Connect with us

HEADLINE

Dhandhangan, Tradisi Gelar Pasar Malam Sebelum Ramadan

Dhandhangan, Tradisi Gelar Pasar Malam Sebelum Ramadan

[ad_1]

Bulan suci Ramadan selalu dinantikan oleh uman muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Dengan memiliki beragam tradisi, tentunya Indonesia mempunyai cara tersendiri untuk menyambut bulan baik ini. Salah satu tradisi yang ada ialah Dhandhangan.

Dilansir dari laman Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, tradisi Dhandhangan adalah suatu festival yang diadakan untuk menandai dimulainya ibadah puasa pada bulan Ramadan. Tradisi ini biasanya dihelat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Istilah “Dhandhangan” diambil dari suara bedug di Masjid Sunan Kudus yang sedang ditabuh. Resonansi bunyi bedug yang nyaring berbunyi “Dang!” menjadi penanda datangnya bulan Ramadan. Semula, Dhandhangan adalah tradisi berkumpulnya para santri untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus, terkait penentuan waktu pelaksanaan puasa Ramadan.

Kala itu, pengumuman Ramadan pertama diberikan pada abad ke-16 atau sekitar tahun 1459 Hijriah oleh Sunan Kudus secara langsung. Sebagai informasi, Sunan Kudus adalah ahli ilmu falak yang mampu menghitung hari dan bulan dalam tanggalan hijriah.

Pengumuman Ramadan pertama dilakukan di pelataran Masjid Menara Kudus dengan memukul bedug di dua waktu, dan dihadiri oleh murid-murid Sunan Kudus. Waktu pertama ditujukan untuk memutuskan sekaligus membuka masa awal Ramadan setelah salat Isya.

Adapun murid-murid Sunan Kudus yang ikut menyaksikan pengumuman tersebut, yaitu Sultan Trenggono dari Kerajaan Demak, Sultan Hadirin dari Jepara, hingga Aryo Penangsang dari Blora.

Awal mula Dhandhangan

Masjid Menara Kudus yang ramai berdatangan untuk melihat tradisi Dhandhangan| Foto: Travel.kompas

info gambar

Kala itu, tradisi Dhandhangan juga menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Kabupaten Kudus. Hal ini karena tekonologi komunikasi belum maju seperti saat ini. Dengan begitu, masyarakat bergantung pada bunyi bedug untuk memperoleh informasi. Lantas, ketika Sunan Kudus akan mengumumkan Ramadan pertama, masyarakat akan berkumpul di sekitar Menara Kudus.

Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi Dhandhangan dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid Menara Kudus. Dikutip dari laman Phinemo, saat ini tradisi Dhandhangan lebih dikenal dengan munculnya pasar malam sebelum Ramadan tiba.

Pasar malam ini juga sering disebut dengan pasar kaget. Perubahan dari makna Dhandhangan yang sebenarnya telah berlangsung selama ratusan tahun.

Di Kabupaten Kudus, tradisi Dhandhangan digelar 10 hari menjelang Ramadan. Kemudian, para pedagang pasar malam akan memeriahkan tradisi ini di sekitar masjid.

Memasuki tahun 1980-an, jumlah pedagang saat tradisi Dhandhangan semakin bertambah. Para pedagang tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menjual pakaian. Bahkan, saat ini tradisi Dhandhangan juga menampilkan Kirab Dhandhangan. Kirab Dhandhangan adalah ajang representasi budaya yang ada di Kudus.

Representasi ini ditujukan mulai dari visualisasi Kiai Telingsing, Sunan Kudus, rumah adat Kudus, hingga batil (merapikan rokok). Prosesi Kirab ini dimulai dari jalan Kiai Telingsing menuju kompleks Menara Kudus sejauh 3 km. Tidak hanya ada pasar malam dan pertunjukkan, tradisi Dhandhangan juga dimanfaatkan oleh para perempuan yang telah dipingit.

