Connect with us

INDONESIA

Dituduh Terlibat Terorisme, Densus 88 Tangkap Munarman

Dituduh Terlibat Terorisme, Densus 88 Tangkap Munarman

[ad_1]

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Kemasyarakatan Kepolisian Republik Indonesia (Humas Polri) Komisaris Besar Ahmad Ramadhan membenarkan soal penangkapan Munarman tersebut.

Menurutnya saat ini Munarman sedang menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Dia menambahkan Munarman tidak melawan ketika ditangkap di rumahnya.

Ramadhan menjelaskan Munarman ditangkap karena diduga terkait dengan tiga peristiwa pembaiatan (sumpah setia) kepada ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di tiga kota.

Ramadhan menambahkan dalam penggeledahan polisi di bekas markas FPI itu polisi menemukan atribut FPI, beberapa dokumen, sejumlah tabung berisi serbuk nitrat sangat tinggi, beberapa botol plastik berisi cairan TATP (acetone peroxide) yang dipakai untuk membuat bahan peledak, mirip dengan yang disita polisi ketika menangkap terduga teroris di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu.

Polisi membongkar papan nama di markas besar organisasi garis keras Indonesia FPI (Front Pembela Islam atau Front Pembela Islam) di Jakarta pada 30 Desember 2020, setelah pemerintah melarang kelompok itu melakukan kegiatan apa pun. (Foto: DANY K./AFP)

Polisi membongkar papan nama di markas besar organisasi garis keras Indonesia FPI (Front Pembela Islam atau Front Pembela Islam) di Jakarta pada 30 Desember 2020, setelah pemerintah melarang kelompok itu melakukan kegiatan apa pun. (Foto: DANY K./AFP)

“Jadi (penangkapan) terkait dengan kasus baiat di UIN (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan, jadi ada tiga hal tersebut,” kata Ramadhan.

Setelah membekuk Munarman, polisi menggeledah bekas markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. FPI adalah organisasi yang telah dibubarkan oleh pemerintah dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang pada 30 Desember lalu.

Berdasarkan keterangan polisi, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Nama Munarman beberapa kali dikaitkan dalam penangkapan sejumlah teroris. Namun Munarman telah berulang kali membantah terlibat kegiatan terorisme.

Al Chaidar: Haluan FPI Berseberangan dengan ISIS

Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar menilai Munarman dan FPI tidak terkait dengan terorisme. Al Chaidar menambahkan FPI sudah secara tegas membantah terkait dengan FPI dan orang-orang yang terlibat dengan ISIS berarti sudah keluar dari keanggotaan FPI.

Pakar terorisme Al Chaidar. (Foto: Dok Pribadi)

Pakar terorisme Al Chaidar. (Foto: Dok Pribadi)

“Karena memang haluan politik dan haluan ideologi FPI itu sangat berseberangan dengan ISIS. Di Medan, setahu saya beberapa orang yang ikut dalam baiat tersebut menggambarkan Munarman tidak ikut terlibat tapi polisi mungkin memiliki data yang lain atas keterlibatan Munarman dalam baiat tersebut,” ujar Al Chaidar.

Al-Chaidar menegaskan setahu dirinya dalam tiga acara baiat terhadap ISIS di Jakarta, Medan, dan Makassar tidak melibatkan Munarman dan FPI. Sebab Munarman dan FPI menolak ISIS.

Karena itu pantas dicurigai kenapa Munarman yang tidak pernah berbaiat kepada ISIS hadir di acara pembaiatan tersebut.

Al Chaidar mengakui FPI memang dekat dengan kelompok radikal dan konservatif seperti Negara islam Indonesia (NII) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), tapi menjaga jarak dengan kelompok teroris seperti ISIS.

Para pendukung Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI), berkumpul di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, 8 Desember 2020, setelah enam pendukung FPI tewas tertembak di dekat Jakarta.(Foto: AFP)

Para pendukung Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI), berkumpul di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, 8 Desember 2020, setelah enam pendukung FPI tewas tertembak di dekat Jakarta.(Foto: AFP)

Menurut Al Chaidar orang-orang FPI yang terlibat dengan kelompok teroris adalah orang-orang yang sudah meninggalkan FPI karena kecewa terhadap organisasi yang dinilai hanya sekedar melakukan aksi unjuk rasa atau amar makruf nahi munkar tapi tidak berani mengambil tindakan lebih keras.

Al Chaidar menilai pemerintah memiliki rasa tidak suka dengan FPI, sehingga menargetkan FPI untuk dicari-cari keterkaitannya dengan terorisme.

Sejak Januari lalu Densus 88 Anti-Teror telah menangkap lebih dari 90 tersangka militan, sebagian diyakini terkait serangan di depan gereja Katedral di Sulawesi Selatan akhir Maret lalu dan beberapa serangan terencana yang menarget polisi dan rumah ibadah. [fw/em]

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

Elektabilitas Menurun, Peluang Prabowo Menang pada Pilpres 2024 Mengecil

Elektabilitas Menurun, Peluang Prabowo Menang pada Pilpres 2024 Mengecil

BuzzFeed – Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani sampaikan dalam keterangannya pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan. , bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mempunyai peluang besar mencalonkan sebagai presiden di 2024.

“Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insya Allah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua,” ujar Muzani lewat keterangannya, Ahad (10/10/2021).

Berdasarkan hasil Survei, Menurut Direktrur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai peluang Prabowo mencalonkan diri pada kontestasi Pilpres 2024 kian mengecil.

Hal ini terlihat dari tren penurunan elektabilitasnya di sejumlah lembaga survei.

“Jika dilihat dari data sejumlah hasil survei, elektabilitas Prabowo memang masih cukup tinggi, tetapi kecenderungannya mulai menurun,” ujar Karyono Wibowo Kamis (14/10/2021).

Elektabilitas Prabowo yang kian menurun, dapat dilihat melalui survei SMRC September 2021. Pada simulasi pertanyaan tertutup, elektabilitas Prabowo sebagai capres pada Oktober 2020 berada di posisi 22,2 persen. Pada Maret 2021 menurun menjadi 20,8 persen.

Meskipun, Survei pada Mei 2021 Elektabilitas Prabowo Elektabilitas Prabowo sempat naik menjadi 24,4 persen, Namun menurun cukup drastis pada September 2021 tinggal 20,7 persen atau bersaing sangat ketat dengan Ganjar Pranowo yang memiliki elektabilitas 19,0 persen.

“Secara metodologi survei, posisi Prabowo dengan Ganjar tidak bisa disimpulkan bahwa Prabowo yang unggul karena selisihnya hanya 1,7 persen, masih berada di ambang margin of error sebesar kurang lebih 3,19 persen. Sementara itu, elektabilitas Anies Baswedan cenderung stagnan berada di posisi 14,3 persen,” kata Karyono.

Ketatnya persaingan antara Prabowo dan Ganjar juga terbaca dari hasil survei Charta Politika Survei yang dilakukan pada periode 12–20 Juli 2021 kepada 1.200 responden dengan margin of error 2,83 persen. Dalam simulasi, elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 16,2 persen bersaing dengan Prabowo dengan elektabilitas sebesar 14,8 persen, Anies Baswedan 14,6 persen.

Dalam simulasi 10 nama yang diuji, Ganjar Pranowo mendapat angka 20,6 persen, Anies Baswedan 17,8 persen, dan Prabowo Subianto 17,5 persen.

“Kecenderungan menurunnya elektabilitas Prabowo boleh jadi disebabkan sejumlah faktor. Pertama, ada kecenderungan masyarakat jenuh dengan figur lama dan menginginkan figur baru. Kedua, bergabungnya Prabowo ke dalam pemerintahan membuat sebagian pemilihnya kecewa dan migrasi ke tokoh lain,” ucap Karyono.

Continue Reading

INDONESIA

Oknum Polisi Smack Down Mahasiswa, Tunjukan Arogansi Aparatur Keamanan

Oknum Polisi Smack Down Mahasiswa, Tunjukan Arogansi Aparatur Keamanan

BuzzFeed – Insiden yang memilukan bagi Aparatur Negara yang seharusnya menjadi pelayan rakyat. Dimana video beredar Oknum Polisi ‘Smack Down’ Pendemi di Tangerang beredar di Media Sosial.

Insiden tersebut diketahui saat Polisi sedang menjaga para peserta pendemo yang tergabung didalam Aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang dalam rangka HUT Kab. Tangerang ke – 389, Rabu (13/10/2021)

Video beredar bahwa seorang polisi yang mengenakan baju berwarna cokelat menendang korban. FA pun sempat mengalami kejang-kejang.

Hingga, smackdown yang dilakukan oleh Oknum Polisi, pedemo yang berinisial FA dipiting lehernya lalu digiring oleh petugas berinisal NP. Setelah itu, NP membanting korban ke trotoar hingga terdengar suara benturan yang cukup keras.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan mengatakan, tindakan represif pihak keamanan yang kerap terjadi bukan merupakan sebuah arogansi.

“Lebih karena situasi di lapangan dan oknum yang bersangkutan tidak bisa mengendalikan diri,” kata Edi Kamis (14/10/2021).

Peristiwa ini menjadi catatan atas kembali terjadinya aksi represif aparat keamanan terhadap para pedemo.

Menurut dia, tindakan itu terjadi lebih karena situasi di lapangan dan ketidakmampuan anggota dalam mengendalikan diri. Sehingga harus jadi pelajaran untuk kepolisian, .

“Aturan sudah ada, pengarahan pimpinan sudah ada. Dalam pelaksanaan suka berbeda dengan yang ada,” ujar dia.

Edi mengatakan, insiden-insiden semacam ini harus bisa menjadi pelajaran untuk seluruh jajaran Polri. Ia pun mengaku prihatin atas aksi penganiayaan mahasiswa pedemo yang dilakukan oleh polisi.

