Connect with us

INDONESIA

Daerah Minta Pusat Konsisten Soal Larangan Mudik

Daerah Minta Pusat Konsisten Soal Larangan Mudik

[ad_1]

Larangan mudik beberapa kali mengalami perubahan. Selain menimbulkan kebingungan, inkonsistensi aturan dinilai justru turut mendorong warga untuk mudik.

Karena itulah, meski berjanji akan melakukan berbagai upaya menahan laju pemudik, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap meminta pemerintah pusat konsisten. Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menyebut konsistensi itu antara lain soal larangan moda transportasi umum beroperasi.

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: Humas Pemprov DIY)

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: Humas Pemprov DIY)

“Kita harapkan pemerintah konsisten akan menutup seluruh jaringan transportasi udara maupun darat, lewat pesawat, bis dan lain lain. Sehingga yang kita jaga itu tinggal yang naik mobil pribadi dan naik motor, ini yang paling berat,” kata Baskara, Minggu (2/5) petang dalam diskusi bersama Sambatan Jogja (SONJO) terkait kebijakan mudik.

Kadarmanta memastikan Satpol PP, Dinas Perhubungan dibantu aparat TNI dan Polri akan berjaga di titik-titik perbatasan. Namun, benteng terakhir mencegah penularan COVID-19 tetap berada di tingkat pemerintahan terkecil, terutama lurah. Jika sudah sampai ke perbatasan DIY, kata Kadarmanta, berarti pemudik yang mayoritas datang dari Jakarta dan Banten itu sudah lolos dari penjagaan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Artinya, secara psikologis pemudik itu akan melakukan apapun karena sudah dekat sekali dengan rumah.

Penumpang yang mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19 menunggu untuk naik kereta di stasiun kereta di Surabaya pada 15 Maret 2020. (Foto: Juni Kriswanto/AFP)

Penumpang yang mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19 menunggu untuk naik kereta di stasiun kereta di Surabaya pada 15 Maret 2020. (Foto: Juni Kriswanto/AFP)

“Dia sudah lolos dari Jakarta ke Jawa Barat, kemudian ke Jawa Tengah lolos lagi. Masa mau masuk Yogya dia mutung, pasti dia akan cari jalan. Kalau semua jembatan ditutup, dia akan berenang di kali Bogowonto atau Krasak,” kata Kadarmanta memberi kiasan.

Dua sungai yang disebut Kadarmanta, menjadi batas wilayah DIY dengan Jawa Tengah di sisi barat.

Kebijakan mudik memang terasa dinamis. Awalnya pemerintah melarang mudik sepenuhnya, dan kemudian membuat kebijakan pembukaan interaksi di wilayah terikat atau aglomerasi. Kementerian Perhubungan beberapa hari terakhir juga membuat kebijakan baru, dengan membolehkan bus untuk angkutan mudik, asal memiliki stiker khusus.

Banyak kasus penularan sudah terjadi akibat mudik. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, misalnya, 39 orang dinyatakan positif COVID-19 setelah seorang pemudik sampai ke desa mereka beberapa hari lalu. Di rumah, dia menggelar hajatan dan didatangi tetangga. Setelah pemilik rumah jatuh sakit, barulah diketahui bahwa pemudik itu telah menimbulkan klaster baru.

Pada pengarahan kepada pemerintah daerah 29 April 2021 lalu, Presiden Jokowi menyebut masih akan ada 18,9 juta orang yang akan nekat mudik Lebaran tahun ini. Dia meminta seluruh elemen pemerintah untuk menggencarkan kampanye larangan mudik.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

Di Palembang, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tegas menyebut perlu sikap yang sama terkait pelarangan mudik.

“Perlu keserentakan antara pusat dan daerah,” ujar Mendagri dalam rilis resmi kementerian, Minggu (2/5).

Didorong Inkonsistensi Kebijakan

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dardias Kurniadi, mengatakan inkonsistensi pemerintah pusat justru menjadi salah satu pendorong orang tetap mudik.

Pengamat kebijakan publik UGM, Bayu Dardias Kurniadi, dalam tangkapan layar.

Pengamat kebijakan publik UGM, Bayu Dardias Kurniadi, dalam tangkapan layar.

“Menurut saya, faktor pendorongnya ada dua. Yang pertama terkait kebijakan yang inkonsisten, yang tidak jelas di tingkat pusat. Korbannya adalah di daerah. Yang kedua, inkonsistensi itu tidak hanya terkait dengan boleh atau tidak, tetapi juga faktor pendorong utama, yaitu dana,” ujar Bayu.

