama dan segera” untuk melindungi anak-anak dari kontaminasi obat, menyusul kasus kematian...

FEED

️Play Radio 🎶 Suara.com – Serial HBO, The Last of Us tengah menjadi sorotan banyak orang, khususnya penikmat film tanah air. Sebab dalam The...

SPORT

️Play Radio 🎶 Jakarta (ANTARA) – Wolverhamton Wanderers dan West Ham United menyepakati transfer bek Craig Dawson pada harga 3,3 juta pound, tulis laman...

HEADLINE

️Play Radio 🎶 Partai Golongan Karya (Golkar) baru saja mengangkat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai anggotanya. Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan...

Advertisement
close