Connect with us

EKONOMI

Danai Pemulihan Ekonomi, IMF Dukung Pajak Lebih Tinggi

Danai Pemulihan Ekonomi, IMF Dukung Pajak Lebih Tinggi



Perusahaan-perusahaan kaya yang sukses selama pandemi bisa membayar pajak lebih besar untuk membiayai upaya pemulihan, demikian menurut IMF dalam rangka memberi dukungan IMF kepada berbagai pemerintahan di dunia yang hendak menyeragamkan tingkat pajak perusahaan mereka.

Dukungan baru untuk reformasi pajak itu disampaikan ketika para menteri keuangan G20 bertemu untuk membahas sebuah pajak perusahaan minimum yang akan melemahkan pemanfaatan tempat-tempat penyembunyian pajak yang selama ini sangat merugikan keuangan pemerintah.

“IMF telah menyerukan tingkat pajak pendapatan perusahaan global yang minimum sebagai cara untuk menghentikan perusahaan-perusahaan menghindari pembayaran pajak pendapatan mereka,” kata Vitor Gaspar, kepala Departemen Urusan Fiskal IMF.

Gaspar berbicara kepada wartawan ketika meluncurkan laporan Pemantauan Fiskal IMF yang berpendapat pemungutan pajak lebih besar terhadap perusahaan dan individu yang kaya, meskipun bersifat sementara, bisa mendanai kebijakan yang diperlukan untuk memastikan pemulihan dari pandemi.

Paolo Mauro, wakil direktur Departemen Urusan Pajak, menekankan pilihan yang memanfaatkan sebuah”kontribusi pemulihan” atau pungutan tambahan terhadap pendapatan pribadi atau perusahaan “mengingat bisnis tertentu sangat sukses,” selama pandemi.

Harga saham di seluruh dunia, terutama di sektor teknologi, melonjak selama pandemi, dan berlangsung semakin cepat dalam beberapa pekan terakhir serta mencetak rekor baru ketika ekonomi global menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.

Di Amerika, saham S&P 500 melonjak lebih dari 50 persen selama satu tahun, sementara Nasdaq yang terdiri dari bisnis teknologi naik lebih dari 73 persen.

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengumumkan rencana menaikkan pajak perusahaan untuk membiayai program infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja besar-besaran senilai $2 triliun, dan Menteri Keuangan Janet Yellen pekan ini mengatakan dia akan mendesak G20 untuk memberlakukan pajak minimum global – sebuah proposal yang didukung oleh negara-negara maju lainnya.

Idenya adalah memastikan perusahaan membayar sejumlah pajak minimum terlepas di mana mereka beroperasi, sehingga mencegah perusahaan menghindari pajak dengan mendirikan kantor pusat di negara-negara yang tingkat pajaknya lebih rendah, sebuah praktik yang lazim di kalangan perusahaan teknologi.

IMF mengatakan negara-negara maju juga bisa mengambil langkah-langkah seperti menutup celah-celah dalam pajak pendapatan modal, pajak properti, dan pajak warisan.

“Ada banyak sekali pilihan yang tersedia bagi penyusun kebijakan,” kata Mauro. [my/jm]



Source link

Advertisement
Click to comment

EKONOMI

Laporan Ungkap Kekhawatiran atas Praktik Pinjaman luar Negeri China 

Laporan Ungkap Kekhawatiran atas Praktik Pinjaman luar Negeri China 



Analisis baru terhadap 100 kontrak yang mencakup pengaturan pembiayaan China dengan negara-negara yang terkait inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) menunjukkan perjanjian pinjaman yang sangat rahasia, memrioritaskan pembayaran utang ke bank-bank milik negara dan dirancang untuk meningkatkan posisi China di negara peminjam.

Namun, menurut penulis “How China Lends”, “Bahkan ketika kami menemukan persyaratan yang mengganggu dalam kontrak utang antara negara peminjam dan entitas milik pemerintah China, kami tidak bisa menyimpulkan bahwa mereka melanggar standar internasional: dengan sedikit pengecualian, standar seperti itu tidak ada.”

Diluncurkan pada 2013, proyek BRI dirancang sebagai jaringan jalur perdagangan darat dan laut untuk meningkatkan hubungan China dengan Asia, Eropa dan Afrika. Pada 2019, China mengisyaratkan akan mengubah kesepakatan proyek BRI sebagai tanggapan atas kritik tentang risiko lingkungan, utang yang berlebihan, dan kurangnya transparansi dalam pembiayaan proyek infrastruktur.