Selain dua faktor pendorong, Bayu juga menyebut empat faktor sebagai penarik orang untuk tetap mudik tahun ini, yang pertama adalah karena ada anggapan bahwa setahun tanpa pulang sudah cukup. Apalagi bagi masyarakat yang tahun lalu mengikuti anjuran untuk tidak mudik. Desakan untuk tetap mudik tahun ini akan lebih kuat.

“Yang kedua faktor psikologis. Ini jangan disepelekan. Kangen itu luar biasa dampaknya. Kalau orang ketika kangen itu, apapun akan dilakukan untuk memenuhi dahaga kekangenan itu,” lanjut Bayu.

Faktor ketiga, menurut Bayu adalah vaksin. Rasa aman karena sudah divaksin memberi kepercayaan diri lebih, bahwa mudik akan aman. Selain itu, yang terakhir yang bisa menarik orang untuk tetap mudik adalah promosi pariwisata yang cukup gencar.

Desa Tak Bisa Larang

Meski memiliki kewenangan terbatas, Kalurahan sebagai struktur pemerintahan di bawah tetap melakukan sejumlah upaya. Di Kalurahan Panggungharjo, Bantul, DIY misalnya, ada penandaan baru bagi rumah pemudik, seperti disampaikan Lurah Wahyudi Anggoro Hadi.

Lurah Panggungharjo, Bantul, DIY, Wahyudi Anggoro Hadi, dalam tangkapan layar.

Lurah Panggungharjo, Bantul, DIY, Wahyudi Anggoro Hadi, dalam tangkapan layar.

“Yang kemudian kita lakukan adalah, mulai tanggal 3 Mei akan kita tambahkan satu tanda di dalam infografis sebaran zonasi RT, yaitu ‘Rumah dengan Pelaku Perjalanan.’ Harapannya kemudian kita bisa melakukan monitoring,” kata Wayudi.

Tanda rumah dengan pelaku perjalanan diberikan, karena Wahyudi mengakui mereka tidak memiliki kewenangan apapun untuk menolak kehadiran pemudik. Baik yang datang maupun keluarga yang dituju, memiliki keinginan yang sama yaitu mengatasi rasa kangen setelah setahun tak bertemu.

Kelurahan Panggungharjo juga menyediakan shelter isolasi yang representatif. Meskipun Wahyudi tidak optimistis akan terpakai maksimal, karena pemudik nekat datang demi berkumpul dengan keluarga, bukan untuk menjalani isolasi yang terpisah.

“Kita mendorong warga untuk menginformasikan, kira-kira keluarganya siapa saja yang akan datang, durasi berapa lama dan kapan. Data akan terus di-update,” lanjut Wahyudi.

Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY, Indra Gunawan, dalam tangkapan layar.

Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY, Indra Gunawan, dalam tangkapan layar.

Indra Gunawan, Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY , uga mengaku tak akan sanggup jika harus menolak pemudik.

“Mau tidak mau, kita harus menerima ketika sudah sampai di kelurahan. Kita tidak bisa serta merta mengusir mereka,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan adalah memberikan pengertian sehingga pemudik memahami kekhawatiran warga setempat terkait penularan COVID-19.

Mudik ini, kata Indra, menjadi fasilitas mengobati rasa rindu warga dari luar atau perantau yang beberapa tahun tidak pulang. Karena itulah, mereka memberi sedikit ruang pemudik untuk melepas kangen bersama keluarganya. Dia hanya berharap, semua pihak bisa menjaga sehingga penularan COVID-19 dapat diminimalkan. [ns/ab]

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

[ad_1]

Startup, pemodal ventura, selebritas, dan sukarelawan telah berkumpul, terlepas dari minat individu

Jakarta (ANTARA) – Startup, investor, dan relawan bergandengan tangan melalui gerakan ‘Oksigen untuk Indonesia’ untuk memastikan pasokan oksigen bagi pasien COVID-19 di tanah air.Melalui gerakan tersebut, perusahaan dan kelompok seperti Ventura East Ventures, gerakan relawan WargaBantuWarga, dan Indonesia Pasti Bisa menargetkan dapat mengumpulkan hingga US$10 juta untuk membeli konsentrator oksigen untuk rumah sakit COVID-19.

“Di hotline WargaBantuWarga, setiap hari relawan kita dihadapkan pada keputusasaan dari masyarakat akan oksigen. Menkes juga mengatakan bahwa masalah suplai oksigen adalah masalah nasional,” kata Aldi Haryopratomo, relawan WargaBantuWarga di Jakarta, Jumat.

