Connect with us

HEADLINE

Di Mana Sebenarnya Pulau Madripoor di Serial Marvel “The Falcon and The Winter Soldier”?

Di Mana Sebenarnya Pulau Madripoor di Serial Marvel “The Falcon and The Winter Soldier”?


Episode ke-3 serial marvel yang kini booming “The Falcon and The Winter Soldier” berjudul “Power Broker” mengisahkan perjalanan ke Madripoor, sebuah kota fiktif di Asia Tenggara tempat Sharon Carter bersembunyi sejak peristiwa “Captain America: Civil War”.

Dimulai dengan pertemuan Sam Wilson (Anthony Mackie) atau Falcon dan Bucky Barnes (Sebastian Stan) atau Winter Soldier dengan Zemo (Daniel Bruhl) yakni orang yang menyebabkan Perang Saudara di film Captain America ketiga.

Kota Madripoor ini sebenarnya telah ada di Komik Marvel sejak tahun 80-an, tetapi ini adalah pertama kalinya muncul di Marvel Cinematic Universe. Beberapa indikasi Madripoor sebenarnya mudah dipahami, dan Winter Soldier menguraikan jenis tempatnya sebelum beraksi.

Ini adalah negara kota yang dibangun di sebuah pulau kecil di Asia Tenggara, di suatu tempat antara Singapura dan pulau Bangka di Indonesia, tempat para penjahat berbahaya datang untuk bekerja, bermain, dan berbisnis.

Gambaran kota Madripoor di malam hari | Marvel

info gambar

Kota Madripoor sendiri diciptakan oleh Chris Claremont dan Steve Leialoha pada tahun 1985 di “New Mutants # 32:” yang didirikan oleh para bajak laut dan berfungsi sebagai surga bagi para pelanggar hukum dan yang diburu.

Masuknya uang kotor ke Madripoor menciptakan bank dan perusahaan besar tempat berbagai organisasi kriminal dapat mencuci uang mereka. Dengan demikian, kota ini dibagi menjadi dua bagian: Hightown, taman bermain bagi orang kaya, dan Lowtown, daerah kumuh yang sarat kejahatan.

Letak Madripoor

info gambar

Sebelumnya, karakter seperti Captain America, Black Widow, Nick Fury, dan bahkan Punisher telah menghabiskan waktu di Madripoor dalam berbagai komik, video game, dan petualangan animasi. Di komik, negara ini terletak di lepas pantai barat daya Singapura, tapi di serial “The Falcon and the Winter Soldier’, Madripoor disebut berada di kepulauan Indonesia.

Dalam perjalanan ke Madripoor dengan pesawat terbang pribadi Zemo, Bucky menjelaskannya kepada Sam di mana letak Madripoor. “Madripoor adalah negara pulau di Kepulauan Indonesia. Itu adalah tempat suaka para bajak laut pada 1800-an,” kata Bucky. Bahkan, di komik X-Men, Madripoor digambarkan memiliki candi kuno, yang penampakannya mirip sekali dengan candi-candi Hindu di Jawa, terutama candi Prambanan.

Meski begitu, di serial Marvel terbaru ini. banyak gedung-gedung yang di kota itu yang cukup mirip dengan skyline Singapura, bahkan benderanya pun begitu mirip dengan negara tetangga Indonesia tersebut. Nama Madripoor, memang punya suara yang mirip dengan Singapura, bukan?

View this post on Instagram

A post shared by Good News From Southeast Asia (@seasia.co)

Kehadiran Madripoor dalam cerita The Falcon and the Winter Soldier agaknya menjadi awal dari rencana panjang Marvel ke depan. Pulau atau tempat itu ternyata berhubungan dengan sosok para mutan legendaris, X-Men.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Indonesia disebut-sebut dalam cerita yang Marvel sodorkan. Dalam Avengers: Age of Ultron, kehadiran Indonesia juga sudah disebut meski samar-samar. Yakni ketika jet yang dikemudikan Bruce Banner dikonfirmasi pemimpin S.H.I.E.L.D, Nick Fury, jatuh di Laut Banda. Laut yang letaknya tak jauh dari Kepulauan Maluku dan Samudera Hindia.

