Connect with us

INDONESIA

Dari Kiai ke Youtuber: Bergesernya Otoritas Keagamaan Era 4.0

Dari Kiai ke Youtuber: Bergesernya Otoritas Keagamaan Era 4.0


Kemudahan mendengarkan ceramah kiai atau ustadz dirasakan betul oleh banyak umat Islam saat ini. Seperti Sutrisno, warga Yogyakarta yang mengaku memilih rekaman pengajian Gus Baha atau Kiai Imron Djamil sebagai pemuas dahaga ilmu. Berbeda sekali dengan masa kecilnya dulu, kini tinggal klik, materi pengajian itu bisa didengarkan setiap saat.

“Dulu, kalau mau mendengarkan ceramah Pak A.R Fachruddin harus nunggu jadwal di RRI atau TVRI, sekarang bisa mencarinya lewat Youtube,” ujarnya kepada VOA.

Abdul Rozak Fachruddin yang disebut Sutrisno, adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode 1968-1990.

Sutrisno, warga Yogyakarta. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Sutrisno, warga Yogyakarta. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Sayangnya, kata Sutrisno, di media sosial justru lebih dominan pendakwah-pendakwah baru. Kelebihan pendakwah era baru ini, ujarnya, adalah karena mereka aktif bermedia sosial. Banyak kiai atau ustadz yang ilmunya mumpuni, tidak memproduksi sendiri konten mereka. Ceramah mereka terdokumentasi baik, karena kepedulian santri atau jamaahnya.

“Kiai Imron Djamil itu karena ada salah satu jamaah rajin merekam pengajiannya di radio, kemudian diunggah ke internet. Demikian juga Gus Baha, karena ada yang merekam kemudian meng-upload-nya ke Youtube,” kata Sutrisno.

Perpindahan Otoritas Keagamaan

Internet ibarat seperti supermarket yang menyediakan banyak pilihan. Namun, di balik kemudahan itu muncul pula persoalan. Seperti disampaikan Profesor Muhammad Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama.

Muhammad Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Muhammad Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

“Kemunculan era clicktivism ini dapat menggerus otoritas keagamaan, yang semula bertumpu pada sosok kiai, ustad dan guru, sekarang bergeser pada figur-figur baru yang rajin melakukan update materi dakwah pada media sosialnya,” kata Ali Ramdhani.

Dia memaparkan itu ketika berbicara dalam diskusi terkait dakwah yang ramah, Selasa (23/3). Diskusi diselenggarkan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ali Ramdhani juga mengkritisi kondisi, di mana otoritas keagamaan tidak lagi diukur berdasarkan kedalam ilmu dan pengetahuan. Mayoritas umat justru melihat sisi lain, seperti penampilan, durasi, retorika dan bahkan wajah pendakwah yang dinilai menawan.

Figur semacam ini, yang disebut Sutrisno di atas, sebagai kiai baru yang sadar media sosial. Laman-laman mereka diikuti jutaan umat, begitu pula paket ceramahnya. Meski kadang, isi ceramahnya menjadi kontroversi di tengah umat Islam sendiri.

Foto pengajian di salah satu rumah warga di Yogyakarta. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Foto pengajian di salah satu rumah warga di Yogyakarta. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

“Fenomena dakwah via media baru ini, adalah sama sekali baru dan belum pernah dijumpai pada masa yang lalu,” tambah Ali Ramdhani.

Untuk itulah, mahasiswa yang menggeluti ilmu dakwah di fakultas dakwah dan komunikasi memiliki tantangan dan tanggung jawab. Tidak sekedar mengimbangi model dakwah baru yang dinilai keras dan tidak toleran, tetapi juga mengembangkan dakwah Islam secara santun dan ramah.

Kombinasi yang harus dikuasai adalah pengetahuan keagamaan, ilmu dakwah dan komunikasi. Ali Ramdhani mengingatkan, keberhasilan dakwah tidak semata-mata ada pada kualitas materi tetapi juga metode, media dan instrumen yang digunakan.

Pemahaman Budaya Lokal Penting

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Yogyakarta, Dr Hilmy Muhammad. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Yogyakarta, Dr Hilmy Muhammad. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Yogyakarta Dr Hilmy Muhammad pun melihat fenomena yang sama. Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Yogyakarta, ini menyayangkan banyak pendakwah didengarkan karena penampilannya.

“Banyak penceramah kita yang terkenal, bukan karena ilmunya. Bukan karena pengetahuannya yang cukup tentang budaya dan masyarakat Indonesia. Tetapi karena hidungnya yang mancung atau kulitnya yang putih, dan ini kemudian bisa berbahaya,” ujarnya dalam diskusi yang sama.