“Startup, pemodal ventura, selebriti, dan relawan telah berkumpul, terlepas dari kepentingan individu. Hanya dalam lima hari, dana yang terkumpul cukup untuk memesan seribu konsentrator yang siap dikirim ke rumah sakit. Oksigen adalah masalah penting hari ini, tetapi perang melawan COVID-19 masih jauh dari selesai,” kata Haryopratomo.

Koalisi ‘Oxygen For Indonesia’ menargetkan untuk menyediakan 10 ribu oksigen konsentrator yang akan didistribusikan ke setidaknya 1.500 rumah sakit nasional untuk 30 ribu pasien COVID-19 dalam jangka pendek, dan 7 juta pasien dalam jangka panjang, katanya.

Koalisi ini berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Kesehatan, tambahnya.

Selain menggalang dana dari korporasi dan masyarakat, anggota koalisi juga telah membentuk tim untuk proses hulu hingga hilir secara keseluruhan, ujarnya.

Misalnya, satu tim fokus pada pengadaan dan impor, tim lain pada alokasi unit ke rumah sakit, dan tim lain pada proses verifikasi dan hotline bagi mereka yang menggunakan peralatan yang disumbangkan.

Perusahaan rintisan yang berpengalaman dalam mengalokasikan konsentrator oksigen di bawah Indonesia Pasti Bisa, akan didukung oleh relawan dari WargaBantuWarga.com dan startup lainnya dalam koalisi ‘Oksigen untuk Indonesia’, kata Haryopratomo.

Untuk memenuhi target pendanaan, gerakan ini digalakkan baik di dalam maupun di luar negeri, tambahnya.

Perusahaan modal ventura lokal dan regional menggunakan jaringan mereka untuk membantu mencapai target. Mereka termasuk East Ventures, Sequoia India, Intudo, Goventures, Golden Gate Ventures, AC Ventures, Jungle Ventures, Asia Partners, Monk’s Hill Ventures, dan Open Space Ventures, ujarnya.

Startup yang tergabung dalam gerakan tersebut antara lain Kitabisa, Pluang, Mapan, BukuWarung, Halodoc, TokoCrypto, Payfazz, Advotics, eFishery, Waresix, KAYA.ID, Bibit, Flip, dan Bonza, tambahnya.

“Satu minggu setelah gerakan ini dimulai, kami mengirimkan 200 oksigen konsentrator pertama ke 33 rumah sakit di 10 provinsi secara transparan, 800 oksigen konsentrator berikutnya akan dikirim dalam waktu dekat,” kata Founding Partner East Ventures Willson Weather.

Ia berharap lebih banyak kabar baik, seperti kabar kesembuhan, bagi masyarakat Indonesia setelah upaya yang dilakukan oleh gerakan penanganan COVID-19.

Koalisi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menggalang dana untuk membawa oksigen ke Indonesia, tambahnya.

Donasi untuk masyarakat umum dan institusi akan dibuka mulai Jumat melalui platform kitabisa.com, gofundme.com, dan YCAB Foundation, sebuah organisasi nirlaba Indonesia dengan perwakilan di Amerika Serikat, ujarnya.

Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://oxygenforindonesia.com/. Pembaruan terbaru dari gerakan akan tersedia di pegangan Instagram @oxygenforindonesia dan pegangan Twitter @OxygenForINA.esia.

Berita Terkait: MRT, WeCare sumbang tabung oksigen untuk pasien COVID-19 Jakarta
Berita Terkait: Bantuan oksigen mengalir saat Indonesia berjuang untuk bernafas
Berita Terkait: RS Lapangan Tembak Surabaya siapkan 100 oksigen konsentrator

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

[ad_1]

Semua anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan tak lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, demi keselamatan kita semua. bangsa indonesia

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo menekankan agar anak-anak di Indonesia tetap semangat belajar, bersenang-senang, dan tetap rajin beribadah meski harus beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19.“Seluruh anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, selama-lamanya. bangsa Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menyapa siswa sekolah dasar dalam konferensi video dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 di Jakarta, Jumat.

Kepala negara menyoroti bahwa rencana untuk memulai sekolah tatap muka, yang semula dijadwalkan dibuka pada Juli 2021, dibatalkan sambil menunggu perbaikan situasi.

Widodo mengimbau anak-anak untuk terus belajar, selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan mengingatkan teman dan tetangga untuk mengikutinya.

Sebanyak 548 ribu anak dari target 11,9 juta anak kelompok usia 12-17 tahun telah mendapat suntikan vaksin COVID-19, Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan.

“Gerakan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun difokuskan di fasilitas kesehatan setempat atau sekolahnya masing-masing,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam dialog daring yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Covid-19 Nasional. -19 Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN) di Jakarta, Kamis.

