Connect with us

EKONOMI

Capai Valuasi 1,7 Miliar Dolar AS, OnlinePajak Jadi Startup Unicorn Anyar di Indonesia

Capai Valuasi 1,7 Miliar Dolar AS, OnlinePajak Jadi Startup Unicorn Anyar di Indonesia

[ad_1]

Ilustrasi layanan pajak online © farzand01/Shutterstock


Pertumbuhan pesat nan positif kembali terjadi di industri startup tanah air, setelah kurang dari tiga bulan Indonesia memiliki pemain baru di startup level unicorn dengan kehadiran layanan ekspedisi J&T, kali ini ada perusahaan rintisan yang berhasil meraih gelar serupa.

Berdasarkan riset yang dipublikasi oleh Wawasan CB dengan judul Daftar Lengkap Perusahaan Unicorn, yang menampilkan daftar startup berdasarkan status unicorn per Juli 2021, Indonesia nyatanya tidak lagi memiliki 6 startup berstatus unicorn, melainkan 7.

Adapun perusahaan rintisan yang berhasil mengisi posisi tersebut ialah OnlinePajak, sebuah layanan yang memudahkan penggunanya dalam melakukan segala hal yang berkaitan dengan pembayaran pajak.

OnlinePajak telah memenuhi kualifikasi untuk mencapai level unicorn dengan batas valuasi sebesar 1 milar dolar AS atau setara Rp14 triliun. Perusahaan ini disebut telah melampaui nilai tersebut dengan valuasi sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Pasifik 2021

Mengenal OnlinePajak

info gambar

CEO sekaligus Founder OnlinePajak, Charles Guinot | Dok. OnlinePajak


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, OnlinePajak adalah sebuah platform digital yang hadir dengan layanan untuk memudahkan pengguna yang ingin melakukan segala hal yang berkaitan dengan pajak secara on line, mulai dari perhitungan secara otomatis, pembayaran, dan pelaporan lewat satu aplikasi yang sudah terintegrasi.

OnlinePajak pertama kali didirikan di Indonesia sejak September 2014 oleh Charles Guinot, dengan berada di bawah naungan PT Achilles Advanced Systems, sebuah perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Prancis, Indonesia, dan Singapura.

Startup satu ini telah terdaftar, diawasi, dan menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) RI, dalam hal memudahkan berbagai pihak baik individu maupun perusahaan skala besar untuk melakukan proses pembayaran pajak.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 500 ribu pengguna yang memanfaatkan layanan OnlinePajak di tanah air, beberapa pengguna dalam bentuk perusahaan skala besar di antaranya Garuda Indonesia, Telkomsel, Waskita Karya, Go-Jek, Bank Mandiri, dan Huawei Tech Investment.

10 Negara dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Pasifik

Pendanaan yang berhasil dihimpun

PajakPay, salah satu layanan milik OnlinePajak

info gambar

PajakPay, salah satu layanan milik OnlinePajak | OnlinePajak via TechinAsia


Jika bicara mengenai pencapaian OnlinePajak menjadi startup berstatus unicorn, pasti tidak terlepas dari valuasi yang berhasil dimiliki di mana salah satunya didapat berkat pendanaan atau suntikan dana dari berbagai pihak dalam hal ini investor.

Melansir Deal Street Asia, satu pekan sebelum masuk ke jajaran perusahaan unicorn, OnlinePajak dilaporkan berhasil mendapat suntikan investasi hampir mencapai 12 juta dolar AS lewat pendanaan seri C dari 6 inventor.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh Tencent dan Altos Ventures yang menyumbang investasi sebesar 5 juta dolar AS, diikuti dengan Warburg Pincus yang ikut memberikan pendanaan sebesar 2 juta dolar AS.

Sebelumnya, pada Oktober 2018 Online Pajak juga mendapat pendanaan sebesar 25 juta dolar AS lewat pendanaan seri B yang dipimpin oleh Warburg Pincus dan diikuti oleh investor lain di antaranya Endeavour Catalyst, Global Innovation Fund, Alpha JWC Ventures, Sequoia Capital, dan Primedge.