Referensi:

“The Falcon and the Winter Soldier Episode 3 Takes a Surprise-Filled Trip to Madripoor.” Rotten Tomatoes Movie and TV News The Falcon and the Winter Soldier Episode 3 Takes a SurpriseFilled Trip to Madripoor Comments, editorial.rottentomatoes.com/article/the-falcon-and-the-winter-soldier-episode-3-takes-a-surprise-filled-trip-to-madripoor/.

“Heboh Episode 3 The Falcon and The Winter Soldier, Nama Indonesia Disebut.” KOMPAS.tv, www.kompas.tv/article/160910/heboh-episode-3-the-falcon-and-the-winter-soldier-nama-indonesia-disebut?page=2.

Octafiani, Devy. “Welcome to Madripoor! Pulau Di Indonesia Dalam The Falcon and the Winter Soldier.” Detikhot, hot.detik.com/tv-news/d-5520523/welcome-to-madripoor-pulau-di-indonesia-dalam-the-falcon-and-the-winter-soldier.

Vaux, Robert, and Robert Vaux (33 Articles Published) A native Californian. “Falcon and Winter Soldier: Everything You Need to Know About Madripoor.” CBR, 5 Apr. 2021, www.cbr.com/falcon-winter-soldier-madripoor-history/.





Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Melihat Lebih Dekat, 5 Ayam Kampung yang Populer di Indonesia

Melihat Lebih Dekat, 5 Ayam Kampung yang Populer di Indonesia


Ayam kampung merupakan hewan ternak yang cukup banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan.

Dari segi pemeliharaan, budidaya ayam kampung tidak memakan modal yang cukup besar sebab hemat dalam biaya pakan, dapat dipelihara di hampir semua tempat, bahkan pada kondisi lingkungan yang penuh keterbatasan.

Adapun asal muasal ayam kampung berasal dari ayam liar atau ayam hutan. Konon, nenek moyang ayam kampung tersebut sudah ribuan tahun dibudidayakan secara tradisional oleh masyarakat Indonesia.

Pada zaman Kerajaan Kutai saja, ayam hutan sudah dibudidayakan sebagai upeti dari rakyat untuk persembahan bagi raja. Oleh karena citarasa dagingnya disukai raja, kemudian ayam tersebut selalu dipelihara dan diternakkan.

Seiring dengan pekembangan zaman, ayam kampung pun telah tersebar ke seluruh pelosok nusantara. Alhasil, menyebabkan unggas tersebut memiliki keanekaragaman di setiap daerah mulai dari daya produksi daging, telur, warna bulu, suara, dan lain sebagainya. Berikut, rangkuman berbagai jenis ayam kampung yang populer buat Kawan GNFI:

1. Ayam Kokok Balenggek

Seekor pejantan Ayam Kokok Belenggek © Dunia Binatang

info gambar

Ayam kampung asli Sumatera Barat ini pada awalnya ditemukan di Kecamatan Paung Sasaki dan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Menurut masyarakat setempat, Ayam Kokok Balenggek berasal dari keturunan ayam kinantan milik Cindua Mato yang mengawini ayam hutan di Bukit Sirayuah, Kecamatan Payung Sekaki, dan berkembang biak hingga sekarang.

Pemilik ayam kokok balenggek bisa dikatakan beruntung, sebab dapat mendengarkan kokokan merdu dari suara unggas tersebut. Sehingga, keistimewahan dari ayam kampung ini pun menjadikannya sebagai tipe ayam penyanyi yang memiliki suara kokok merdu dan enak didengar.

Kokokan suara ayam kampung tersebut bahkan sudah terdengar sampai ke negara Belanda dan Jepang. Tepatnya ketika insinyur Belanda pada 1981, membawa sepasang ayam kokok balenggek ke negara kincir anginnya karena terkesan dengan suara ayam kampung tersebut.

