Connect with us

OTOMOTIF

Cara Membaca Kode Rahasia Ban – Berita Otomotif

Cara Membaca Kode Rahasia Ban – Berita Otomotif

[ad_1]

Cara Membaca Kode Rahasia Ban – Ban memiliki peran penting pada sebuah kendaraan karena berinteraksi langsung dengan medan jalan. Hal ini berkaitan dengan keselamatan berkendara sehingga vital peran suatu ban.

Di pasaran banyak jenis ban yang beredar dengan spesifikasi dan keunggulan masing-masing. Calon konsumen mesti jeli dalam memilih ban yang ingin digunakan agar tidak menimbulkan bahaya saat tengah melakukan perjalanan.

Pabrikan ban saat ini menawarkan banyak ragam ban mobil khususnya dengan spesifikasi tertentu. Tidak hanya ukuran, mereka juga menghadirkan alur atau kembangan ban yang menarik dan bisa diandalkan di berbagai medan jalan.

Setiap manufaktur memiliki alasan tersendiri dalam membuat kembangan ban atau kerap disebut pattern. Pada dasarnya, pola suatu ban dibuat dengan kebutuhan kendaraan seperti performa, bobot, hingga daya tahan.

Pada ban mobil misalnya, selain fitur-fitur yang disebutkan di atas juga terdapat beberapa kode yang mesti dipahami oleh calon konsumen. Menjadi penting agar pembelinya tidak menyesal telah menggunakan ban yang salah dan berujung pada keamanan.

kode ban

Kode pada ban tertera di bagian dinding dan cukup mudah dibacanya. Konsumen bisa memilih ban yang sesuai dengan pabrikan jika tidak ingin kesulitan dalam menentukan pilihan.

Namun untuk calon konsumen yang hendak melakukan upgrade dengan ban yang memiliki performa lebih baik. Akan lebih baik untuk mengenali beberapa kode ban terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.

Kode ban pada dinding atau tepian memiliki arti masing-masing. Umumnya setiap kode yang tercantum menerangkan seperti ukuran, konstruksi hingga kemampuan sebuah ban.

Berikut ini adalah cara membaca ragam kode yang tercantum pada ban. Sebagai contoh sebuah ban mobil dengan kode 215/70R17 94 S.

Kode 215

Angka pertama yang akan kita bahas adalah lebar ban dalam satuan milimeter (mm). Mengacu pada angka tersebut, maka si karet bundar tersebut memiliki tapak lebar 215 mm. Semakin besar angkanya, maka tapak ban akan semakin lebar.

Untuk calon konsumen yang ingin mendapatkan traksi lebih besar, maka membutuhkan ban yang lebih lebar. Namun dengan menggunakan ban lebih lebar jangan heran jika setir atau alat kemudi akan terasa berat lalu penggunaan bahan bakar bertambah.

Konsumen juga perlu memperhatikan bodi kendaraan. Jangan sampai lebar ban melewati bodi karena saat melewati genangan akan menimbulkan cipratan ke bagian bodi mobil sehingga lebih cepat kotor.

Kode 70

Angka kedua pada kode ban ini menunjukkan Aspek Rasio yang biasanya menggunakan persentase (%). Aspek rasio ini merupakan perbandingan antara tinggi dan lebar ban di kali 100 persen. Jika tertera demikian maka Aspek Rasio ban tersebut yakni 70 persen dari lebar ban.

Ketinggian ban berpengaruh pada kenyamanan berkendara sehari-hari. Semakin tinggi ban, maka bantingan pada kendaraan saat menempuh jalan tidak rata akan teredam dengan baik.
kode ban mobil

Namun konsumen juga perlu memperhatikan ruang untuk ban pada kendaraan. Semakin tinggi ban, maka akan berpotensi mengenai bibir fender atau istilahnya mentok. Risikonya bodi rusak dan ban akan tergerus lalu sobek.

Untuk modifikasi, perhatikan tinggi keseluruhan ban. Jika ingin menggunakan velg yang lebih basar, maka sebaiknya ketinggian ban harus dikurangi agar tidak mentok. Biasanya teknisi ban sudah paham dengan hal ini, maka konsultasikan terlebih dahulu.