Para orang tua akan membiarkan putri-putrinya yang sedang dipingit, untuk mengikuti ajang ini dengan cara membebaskan mereka untuk berjalan-jalan di sekitar pasar malam Dhandhangan dan berkenalan dengan laki-laki. Kendati demikian, anggota keluarga yang memingit sang perempuan juga ikut dalam tradisi ini.

Sayangnya seperti dikabarkan Detikcom, Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan bahwa tradisi Dhandhangan tahun 2021 ditiadakan. Hal ini berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 di Kudus yang belum membaik.

Ia juga menambahkan, bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kudus telah melaksanakan rapat teriat Tradisi Dhandhangan. Salah satu alasan tradisi Dhandhangan harus ditunda tahun ini karena dikhawatirkan akan mengundang kerumunan yang sulit dibendung. (Ega)



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

BuzzFeed

Membangun dan menjalankan partai politik, apapun namanya harus menjunjung etika dan moral hingga akhlak, agar apa yang hendak dilukan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Sehingga hasil keluaran yang menjadi produk partai politik tersebut dapat memberi manfaat bagi orang banyak, bukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Hanya dengan begitu kehadiran partai politik dapat diterima oleh orang banyak. Jadi kalau partai politik maupun pelakunya hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, maka tidak akan ada artinya bagi rakyat untuk berharap adanya perbaikan menuju tatanan budaya politik yang lebih beradab. Padahal, fungsi utama partai politik itu harus mampu membangun kecerdasan politik rakyat banyak agar budaya politik di Indonesia bisa lebih elegan serta mendewasakan sikap politik segenap anak bangsa. Sebab berpolitik itu bukan tipu daya dan bukan pula sekedar untuk memenangkan pertarungan pada Pillkada, Pilpres maupun Pileg.

Perilaku politik para politisi atau pihak manapun, merupakan cermin diri dari bangsa dan negara yang bersangkutan. Karena itu jalan keluarnya yang terang sebagai satu-satunya cara menuju jalan terang itu yang diridho’i Allab SWT adalah tetap berpedoman pada nilai-nilai spiritual yang mampu membimbing menuju jalan setapak tanpa perselingkuhan dan keculasan yang mencederai hati orang lain.

Oleh karena itu, tata krama dan etika yang bersandar pada akhlak yang tegak lurus diridho’i oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih serta Maha Penyayang itu yang pasti akan memberi cinta dan kasih yang tulus seperti yang kita harapkan. Bukan kamuflase atau kepalsuan. Begitulah sejatinya diri yang mengedepankan laku ketimbang basa-basi maupun janji-janji palsu yang penuh tipu daya maupun kebohongan.

Oleh karena itu, partai buruh yang murni lahir dari rahim serikat buruh, hakekatnya pendukung total dari perjuangan kaum dhu’fa dan mustada’afin yang perlu diayomi dan dilindungi bahkan disayang sebagai kaum yang dominan dizalimi, agar dapat lebih manusiawi hingga mampu mencerna dan menikmati hakekat dari rachmatan lil alamin.

Jik partai buruh dan serikat buruh tidak mampu menjaga moral, etika dan akhlak segenap anak bangsa, apalah arti kehadirannya di tengah-tengah kita ?

Atau cuma sekedar membidik kekuasaan serta kedudukan belaka ?

Jacob Ereste, dengan artikel sebelumnya berjudul Partai Buruh & Serikat Buruh Adalah Penjaga Etika, Moral & Akhlak Segenap Anak Bangsa

Continue Reading

HEADLINE

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

BuzzFeed – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Papua meninjau atlet yang bertanding pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Senin (11/10/2021).

Dalam postingannya Anies Baswedan pada saat berkunjung ke Tanah Papua, belum nampak penyambutan seperti halnya sambutan meriah dari Rakyat Papua untuk Gubernur Jawa Tengah.

Hal ini membuat netizen memberikan komentarnya melalui akun media sosial Twitter membandingkan Anies dengan Ganjar.

“TIDAK DIKENAL DI PAPUA Tak kenal maka tak sayang …Anies tiba di Bandara Sentani tidak ada yang menyambut semeriah Ganjar Pranowo. Masih ngotot nyapres 2024 …??? Papua barometer Pilpres 2024,” kata @Bengkeltanah201 seperti dikutip dari Populis.id pada Senin 11 Oktober 2021.

