Connect with us

FEED

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang




Lina, pemilik toko di Pasar Tanah Abang memprotes petugas vaksinasi karena karyawannya kesulitan mengikuti vaksin, Sabtu (6/3/2021).


© Disediakan oleh Kompas.com
Lina, pemilik toko di Pasar Tanah Abang memprotes petugas vaksinasi karena karyawannya kesulitan mengikuti vaksin, Sabtu (6/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tidak bisa disalahkan tentang adanya penyalahgunaan jatah vaksinasi bagi pedagang di Pasar Tanah Abang.

Dinkes DKI Jakarta, sebut Teguh, hanya bertugas melaksanakan verifikasi dokumen selama pendataan, dan bukan verifikasi secara faktual. Hal tersebut tertuang dalam petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Masalah lain yang menyebabkan adanya kasus ini, karena adanya ketidaksiapan dalam pendataan penerima vaksin.

“Jadi pertanyaannya apakah Dinkes salah? Dalam hal ini, ya maaf saja. Karena dalam juknisnya tidak ada keharusan untuk melakukan verifikasi faktual, maka celahnya sangat besar kalau kemudian ada penumpang liar yang masuk,” kata Teguh kepada Kompas.com, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Sebab, Dinkes DKI yang pada awalnya hanya bertugas sebagai pelaksana vaksinasi kemudian diberi wewenang untuk melakukan pendataan. Di sisi lain, jumlah tenaga di Dinkes DKI tidak bertambah.

Kendati demikian, ia tidak menampik jika ada ketidaksiapan pemda dalam melalukan pendataan vaksinasi.

“Dinkes kan awalnya hanya mengasumsikan dirinya ini pelaksana di lapangan, karena semua data diurus pusat. Tiba-tiba mereka diberikan tugas untuk melakukan verifikasi lagi sekarang, bahkan termasuk mengambil data dari bottom-up,” kata Teguh.

Celah atau kelemahan dalam pendaftaran vaksinasi ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk mendaftarkan kerabat mereka agar bisa mendapatkan vaksin Covid-19 di Pasar Tanah Abang. Padahal vaksinasi di pasar tersebut hanya menargetkan pedagang pasar dan karyawannya.

Baca juga: Jatah Disalahgunakan, Sejumlah Pedagang Tanah Abang Justru Sulit Dapat Vaksin

Penanggung jawab vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Siti Nur Halimah mengaku belum mengetahui adanya kenalan pedagang yang ikut mendapat jatah vaksinasi.

Namun, ia menilai hal tersebut bisa saja terjadi jika pedagang memanfaatkan celah kelemahan pendaftaran vaksin.

Ia mengatakan, untuk pedagang atau pemilik dan penyewa kios, memang disyaratkan untuk melampirkan keterangan pembayaran iuran sebagai bukti verifikasi. Namun, verifikasi serupa sulit dilakukan untuk karyawan pedagang.

Siti mengungkapkan, masalah pendaftaran dan verifikasi ini sepenuhnya dikerjakan oleh PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang.

“Jadi silakan ditanya ke Pasar Jaya. Kita sudah janjian di luar pintu, ruang verifikasi, itu tanggung jawab Pasar Jaya. Begitu masuk ruang vaksinasi baru tanggung jawab kami (Kementerian Kesehatan),” kata Siti.

Dampaknya, sejumlah pedagang pasar di Tanah Abang mengeluhkan sulitnya mengikuti vaksinasi yang digelar di pasar tersebut.

Di sisi lain, didapati bahwa beberapa warga yang mengikuti vaksinasi bukan merupakan pedagang di Pasar Tanah Abang.



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Dul Jaelani Akui Senang Ada di Podcast Ketimbang Acara TV, Ini Alasannya

Dul Jaelani Akui Senang Ada di Podcast Ketimbang Acara TV, Ini Alasannya


AKURAT.CO, Penyanyi Dul Jaelani mengaku lebih senang bekerja di ruang podcast ketimbang mengisi acara di stasiun televisi. Menurutnya, podcast jauh lebih baik karena membahas soal karya, daripada acara di televisi kebanyakan mengulik masalah oranglain. 