Kode R

Kode yang satu ini menunjukkan konstruksi sebuah ban. Kode seperti ini menandakan bahwa ban Anda memiliki konstruksi radial. Produsen ban memiliki berbagai konstruksi, namun umumnya mobil baru menggunakan konstruksi radial.

Ban jenis Radial memiliki lapisan kain yang senarnya melintang dari sudut kanan ke sekeliling ban dan ada lapisan tambahan di sekitarnya.

Jika tidak ada kode R, pada umumnya diberikan tanda strip yang berarti ban tersebut berjenis bias. Ban ini sudah jarang digunakan pada pabrikan mobil karena daya tahannya dianggap kurang baik. Ban jenis ini masih digunakan pada motor yang tidak membutuhkan performa tinggi.

Kode 17

Angka ini menunjukkan diameter pelek yang digunakan. Sehingga pelek yang bisa dipasang pada ban tersebut harus memiliki diameter 17 inci. Jika Anda mencoba dengan angka yang berlainan, maka dijamin ban tersebut tidak pas dengan pelek yang ada.

Pada modifikasi umumnya ukuran velg diperbesar sehingga mobil terlihat kekar, belum lagi desain velg yang kian mendukung konsep modifikasi. Jika ukuran velg diperbesar, maka ukuran ban harus menyesuaikan.

Seperti telah disebutkan di atas, perhatikan ruang yang tersedia untuk mencegah ban mentok pada bibir fender dan akhirnya merusak keduanya.

Kode 94

Menunjukkan Indeks Beban (Load Index/Li), menjadi indikator batas maksimum muatan beban yang sanggup ditopang sebuah ban. Li memiliki pakem ukuran yang sudah tertera, dengan angka 94 maka tiap ban ini mampu menahan beban hingga 670 kg.

  • 62 beban maksimal 265 Kg
  • 63 beban maksimal 272 Kg
  • 64 beban maksimal 265 Kg
  • 66 beban maksimal 300 Kg
  • 68 beban maksimal 315 Kg
  • 70 beban maksimal 335 Kg
  • 73 beban maksimal 365 Kg
  • 75 beban maksimal 387 Kg
  • 80 – 89 beban maksimal 450 – 580 Kg
  • 90 – 100 beban maksimal 600 – 800 Kg

Kode S

Menunjukkan simbol batas kecepatan yang dianjurkan untuk ban tersebut. S artinya kecepatan maksimal 180 km/jam. Ada juga ban yang berkode Q yang artinya kecepatan maksimal 160 km/jam, H (210 km/jam), dan jika berkode V (240 km/jam)

  • Q kecepatan maksimal = 160 km/jam
  • S kecepatan maksimal = 180 km/jam
  • T kecepatan maksimal = 190 km/jam
  • U kecepatan maksimal = 200 km/jam
  • H kecepatan maksimal = 210 km/jam
  • V kecepatan maksimal = 240 km/jam
  • W kecepatan maksimal = 270 km/jam
  • Y kecepatan maksimal = 300 km/jam
  • Z kecepatan di atas = 240 km/jam

Kode-kode di atas penting diketahui untuk semua pengendara. Sehingga saat berkendara, Anda tidak melampaui batas yang telah ditentukan setiap pabrikan ban.

Dengan mengetahui berbagai kode ban, Anda juga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya. Jika telah memahami kode ban, diharapkan tidak ada lagi kendaraan yang membawa beban melebihi kemampuan ban.

Selain itu juga tidak ada lagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan yang melebih ketentuan dari ban. Dan bagi para modifikator, sebaiknya tidak menggunakan ban yang menyalahi aturan agar tidak menjadi penyebab kecelakaan yang bisa merugikan banyak pihak.
ban mobil

Ban tidak hanya memiliki kode khusus berwujud angka atau huruf, pabrikan juga memberikan tanda untuk mengetahui saatnya melakukan penggantian. Kode ini disebut Treadwear Indicator dan letaknya berada di ujung tepian ban, biasanya berbentuk segitiga.