Lalu pada 1994, ketika Pangeran Akishinonomiya Fumihito dari Jepang terkesan dengan keanggunan ayam tersebut. Adapun ciri dari ayam kokok balenggek, unggas ini memiliki jengger bergerigi berwarna merah, warna bulu punggung yang mengkilap dan warna sayap bervariasi mulai dari hitam, merah, kuning atau putih.

2. Ayam Merawang

Sepasang Ayam Merawang © Ayam Ngampus

info gambar

Masih dari Pulau Sumatera, ayam merawang dari spesies Gallus-gallus, family Phasianidae ini berasal dari Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut masyarakat setempat, ayam merawang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ayam dwiguna karena mempunyai keunggulan sebagai penghasil daging dan telur.

Bila dibandingkan dengan ayam kampung biasa, produksi telur lebih tinggi rata-rata 165/butir/ekor/tahun, sedangkan ayam lokal lainnya hanya 40-60 butir/ekor/tahun.

Di sisi lain jenis ayam ini memiliki nilai estetika yang tinggi, khususnya untuk masyarakat Tionghoa yang mayoritas di Kepulauan Bangka Belitung.

Keindahannya bisa dilihat dari warna bulu ayam yang coklat merah dan kuning keemasan. Bagian ujung sayap dan ekor berwarna merah. Warna kulit, paruh dan ceker putih atau kekuningan. Jengger jantan berukuran besar, tegak dan bergerigi bagian atasnya.

3. Ayam Kedu

Sepasang Ayam Kedu putih © Zesril Juwito

info gambar

Bermain ke Pulau Jawa, kawan akan melihat ayam kedu yang merupakan ayam kampungnya masyarakat daerah Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ayam ini diketahui mempunyai keunggulan dalam menghasilkan telur, sehingga diarahkan untuk dipergunakan sebagai ayam petelur yang tercatat dapat menghasilkan 124 butir/ekor/tahun.

Adapun tampilan dari ayam kampung ini berdasarkan warna dapat dibedakan atas dua jenis kedu, yakni ayam kedu hitam dan ayam kedu putih.

Pada ayam kedu hitam, bulu, paruh, kulit dan ceker berwarna hitam. Bila diamati lebih jeli, bulu leher dan punggung pada ayam jantannya ada hiasan warna merah darah atau kuning kemerahan.

Jengger, lidah, dan tenggorokan berwarna kemerahan. Sementara itu, pada ayam kedu putih bulu berwarna putih polos. jengger dan cuping, berwarna merah terang. Paruh berwarna putih, kuning kadang kala ada yang kehitaman.

4. Ayam Cemani

Seekor pejantan Ayam Cemani © Bombastis

info gambar

Ayam ini masih berasal dari daerah Kedu, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Bedanya dengan ayam kedu maka ayam cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam legam, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak bahkan daging serta tulangnya juga hitam.

Keunggulan dari ayam cemini dapat dilihat dari hasil produksi telurnya yang tinggi untuk ukuran ayam kampung, sehingga dimanfaatkan sebagai ayam tipe petelur.

Sesuai dengan tujuan pemeliharaannya, ayam cemani dapat menghasilkan sebanyak 56-77 butir/ekor/tahun. Sementara itu, apabila ayam tersebut dipelihara intensif dalam kandang baterai maka produksinya dapat 215 butir/ekor/tahun dengan berat sebesar 41-49 g per butir.

Disamping itu, tujuan penggunaan ayam cemani juga banyak digunakan masyarakat setempat untuk keperluan upacara ritual adat dan dipercaya berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Ayam cemani tidak bersifat endemik karena jenis ayam ini juga ditemukan di India dan bahkan dibudidayakan di Florida, Amerika Serikat (AS), tepatnya oleh Greenfire Farm.

Harga ayam cemani di AS berkisar sekitar 2,78–5,6 juta rupiah per ekor. Sedangkan di Indonesia, seekor anakan ayam cemani harganya mencapai Rp500–750 ribu dan seekor indukan cemani harganya satu juta rupiah sampai belasan juta.