Sanksi tegas Meski pelaku sudah meminta maaf, Edi menyebut tindakan itu tidak bisa ditolelir dan harus diberikan sanksi tegas. “Berbagai penyuluhan dan pembinaan sudah banyak dilakukan.

Namun demikian, terkadang situasi di lapangan berbeda,” jelas dia.

Ia mengatakan, pelaku penganiayaan pedemo itu bisa dikenakan sanksi disiplin Polri, mulai dari teguran, mutasi, hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Diketahui, Polda Banten dan Polres Kota Tangerang telah meminta maaf kepada korban.

“Polda Banten meminta maaf. Saya sebagai Kapolresta Tangerang juga meminta maaf kepada saudara FA, usia 21 tahun, yang mengalami tindakan kekerasan,” ujar Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro kepada awak media, Rabu.

Kepolisian berjanji akan menindak personal yang membanting korban.

Kendati demikian, Edi mengapresiasi sikap Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang yang meminta maaf kepada korban serta orangtuanya. “Mereka kita lihat merasa bertanggung jawab ketika melihat ada anak buahnya ada ke salahan dalam pengamanan demo.

Ada SOP yang dilanggar sesuai Perkap yang mengatur penggunaan kekuatan,” ujar Edi.

Continue Reading

INDONESIA

BLT Subsidi Gaji Tahap 5 Dikabarkan Cair, Cek Status Pencairannya

BLT Subsidi Gaji Tahap 5 Dikabarkan Cair, Cek Status Pencairannya

BuzzFeed –  Dikabarkan bahwa Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sampaikan bahwa BLT Subsidi Gaji tersalurkan kepada 4,91 juta pekerja. Kendati Demikian, BLT Subsidi Gaji tersebut tidak dikenakan potongan apapun, termasuk di dalamnya biaya administrasi. Sehingga, BSU bisa ditarik atau dicairkan seluruhnya.

“Jadi bantuan BSU sebesar 1 juta rupiah tersebut dapat ditarik atau dicairkan seluruhnya,” tegas Ida, dikutip dari laman resmi Kemnaker.

Untuk diketahui, Besaran dana BLT Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan atau BSU 2021 adalah Rp1 juta per penerima. Itu merupakan rapelan dua bulan, yang harusnya per bulan pekerja mendapat Rp500 ribu.

Pada BLT Subsidi Gaji tahap 5, ada 3,8 juta pekerja yang diusulkan BPJS Ketenagakerjaan dapat BSU. Ditargetkan, BSU selesai disalurkan pada bulan ini.

Sehingga, Tak perlu cek link BLT di www.kemnaker.go.id dan BPJS Ketenagakerjaan, berikut tanda baru penerima BSU Subsidi Gaji tahap 5.

Sementara secara keseluruhan di 2021, terdapat 8,7 juta pekerja yang diusulkan BPJS Ketenagakerjaan dapat BLT Subsidi Gaji. Pencairan BSU dilakukan sejak Agustus 2021.

Pada BLT Subsidi Gaji tahap 1 hingga 4, ada 4,91 juta pekerja yang diusulkan BPJS Ketenagakerjaan dapat BSU.

Syarat penerima BSU 2021 sendiri WNI yang dibuktikan dengan NIK, terdaftar sebagai peserta yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai Juni 2021 dan memiliki upah paling besar Rp3,5 juta.

Pekerja yang menerima BSU juga harus bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 dan diprioritaskan bagi mereka yang bekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, properti dan real estate, perdagangan dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan.

Jika masuk dalam daftar penerima BLT Subsidi Gaji, nantinya pekerja akan dapat BSU sebesar Rp1 juta yang pencairannya hanya sekali.

Selain itu, penerima BLT Subsidi Gaji diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, di mana kepesertaannya wajib aktif hingga 30 Juni 2021.

Berikut cara cek status pencairan BLT Subsidi Gaji:

  1. Login ke link bsu.kemnaker.go.id menggunakan username dan password yang dimiliki
  2. Jika belum memiliki akun, daftar dulu di menu registrasi
  3. Setelah berhasil login, lengkapi profil yang ada
  4. Setelah lengkap kemudian cek pemberitahuan
  5. Lalu akan muncul informasi apakah karyawan terdaftar sebagai penerima BSU atau tidak

Sebenarnya, ada 2 link cek penerima BSU Subsidi Gaji. Selain Kemnaker, terdapat link untuk cek daftar penerima BLT yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, kini ada pemberitahuan terbaru yang disiapkan BPJS Ketenagakerjaan. Jika lolos jadi penerima BSU, akan dapat notifikasi langsung dari lembaga tersebut.

Cara pencairannya pun mudah. Tinggal mengisi formulir yang disediakan HR dari BPJS Ketenagakerjaan, nantinya BSU bakal langsung dicairkan.

Rencananya, penyaluran bakal dilakukan hingga akhir Oktober 2021. Demikian tanda baru penerima BSU Subsidi Gaji yang diterima penerima.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close