Jika ketebalan ban sudah menyentuh tanda tersebut, maka sudah masuk waktunya untuk melakukan penggantian ban. Karena jika dibiarkan bisa menyebabkan ban sudah tidak memiliki traksi maksimal pada kendaraan dan bisa berujung kecelakaan. [Dew/Had]

 

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

OTOMOTIF

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Empat tahun eksis, Wuling sudah mampu menjadi satu-satunya pemain non-Jepang di daftar 10 besar merek mobil terlaris di pasar otomotif Indonesia.

Data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa hingga kini, dominasi merek-merek Jepang di pasar mobil nasional luar biasa trengginas. Sejak 2017 hingga semester satu 2021 saja, 10 besar merek mobil terlaris selalu menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar dan hampir semuanya berasal dari ‘Negeri Matahari Terbit’.

Padahal, merek mobil global yang menjadi anggota dari asosiasi resmi yang diakui pemerintah tersebut berjumlah lebih dari 30 dan asal mereka dari beragam negara. Jadi, merek-merek lain di luar daftar 10 besar memperebutkan pangsa pasar kecil yang tersisa.

Fakta menarik lain yang ditunjukkan data, lima besar merek teratas mencengkeram kuat jagat otomotif nasional dengan pangsa pasar yang selalu di atas 80 persen.

Munculnya Wuling Sebagai “Penyusup”

Pada 2017, seluruh merek di posisi 10 besar masih berasal dari Jepang. Baru pada 2018, ada satu pemain non-Jepang Wuling masuk ‘menyusup’.

Berdasarkan catatan pemberitaan Mobil123, Wuling pertama kali mulai aktif berjualan di pasar otomotif Tanah Air empat tahun lalu, tepatnya pada Juli 2017.

Sebelum itu, mereka membangun dulu pabrik perakitan di Cikarang, Bekasi sejak 2015. Investasi sebesar 700 juta dolar AS—ketika itu setara sekitar Rp9 triliun—mereka gelontorkan untuk pabrik berkapasitas produksi 120 ribu unit per tahun.

pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi

Dibangun pula tempat bagi para pemasok komponen di dalam area pabrik.

Pada akhir 2017, Wuling belum berhasil masuk daftar 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia dari sisi penjualan retail. Baru mendistribusikan unit ke konsumen sejak Agustus, pada tahun itu secara total mereka membukukan penjualan 3.268 unit dengan pangsa pasar 0,3 persen.

Baru pada 2018 hingga semester satu 2021, Wuling mampu bercokol di antara sembilan pemain Jepang. Penjualan mereka secara berturut-turut adalah 15.162 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,3 persen), 21.112 (posisi 9, pangsa pasar 2 persen), 9.523 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,6 persen), 10.187 unit (posisi 8, pangsa pasar 2,6 persen).

Empat tahun bergumul di Indonesia, Wuling sudah meluncurkan empat model. Ada Confero (low MPV), Cortez (medium MPV), Formo (Commercial MPV), plus Almaz (medium SUV).

mobil Wuling di Indonesia, ada Almaz dan Confero

Pemosisian harga dari masing-masing model kerap kali menyenggol tak hanya para pesaing satu segmen, tapi model lain di segmen-segmen di bawahnya. Namun, fitur yang diberikan terbilang royal.

Setelah Wuling, apakah ada lagi merek non-Jepang lain yang berpotensi menembus 10 besar di masa depan? Kalau ada, siapa menurut Mobilovers? [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Jadwal Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 mundur untuk yang kedua kalinya karena perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Gaikindo, asosiasi pabrikan otomotif Tanah Air sekaligus pencetus GIIAS, melalui keterangan resmi yang diterima Mobil123, Kamis (22/7/2021), mengumumkan penundaan pelaksanaan pameran tahun ini menjadi 11-21 November. Periode PPKM Level 4, kebijakan pembatasan mobilitas di tengah gelombang kedua Covid-19, yang diteruskan hingga 25 Juli mendatang menjadi alasannya.

PPKM Level 4 adalah nama baru pemerintah untuk PPKM Darurat yang sebelumnya hanya diberlakukan pada 3-20 Juli.