5. Ayam Pelung

Seekor Ayam Pelung pejantan © Wikipedia

info gambar

Ayam pelung yang berasal dari Warung Kondang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat ini juga tak kalah dari Ayam Kokok balenggek dari Sumatera Barat.

Dari suara kokonya sangat khas, mengalun panjang, besar, dan mendayu-dayu. Durasi kokok ayam pelung cukup panjang dapat mencapai waktu 10 detik bahkan lebih, itulah sebabnya ayam pelung dapat dikelompokkan dalam ayam berkokok panjang. Uniknya, bila berkokok leher ayam ini pun dilengkungkan ke bawah bahkan kadang-kadang sampai menyentuh tanah.

Keistimewahan suara dari ayam kampung ini pun sudah banyak membius hati penggemar dari luar daerah Cianjur. Penyebarannya sudah meluas ke berbagai daerah sekitar Bandung, Bogor, Sukabumi, dan daerah lainnya.

Sehingga, ayam ini juga dikenal sebagai ayam kontes yang pertunjukannya pernah diadakan oleh pemerintah maupun inisiatif perhimpunan penggemar ayam pelung.

Selain unjuk gigi dari alunan suara, ayam pelung juga dapat dimanfaatkan sebagai ayam penghasil telur dan daging. Hal ini karena perkembangan pertumbuhan ayam pelung yang pesat serta produksi telurnya yang tinggi.

Adapun ciri dari ayam pelung, yakni mempunyai warna bulu campuran merah dan hitam. Bentuk cakarnya panjang dan besar dengan warna bervariasi dari hitam, kuning, atau putih kekuning-kuningan. Jenger pada umumnya berbentuk tunggal, berdiri tegak dan bergerigi seperti gergaji. Kepala berbentuk oval, cuping telinga merah dihiasi oleh warna putih di bagian tengah.

==

Sumber Referensi:

Buku Sukses Budi Daya Ayam Kampung | Buku Ayam Burgo Ayam Buras Bengkulu | Kompas.com

Baca juga:





Source link

Continue Reading

HEADLINE

Sakralnya Ramadan dan Lebaran di Kampung Surabaya Tahun 1950-an

Sakralnya Ramadan dan Lebaran di Kampung Surabaya Tahun 1950-an


*Penulis senior GNFI

Ramadan merupakan waktu yang membahagiakan bagi kami anak-anak kampung; suasana religiusnya begitu kental. Seperti pada umumnya keluarga santri, saya berssama mbakyu dan mas saya berpuasa. Namun karena saya anak yang paling bungsu maka puasa saya adalah “puasa beduk” artinya saya sudah berbuka pada waktu beduk siang/dhohor berbunyi. Tak jarang karena tidak kuat berpuasa, sebelum waktunya dhohor saya diam-diam ke kamar mandi pura-pura buang air kecil, tapi minum air PDAM.

Yang mengasyikkan bagi kami adalah sebelum salat tarawih di musala milik keluarga besar saya di kampung Kapasari Surabaya, kami sama-sama naik tangga musala itu tempat berdirinya beduk besar. Kami bermain beduk – kami sebut bermain “Beduk Keter”.

Menabuh bedug dari kulit sapi itu dengan gerakan yang rancak mengingatkan saya permainan drum tradisional dari Korea dan Jepang. Kami berlama-lama bermain menabuh bedug ini sampai waktunya sholat Isya’ dan tarawih.

Seperti umumnya anak-anak kecil kampung ketika salat tarawih, tidak tidak ada yang fokus sholat tapi bergurau, misalkan menggoda teman yang lagi sujud dengan menyingkap sarungnya karena dia tidak pakai celana dalam, atau memperlebar rentangan kedua tangan waktu sujud agar merintangi teman sebelah yang akan sujud.