Berita Terkait: 548.000 anak Indonesia mendapatkan suntikan vaksin COVID-19: Kemenkes

Berita Terkait: Pandemi meningkatkan prevalensi stunting: BKKBN

Upaya vaksinasi di fasilitas kesehatan setempat (Fasyankes) difokuskan untuk memvaksinasi remaja berusia 12-17 tahun, yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan mana pun, sedangkan remaja yang terdaftar di sekolah diarahkan untuk divaksinasi di sekolah yang menyelenggarakan program vaksinasi, Tarmizi mengungkapkan.

Vaksin untuk remaja telah didistribusikan secara nasional, 50 persen vaksin dialokasikan untuk provinsi Jawa-Bali sedangkan sisanya secara proporsional untuk provinsi lain, katanya.

“Saat ini kami memiliki kebijakan untuk mendistribusikan 50 persen vaksin ke provinsi Jawa-Bali karena lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini di sana, sedangkan sisanya akan didistribusikan secara proporsional ke provinsi lain. Porsi itu sudah termasuk vaksin. untuk remaja,” kata Tarmizi.

Stok vaksin di Indonesia saat ini baru mencapai 130 juta dosis, hanya 30% dari 426 juta dosis yang dibutuhkan untuk memenuhi target vaksinasi nasional, ujarnya.

Target program vaksinasi juga ditingkatkan menjadi 208 juta dari 181,5 juta, kata Tarmizi.

Berita Terkait: APBN dukung tumbuh kembang anak wujudkan mimpi

Berita Terkait: Jangan pandang anak nakal sebagai penjahat junior: Menteri

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengungkapkan, pihaknya masih menyiapkan kebijakan penyaluran program subsidi upah (BSU) bagi pekerja pada 2021.Kebijakan tersebut dibuat untuk membantu sektor ketenagakerjaan yang terkena dampak COVID-19, terutama pada masa pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM).

“Melalui program BSU 2021 yang diluncurkan untuk umum pada Rabu (21 Juli) malam, (saya) berharap dapat mencegah kehilangan pekerjaan (PHK) dan membantu pekerja yang diberhentikan atau yang dipotong gajinya karena keterbatasan jam kerja. Upaya ini jelas untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Fauziyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Kementerian telah meluncurkan empat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak 2020 yang secara langsung menangani masalah ketenagakerjaan di Indonesia, menurut Fauziyah.

Program pertama adalah BSU yang ditawarkan kepada 12,2 juta orang, sedangkan yang kedua adalah kartu pra kerja untuk 5,5 juta orang, yang ketiga adalah bantuan produktif untuk usaha mikro dengan target 12 juta orang, sedangkan yang keempat adalah program padat karya di kementerian untuk 2,6 juta orang. jutaan orang.

“Empat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemenaker sebagai salah satu pengelola PEN yang selalu berupaya mengatasi dampak COVID-19 terhadap sektor ketenagakerjaan,” tegasnya.

Mereka juga meluncurkan beberapa program di tahun 2020 untuk mengatasi dampak COVID-19, seperti pelatihan vokasi yang melibatkan 121 ribu peserta, pelatihan untuk meningkatkan produktivitas bagi 11 ribu pekerja, dan sertifikasi kompetensi bagi hampir 750 ribu peserta.

Program lainnya terdiri dari program kewirausahaan, padat karya, dan program inkubasi bisnis, dengan total peserta 322 ribu orang.

Kementerian juga menjalin jaringan kerja sama penempatan tenaga kerja di masa pandemi, sehingga berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kita bisa simpulkan sejauh mana upaya pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi di sektor tenaga kerja, dan angkanya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja yang terkena dampak COVID-19, yang menurut survei BPS, mencapai 29,12 juta orang,” ungkapnya.

Menkeu mencatat, pemerintah pusat telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan izin investasi agar investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.

Langkah tersebut dipandang perlu, agar investasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah serta memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah juga menerapkan strategi kerjasama lintas sektor dalam hal pengembangan investasi, khususnya dalam pelaksanaan proyek strategis nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam proses itu. Misalnya, program pengembangan kawasan pariwisata super prioritas, di mana Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK terlibat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada,” kata Fauziyah.

Berita Terkait: Program subsidi upah diharapkan dapat mencegah hilangnya pekerjaan di Indonesia: pemerintah
Berita Terkait: Kemenaker alokasikan Rp37,7 triliun untuk subsidi upah
Berita Terkait: Pemerintah mengucurkan subsidi upah Rp5,84 triliun dalam dua tahap

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close