Apa yang tampaknya baik – infrastruktur yang lebih baik dan janji manfaat ekonomi, membuat banyak negara tidak bisa membayar kembali utangnya kepada bank milik China dan tidak ada cara utang itu diakui perjanjian internasional agar direstrukturisasi. [ka/pp]



Source link

Continue Reading

EKONOMI

Twitter Sempat Bahas Akuisisi Clubhouse Senilai $ 4 Miliar

Twitter Sempat Bahas Akuisisi Clubhouse Senilai $ 4 Miliar



Kantor berita Reuters mengutip Bloomberg News, Rabu (7/4), melaporkan bahwa Twitter Inc sempat mengadakan pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir untuk membeli aplikasi audio Clubhouse yang memiliki valuasi $4 miliar.

Bloomberg News melaporkan pembicaraan itu mengutip sumber-sumber yang memahami masalah tersebut.

Diskusi tidak berlanjut dan menurut laporan itu, tidak jelas mengapa pembicaraan terhenti.

Twitter menolak mengomentari laporan tersebut, sementara Clubhouse tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Clubhouse yang berbasis di San Francisco, yang aplikasi khusus undangan memungkinkan pengguna membahas berbagai topik di ruang obrolan suara, baru-baru ini melaporkan aplikasi itu punya 10 juta pengguna aktif per minggu.

Popularitasnya melonjak setelah kemunculan miliarder Elon Musk dan Mark Zuckerberg. Selain itu, banyak orang memanfaatkan aplikasi tersebut selama pandemi COVID-19.

Twitter memiliki fitur audio live-nya sendiri, Spaces, yang akan disediakan untuk semua penggunanya bulan ini. [na/ft]



Source link

Continue Reading

EKONOMI

Klaim Tunjangan Pengangguran AS Kembali Meningkat

Klaim Tunjangan Pengangguran AS Kembali Meningkat



Klaim tunjangan pengangguran AS yang baru melonjak lagi minggu lalu, demikian dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (8/4) ketika pemulihan ekonomi dari keterpurukan akibat virus corona masih berlangsung.

Pemerintah menyatakan 744.000 pekerja mengajukan klaim tunjangan pekan lalu, naik 16.000 dari angka pekan sebelumnya. Angka pengajuan klaim dua minggu lalu sebanyak 658.000 tetap satu-satunya klaim tunjangan pengangguran mingguan di bawah 700.000 sejak virus corona pertama kali melanda AS pada Maret tahun lalu.

Hingga awal pandemi tahun lalu, klaim mingguan AS tertinggi, yang pernah tercatat sejak tahun 1960-anadalah 695.000, tetapi mencapai puncak sebanyak 6,9 juta klaim pada tahun 2020. Sebagai perbandingan, pada tahun 2019 sebelum pandemi, klaim tunjangan pengangguran rata-rata mencapai 218.000 seminggu.

Namun, ada beberapa alasan mengapa prospek kedepan akan lebih cerah. Setelah sekitar 25% dari orang dewasa AS divaksinasi penuh, orang-orang mulai membelanjakan uang kembali untuk keanggotaan gym, makan di restoran, dan perjalanan untuk liburan yang selama ini tertunda, yang pada gilirannya akan mengarah pada perekrutan lebih banyak untuk mengakomodasi para pelanggan itu.

Akan tetapi sejumlah pengusaha di banyak negara bagian masih dihadapkan pada pengaturan yang membatasi operasi mereka, sementara beberapa gubernur negara bagian mencabut perintah pemakaian masker bagi masyarakat. Para pelaku bisnis juga diizinkan untuk buka kembali sepenuhnya atau menetapkan tanggal dalam beberapa minggu mendatang setelah bisnis diijinkan untuk meningkatkan operasinya.

Prospek tenaga kerja di AS juga dapat meningkat karena dana bantuan stimulus virus corona senilai $ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden terus mengalir ke seluruh sektor perekonomian. Langkah itu dapat meningkatkan perekrutan dan belanja konsumen, karena jutaan warga Amerika, kecuali dengan pendapatan tertinggi, kini menerima cek stimulus bernilai $ 1.400 dari pemerintah.

Lebih dari 3 juta warga Amerika divaksinasi setiap hari, dan Biden menjanjikan semua orang dewasa yang ingin divaksinasi akan diperbolehkan mendaftarkan diri mulai 19 April mendatang, itu berarti hanya satu setengah minggu dari sekarang. Namun, itu masih bisa berarti berminggu-minggu sebelum orang berhasil menjadwalkan perjanjian imunisasi mereka.

Lebih dari 64 juta orang dewasa Amerika telah diinokulasi penuh, dengan salah satu dari tiga vaksin yang tersedia. Ketika jumlah itu bertambah, semakin banyak warga merasakan kehidupan normal pulih kembali di dalam hidup mereka. [mg/jm]



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close