Connect with us

INDONESIA

Daerah Minta Pusat Konsisten Soal Larangan Mudik

Daerah Minta Pusat Konsisten Soal Larangan Mudik


Larangan mudik beberapa kali mengalami perubahan. Selain menimbulkan kebingungan, inkonsistensi aturan dinilai justru turut mendorong warga untuk mudik.

Karena itulah, meski berjanji akan melakukan berbagai upaya menahan laju pemudik, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap meminta pemerintah pusat konsisten. Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menyebut konsistensi itu antara lain soal larangan moda transportasi umum beroperasi.

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: Humas Pemprov DIY)

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: Humas Pemprov DIY)

“Kita harapkan pemerintah konsisten akan menutup seluruh jaringan transportasi udara maupun darat, lewat pesawat, bis dan lain lain. Sehingga yang kita jaga itu tinggal yang naik mobil pribadi dan naik motor, ini yang paling berat,” kata Baskara, Minggu (2/5) petang dalam diskusi bersama Sambatan Jogja (SONJO) terkait kebijakan mudik.

Kadarmanta memastikan Satpol PP, Dinas Perhubungan dibantu aparat TNI dan Polri akan berjaga di titik-titik perbatasan. Namun, benteng terakhir mencegah penularan COVID-19 tetap berada di tingkat pemerintahan terkecil, terutama lurah. Jika sudah sampai ke perbatasan DIY, kata Kadarmanta, berarti pemudik yang mayoritas datang dari Jakarta dan Banten itu sudah lolos dari penjagaan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Artinya, secara psikologis pemudik itu akan melakukan apapun karena sudah dekat sekali dengan rumah.

Penumpang yang mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19 menunggu untuk naik kereta di stasiun kereta di Surabaya pada 15 Maret 2020. (Foto: Juni Kriswanto/AFP)

Penumpang yang mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19 menunggu untuk naik kereta di stasiun kereta di Surabaya pada 15 Maret 2020. (Foto: Juni Kriswanto/AFP)

“Dia sudah lolos dari Jakarta ke Jawa Barat, kemudian ke Jawa Tengah lolos lagi. Masa mau masuk Yogya dia mutung, pasti dia akan cari jalan. Kalau semua jembatan ditutup, dia akan berenang di kali Bogowonto atau Krasak,” kata Kadarmanta memberi kiasan.

Dua sungai yang disebut Kadarmanta, menjadi batas wilayah DIY dengan Jawa Tengah di sisi barat.

Kebijakan mudik memang terasa dinamis. Awalnya pemerintah melarang mudik sepenuhnya, dan kemudian membuat kebijakan pembukaan interaksi di wilayah terikat atau aglomerasi. Kementerian Perhubungan beberapa hari terakhir juga membuat kebijakan baru, dengan membolehkan bus untuk angkutan mudik, asal memiliki stiker khusus.

Banyak kasus penularan sudah terjadi akibat mudik. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, misalnya, 39 orang dinyatakan positif COVID-19 setelah seorang pemudik sampai ke desa mereka beberapa hari lalu. Di rumah, dia menggelar hajatan dan didatangi tetangga. Setelah pemilik rumah jatuh sakit, barulah diketahui bahwa pemudik itu telah menimbulkan klaster baru.

Pada pengarahan kepada pemerintah daerah 29 April 2021 lalu, Presiden Jokowi menyebut masih akan ada 18,9 juta orang yang akan nekat mudik Lebaran tahun ini. Dia meminta seluruh elemen pemerintah untuk menggencarkan kampanye larangan mudik.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

Di Palembang, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tegas menyebut perlu sikap yang sama terkait pelarangan mudik.

“Perlu keserentakan antara pusat dan daerah,” ujar Mendagri dalam rilis resmi kementerian, Minggu (2/5).

Didorong Inkonsistensi Kebijakan

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dardias Kurniadi, mengatakan inkonsistensi pemerintah pusat justru menjadi salah satu pendorong orang tetap mudik.

Pengamat kebijakan publik UGM, Bayu Dardias Kurniadi, dalam tangkapan layar.

Pengamat kebijakan publik UGM, Bayu Dardias Kurniadi, dalam tangkapan layar.

“Menurut saya, faktor pendorongnya ada dua. Yang pertama terkait kebijakan yang inkonsisten, yang tidak jelas di tingkat pusat. Korbannya adalah di daerah. Yang kedua, inkonsistensi itu tidak hanya terkait dengan boleh atau tidak, tetapi juga faktor pendorong utama, yaitu dana,” ujar Bayu.