Hilmy memandang, pengetahuan mengenai masyarakat dan budaya Indonesia bagi pendakwah Islam penting. Sejarah membuktikan, Wali Songo mampu berdakwa secara damai, dengan tetap menghormati budaya masyarakat asli, yang ketika itu telah dipraktikkan sehari-hari.

Pengetahuan semacam ini, kata Hilmy, memberi ruang bagi pendakwah untuk mengajarkan agama sesuai kitab suci dan pesan nabi, dengan tetap selaras budaya Indonesia.

Salah satu dai kondang Indonesia, Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan panggilan Aa Gym, 9 Maret 2003, sebagai ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dadang Tri Supri)

Salah satu dai kondang Indonesia, Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan panggilan Aa Gym, 9 Maret 2003, sebagai ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dadang Tri Supri)

Menurut Hilmy, program Kementerian Agama penceramah bersertifikat adalah salah satu upaya menyikapi fenomena tersebut. Program itu tidak bermakna sertifikasi penceramah atau dai seperti yang dikritik banyak pihak. Penceramah bersertifikat, tambahnya, akan mampu turut menekan isu-isu ekstrimisme yang belakangan kian gencar, terutama didakwahkan melalui media sosial.

“Kita suka gaduh. Ta’ashub (fanatik buta) berlebihan terhadap satu kelompok, kemudian dibesar-besarkan,” kritik Hilmy.

Jalan Moderasi Beragama

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Profesor Al Makin, mengakui tugas lembaga yang dipimpinnya tidak mudah. Apalagi dengan semakin memuncaknya popularitas dakwah melalui media sosial. Dia mengkritik pelaku dakwah di media sosial, yang bahkan tidak pernah menyebut iman berbeda sebagai bentuk saling memahami dan menghormati.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Al Makin. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Al Makin. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

“Mereka rata-rata sangat fanatik, dan menyerang orang yang berpaham berbeda. Orang yang berpaham berbeda dianggap tidak beriman dan dipojokkkan, bahkan secara teologis dihakimi. Inilah dakwah yang tidak ramah,” kata Al Makin.

Karena itulah menjadi tugas perguruan tinggi yang memiliki fakultas dakwah seperti UIN, untuk membentuk calon pendakwah yang ramah, memahami keragaman dan kebhinekaan, serta memahami iman, tradisi, faham, dan madzab lain selain yang dia yakini.

“Dakwah tidak hanya membicarakan tentang betapa benar iman kita dan betapa salahnya orang lain. Dakwah juga membicarakan bagaimana cara memahami iman lain, memahami orang lain, tradisi lain, ibadah lain, sehingga kita bisa hidup berdampingan saling memahami,” tandas Al Makin.

Al Makin juga memastikan, UIN Sunan Kalijaga mempunyai tradisi sebagai pusat moderasi beragama dan kebhinekaan. Namun dia berpesan, moderasi beragama tidak akan berjalan jika tidak diikuti dengan paham keragaman atau kebhinekaan.

“Ukuran moderasi adalah sejauh mana kita menghargai tradisi dan keyakinan orang lain,” tambahnya. [ns/ab]



Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

Menghidupkan kehidupan di luar khatulistiwa: PT. GH EMM Indonesia menetapkan tujuan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan

Menghidupkan kehidupan di luar khatulistiwa: PT.  GH EMM Indonesia menetapkan tujuan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan


Jakarta (ANTARA) – Berdiri sejak 2008, PT. GH EMM Indonesia, perusahaan patungan antara China Shenhua Energy dan PT Energi Musi Makmur, berkomitmen untuk menyediakan listrik yang cukup bagi perusahaan listrik nasional Indonesia, pemerintah Indonesia dan masyarakatnya.

Sebagai salah satu produsen listrik independen di Indonesia, perusahaan memiliki pembangkit listrik Simpang Belimbing, pembangkit listrik mulut tambang pertama di Indonesia yang terletak di Kabupaten Muara Enim yang terpencil di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan kapasitas bersih 2⨉150MW, pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara memasok 7% dari keseluruhan energi yang digunakan oleh hampir 8,5 juta orang di Sumatera Tengah dan Selatan.

PH GHEMMI Indonesia mempelopori penggunaan batubara lignit kualitas rendah yang lebih baik sebagai bahan bakar utama untuk Simpang Belimbing. Perusahaan juga menganut prinsip “peduli terhadap lingkungan” di seluruh operasi dan pemeliharaan pembangkit listriknya. Ini memantau dan meminimalkan dampak lingkungan dari operasi dari hulu ke hilir dengan tujuan untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan untuk perlindungan lingkungan.