Alpha JWC Ventures dan Sequoia Capital sendiri merupakan investor lama, sekaligus pihak yang pertama memberikan suntikan investasi pada pendanaan seri A di tahun 2017, dengan nilai 3,5 juta dolar AS.

Maka jika ditotal secara keseluruhan, OnlinePajak telah mengumpulkan pendanaan sebesar 41 juta dolar AS, yang memberikan dorongan besar untuk menjadi sebuah startup berstatus unicorn.

Deretan Perusahaan Teknologi Dunia yang Rajin Investasi ke Startup Indonesia

Peringkat valuasi Startup unicorn di Indonesia

Sebagai catatan, masuknya OnlinePajak ke dalam daftar perusahaan startup unicorn di tanah air nyatanya berbeda dengan kondisi yang dilalui pada kehadiran serupa oleh J&T.

J&T yang kala itu memperoleh valuasi sebesar 7,8 miliar dolar AS berhasil mengalahkan peringkat startup tanah air yang sudah ada sejak lama dan lebih dulu meraih gelar unicorn, di antaranya Bukalapak, Traveloka, dan OVO.

Kali ini dengan jumlah valuasi yang dimiliki, OnlinePajak tetap harus berpuas diri berada di peringkat terakhir startup unicorn tanah air. Namun jika melihat performanya yang meningkat pesat sejak pertama kali didirikan, bukan tidak mungkin bahwa posisi OnlinePajak akan ikut menyusul keberadaan Bukalapak, Traveloka, dan OVO.

Untuk lebih jelas, berikut peringkat valuasi startup berstatus unicorn di Indonesia berdasarkan data Wawasan CB beserta tahun kemunculannya.

  1. GoTo (Gojek–2010, dan Tokopedia–2009): 18 miliar dolar AS – Decacorn
  2. J&T Express (2015): 7,8 miliar dolar AS
  3. Bukalapak (2010): 3,5 miliar dolar AS
  4. Traveloka (2012): 3 miliar dolar AS
  5. Ovo (2017): 2,9 miliar dolar AS
  6. OnlinePajak (2014): 1,7 miliar dolar AS
Jadi Episentrum Bisnis Digital, Ini 5 Kota dengan Ekosistem Startup Terbaik Indonesia 2021

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

EKONOMI

J Trust Bank akan Right Issue 4,6 Miliar Lembar Saham

J Trust Bank akan Right Issue 4,6 Miliar Lembar Saham

J Trust Bank berencana melakukan right issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) 4.665.700.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. PMHMETD diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“PMHMETD ini merupakan bagian dari rencana strategis J Trust Bank untuk memperkuat permodalan, sehingga J Trust Bank dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi,” kata Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.

Ritsuo menjelaskan right issue ini untuk meningkatkan modal dasar perseroan menjadi Rp20 triliun. J Trust Co. Ltd. selaku pemegang saham utama, serta seluruh pemegang saham lainnya sangat mendukung J Trust Bank menjaga struktur permodalan yang kuat untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

RUPST juga menyetujui beberapa agenda. Di antaranya laporan tahunan 2020, mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2020, dan menyetujui pengangkatan kembali direksi.

Baca: Bank Sinarmas Optimalkan Layanan Digital Selama PPKM Darurat

Meski tahun ini masih diliputi tantangan dan ketidakpastian, lanjut Ritsuo, J Trust Bank akan tetap memprioritaskan kebutuhan nasabah, dan mengembangkan portofolio kredit secara selektif dengan kehati-hatian. Kemudian, J Trust Bank juga akan menjaga kondisi likuiditas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nasabah serta memberikan kontribusi positif bagi komunitas dan masyarakat.

“Kami berharap dengan penguatan permodalan serta beberapa keputusan yang dicapai dalam RUPST ini dapat semakin mendorong kinerja perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ritsuo.

Source link

Continue Reading

EKONOMI

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

[ad_1]

Ilustrasi perpindahan harga saham di Bursa Efek Indonesia © Triawanda Tirta Aditya/Shutterstock


Kekinian, saham sebagai salah satu instrumen di sektor pasar modal menjadi hal yang semakin banyak diminati oleh generasi muda. Tak heran, jika dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, istilah ‘melek investasi’ seakan tak asing lagi terdengar di kalangan kawula muda masa kini.