GIIAS 2021 sendiri awalnya ingin diinisiasi pada 12-22 Agustus, sebelum akhirnya diganti ke 9-19 September. Kini, pameran otomotif yang pada tahun lalu absen akibat pandemi Covid-19 itu lagi-lagi harus mengganti tanggal.

pameran otomotif GIIAS di ICE BSD

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kesehatan dan keselamatan nasional bakal terus menjadi pertimbangan utama industri otomotif. Mereka mendukung perpanjangan penerapan PPKM Level 4.

“Saat ini mari bersama kita satukan tujuan agar dapat membantu Pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dengan demikian, GAIKINDO berharap terkondisinya kesehatan masyarakat akan membuka jalan untuk perkembangan industri otomotif Indonesia dan tentunya kesempatan untuk melaksanakan GIIAS pada tahun 2021 ini,” ujar dia.

GIIAS 2021 Diharapkan Terselenggara

Dengan penundaan pelaksanaan ke penghujung 2021, Gaikindo berharap GIIAS tahun ini akhirnya benar-benar bisa terwujud. Penyesuaian jadwal ke November disebut telah mendapat dukungan dari merek-merek yang menjadi anggota dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian.

Ketua III dan Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo Rizwan Alamsjah menegaskan merek-merek kendaraan yang nantinya berpartisipasi dalam GIIAS 2021 tetap bertekad menampilkan yang terbaik.

“Kami yakin kehadiran GIIAS pada November nanti tidak akan mengurangi intisari perkembangan teknologi dari industri otomotif yang ditampilkan peserta untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya.

pameran otomotif GIIAS

Lokasi pameran kelak masih di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang. Protokol kesehatan ketat, tambah Rizwan, dilakukan sejak masa persiapan, pelaksanaan, sampai pembongkaran.

Demi menyesuaikan diri, GIIAS 2021 untuk pertama kalinya juga bakal hadir secara daring (online) via aplikasi smartphone GIIAS Auto360. Aplikasi ini bisa diunduh di smartphone berbasis Android maupun iOS. [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia ternyata tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap membeli mobil mewah.

Hal ini terlihat dari angka penjualan mobil BMW dan Mini di Tanah Air yang pada semester 1 2021 berhasil menunjukkan pertumbuhan. Hal ini diungkapkan oleh Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia

“Setelah menutup tahun 2020 dengan hasil baik, Kami kembali melihat hasil yang sangat baik di enam-bulan pertama tahun 2021. Dua brand BMW Group yang beroperasi di Indonesia, menghasilkan pertumbuhan penjualan yang sangat memuaskan di semester pertama ini,” terangnya.

BMW

Ia menyebutkan bahwa pada semester pertama 2021, penjualan BMW berhasil meningkat sebesar 42,8% dan Mini mencapai 52,1% bila dibandingkan dengan semester pertama 2020. Hasil tersebut tidak lepas dari banyaknya peminat BMW dan Mini yang dirakit secara lokal di Indonesia.

Adapun kenaikan penjualan BMW terjadi pada bulan April dan Mei 2021. Hal ini karena mereka meluncurkan beberapa model seperti BMW X1, BMW X3, BMW X5, BMW X7, BMW Seri 5, dan BMW Seri 4. Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 juga disebut menjadi salah satu ajang yang membuat penjualan BMW meningkat.

Mini

Sementara itu untuk Mini, penjualan lebih banyak ditopang oleh MINI Countryman yang telah dirakit di dalam negeri, diikuti dengan Mini 3 Door dan Mini Clubman. Dengan mengandalkan ketiga model tersebut saja sudah cukup untuk membuat penjualan Mini melonjak.

Tak hanya dari model, BMW dan Mini Indonesia juga melakukan beberapa inovasi dalam pelayanan guna menyesuaikan diri dengan perkembangan pandemi terkini. Dengan inovasi yang dilakukan maka diharapkan bisa membuat kepuasan pelanggan meningkat.

Layanan tersebut adalah layanan pick-up dan delivery services untuk situasi kritis dan darurat, Online Aftersales Update untuk penjelasan tentang mobil pelanggan menggunakan video yang mudah dipahami, dan layanan sanitasi bebas biaya untuk setiap pengiriman unit baru. BMW juga menyediakan layanan doorstep test drive sehingga pelanggan bisa melakukan test drive di rumah. [Adi/Had]

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close