Hubungi: Cheng Yao

Telp:008610-68996566

Continue Reading

INDONESIA

BANDAI NAMCO Group menggelar proyek keberlanjutan bertenaga “GUNDAM” “GUNDAM UNIVERSAL CENTURY DEVELOPMENT ACTION (GUDA)”

BANDAI NAMCO Group menggelar proyek keberlanjutan bertenaga “GUNDAM” “GUNDAM UNIVERSAL CENTURY DEVELOPMENT ACTION (GUDA)”


AsiaNet 90127
Tokyo, 17 Juni 2021 (Antara/Kyodo JBN-AsiaNet) –

– Ide dan Teknologi Baru untuk Menyelesaikan Masalah Kemasyarakatan melalui “GUNDAM Open Innovation” –

Grup BANDAI NAMCO telah menetapkan kebijakan keberlanjutan (*1) yang, bersama dengan para penggemarnya, mempromosikan kegiatan untuk mewujudkan masyarakat jangka panjang dan berkelanjutan dengan memanfaatkan strategi poros IP inti.

Logo: https://kyodonewsprwire.jp/prwfile/release/M106357/202106156264/_prw_PI1fl_qQ5z1e68.png

Melalui proyek transversal Grup BANDAI NAMCO, “Proyek GUNDAM,” yang dipelopori oleh Chief GUNDAM Officer (*2), Grup telah memulai “GUNDAM UNIVERSAL CENTURY DEVELOPMENT ACTION (GUDA),” sebuah proyek keberlanjutan menggunakan merek “GUNDAM” . Sebagai bagian dari inisiatif ini, akan diluncurkan “Inovasi Terbuka GUNDAM” di mana ide-ide dan teknologi baru dapat bersatu untuk menghadapi berbagai masalah sosial yang berasal dari populasi manusia dan lingkungan.

– Apa itu “GUNDAM UNIVERSAL CENTURY DEVELOPMENT ACTION (GUDA)”?

Gambar1: https://kyodonewsprwire.jp/prwfile/release/M106357/202106156264/_prw_PI2fl_c1TiW5T7.jpg

Lebih dari 40 tahun yang lalu, serial “GUNDAM” telah membawa perhatian global ke keadaan genting Bumi dan lingkungannya, yang dilambangkan dengan era baru fiktif yang dikenal sebagai “Abad Universal” yang menandai dimulainya emigrasi luar angkasa dalam cerita tersebut. . Tema yang mendasari “GUNDAM” adalah bagaimana umat manusia menghadapi batas-batas ruang yang luas, bukan sebagai individu, tetapi sebagai seluruh ras.

BANDAI NAMCO Group percaya bahwa pesan yang diangkat dalam “GUNDAM” yang menyentuh populasi manusia dan lingkungan bergema dengan banyak kekhawatiran saat ini. Oleh karena itu, Grup akan mengambil tindakan untuk anak-anak masa depan saat bekerja dengan penggemar dan mitra eksternal dalam mewujudkan dunia yang lebih baik dengan belajar dari era fiksi di GUNDAM dalam persiapan untuk “Abad Universal” di dunia nyata.

Memimpin inisiatif ini, BANDAI NAMCO Holdings, BANDAI SPIRITS, BANDAI NAMCO Amusement, dan BANDAI LOGIPAL bersama-sama meluncurkan “Proyek Daur Ulang Gunpla” pada April 2021. Proyek ini berupaya mengumpulkan para penggemar pelari kosong yang tersisa setelah membangun model Gunpla, dan mendaur ulang mereka menjadi produk model plastik baru dengan menggunakan teknologi daur ulang kimia terbaru. Dengan bantuan para penggemarnya, perusahaan Grup BANDAI NAMCO berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan.

– Ide dan teknologi baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi populasi manusia dan lingkungan melalui proyek baru “Inovasi Terbuka GUNDAM”.

Gambar2: https://kyodonewsprwire.jp/prwfile/release/M106357/202106156264/_prw_PI3fl_4J86Y5Kp.png

Kembali pada tahun 2018 dan 2019, BANDAI NAMCO Group meluncurkan BANDAI NAMCO Accelerator untuk mengumpulkan ide-ide bisnis yang tidak terikat pada model bisnis konvensional dan akal sehat dalam upaya membawa perubahan yang dapat membawa Grup ke tingkat berikutnya.

BANDAI NAMCO Accelerator telah mengambil bentuk baru, dan akan diluncurkan baru sebagai inisiatif berikutnya untuk GUDA dengan nama proyek, “GUNDAM Open Innovation.” Proyek “GUNDAM Open Innovation” berupaya mengumpulkan ide dan teknologi baru dari penggemar dan mitra eksternal di seluruh dunia dalam upaya mengatasi masalah yang berasal dari populasi manusia dan lingkungan dengan menggunakan merek “GUNDAM”.