Klaim di atas nyatanya terbukti lewat data yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Menukil Saluran BEI, (23/2/2021), disebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda, terutama generasi milenial dan Gen-Z.

Dijelaskan lebih jauh oleh Hasan Fawzi, selaku Direktur Pengembangan BEI, dirinya menyebutkan bahwa jumlah investor baru per Januari 2021, 50,7 persennya datang dari kalangan usia 18-25 tahun.

Di saat yang bersamaan, hal tersebut dibarengi dengan mulai masuknya berbagai perusahaan berbasis teknologi masa kini (startup), di mana ekosistemnya didominasi oleh kalangan muda seperti yang disebutkan di atas, untuk ikut menjadi pemain di industri pasar modal tanah air.

Maka tidak heran, jika keputusan berbagai perusahaan teknologi untuk mulai masuk ke pasar modal lewat langkah IPO tidak hanya didasari oleh tujuan untuk meraih peluang pendanaan yang lebih besar, namun juga karena kondisi pasar yang saat ini didominasi oleh kalangan muda yang memiliki karakteristik sama dengan ekosistem perusahaan teknologi itu sendiri.

Seakan memberi angin segar, langkah mulai masuknya perusahaan teknologi startup ke pasar modal yang dilakukan Bukalapak, bahkan diproyeksikan akan mencetak sejarah baru berupa peraih dana IPO terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

Dengan target dan perkiraan perolehan dana sebesar Rp21,9 triliun, pendanaan tersebut diklaim akan membuka jalan bagi perusahaan serupa lainnya untuk mengalahkan rekor IPO yang saat ini masih dimiliki oleh Adaro Energy, dengan perolehan IPO terbesar sejak tahun 2008, dan jajaran perusahaan lainnya.

Lantas, apa saja jajaran perusahaan yang berhasil meraih pendanaan IPO terbesar di Indonesia, dan harus bersiap untuk kehilangan pencapaian tersebut menjelang masuknya berbagai perusahaan startup untuk ikut melantai di bursa saham? Berikut daftarnya.

Indonesia Jadi Negara dengan IPO Terbanyak di Asean Selama Pandemi

1. Adaro Energy

info gambar

Adaro Energy | Reuters via Facebook PT Adaro Services


Adaro Energy yang memiliki nama emiten ADRO, merupakan perusahaan pertambangan batu bara terpadu yang berbasis di Indonesia. Adaro dan beberapa anak perusahaannya bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, perdagangan batu bara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

Perusahaan ini melakukan langkah IPO pada 16 Juli 2008 dan melepas 34,83 persen kepemilikan saham ke publik, dengan penawaran harga Rp1.100 per lembar saham, perusahaan berhasil meraih perolehan dana lewat IPO sebesar Rp12,2 triliun, dan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah IPO di Indonesia hingga saat ini, mengingat IPO yang dilakukan Bukalapak belum disahkan secara resmi untuk tercatat di bursa saham.

Siapa Sangka! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

2. Indofood CBP Sukses Makmur

Indofood CBP Sukses Makmur

info gambar

Indofood CBP Sukses Makmur | IDX Channel


Siapa yang tidak mengenal perusahaan di sektor fmcg satu ini, raksasa ritel yang jadi pemain besar dalam memenuhi kebutuhan pokok hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia ini, menempati posisi kedua dalam hal peraih pendaan tertinggi lewat langkah IPO.

Tercatat dengan nama emiten ICBP di BEI, perusahaan ini melakukan IPO pada 7 Oktober 2010, dan melepas sebesar 20 persen saham yang dimiliki ke publik dengan harga penawaran Rp5.395 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan dengan produk bintang Indomie yang mendunia ini berhasil meraih pendanaan mencapai Rp6,3 triliun.

Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global

3. Waskita Beton Precast

Posisi ketiga dari rekor perolehan dana IPO tertinggi dalam sejarah Indonesia diraih oleh anak perusahaan BUMN Waskita Karya. Mencatatkan nama di bursa saham dengan kode WSBP, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini melakukan langkah IPO pada 20 September 2016.