Selain dua faktor pendorong, Bayu juga menyebut empat faktor sebagai penarik orang untuk tetap mudik tahun ini, yang pertama adalah karena ada anggapan bahwa setahun tanpa pulang sudah cukup. Apalagi bagi masyarakat yang tahun lalu mengikuti anjuran untuk tidak mudik. Desakan untuk tetap mudik tahun ini akan lebih kuat.

“Yang kedua faktor psikologis. Ini jangan disepelekan. Kangen itu luar biasa dampaknya. Kalau orang ketika kangen itu, apapun akan dilakukan untuk memenuhi dahaga kekangenan itu,” lanjut Bayu.

Faktor ketiga, menurut Bayu adalah vaksin. Rasa aman karena sudah divaksin memberi kepercayaan diri lebih, bahwa mudik akan aman. Selain itu, yang terakhir yang bisa menarik orang untuk tetap mudik adalah promosi pariwisata yang cukup gencar.

Desa Tak Bisa Larang

Meski memiliki kewenangan terbatas, Kalurahan sebagai struktur pemerintahan di bawah tetap melakukan sejumlah upaya. Di Kalurahan Panggungharjo, Bantul, DIY misalnya, ada penandaan baru bagi rumah pemudik, seperti disampaikan Lurah Wahyudi Anggoro Hadi.

Lurah Panggungharjo, Bantul, DIY, Wahyudi Anggoro Hadi, dalam tangkapan layar.

Lurah Panggungharjo, Bantul, DIY, Wahyudi Anggoro Hadi, dalam tangkapan layar.

“Yang kemudian kita lakukan adalah, mulai tanggal 3 Mei akan kita tambahkan satu tanda di dalam infografis sebaran zonasi RT, yaitu ‘Rumah dengan Pelaku Perjalanan.’ Harapannya kemudian kita bisa melakukan monitoring,” kata Wayudi.

Tanda rumah dengan pelaku perjalanan diberikan, karena Wahyudi mengakui mereka tidak memiliki kewenangan apapun untuk menolak kehadiran pemudik. Baik yang datang maupun keluarga yang dituju, memiliki keinginan yang sama yaitu mengatasi rasa kangen setelah setahun tak bertemu.

Kelurahan Panggungharjo juga menyediakan shelter isolasi yang representatif. Meskipun Wahyudi tidak optimistis akan terpakai maksimal, karena pemudik nekat datang demi berkumpul dengan keluarga, bukan untuk menjalani isolasi yang terpisah.

“Kita mendorong warga untuk menginformasikan, kira-kira keluarganya siapa saja yang akan datang, durasi berapa lama dan kapan. Data akan terus di-update,” lanjut Wahyudi.

Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY, Indra Gunawan, dalam tangkapan layar.

Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY, Indra Gunawan, dalam tangkapan layar.

Indra Gunawan, Lurah Tirtomartani, Sleman, DIY , uga mengaku tak akan sanggup jika harus menolak pemudik.

“Mau tidak mau, kita harus menerima ketika sudah sampai di kelurahan. Kita tidak bisa serta merta mengusir mereka,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan adalah memberikan pengertian sehingga pemudik memahami kekhawatiran warga setempat terkait penularan COVID-19.

Mudik ini, kata Indra, menjadi fasilitas mengobati rasa rindu warga dari luar atau perantau yang beberapa tahun tidak pulang. Karena itulah, mereka memberi sedikit ruang pemudik untuk melepas kangen bersama keluarganya. Dia hanya berharap, semua pihak bisa menjaga sehingga penularan COVID-19 dapat diminimalkan. [ns/ab]



Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

Beberapa orang Papua bersenjata mengakhiri perlawanan: Kapolda Papua

Beberapa orang Papua bersenjata mengakhiri perlawanan: Kapolda Papua


Alhamdulillah, banyak anggota kelompok bersenjata yang telah menyampaikan sumpah setia kepada Indonesia dan telah bersatu kembali dengan anggota masyarakat di desa masing-masing.

Jayapura, Papua (ANTARA) – Beberapa anggota kelompok separatis dan teroris Papua yang bersenjata telah mengakhiri perlawanannya dan menyatakan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Inspektur Kapolda Papua. Jenderal Mathius Fakhiri menyatakan.

Alhamdulillah, banyak anggota kelompok bersenjata yang telah mengikrarkan sumpah setia kepada Indonesia dan telah berkumpul kembali dengan masyarakat di desanya masing-masing, kata Fakhiri dalam keterangan yang dikutip ANTARA di Jakarta, Kamis.