Desember lalu, Grup membuka untuk umum patung GUNDAM bergerak skala penuh setinggi 18 meter di GUNDAM FACTORY YOKOHAMA. Hal ini disebabkan oleh berbagai upaya dari mereka yang terlibat, dan dari keinginan untuk melihat gerakan GUNDAM yang nyata dan berskala penuh dalam kehidupan nyata. Dengan cara yang sama, Grup percaya bahwa ia dapat mewujudkan konsep-konsep yang belum pernah terlihat sebelumnya dengan mengumpulkan dan menerapkan ide-ide yang terinspirasi dari dunia fiksi “GUNDAM.”

BANDAI NAMCO Group akan mengumumkan rincian lebih lanjut tentang proyeknya nanti di situs resminya. Ia berharap dapat melihat komentar dan ide semua orang dari seluruh dunia.

Situs web resmi “GUNDAM Open Innovation”: http://www.bandainamco.co.jp/guda/goi/en

Catatan:

(*1) Untuk rincian kebijakan keberlanjutan Grup BANDAI NAMCO, silakan lihat siaran pers tertanggal 16 April.

https://www.bandainamco.co.jp/cgi-bin/releases/index.cgi/en/press/10271?entry_id=7157

(*2) Apa itu Chief GUNDAM Officer?

Peran Chief GUNDAM Officer didirikan pada tahun 2003 untuk mengawasi bisnis GUNDAM dari BANDAI NAMCO Group. Saat ini, peran tersebut dipegang oleh Koji Fujiwara, Corporate Managing Director BANDAI NAMCO Entertainment Inc.

*Informasi di sini mewakili informasi sesuai dengan tanggal siaran pers. Informasi dapat diperbarui tanpa pemberitahuan setelah rilis.

Jalur Hukum: https://kyodonewsprwire.jp/prwfile/release/M106357/202106156264/_prw_PI4fl_l31s6Tu4.jpg

Sumber: BANDAI NAMCO Entertainment Inc.

Continue Reading

INDONESIA

Gojek lakukan vaksinasi besar-besaran di 29 kota

Gojek lakukan vaksinasi besar-besaran di 29 kota


Kami menemukan bahwa faktor pemicu rasa aman masyarakat, ketika diharuskan bepergian, adalah status vaksinasi pengemudi transportasi.

Jakarta (ANTARA) –
Platform on-demand Indonesia Gojek mengatakan telah meluncurkan program vaksinasi COVID-19 untuk mitra pengemudi di 29 kota dan kabupaten untuk memastikan kesehatan dan keselamatan mitra serta pelanggan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di sini pada hari Kamis, perusahaan mengatakan bahwa upaya vaksinasinya adalah yang terbesar di antara perusahaan transportasi online dan merupakan bagian dari komitmennya untuk memastikan standar kesehatan, keselamatan, dan kebersihan tertinggi.

Meski kasus virus corona terus meningkat di Indonesia, ada peningkatan aktivitas masyarakat di luar rumah, dan ini meningkatkan risiko penyebaran COVID-19 lebih lanjut, menurut Chief Transport Officer Gojek, Raditya Wibowo.

“Untuk itu, selama kurang lebih empat bulan terakhir, kami terus mengoptimalkan program vaksinasi untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan mitra pengemudi dan pelanggan Gojek kami di jalan,” kata Wibowo.

Perusahaan juga telah meluncurkan fitur dalam aplikasinya yang memungkinkan penumpang untuk memeriksa status vaksinasi mitra pengemudi yang ditunjuk. Fitur ini tersedia di versi terbaru aplikasi, katanya.

Gojek terus bekerja sama dengan beberapa pihak, antara lain Halodoc, pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait lainnya untuk mempercepat vaksinasi seluruh mitra di Indonesia, tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani memuji langkah yang dilakukan Gojek dan menjuluki program vaksinasi yang telah menjangkau 29 wilayah dalam kurun waktu kurang dari empat bulan sebagai “prestasi luar biasa”.

“Saya optimis jika semua pelaku lintas sektor berkontribusi untuk mempercepat program vaksinasi pemerintah, seperti yang telah dilakukan Gojek, kita akan segera pulih dari pandemi COVID-19,” ujarnya.

Menurut Direktur Pusat Kebijakan dan Manajemen Publik Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Yudo Anggoro, program vaksinasi menjadi fokus banyak pihak karena tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang perlu melakukan aktivitas di luar rumah rasa aman yang lebih besar.

“Khususnya di sektor transportasi, kami menemukan bahwa faktor pemicu rasa aman masyarakat ketika harus bepergian adalah status vaksinasi pengemudi transportasi. Hal ini tentunya merupakan hasil dari upaya bersama antara pemerintah dan pihak swasta (pemain), seperti Gojek, yang terus memperluas program vaksinasi sesuai bidang dan industri masing-masing,” ujarnya. (INF)

Berita Terkait: Pemerintah jamin vaksin COVID-19 gratis untuk semua

Berita Terkait: 31 juta dosis vaksin COVID-19 diberikan di Indonesia: menteri

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close