Banyaknya saham yang dilepas ke publik dapat dikatakan cukup besar namun dengan harga penawaran yang terbilang rendah dibanding 2 peringkat sebelumnya, yaitu sebanyak 40 persen saham yang dilepas dengan harga penawaran Rp490 per lembar saham.

Menariknya, langkah IPO yang dilakukan hanya berselang dua tahun sejak anak perusahaan ini didirikan pada tahun 2014, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5,6 triliun.

7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

4. Sumber Daya Bayan

Sama halnya seperti Adaro Energy, Bayan Resources ini bergerak di bidang batu bara yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Perusahaan ini memproduksi batu bara mulai dari batu bara kokas semi lunak, batu bara sulfur ramah lingkungan, dan batu bara sub-bituminous.

Melakukan IPO pada 12 Agustus 2008, persentasi saham yang dilepas ke publik sebesar 25 persen dengan harga penawaran Rp5.800 per lembar saham. Berkat langkah IPO tersebut, perusahaan yang memiliki nama emiten BYAN di BEI ini berhasil memperoleh dana sebanyak 5,55 triliun

5. Borneo Lumbung Energi

Posisi ke-5 yang berhasil meraih rekor pendanaan tertinggi lewat IPO kembali diraih oleh perusahaan pertambangan batu bara, Borneo Lumbung Energi melepas saham perdana sebanyak 25 persen ke publik pada 26 November 2010, dengan harga penawaran Rp1.170 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan yang saat ini memiliki nama emiten BORN di BEI berhasil meraih pendanaan sebesar Rp5,1 triliun.

Dari kelima jajaran perusahaan di atas, dapat dilihat bahwa sebelum perusahaan startup berbasis teknologi belum semasif sekarang, pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh emiten yang bergerak di industri manufaktur berbasis sumber daya alam, setidaknya sampai saat ini.

Namun dengan masuknya Bukalapak sebagai calon perusahaan peraih perolehan dana tertinggi lewat IPO, yang juga diyakini akan membuka jalan perusahaan serupa lainnya untuk ikut melantai di bursa saham, diprediksi akan membuat pasar modal di Indonesia kedepannya akan turut diramaikan oleh perusahaan startup berbasis teknologi di masa yang akan datang.

Warisan Budaya Dunia: Tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

EKONOMI

Remaja Hawaii Daur Ulang Untuk Bantu Mahasiswa Membayar SPP

Remaja Hawaii Daur Ulang Untuk Bantu Mahasiswa Membayar SPP

[ad_1]

Pada awalnya, Genshu Price melakukan daur ulang untuk kepentingannya sendiri. Ayah Price pernah mengatakan itu merupakan cara yang baik dalam menabung untuk membayar uang kuliahnya kelak.

Pelajar SMP asal Hau’ula, Hawaii, ini mengatakan,”Ini gagasan ayah saya untuk mengumpulkan kaleng-kaleng dan botol minuman guna membayar uang kuliah saya nantinya. Lalu saya pikir, saya dapat membuatnya menjadi sesuatu yang lebih besar dan bahkan dapat membantu para pelajar Hawaii lainnya.”

Maka remaja ini pun memutuskan untuk meluncurkan prakarsa yang disebut “Bottles4College”.

Genshu Price (kanan) dan relawan lainnya di S.W. King Intermediate School di Kāne'ohe, Hawaii, menyortir kaleng dan botol untuk "Bottles4College", 18 Maret 2021. (Foto: Maria Price/Bottles4College via AP)

Genshu Price (kanan) dan relawan lainnya di S.W. King Intermediate School di Kāne’ohe, Hawaii, menyortir kaleng dan botol untuk “Bottles4College”, 18 Maret 2021. (Foto: Maria Price/Bottles4College via AP)

Price menjelaskan, “Kami ingin menciptakan suatu sistem di mana setidaknya, setiap tahun, kami dapat mengirim satu atau dua anak-anak dengan beasiswa penuh ke perguruan tinggi. Jadi itu akan memerlukan dua hingga empat juta kaleng dan botol minuman.”