“Seru ya (kalau di podcast), kita kan kalau misalkan diundang di tv bahasnya gosip mulu, ini kan kalau kita podcast bahas musik, bahas filosofi kehidupan, bahas sejarah-sejarah hewan, bahas cinta dan segala macam,” ujar Dul Jaelani di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (10/4).

“Pembahasan di podcast ya yang enggak dibahas kalau kita diundang di TV,” lanjut Dul.

baca juga:

Namun Dul tetap menyadari bahwa pendapatan menjadi bintang tamu di acara televisi cenderung cukup besar daripada di YouTube.

Namun kalau dihitung dari banyaknya pendapatan, bekerja di televisi jauh lebih besar ketimbang podcast.

“Kalau pembahasannya sih lebih enak di YouTube cuma uangnya di tv, itu gimana tuh,” tambah Dul.

“Ya semuanya sih oke (kalau tidak membahas soal pribadi),” timpal Dul Jaelani.[]

Editor: Riandar Fata Hudaya





Source link

Continue Reading

FEED

Gempa Malang, Satu Warga Tewas dan Sejumlah Orang Terluka : Okezone Nasional

Gempa Malang, Satu Warga Tewas dan Sejumlah Orang Terluka : Okezone Nasional



LUMAJANG Gempa Malang berkekuatan magnitudo 6,1 mengakibatkan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa batu besar. Kejadian itu terjadi di piket nol Jalan Raya Malang-Lumajang.

(Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Malang, Pemotor Dikabarkan Tertimpa Batu Besar)

Sementara itu, sejumlah warga di beberapa daerah juga terluka akibat dampak gempa dahsyat tersebut. Namun, belum diketahui berapa jumlah pastinya. TRC BPBD Kabupaten Lumajang menuju lokasi kejadian untuk evakuasi korban tertimpa bongkahan batu. Hal itu diungkapkan Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur.

(Baca juga: Foto-Foto Dahsyatnya Gempa Malang, Sejumlah Bangunan Hancur Rata dengan Tanah)

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi membenarkan informasi adanya warga yang tertimpa batu imbas gempa yang mengguncang Lumajang, yang berpusat di Kabupaten Malang.

“Iya benar informasinya sudah kami terima. Teman-teman masih cek ke lapangan,” kata Wawan saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu sore (10/4/2021).

Sementara itu, BPBD Provinsi Jatim juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi tsunami maupun adanya gempa susulan.

Saat ini, Agen Bencana dan TRC menyisir wilayah Kabupaten dab Kota untuk menggali dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

(fmi)



Source link

Continue Reading

FEED

BMKG Imbau Warga Waspadai Berita Hoaks Terkait Gempa Malang

BMKG Imbau Warga Waspadai Berita Hoaks Terkait Gempa Malang



loading…

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Dwikorita mengimbau warga untuk mewaspadai berita bohong seputar gempa di Malang, Jawa Timur. Sebab, pascabencana biasanya muncul berita yang mencemaskan.

“Apabila ada berita yang meragukan segera buka applikasi info BMKG atau kontak di 119,” kata Dwikorita dalam jumpa pers virtual kepada wartawan, Sabtu (10/4/2021). Baca juga: BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Retak Akibat Gempa Malang

Dwikorita menambahkan warga dapat bertanya melalaui media sosial BMKG. Seperti Twitter dan Instagram @infobmkg. “Warga diimbau agar tetap tenang dan tidak panik,” tuturnya. Baca juga: BMKG Pastikan Gempa Bumi di Malang Tak Berpotensi Tsunami

Sebelumnya diberitakan telah terjadi gempa dengan Magnitudo 6,1 SR di Malang, Jawa Timur, pada pukul 14.00 WIB. Gempa turut dirasakan hingga Bali dan Yogyakarta. Diketahui gempa berlokasi di 8.95 LS, 112.5 BT atau 90 km barat daya Kabupaten Malang. Adapun kedalaman gempa 25 Km dan tidak berpotensi tsunami.

(cip)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

INFO LOKER

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close