Seingat saya, kami tidak dimarahi oleh orang-orang yang lebih tua. Mungkin beliau-beliau ini punya pikiran yang sama seperti pengumuman yang ada di salah satu Masjid di Kairo Mesir yang berbunyi antara lain agar orang-orang tua tidak memarahi anak-anak kecil yang berlarian dan berteriak-teriak di Masjid, karena merekalah nanti menjadi generasi penerus yang mengurus dan memakmurkan Masjid.

Dalam bulan puasa itu kadang saya ikut bapak-bapak dan anak-anak melakukan “Patrol”- bukan patrol untuk menjaga keamanan, tapi berkeliling kampung untuk membangunkan warga kalau waktunya sahur. Dengan berbekal alat dari bambu yang tengahnya berlubang dan ditabuh berkali-kali sambil teriak-teriak “Sahur-Sahur !!!”.

Dua-tiga hari menjelang lebaran, saya selalu ikut menunggu dan melihat ibu saya menjahit pakain baru untuk kami dan membuat kue-kue yang dimasukkan oven terbuat dari seng tipis, dan diletakkan diatas tungku (kami menyebutnya Angglo) yang membara dengan arang sebagai bahan bakarnya.

Jangan dibayangkan seperti sekarang dimana ibu-ibu tidak membuat sendiri kue-kue itu, tapi beli yang sudah jadi di mal atau order di toko online. Namun membuat kue sendiri seperti yang dilakukan ibu saya, kita bisa merasakan kesakralan Ramadan dan menjelang lebaran.

Selain itu, bagi warga Surabaya yang memunyai uang tentu belanja persiapan lebaran untuk anak-anaknya, misalkan membelikan sepatu di Jalan Tembaan (sebelum Blauran) atau membeli baju di Pasar Atom.

Biasanya sehari-dua hari menjelang lebaran warga “Nyumet” atau menyalakan mercon (petasan), baik yang dinyalakan di halaman rumah dan meledak atau menyalakan “Mercon Sreng” – yaitu mercon yang melesat keatas setelah dinyalakan seperti peluru kendali. Kita bisa melihat tetangga kita itu kaya atau tidak dari ketebalan sisa-sisa mercon dihalamannya.

Bagi warga yang kurang mampu yang tidak bisa membeli petasan, tetap bisa menikmati kebahagiaan yang sama yaitu dengan membuat “Mercon Bumbung” – terrbuat dari bambu yang agak panjang dan dilubangi kemudian dimasukkan karbit, disulut api dan mengeluarkan suara ledakan seperti meriam artileri.

Di hari lebaran,warga kampung kami menuju Lapangan Tambaksari untuk salat Idulfitri, dan setelah salat kami melakukan “Unjung-Unjung” atau pergi ke tetangga–tetangga atau famili di kampung lain untuk saling memaafkan.

Anak-anak sebaya kami juga melakukan kegiatan itu sendiri, bukan untuk minta maaf atau mengucapkan selamat lebaran, tapi menunggu diberi uang oleh pemilik rumah atau mengambil kacang goreng di toples tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

“Unjung-Unjung” ini adalah budaya kearifan lokal yang dilakukan selama stu minggu atau lebih. Kegaiatan budaya ini juga menimbulkan perasaan religi dan tradisi yang dalam, sehingga kesakralan lebaran itu begitu terasa.

Sayang sekarang di dunia modern dengan IT yang canggih ini, budaya “Unjung-Unjung” itu sudah hilang, diganti dengan silaturahim singkat lewat dunia maya, lewat aplikasi obrol WhataApps (WA), Instagram, Twitter dan Facebook sambil mengucapkan selamat lebaran dan mohon maaf lahir batin.

Dengan cara ini sepertinya kita sudah bersilaturahmi, padahal itu maya atau virtual. Selain dengan sosmed, kita sekarang melakukan “Unjung-Unjung” singkat yaitu Halal Bi Halal di suatu gedung atau restoran, dan tidak pernah menginjakkan kaki di rumah saudara, atau sahabat.