Dengan bantuan orang tuanya, dan kadang-kadang bantuan beberapa sukarelawan, Price mengumpulkan ratusan materi untuk didaur ulang setiap pekan.

Mereka kemudian memisah-misah dan memilih-milah sebelum mengantarkan hasilnya ke pusat daur ulang setempat. Di sana ia menerima uang dari hasil penukaran barang-barang yang didaur ulang itu.

Genshu Price berdiri di belakang truk setelah memuatnya dengan kaleng dan botol daur ulang dari Kualoa Ranch di Kāne'ohe, Hawaii, untuk penggalangan dana "Bottles4College", Mei 2021. (Maria PRice/ Bottles4College via AP)

Genshu Price berdiri di belakang truk setelah memuatnya dengan kaleng dan botol daur ulang dari Kualoa Ranch di Kāne’ohe, Hawaii, untuk penggalangan dana “Bottles4College”, Mei 2021. (Maria PRice/ Bottles4College via AP)

Pendiri prakarsa “Bottles4College” itu mengatakan, “Ini benar-benar mengenai harapan. Seperti yang kami katakan sebelumnya, biaya hidup di Hawaii sangat tinggi, COVID bahkan menambah kesulitan itu. Dan sebagai seorang anak Hawaii, saya memahami, maksud saya sebagai anak-anak yang juga tinggal di Hawaii, saya memahami bahwa perlu banyak uang untuk hidup dan tinggal di rumah juga makan setiap hari. Saya ingin memberi jalan bagi para siswa yang mungkin tidak mampu, atau tidak dapat kuliah di perguruan tinggi dengan biaya sendiri.”

Sementara itu, sang ibu, Maria Price mengemukakan,”Ada begitu banyak hal yang ia pelajari dari pengalaman ini dan karena itu kami percaya bahwa ini adalah bagian dari pendidikannya.

Melalui banyak tantangan dan kemunduran karena COVID, keluarganya melanjutkan pekerjaan ini dengan harapan baru untuk meluaskan kegiatan tersebut.

Tempat sampah yang dilukis oleh siswa untuk penggalangan dana Genshu Price, Bottles4College, ditempatkan di kantor di S.W. Sekolah Menengah Raja di Kāne'ohe, Hawaii, 10 Oktober 2020. (Foto: AFP/Maria Price)

Tempat sampah yang dilukis oleh siswa untuk penggalangan dana Genshu Price, Bottles4College, ditempatkan di kantor di S.W. Sekolah Menengah Raja di Kāne’ohe, Hawaii, 10 Oktober 2020. (Foto: AFP/Maria Price)

Price menjelaskannya sebagai berikut, “Salah satu target kami adalah menyediakan tempat-tempat pengumpulan materi daur ulang publik di setiap sekolah negeri di Hawaii. Sekarang ini kami telah memiliki tempat di dua sekolah negeri di Hawaii, dan kami berharap untuk meluaskannya. Dengan cara itu, kita akan memiliki tempat pengumpulan di setiap komunitas, di mana dengan cara itu, setiap komunitas dapat dan datang dan memberikan dukungan.”

Salah satu tempat tersebut adalah S.W. King Intermediate School, SMP tempat Price bersekolah, di mana mereka juga telah mengadakan acara-acara pengumpulan materi daur ulang secara besar-besaran.

Price menjelaskan, “Kami belum cukup banyak mengumpulkannya. Seperti saya katakan, perlu 2 hingga 4 juta, banyak sekali, kaleng dan botol minuman. Jadi perlu banyak sekali untuk dapat mengirim seorang anak untuk kuliah di perguruan tinggi. Sekarang ini kami telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu kaleng dan botol minuman, yang berat totalnya lebih dari 2,27 ton.”

Price menegaskan bahwa setiap botol, setiap kaleng minuman sangat berharga. “Ini benar-benar menantang. Setiap kaleng, setiap botol, berarti. Satu demi satu kaleng, satu demi satu botol.” [uh/ab]

[ad_2]

Source link

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close