Namun, enam kelompok bersenjata yang beroperasi di beberapa daerah terus menimbulkan ancaman keamanan bagi warga sipil yang tidak bersenjata dan tidak bersalah serta personel keamanan, kata Fakhiri.

Kelompok bersenjata terkenal yang dipimpin oleh Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, dan Serbinus Waker, antara lain, ungkapnya, menambahkan bahwa pemerintah daerah memainkan peran penting dalam membujuk mereka untuk mengakhiri perlawanan mereka.

Bupati, yang ditunjuk langsung oleh anggota masyarakat melalui pemilihan demokratis, relatif lebih berhubungan secara emosional dengan anggota kelompok bersenjata daripada tentara dan polisi, katanya.

Dalam melakukan operasi penegakan hukum terhadap teroris separatis bersenjata, aparat keamanan berupaya menangkap mereka hidup-hidup, sehingga bisa mengungkap jaringannya, ungkapnya.

Polisi Papua telah memetakan enam kelompok teroris separatis bersenjata Papua yang secara aktif beroperasi di daerah pegunungan di kecamatan Ilaga dan Beoga di Kabupaten Puncak; Kecamatan Sugapa di Kabupaten Intan Jaya; dan Distrik Nduga.

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok bersenjata Papua sering melakukan taktik tabrak lari terhadap aparat keamanan Indonesia dan melakukan aksi teror terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Puncak hingga memicu rasa takut di antara masyarakat.

Sasaran teror yang terjadi belakangan ini antara lain pekerja bangunan, tukang ojek, guru, pelajar, pedagang kaki lima, hingga pesawat sipil.

Pada 2 Desember 2018, sekelompok pemberontak bersenjata Papua secara brutal membunuh 31 pekerja dari PT Istaka Karya yang terlibat dalam pembangunan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Kabupaten Nduga.

Di hari yang sama, penyerang bersenjata juga membunuh seorang tentara yang diidentifikasi bernama Handoko, dan melukai dua personel keamanan lainnya, Sugeng dan Wahyu.

Tindakan kekerasan seperti itu terus berlanjut tahun ini. Pada 6 Januari 2021, setidaknya 10 teroris separatis bersenjata merusak dan membakar pesawat Quest Kodiak milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di lapangan terbang desa Pagamba.

Pada 8 Februari 2021, seorang pria berusia 32 tahun ditembak dari jarak dekat di Desa Bilogai, Kecamatan Sugapa.

Korban yang diidentifikasi dengan inisial RNR ini mengalami luka tembak di bagian wajah dan bahu kanan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Timika di Kabupaten Mimika pada 9 Februari.

Dalam insiden terpisah pada 9 Februari, enam orang Papua bersenjata menikam seorang pengemudi ojek hingga tewas.

Seorang pengemudi ojek ditembak mati oleh seorang pria bersenjata tak dikenal di Papua.

Pada 8 April 2021, beberapa pemberontak bersenjata Papua menembaki sebuah kios di Desa Julukoma, Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak.

Penembakan tersebut mengakibatkan kematian seorang guru sekolah dasar negeri Beoga, yang diidentifikasi sebagai Oktovianus Rayo.

Setelah membunuh Rayo, penyerang bersenjata membakar tiga ruang kelas di SMA negeri Beoga.

Pada 9 April 2021, separatis bersenjata dilaporkan menembak mati guru lain, Yonatan Randen, di dada.

Dua hari kemudian, sembilan ruang kelas di SMP Negeri Beoga dibakar oleh sekelompok bersenjata.

Hampir empat hari kemudian, Ali Mom, siswa SMA Negeri Ilaga di Kecamatan Beoga, dibunuh secara brutal oleh penyerang bersenjata.

Pada 25 April 2021, separatis Papua yang beroperasi di Beoga menyergap Kepala Badan Intelijen Negara (Papua) I Gusti Putu Danny Karya Nugraha dan beberapa aparat keamanan saat berkunjung ke Desa Dambet.

Berita Terkait: Komunitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah sebagian besar adalah orang asli Papua

Berita Terkait: Dua guru yang terbunuh di Beoga Papua menerima Penghargaan Pendidikan

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Beyond2020 memasang solusi pencahayaan di kamp pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh

Beyond2020 memasang solusi pencahayaan di kamp pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh


Penyebaran tersebut meningkatkan keamanan dan membuka jalan bagi peningkatan aktivitas komunitas setelah gelap

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – (Antara / Business Wire) – Beyond2020, prakarsa kemanusiaan yang digerakkan oleh UEA telah mengumumkan penyebaran solusi penerangan energi surya kritis di kamp pengungsi Kutupalong Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, menerangi kehidupan 4.500 warga. Penyebaran di Bangladesh, yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk kegiatan sosial dan komunitas setelah gelap, menandai fase kedua ’20by2020′, yang baru-baru ini diganti namanya menjadi ‘Beyond2020’ untuk berfungsi sebagai platform unggulan untuk penjangkauan global yang berkelanjutan.