“Beda sambutan saat tiba di Papua. Orang-orang Papua paham betul mana yang emas mana yang emas-emasan,” ujar @narkosun01.

“Kasihan Pak Anies gak ada rakyat Papua mengelu-elukan dan menyambut kedatangannya, sangat beda dengan Pak Ganjar, Gubernur Rasa Presiden. Halaah, mau cari panggung telat uda,” tulis @alextham878.

“Sengaja datang belakangan biar pamornya ga kalah sama Jokowi, Padahal nyampe sana juga ga ada yang peduli.. Wkwkwk Orang Papua tidak kenal Anies,” kata @RasaAris.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbang ke Papua untuk meninjau para atlet DKI Jakarta yang sedang bertanding pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Akan tetapi, dalam sebuah video yang diunggah di akun story Instagramnya Anies langsung bertemu dengan para atlet kontingen DKI Jakarta.

Hal ini dapat dilihat dari akun Instagram @aniesbaswedan pada Senin (11/10/2021) pagi.

“Tiba di bandara Sentani berpapasan dengan atlit panahan dan sepak takraw DKI yang akan kembali ke Jakarta,” tulisnya.

Kemudian, Anies memberi sambutan dan berfoto bersama para atlet DKI.

“Bawa cerita pengalaman ini untuk menjadi pelajaran bagi semuanya,” ucapnya.

Continue Reading

HEADLINE

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

BuzzFeed – PDI Perjuangan apresiasi keputusan Presiden Joko Widodo lantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara (13/10/2021)

Apresiasi tersebut, pasalnya Presiden memberikan kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan

“PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan berbangga atas keputusan Presiden Jokowi dengan melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terdiri dari: Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa sebagai wakil ketua,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

“Lalu Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris dan sebagai anggota yakni Emil Salim, Gede Wenten, Bambang Kesowo, Adi Utarini, Marsudi Wahyu Kisworo dan Tri Mumpuni,” imbuhnya.

PDI Perjuangan berharap, melalui struktur Dewan Pengarah BRIN, diharapkan bisa membawa Indonesia semakin kompetitif di dunia. BRIN diharapkan bisa menata dan mengelola seluruh lembaga riset, serta membawa Indonesia bergerak menuju negara berbasis ilmu pengetahuan.

Keputusan Jokowi yang menempatkan BRIN sebagai infrastruktur kemajuan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar Indonesia berdikari, mendapat dukungan penuh PDI Perjuangan.

“Dan sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN merupakan keputusan tepat,” imbuhnya.

“Karena riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya. Kebijakan pembangunan pun harus berlandaskan pada riset dan inovasi ilmu pengetahuan serta teknologi, yang berpedoman pada ideologi Pancasila,” lanjutnya.

Menurut Hasto, selama ini Megawati sangat konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5% dari PDB. Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, juga disebut penggagas awal dari BRIN.

“Dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri,” tuturnya.

Kepedulian Megawati, menurut Hasto merupakan bentuk dukungan yang konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional yang memang memerlukan sumber daya finansial yang besar. Selain itu dalam perspektif geopolitik, riset dan inovasi, juga sangat penting di dalam membangun kekuatan pertahanan melalui penguatan kapabilitas industri pertahanan dengan semangat percaya pada kekuatan sendiri.

Bagi PDI Perjuangan, riset dan inovasi adalah kata kunci perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan menyatukan berbagai lembaga riset dalam satu kapal dengan satu nahkoda, diharapkan tidak terjadi lagi duplikasi riset dan kesimpangsiuran tata kelola riset di Indonesia.

“Di sisi lain, sumber daya manusia kita memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang ikut terlibat di bidang riset dan pengembangan teknologi di berbagai lembaga riset tingkat dunia. Atas hal itu, saatnya semua pihak menyelaraskan gerak antara lain pemerintah, kekuatan sosial politik, serta masyarakat demi kemajuan dan kejayaan Indonesia raya,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close