Karena itu wajar, kita sekarang tidak melihat kesakralan lebaran itu, karena sehari setelah lebaran, jalan-jalan sudah macet lagi dan banyak orang sudah masuk kantor. Yang dirasakan oleh warga tentang lebaran dewasa ini hanyalah hiruk pikuk mudik yang kemacetannya di siarkan TV berhari-hari.

Untuk semua pembaca GNFI, saya menghaturkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga senantiasa mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah SWT.





Source link

Continue Reading

HEADLINE

KPK: Perbuatan Sjamsul dan Itjih Terbukti Tapi Bukan Pidana

KPK: Perbuatan Sjamsul dan Itjih Terbukti Tapi Bukan Pidana


KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan menghentikan kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Perbuatan pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, sebenarnya terbukti.

“Pertama, perbuatannya terbukti, tetapi bukan merupakan tindak pidana,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melalui keterangan video, Selasa (13/4).

Ghufron mengatakan kerugian negara dari tindakan Sjamsul dan Itjih bukan ranah pidana. Tindakan keduanya masuk ke dalam ranah perdata.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi RJ Lino Jadi Perhatian Khusus KKRI

“Dalam perspektif pidana sekali lagi itu sudah tidak ada, tapi kalau dalam perspektif perdata, kalau memang perbuatan Sjamsul maupun Itjih Nursalim dalam perspektif pada saat melakukan mispresentasi itu sebagai bagian dari unsur dari perbuatan melawan hukum,” ujar Ghufron.

Ghufron mengatakan pihaknya tidak bisa menangani kasus perdata. Menurutnya, kasus Sjamsul dan Itjih lebih tepat jika ditangani Kejaksaan Agung.

Ghufron juga mengatakan meski sudah disetop bukan berarti perkara tersebut tidak bisa ditindaklanjuti lagi. Lembaga Antikorupsi masih bisa menindak Sjamsul dan Itjih jika ke depan ditemukan bukti baru.

“Kalau ternyata kemudian, baik KPK ataupun pihak publik, bisa memberikan kontribusi baru bahwa ternyata ada perbuatan lain, lain perbuatan yang dinyatakan dan sudah diputus oleh kasasi ini, maka sesungguhnya ini masih terbuka,” tutur Ghufron.

Meski begitu, KPK juga punya syarat untuk membuka kasus itu lagi. Syaratnya yakni rekonstruksi perbuatan Sjamsul dan Itjih harus merupakan bukti tunggal.

“Tidak berkaitan lagi dengan SAT (Syafruddin Arsyad Tumenggung) atau perbuatan lain yang di luar dari yang sudah diputuskan oleh kasasi,” ucap Ghufron. (OL-1)


$(function() $("img.lazy").lazyload(effect : "fadeIn");// untuk dipasang di

$("div.lazy").lazyload(effect : "fadeIn");// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div );

/*SLIDER GALLERY*/ $(function() $('.bxslider2').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, auto: true, captions: true, slideWidth: 1000, stopAutoOnClick: true ); );

$(function() $('.bxslider3').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, auto: true, captions: true, slideWidth: 1000, stopAutoOnClick: true ); );

/*SLIDER HEADLINE*/ $(function() $('.bxslider').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, captions: true, slideWidth: 1000, touchEnabled: false, stopAutoOnClick: true ); );

/*LAZY LOAD*/ $(function() $ds = $('.fadein div'); $ds.hide().eq(0).show(); setInterval(function() $ds.filter(':visible').fadeOut(function() var $div = $(this).next('div'); if ( $div.length == 0 ) $ds.eq(0).fadeIn(); else $div.fadeIn();

); , 7000); );

$('#x').on('click', function(e) $('#container').remove(); );

$(function() $(window).scroll(function() if($(this).scrollTop()>400) $('#Back-to-top').fadeIn(); else $('#Back-to-top').fadeOut();); $('#Back-to-top').click(function() $('body,html') .animate(scrollTop:0,300) .animate(scrollTop:40,200) .animate(scrollTop:0,130) .animate(scrollTop:15,100) .animate(scrollTop:0,70); ); );

(function(d, s, id) var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

});





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close