Melampaui generasi ‘,’ melampaui batas ‘dan’ melampaui batas ‘, Beyond2020 menawarkan solusi penting yang mengubah hidup untuk lebih banyak penerima manfaat di seluruh dunia, menyediakan teknologi untuk kebaikan dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Electricians Without Borders, organisasi nirlaba terkemuka yang berbasis di Prancis dan pemenang Zayed Sustainability Prize 2020 di bawah kategori ‘Energi’, ditugaskan untuk memasang teknologi atas nama Beyond2020, di kamp pengungsi terbesar di dunia. Pemenang Hadiah sebelumnya memanfaatkan pengalamannya yang memenangkan penghargaan dari proyek ‘Cahaya untuk Rohingya’ yang sangat terkenal yang meningkatkan kehidupan ribuan orang melalui energi terbarukan dan bimbingan kewirausahaan.

Membangun warisan almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dari pendiri UEA, Beyond2020 menyumbangkan teknologi dan solusi berkelanjutan untuk komunitas yang rentan, dengan total sembilan negara yang dijangkau, hingga saat ini. Setiap solusi atau teknologi telah mengubah komunitas lain di seluruh dunia dan telah diakui oleh Zayed Sustainability Prize sebagai pemenang atau finalis.

Yang Mulia Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Canggih UEA dan Direktur Jenderal Zayed Sustainability Prize mengatakan: “Memberdayakan komunitas yang rentan dan memajukan kemajuan global menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap menjadi prinsip panduan dari Inisiatif Beyond2020. Beyond2020 dan mitranya senang berperan dalam membantu komunitas yang membutuhkan di Bangladesh dan mendukung upaya kemanusiaan nirlaba untuk meringankan kesulitan yang diderita komunitas. ”

HE Al Jaber menambahkan, “UEA telah lama memiliki pandangan kemanusiaan holistik yang diperkuat oleh kepemimpinan yang bijaksana dengan tujuan mendukung solusi berkelanjutan dan meluncurkan serta mendorong inisiatif yang bertujuan untuk melayani umat manusia di berbagai belahan dunia. Kami senang dengan pengenalan solusi pencahayaan penting ini pada Beyond2020, yang membawa kemudahan yang lebih besar untuk kehidupan sehari-hari komunitas dan meningkatkan keamanan, sambil membangun lingkungan yang lebih mendukung untuk kegiatan komunitas yang lebih luas. Kami akan terus memperluas jangkauan dan aksesibilitas solusi berkelanjutan inovatif pemenang dan finalis Zayed Sustainability Prize ke komunitas yang lebih luas di wilayah ini dan secara global. ”

Kemajuan pesat, ketekunan, dan perluasan Beyond2020 terus menjadi penting saat dunia menavigasi dampak ekonomi dari pandemi, yang membutuhkan upaya kolaboratif yang dipercepat oleh semua pemangku kepentingan di seluruh komunitas keberlanjutan internasional.

Bapak Johannes van der Klaauw, Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Bangladesh mengatakan: “Inisiatif Beyond2020 adalah terobosan baru dalam memberikan akses ke solusi energi berkelanjutan. Di Bangladesh, donasi yang murah hati ini akan membuat perbedaan positif yang nyata dalam kehidupan pengungsi Rohingya yang rentan. Cahaya di malam hari meningkatkan keamanan dan memiliki dampak sosial positif yang penting di masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas dan bagi wanita serta gadis muda. Penggunaan teknologi berkelanjutan, seperti perluasan penggunaan solusi energi terbarukan, adalah prioritas utama UNHCR di Bangladesh. ”

Electricians Without Borders memberikan keahlian internasionalnya di bidang proyek energi terbarukan untuk komunitas off grid dengan memasang 240 Solar Home System dan 640 lampu surya di kamp pengungsi sambil melatih penduduknya dalam perawatan peralatan untuk rumah tangga masing-masing. Penyebaran Beyond2020 di Bangladesh menargetkan semua pengungsi, dengan fokus pada penyandang disabilitas, wanita hamil, dan gadis muda.

Sebagai bagian dari fase pertama inisiatif, total delapan penerapan telah diluncurkan hingga saat ini, termasuk solusi terkait energi, kesehatan, air, dan makanan di Nepal, Tanzania, Uganda, Yordania, Mesir, Kamboja, Madagaskar, dan Indonesia. Selain Bangladesh, 11 negara lainnya telah diidentifikasi untuk tahap kedua.

Beyond2020 menyatukan daftar mitra terkemuka dan internasional yang berbasis di UEA dan internasional yang meliputi Pasar Global Abu Dhabi, Dana untuk Pembangunan Abu Dhabi, Mubadala Petroleum, Kementerian Toleransi dan Koeksistensi, Masdar, dan BNP Paribas.

Tentang Zayed Sustainability Prize

Didirikan oleh kepemimpinan UEA, pada tahun 2008, untuk menghormati warisan bapak pendiri, almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Zayed Sustainability Prize adalah penghargaan global perintis UEA untuk mengakui keberlanjutan dan solusi kemanusiaan di seluruh dunia.

Zayed Sustainability Prize mengakui dan menghargai para pelopor dan inovator global yang berkomitmen untuk mempercepat solusi berkelanjutan yang berdampak.

Selama 12 tahun terakhir, Hadiah tersebut telah memberikan 86 pemenang. Secara kolektif, mereka secara langsung dan tidak langsung telah memberikan dampak positif bagi kehidupan lebih dari 335 juta orang di seluruh dunia. Kategori Penghargaan Keberlanjutan Zayed adalah: Kesehatan, Makanan, Energi, Air, dan Sekolah Menengah Global.

Kontak

Medhat Juma

Strategi Hill + Knowlton

T: +971 561399482

Erika Spagakou

Strategi Hill + Knowlton

T: +971 551398765

Sumber: Hadiah Keberlanjutan Zayed

Continue Reading

INDONESIA

Mendapat Sertifikasi ISO 37001: 16, Pertamina menerapkan Manajemen Anti Suap di seluruh operasional

Mendapat Sertifikasi ISO 37001: 16, Pertamina menerapkan Manajemen Anti Suap di seluruh operasional


Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat tata kelola perusahaan dengan memastikan penerapan ISO 37001: 2016 Anti-Bribery Management System (SMAP) berjalan dengan baik di seluruh operasional perusahaan. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di perusahaan.

Upaya tersebut telah mendapatkan pengakuan dan sertifikat dari PT SGS Indonesia, sebagai lembaga sertifikasi, setelah audit eksternal selesai pada akhir Maret 2021. Pada tahun 2019 implementasi SMAP telah dimulai di lingkup Fungsi Pengadaan dan Direktorat Hulu dan telah berhasil memperoleh sertifikat dari lembaga sertifikasi pada bulan Maret dan Agustus 2020.

Plt. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relation Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan penerapan SMAP merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam pencegahan korupsi di Indonesia, yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pencegahan. serta Pemberantasan Korupsi dan Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, serta beberapa surat dari Kementerian BUMN tahun 2019 dan 2020 sebagai pelaksana Inpres dan Perpres tersebut. Pertamina ditunjuk sebagai salah satu pilot project penerapan SMAP berdasarkan ISO 37001: 2016.

“Dengan sertifikasi ISO 37001, kami berharap kepercayaan stakeholders terus meningkat karena perusahaan telah melaksanakan program antikorupsi sesuai dengan standar yang diakui secara internasional. Hal tersebut tentunya mendukung visi perusahaan menjadi World Class Energy Company,” ujarnya. .

Direktur Utama PT SGS Indonesia Shashibhushan Jogani mengatakan pengembangan dan implementasi SMAP bersertifikat yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia merupakan faktor penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memperkuat citra organisasi di dunia internasional.

“ISO 37001 SMAP dirancang untuk menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan guna mencegah, mendeteksi dan merespon penyuapan serta memastikan penegakan peraturan anti penyuapan melalui penerapannya dalam kegiatan operasional dan bisnis perusahaan,” kata Shasi.

Fajriyah juga menyampaikan bahwa penerapan SMAP merupakan upaya untuk memperkuat tata kelola bisnis yang bersih dan transparan sejalan dengan tuntutan Environment Social Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, yaitu terkait tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.

“Manajemen berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan perusahaan dengan integritas untuk mewujudkan perusahaan yang transparan dan bersih melalui penerapan SMAP dan prinsip 4 No, yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality,” tutup Fajriah.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close